{"id":92457,"date":"2025-06-07T06:05:40","date_gmt":"2025-06-06T23:05:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=92457"},"modified":"2025-08-04T07:58:08","modified_gmt":"2025-08-04T00:58:08","slug":"regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2","title":{"rendered":"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut"},"content":{"rendered":"<p>Banyak wilayah di Asia Tenggara mengalami &#8220;<a href=\"https:\/\/atmosphere.copernicus.eu\/hazy-start-year-south-and-southeast-asia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">awal tahun yang berkabut asap<\/a>&#8220;, dengan <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/world\/2025\/jan\/24\/bangkok-pollution-hundreds-schools-closed-free-public-transport\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">ratusan sekolah ditutup<\/a> karena tingginya kadar partikel halus di udara yang membahayakan kesehatan. Fakta ini tercantum dalam laporan terbaru Keadaan Udara Global, yang menemukan bahwa polusi udara merupakan faktor utama risiko lingkungan yang menyebabkan kesehatan yang buruk di wilayah tersebut. Selain menimbulkan dampak kesehatan, kabut asap di wilayah itu\u2014yang sebagian besar disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan, termasuk di lahan gambut yang kaya karbon\u2014merupakan kontributor signifikan terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p>Dalam konteks yang genting ini, kemajuan dokumen<a href=\"https:\/\/hazeportal.asean.org\/publications\/the-second-roadmap-for-asean-cooperation-on-transboundary-haze-pollution-control-with-means-of-implementation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> Peta Jalan Kerja Sama ASEAN menuju Pengendalian Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas<\/a> beserta Cara Pelaksanaannya yang Kedua (2023-2030) dan <a href=\"https:\/\/asean.org\/book\/strategy-and-action-plan-for-sustainable-management-of-peatlands-in-asean-member-states-2023-2030\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dokumen Strategi Pengelolaan Lahan Gambut ASEAN yang Kedua<\/a> (APMS 2023-2030) menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Hal ini tercermin dalam <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/event\/towards-a-haze-free-southeast-asia-mobilizing-resources-for-sustainable-land-management\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dialog kebijakan<\/a> mengenai topik tersebut yang diselenggarakan oleh Program Aksi Terukur untuk Pengelolaan Lahan Berkelanjutan Bebas Kabut Asap di Asia Tenggara (<a href=\"https:\/\/hazeportal.asean.org\/programmes\/mahfsa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">MAHFSA<\/a>), sebuah inisiatif bersama antara Sekretariat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD).<\/p>\n<p>Digelar di Jakarta, Indonesia, pada 26 November 2024, acara dialog tersebut mempertemukan para akademisi, perwakilan program, LSM, dan pemangku kepentingan lokal untuk mengeksplorasi cara meningkatkan kolaborasi lintas sektor dan memobilisasi sumber daya untuk menangani masalah kabut asap terkait lahan gambut.<\/p>\n<p>Dalam pidato pembuka acara, Vong Sok\u2014Kepala Divisi Lingkungan dan Asisten Direktur Pembangunan Berkelanjutan di Sekretariat ASEAN\u2014menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif dan kolaboratif. \u201cUpaya terkoordinasi di antara negara-negara anggota ASEAN untuk memobilisasi sumber daya secara efisien adalah suatu keharusan,\u201d kata Sok, \u201cdan untuk mencapai pengelolaan lahan yang berkelanjutan perlu pendekatan yang melibatkan berbagai aspek, yang melibatkan pemerintah, pelaku sektor swasta, masyarakat sipil, dan masyarakat lokal.\u201d<\/p>\n<p><span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.forestsnews.org\/82366\/wildfire-reduction-in-southeast-asia-depends-on-regional-approach-to-prevention?fnl=' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read also<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>Wildfire reduction in Southeast Asia depends on regional approach to prevention<\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/p>\n<div class=\"cfs_loop_body open\">\n<p>Sok menyoroti tantangan dalam menyelaraskan prioritas di seluruh negara anggota ASEAN antara tingkat nasional dan subnasional serta di antara berbagai pemangku kepentingan. \u201cSetiap pemerintah memprioritaskan sumber daya secara berbeda dan tujuan sektor swasta sering kali berbeda dari tujuan masyarakat lokal,\u201d kata Sok. \u201cEkosistem lahan gambut juga bervariasi, sehingga membutuhkan pendekatan yang disesuaikan.\u201d Kolaborasi yang efektif, katanya, memerlukan penyeimbangan dinamika ini untuk mencapai hasil yang kohesif.<\/p>\n<p>Sok juga mendorong para peserta untuk mengorientasikan diskusi mereka pada peluang-peluang yang ada dalam konteks yang menantang saat ini. \u201cPada COP29 [UNFCCC], kami belajar tentang banyaknya komitmen dan pendanaan yang tersedia bagi para anggota untuk meningkatkan aksi iklim,\u201d kata Sok. \u201cIni menghadirkan peluang, karena kabut asap dan pengelolaan lahan berkelanjutan saling terkait erat dan mengatasinya dengan tepat akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim.\u201d<\/p>\n<p>Swetha Peteru, seorang ilmuwan dan koordinator MAHFSA di Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), menekankan perlunya keterlibatan yang lebih besar dari sektor swasta. \u201cPendanaan publik sering kali stagnan. Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, kita harus meningkatkan kontribusi finansial dari swasta,\u201d kata Peteru.<\/p>\n<p>Peteru memaparkan <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/9324\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">analisis arus keuangan<\/a> dalam perlindungan keanekaragaman hayati dan pengelolaan lahan berkelanjutan, yang menunjukkan bahwa investasi awal sebesar 1,5 miliar dolar AS diperlukan pada tahun 2030 untuk mengurangi kabut asap di Asia Tenggara dan bahwa lingkungan pendukung yang sesuai sangat penting guna mencapai tujuan ini. Ia menyoroti dominasi pendanaan dari sumber publik saat ini: sumber publik mencakup 75,9% dari total pembiayaan untuk konservasi keanekaragaman hayati, sementara kontribusi swasta hanya sebesar 11,7%, terutama melalui kompensasi dan kredit. Demikian pula, pendanaan publik mendominasi pertanian, kehutanan, dan perikanan berkelanjutan, sebesar 41,4%, dengan kontribusi sektor swasta hanya sebesar 8,6%\u2014yang sebagian besar berfokus pada rantai pasok yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>CEO Du Anyam dan Krealogi, menekankan pentingnya inisiatif ekonomi lokal dalam mitigasi kabut asap. Organisasinya bekerja sama dengan masyarakat di Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur untuk memproduksi barang-barang berbasis alam dari purun [<em>Lepironia articulata<\/em>], tanaman asli lahan gambut. \u201cMemastikan akses pasar bagi [anggota masyarakat yang ingin menjual] produk-produk ini adalah kuncinya,\u201d kata Ayuningtyas. \u201cMelalui kegiatan ekonomi, masyarakat diberi insentif untuk melestarikan lahan gambut sebagai sumber daya yang berharga.\u201d<\/p>\n<p>Bradford Sanders, kepala operasi di Restorasi Ekosistem Riau, menyoroti peran lembaga swasta dalam upaya bebas kabut asap. Dia juga berbagi pengalaman dalam menstabilkan lahan gambut melalui pengelolaan kolaboratif bersama masyarakat lokal. \u201cLahan gambut merupakan inti dari masalah kabut asap lintas batas. Restorasi lahan gambut sangat penting untuk mengurangi kabut asap dan polusi,\u201d kata Sanders.<\/p>\n<p>Ilmuwan utama CIFOR-ICRAF Daniel Murdiyarso dalam pidato penutup mengimbau para peserta untuk belajar dari peristiwa kabut asap dan kebakaran lahan gambut di masa lalu serta banyaknya penelitian dan pelaporan yang telah ada mengenai peristiwa tersebut, \u201csehingga kita tidak membuang-buang waktu dan sumber daya untuk melakukan hal yang sama.\u201d<\/p>\n<p>Dia juga menekankan bahwa meskipun solusi berbasis alam tidak bisa menghilangkan dampak pembakaran bahan bakar fosil, solusi tersebut dapat mendukung tujuan yang lebih luas untuk pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. \u201cMari kita lihat alam sebagai mitra kita dalam hubungan bisnis dan pembangunan ini, membantu masyarakat lokal untuk menjadi bagian dari solusi tersebut,\u201d kata Murdiyarso. \u201cKarena jika lahan gambut dan hutan kita dirawat dengan baik dan digunakan secara bijaksana, keduanya dapat menjadi bagian dari solusi.\u201d<\/p>\n<p>Dialog diakhiri dengan komitmen untuk terus berkolaborasi guna menerapkan sembilan strategi yang diuraikan dalam Peta Jalan Kedua. Strategi-strategi ini bertujuan untuk memandu kebijakan, pendanaan, dan kemitraan, demi memastikan upaya mitigasi kabut asap yang berkelanjutan dan berdampak di seluruh wilayah Asia Tenggara.<\/p>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak wilayah di Asia Tenggara mengalami &#8220;awal tahun yang berkabut asap&#8220;, dengan ratusan sekolah ditutup karena tingginya kadar partikel halus di udara yang membahayakan kesehatan. Fakta ini tercantum dalam laporan terbaru Keadaan Udara Global, yang menemukan bahwa polusi udara merupakan faktor utama risiko lingkungan yang menyebabkan kesehatan yang buruk di wilayah tersebut. Selain menimbulkan dampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":92156,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12042,12105,12069],"tags":[11609,10481],"language":[2171],"location":[12251],"tag-bahasa":[7011,11967],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[],"type-english":[2423],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-92457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-energi-perubahan-iklim","category-hutan-masyarakat","category-mitigasi","tag-haze-pollution","tag-mahfsa","language-bahasa-indonesia","location-asia-pacific","tag-bahasa-gambut","tag-bahasa-polusi-asap-mahfsa","type-english-event-coverage"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banyak wilayah di Asia Tenggara mengalami &#8220;awal tahun yang berkabut asap&#8220;, dengan ratusan sekolah ditutup karena tingginya kadar partikel halus di udara yang membahayakan kesehatan. Fakta ini tercantum dalam laporan terbaru Keadaan Udara Global, yang menemukan bahwa polusi udara merupakan faktor utama risiko lingkungan yang menyebabkan kesehatan yang buruk di wilayah tersebut. Selain menimbulkan dampak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-06T23:05:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:58:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/46502896724_3fec39b550_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2047\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"992\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut\",\"datePublished\":\"2025-06-06T23:05:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:58:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2\"},\"wordCount\":844,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/46502896724_3fec39b550_k.jpg\",\"keywords\":[\"haze pollution\",\"MAHFSA\"],\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Energi &amp; perubahan iklim\",\"Hutan masyarakat\",\"Mitigasi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2\",\"name\":\"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/46502896724_3fec39b550_k.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-06T23:05:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:58:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/46502896724_3fec39b550_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/46502896724_3fec39b550_k.jpg\",\"width\":2047,\"height\":992,\"caption\":\"Rolling highlands and forested ridges in Fatumnasi, near Mount Mutis, Soe Regency\u2014an area rich in biodiversity and local stewardship efforts across the Timor landscape. Photo by Aris Sanjaya \\\/ CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92457\\\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut","og_description":"Banyak wilayah di Asia Tenggara mengalami &#8220;awal tahun yang berkabut asap&#8220;, dengan ratusan sekolah ditutup karena tingginya kadar partikel halus di udara yang membahayakan kesehatan. Fakta ini tercantum dalam laporan terbaru Keadaan Udara Global, yang menemukan bahwa polusi udara merupakan faktor utama risiko lingkungan yang menyebabkan kesehatan yang buruk di wilayah tersebut. Selain menimbulkan dampak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2025-06-06T23:05:40+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:58:08+00:00","og_image":[{"width":2047,"height":992,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/46502896724_3fec39b550_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut","datePublished":"2025-06-06T23:05:40+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:58:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2"},"wordCount":844,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/46502896724_3fec39b550_k.jpg","keywords":["haze pollution","MAHFSA"],"articleSection":["Bentang alam","Energi &amp; perubahan iklim","Hutan masyarakat","Mitigasi"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2","name":"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/46502896724_3fec39b550_k.jpg","datePublished":"2025-06-06T23:05:40+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:58:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/46502896724_3fec39b550_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/46502896724_3fec39b550_k.jpg","width":2047,"height":992,"caption":"Rolling highlands and forested ridges in Fatumnasi, near Mount Mutis, Soe Regency\u2014an area rich in biodiversity and local stewardship efforts across the Timor landscape. Photo by Aris Sanjaya \/ CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kunci mitigasi kabut asap: Kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lahan gambut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92457\/regional-policy-shift-gains-ground-on-peatland-management-and-haze-solutions-2#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/46502896724_3fec39b550_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92457"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92457\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92910,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92457\/revisions\/92910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92457"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=92457"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=92457"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=92457"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=92457"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=92457"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=92457"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=92457"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=92457"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=92457"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=92457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}