{"id":92981,"date":"2025-07-17T14:58:49","date_gmt":"2025-07-17T07:58:49","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/02\/Frances-still-1.jpg"},"modified":"2025-09-04T14:42:01","modified_gmt":"2025-09-04T07:42:01","slug":"panduan-baru-pemantauan-lahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan","title":{"rendered":"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan"},"content":{"rendered":"<p><span class=\"EOP SCXW262495388 BCX0\" data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:264}\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Kesimpulannya jelas: untuk mencapai target mitigasi perubahan iklim global dan menjaga fungsi ekosistem Bumi, kita perlu meninjau kembali cara kita memanfaatkan lahan.<\/span><!--EndFragment --> <\/span><\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Cara manusia menggunakan lahan saat ini memiliki dua sisi: mengandung risiko, tetapi juga menawarkan peluang. <\/span><span class=\"cf0\">Kegiatan seperti pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya menyumbang <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/2019\/08\/08\/land-is-a-critical-resource_srccl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hampir seperempat<\/a> dari total emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Namun, di sisi lain, alam juga memiliki peran penting seperti proses-proses alami di daratan mampu menyerap karbon dioksida dalam jumlah yang <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/2019\/08\/08\/land-is-a-critical-resource_srccl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hampir setara dengan sepertiga<\/a> emisi yang dihasilkan dari bahan bakar fosil dan aktivitas industri.<\/span><\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Risiko dan peluang ini tercermin dalam komitmen nasional yang dirumuskan di bawah Perjanjian Paris. Sekitar 75% negara penandatangan kini telah memasukkan target <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/process-and-meetings\/the-paris-agreement\/nationally-determined-contributions-ndcs\/2024-ndc-synthesis-report\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">berbasis lahan<\/a> ke dalam Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) masing-masing. <\/span><span class=\"cf0\">Namun, ambisi saja tidaklah cukup. Agar target-target tersebut benar-benar memberikan dampak, kemajuan dan hambatannya harus dipantau secara akurat dan transparan.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Kini, dunia menghasilkan data dalam jumlah yang luar biasa besar\u2014sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data ini sangat berguna bagi para pemangku kepentingan untuk memahami bagaimana tata guna lahan berubah dan dikelola dari waktu ke waktu, serta dampaknya terhadap emisi dan penyerapan gas rumah kaca. <\/span><span class=\"cf0\">Misalnya, satelit observasi Bumi Sentinel-2 mengumpulkan sekitar <a href=\"https:\/\/www.eoportal.org\/satellite-missions\/copernicus-sentinel-2#mission-capabilities\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">1,5 terabita data<\/a> setiap hari, mencakup informasi tentang perubahan tutupan lahan, pertumbuhan tanaman, kondisi hutan, pencemaran air, hingga bencana alam. <\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p class=\"p1\"><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Namun, banyak negara masih belum memiliki kapasitas untuk memantau dan menafsirkan perubahan tersebut, atau menerjemahkannya menjadi informasi yang transparan dan dapat ditindaklanjuti.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Perbedaan dalam cara setiap negara mendefinisikan, menerapkan, dan melaporkan target tata guna lahan membuat penilaian terhadap kemajuan secara keseluruhan menjadi lebih sulit.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Kondisi ini berisiko melemahkan efektivitas aksi iklim secara keseluruhan di sektor penggunaan lahan.<\/span><\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Untuk menjembatani kesenjangan dan menjawab tantangan ini, <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/transparent-monitoring\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sebuah konsorsium<\/a> yang dipimpin oleh Center for International Forestry Research dan World Agroforestry (CIFOR\u2013ICRAF), dengan pendanaan dari Inisiatif Iklim Internasional (IKI) dari pemerintah Jerman, telah menyusun <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/transparent-monitoring\/about\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">seperangkat panduan<\/a> untuk pemantauan yang transparan di sektor tata guna lahan.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Panduan ini bertujuan untuk mendukung negara, komunitas, perusahaan, dan para praktisi dalam merancang serta menerapkan sistem pemantauan yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.<\/span><\/p>\n<p><!--EndFragment --> <span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/9367\/' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read more<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>Transparent monitoring in practice: A guide to effective monitoring in the land sector. Book I \u2013 Background for understanding transparent monitoring approaches <\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/p>\n<p>Di dalam panduan ini, terdapat <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/9367\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sembilan pasang kriteria<\/a> utama yang digunakan untuk menilai pendekatan pemantauan yang transparan. Masing-masing pasangan kriteria ini dikaitkan dengan dimensi-dimensi penting bagi para pemangku kepentingan, di mana transparansi memiliki peran krusial. Kriteria tersebut mencakup: transparansi dan kejelasan; akurasi dan ketidakpastian komunikasi ; konsistensi dan kelengkapan; keterbandingan dan interoperabilitas; saling melengkapi dan skala; keterulangan dan kemampuan beradaptasi; akses dan distribusi; partisipasi dan keadilan; serta tanggung jawab dan akuntabilitas. Keseluruhan kriteria ini dirancang untuk memastikan bahwa sistem pemantauan tidak hanya akurat, tetapi juga inklusif, dapat diakses, dan dapat dipercaya oleh semua pihak yang berkepentingan.<\/p>\n<p><span class=\"EOP SCXW202047717 BCX0\" data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:264}\"><!--StartFragment --><\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Keseluruhan kriteria ini dirancang untuk memastikan bahwa sistem pemantauan tidak hanya akurat, tetapi juga inklusif, dapat diakses, dan dapat dipercaya oleh seluruh pihak yang berkepentingan.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Panduan ini juga menyajikan <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/9368\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">studi kasus<\/a> dari empat negara tempat para mitra melaksanakan proyek penelitian tentang pemantauan yang transparan, yaitu: C\u00f4te d\u2019Ivoire, Ethiopia, Papua Nugini, dan Peru.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"EOP SCXW202047717 BCX0\" data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:264}\"><!--EndFragment --> <span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/9368\/' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read more<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>Transparent monitoring in practice: A guide to effective monitoring in the land sector. Book II \u2013 Case studies of transparent monitoring approaches <\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Di masing-masing negara, para pemangku kepentingan mengidentifikasi kebutuhan yang bersifat spesifik. Kebutuhan tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari menghitung faktor emisi akibat konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, memetakan penyebab deforestasi dengan menggunakan citra satelit, meningkatkan koordinasi antarpihak dalam pemetaan komoditas kakao, hingga mengintegrasikan pemantauan berbasis komunitas ke dalam kegiatan restorasi hutan dan sistem peringatan dini.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">\u201cStudi kasus ini menegaskan bahwa pemantauan yang transparan tidak hanya merupakan tuntutan teknis, melainkan juga motor penggerak bagi aksi iklim yang berarti,\u201d tulis para <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/9368\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penulis<\/a> laporan.<br \/>\n\u201cMelalui upaya mengatasi berbagai tantangan serta memanfaatkan capaian yang telah diraih sebagaimana diuraikan dalam laporan ini, negara-negara dapat merancang sistem pemantauan yang mampu mendorong perubahan secara transformatif.\u201d <\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:264}\"><!--StartFragment --><\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">\u201cUntuk melangkah ke depan, diperlukan komitmen, kolaborasi, dan inovasi. Tujuan akhirnya adalah terciptanya kebijakan sektor lahan yang lebih efektif, dengan manfaat berupa peningkatan ketahanan dan kontribusi yang berarti dalam mengatasi perubahan iklim.\u201c<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:264}\"><!--EndFragment --> <\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Acknowledgements<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:264}\"> <\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\">The <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/transparent-monitoring\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Transparent Monitoring in Practice project<\/a> is led by the Center for International Forestry Research and World Agroforestry in partnership with the \u00d6ko-Institut e.V. (Institute for Applied Ecology), the Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), the International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), the National Wildlife Federation and Wageningen University and Research. It is funded by Germany\u2019s International Climate Initiative (IKI).<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:264}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\"> <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesimpulannya jelas: untuk mencapai target mitigasi perubahan iklim global dan menjaga fungsi ekosistem Bumi, kita perlu meninjau kembali cara kita memanfaatkan lahan. Cara manusia menggunakan lahan saat ini memiliki dua sisi: mengandung risiko, tetapi juga menawarkan peluang. Kegiatan seperti pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya menyumbang hampir seperempat dari total emisi gas rumah kaca yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":92982,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105,12052],"tags":[6665,12030,12031,369,6244],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2534,12033,12032,10090],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[],"type-english":[11873,2431],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-92981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","category-pengelolaan-restorasi-hutan","tag-ecosystem","tag-guidelines","tag-land-based-structure","tag-monitoring","tag-paris-agreement","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-ekosistem","tag-bahasa-monitoring","tag-bahasa-panduan","tag-bahasa-paris-agreement","type-english-explainer","type-english-news"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesimpulannya jelas: untuk mencapai target mitigasi perubahan iklim global dan menjaga fungsi ekosistem Bumi, kita perlu meninjau kembali cara kita memanfaatkan lahan. Cara manusia menggunakan lahan saat ini memiliki dua sisi: mengandung risiko, tetapi juga menawarkan peluang. Kegiatan seperti pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya menyumbang hampir seperempat dari total emisi gas rumah kaca yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-17T07:58:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-04T07:42:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan\",\"datePublished\":\"2025-07-17T07:58:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-04T07:42:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan\"},\"wordCount\":714,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg\",\"keywords\":[\"ecosystem\",\"guidelines\",\"land-based structure\",\"monitoring\",\"Paris Agreement\"],\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\",\"Pengelolaan &amp; restorasi hutan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan\",\"name\":\"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-17T07:58:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-04T07:42:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Yanonge, Provinsi Tshopo, Republik Demokratik Kongo. Foto oleh Axel Fassio \\\/ CIFOR-ICRAF.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92981\\\/panduan-baru-pemantauan-lahan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan","og_description":"Kesimpulannya jelas: untuk mencapai target mitigasi perubahan iklim global dan menjaga fungsi ekosistem Bumi, kita perlu meninjau kembali cara kita memanfaatkan lahan. Cara manusia menggunakan lahan saat ini memiliki dua sisi: mengandung risiko, tetapi juga menawarkan peluang. Kegiatan seperti pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya menyumbang hampir seperempat dari total emisi gas rumah kaca yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2025-07-17T07:58:49+00:00","article_modified_time":"2025-09-04T07:42:01+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan","datePublished":"2025-07-17T07:58:49+00:00","dateModified":"2025-09-04T07:42:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan"},"wordCount":714,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg","keywords":["ecosystem","guidelines","land-based structure","monitoring","Paris Agreement"],"articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat","Pengelolaan &amp; restorasi hutan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan","name":"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg","datePublished":"2025-07-17T07:58:49+00:00","dateModified":"2025-09-04T07:42:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Yanonge, Provinsi Tshopo, Republik Demokratik Kongo. Foto oleh Axel Fassio \/ CIFOR-ICRAF."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan baru mewujudkan transparansi dalam pemantauan lahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92981\/panduan-baru-pemantauan-lahan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/53271896980_564f58e567_k-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92981"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":150920,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92981\/revisions\/150920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92981"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=92981"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=92981"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=92981"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=92981"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=92981"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=92981"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=92981"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=92981"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=92981"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=92981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}