{"id":9838,"date":"2012-06-22T04:07:03","date_gmt":"2012-06-22T04:07:03","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=9838"},"modified":"2018-02-07T16:44:00","modified_gmt":"2018-02-07T09:44:00","slug":"memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat","title":{"rendered":"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>Bogor (22 Juni 2012)_ Keberlanjutan pembangunan hutan lestari dapat memanfaatkan konsep perhutanan sosial sebagai medium komunikasi dalam menggerakkan interaksi aktif antara masyarakat, pengusaha, dan Kementerian Kehutanan.<\/p>\n<p>\u201cPerhutanan sosial ibarat bahasa, penyampai gagasan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan dan mendapatkan penghasilan tambahan dari pengelolaan hutan bersama dengan pengusaha hutan,\u201d kata Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perum Perhutani di sela-sela acara temu kangen pengagas social forestry di CIFOR, Bogor beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Perhutanan sosial pertama diperkenalkan pertama kali pada tahun 1970-an menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan hutan bertujuan meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian hutan. \u201cPerhutanan sosial adalah inspirasi bagi keadilan sosial, yaitu pemanfaatan hutan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat,\u201d tambah Bambang Sukmananto.<\/p>\n<p>Hal senada dinyatakan, Harijadi Himawan, Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Perhutanan sosial, kata Harijadi, bisa digunakan sebagai mata rantai penghubung antara isu pengelolaan hutan dan kesejahteraan sosial. \u201cKomunitas dipancing mendapatkan mata pencaharian tambahan melalui sistem kemitraan terpadu dengan diajak hadir pada kegiatan komunikasi, misalnya penyuluhan kehutanan di lapangan,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Dari perspektif ini, perhutanan sosial memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim. Indonesia sudah menetapkan peningkatan kesadaran masyarakat akan manajemen hutan yang benar untuk menuju daerah hutan yang lebih baik demi menjaga pemanasan global sebagai arahan utama kegiatan mitigasi dan adaptasi. \u201cDukungan serta peningkatan tanggung jawab masyarakat lokal akan pengelolaan sumber daya hutan mereka amat penting agar kita dapat melangkah maju,\u201d tegas Harijadi yang saat ini menjabat sebagai Co-chair ASEAN Social Forestry Network (ASFN).<\/p>\n<p>Dalam hal pengembangan kapasitas masyarakat, menurut Harijadi, perlu diperhatikan pengadaan pelatihan komunikasi. Keterbukaan informasi membuat masyarakat menerima terpaan beragam informasi yang dapat menganggu hubungan antar pihak bila tidak dipilah dengan baik. \u201cPembelajaran komunikasi yang baik dapat mengubah pola pikir, sikap dan kesadaran masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Perubahan pola pikir, sikap, dan kesadaran masyarakat ini diharapkan bisa mendukung kegiatan mitigasi dan adaptasi yang juga diarahkan pada akselerasi upaya pencegahan deforestasi dan degradasi yang menstimulus peningkatan emisi karbon, serta meningkatkan ketahanan hutan dan ekosistemnya. Upaya ini juga dikembangkan sebagai bagian mitigasi jangka panjang, meningkatkan kegiatan penghijauan (reforestasi), mendorong manajemen hutan yang lestari dan meningkatkan keanekaragaman hayati dan konservasi hutan.<\/p>\n<p><strong>Secara Bertahap<\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan pengalaman di institusinya, Bambang Sukmananto menceritakan bahwa interaksi dan komunikasi dengan masyarakat dilakukan secara bertahap. Proses ini diarahkan untuk melakukan penguatan kapasitas masyarakat dan kemauan untuk saling mendengarkan. \u201cIntinya tepa selira, kesepakatan dan kesamaan pandangan antar pihak akan manfaat pengelolaan hutan, \u201c kata Bambang.<\/p>\n<p>Dalam proses tersebut, hal yang pertama harus dilakukan adalah pendekatan personal. \u201cDi sesi awal ini terjadi komunikasi dari hati ke hati, mengurangi prasangka buruk dengan proses pengenalan antar pihak,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Bambang memberikan contoh keberhasilan kebijakan peletakan senjata atau \u201cdrop the gun\u201d di Perhutani. Pasca \u201cdrop the gun\u201d dalam kerjasama dengan Perhutani, masyarakat didorong menjaga hutan produksi dari gangguan penebangan liar melalui skema sharing benefit.<\/p>\n<p>Perhutani menjalankan strategi berkomunikasi aktif dengan masyarakat sebagai ujung tombak kegiatan di seluruh wilayah Perhutani. \u201cHasilnya kami tak perlu repot lagi mempersenjatai polisi hutan. Justru masyarakat membantu kami berpatroli mengamankan hutan,\u201d ujar Bambang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor (22 Juni 2012)_ Keberlanjutan pembangunan hutan lestari dapat memanfaatkan konsep perhutanan sosial sebagai medium komunikasi dalam menggerakkan interaksi aktif antara masyarakat, pengusaha, dan Kementerian Kehutanan. \u201cPerhutanan sosial ibarat bahasa, penyampai gagasan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan dan mendapatkan penghasilan tambahan dari pengelolaan hutan bersama dengan pengusaha hutan,\u201d kata Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perum Perhutani di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":37239,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[182,173,13,1072,151],"tags":[568,123,132],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[5225,5227,2516,3138,2520,2488,2536,5224,5226,2554],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3086],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[222],"class_list":["post-9838","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-forestry","category-gender-justice-tenure","category-governance","category-landscapes","category-redd-2","tag-asean","tag-redd","tag-social-forestry","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-bambang-sukmananto","tag-bahasa-harijadi-himawan","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-kementerian-lingkungan-hidup-dan-kehutanan","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-pembagian-keuntungan","tag-bahasa-pendidikan","tag-bahasa-perhutanan-sosial","tag-bahasa-perhutani","tag-bahasa-tata-kelola-hutan","type-bahasa-peliputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bogor (22 Juni 2012)_ Keberlanjutan pembangunan hutan lestari dapat memanfaatkan konsep perhutanan sosial sebagai medium komunikasi dalam menggerakkan interaksi aktif antara masyarakat, pengusaha, dan Kementerian Kehutanan. \u201cPerhutanan sosial ibarat bahasa, penyampai gagasan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan dan mendapatkan penghasilan tambahan dari pengelolaan hutan bersama dengan pengusaha hutan,\u201d kata Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perum Perhutani di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-06-22T04:07:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T09:44:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/06\/landscape1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"313\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budhy Kristanty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat\"},\"author\":{\"name\":\"Budhy Kristanty\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733\"},\"headline\":\"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat\",\"datePublished\":\"2012-06-22T04:07:03+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T09:44:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat\"},\"wordCount\":490,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/06\\\/landscape1.jpg\",\"keywords\":[\"ASEAN\",\"REDD+\",\"Social Forestry\"],\"articleSection\":[\"Community forestry\",\"Gender, justice &amp; tenure\",\"Governance\",\"Landscapes\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat\",\"name\":\"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/06\\\/landscape1.jpg\",\"datePublished\":\"2012-06-22T04:07:03+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T09:44:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/06\\\/landscape1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/06\\\/landscape1.jpg\",\"width\":313,\"height\":280,\"caption\":\"Kebakaran hutan di Indonesia tahun 2007 (Foto\\\/CIFOR)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733\",\"name\":\"Budhy Kristanty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg23bc88b7d2728bdf8c186603339d3390\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg\",\"caption\":\"Budhy Kristanty\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/budhykristanty\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/9838\\\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat","og_description":"Bogor (22 Juni 2012)_ Keberlanjutan pembangunan hutan lestari dapat memanfaatkan konsep perhutanan sosial sebagai medium komunikasi dalam menggerakkan interaksi aktif antara masyarakat, pengusaha, dan Kementerian Kehutanan. \u201cPerhutanan sosial ibarat bahasa, penyampai gagasan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan dan mendapatkan penghasilan tambahan dari pengelolaan hutan bersama dengan pengusaha hutan,\u201d kata Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perum Perhutani di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-06-22T04:07:03+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T09:44:00+00:00","og_image":[{"width":313,"height":280,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/06\/landscape1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budhy Kristanty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat"},"author":{"name":"Budhy Kristanty","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733"},"headline":"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat","datePublished":"2012-06-22T04:07:03+00:00","dateModified":"2018-02-07T09:44:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat"},"wordCount":490,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/06\/landscape1.jpg","keywords":["ASEAN","REDD+","Social Forestry"],"articleSection":["Community forestry","Gender, justice &amp; tenure","Governance","Landscapes","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat","name":"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/06\/landscape1.jpg","datePublished":"2012-06-22T04:07:03+00:00","dateModified":"2018-02-07T09:44:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/06\/landscape1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/06\/landscape1.jpg","width":313,"height":280,"caption":"Kebakaran hutan di Indonesia tahun 2007 (Foto\/CIFOR)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memanfaatkan perhutanan sosial sebagai medium komunikasi interaktif dengan masyarakat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733","name":"Budhy Kristanty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg23bc88b7d2728bdf8c186603339d3390","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg","caption":"Budhy Kristanty"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/budhykristanty"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/9838\/memanfaatkan-perhutanan-sosial-sebagai-medium-komunikasi-interaktif-dengan-masyarakat#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/06\/landscape1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9838","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9838"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9838\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9838"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9838"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9838"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=9838"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=9838"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=9838"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=9838"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=9838"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=9838"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=9838"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=9838"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=9838"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=9838"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}