{"id":92318,"date":"2025-05-30T11:13:55","date_gmt":"2025-05-30T04:13:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=92318"},"modified":"2025-12-09T15:03:49","modified_gmt":"2025-12-09T08:03:49","slug":"our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4","title":{"rendered":"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar"},"content":{"rendered":"<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><span data-ccp-props=\"{&quot;335559739&quot;:120,&quot;335572071&quot;:0,&quot;335572072&quot;:0,&quot;335572073&quot;:0,&quot;335572075&quot;:0,&quot;335572076&quot;:0,&quot;335572077&quot;:0,&quot;335572079&quot;:0,&quot;335572080&quot;:0,&quot;335572081&quot;:0,&quot;335572083&quot;:0,&quot;335572084&quot;:0,&quot;335572085&quot;:0,&quot;335572087&quot;:0,&quot;335572088&quot;:0,&quot;335572089&quot;:0,&quot;469789798&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789802&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789806&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789810&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789814&quot;:&quot;nil&quot;}\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Sebagai seorang ekolog hutan tropis, saya telah menghabiskan puluhan tahun menjelajahi ekosistem yang kaya akan keragaman dan kompleksitas\u2014selalu membuat saya takjub. Saya menyaksikan sendiri bagaimana satu pohon tua dapat menjadi tempat tinggal bagi begitu banyak spesies, dan bagaimana perubahan kecil di lantai hutan bisa menjadi sinyal perubahan besar di seluruh ekosistem. Segalanya saling terhubung, dalam cara yang luar biasa dan sering kali tak terduga. <\/span><!--EndFragment --> <\/span><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Ketika saya mendengar wacana tentang menciptakan pasar untuk \u201cmenyelamatkan alam,\u201d saya merasakan optimisme, tetapi juga kewaspadaan yang besar. <a href=\"https:\/\/www.wri.org\/insights\/biodiversity-credits-explained\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Dukungan finansial untuk konservasi memang sangat dibutuhkan<\/a>. Namun, pengalaman melihat bagaimana pasar karbon dijalankan membuat saya mempertanyakan pendekatan ini. Hutan, lahan basah, dan ekosistem lainnya terlalu kompleks untuk diperlakukan seperti angka dalam lembar kerja\u2014dan pendekatan yang menyederhanakan bisa membawa kita tersesat.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><span data-ccp-props=\"{&quot;335559739&quot;:120,&quot;335572071&quot;:0,&quot;335572072&quot;:0,&quot;335572073&quot;:0,&quot;335572075&quot;:0,&quot;335572076&quot;:0,&quot;335572077&quot;:0,&quot;335572079&quot;:0,&quot;335572080&quot;:0,&quot;335572081&quot;:0,&quot;335572083&quot;:0,&quot;335572084&quot;:0,&quot;335572085&quot;:0,&quot;335572087&quot;:0,&quot;335572088&quot;:0,&quot;335572089&quot;:0,&quot;469789798&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789802&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789806&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789810&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789814&quot;:&quot;nil&quot;}\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Kisah ini bermula dari pasar karbon. Didorong oleh niat tulus untuk mengatasi perubahan iklim, pasar ini bertujuan untuk memberikan nilai ekonomi pada polusi, dengan menciptakan sistem di mana pengurangan emisi gas rumah kaca memiliki <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/topics\/what-are-market-and-non-market-mechanisms\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">nilai finansial yang nyata.<\/a> Inti dari gagasan ini adalah penciptaan satuan yang dapat diperdagangkan\u2014yaitu satu ton karbon dioksida <a href=\"https:\/\/www.naturefinance.net\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/BiodiversityCreditMarkets.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">ekuivalen<\/a> (CO\u2082e). Jika suatu perusahaan atau proyek mampu mengurangi emisi atau menyerap karbon dari atmosfer, mereka berhak mendapatkan \u201ckredit karbon\u201d yang dapat dijual di \u201cpasar karbon\u201d. <\/span><!--EndFragment --> <\/span><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><span data-ccp-props=\"{&quot;335559739&quot;:120,&quot;335572071&quot;:0,&quot;335572072&quot;:0,&quot;335572073&quot;:0,&quot;335572075&quot;:0,&quot;335572076&quot;:0,&quot;335572077&quot;:0,&quot;335572079&quot;:0,&quot;335572080&quot;:0,&quot;335572081&quot;:0,&quot;335572083&quot;:0,&quot;335572084&quot;:0,&quot;335572085&quot;:0,&quot;335572087&quot;:0,&quot;335572088&quot;:0,&quot;335572089&quot;:0,&quot;469789798&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789802&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789806&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789810&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789814&quot;:&quot;nil&quot;}\"><span class=\"label\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Dari sudut pandang seorang ekolog, desain pasar-pasar ini lebih menekankan pada aspek-aspek yang mudah dihitung, ketimbang kompleksitas kerja hutan yang jauh lebih rumit. Bayangkan proyek-proyek industri seperti penangkapan metana dari tempat pembuangan sampah atau pemasangan panel surya. Masukan, keluaran, serta pengurangan emisi CO\u2082e dapat diukur dengan cukup <a href=\"https:\/\/illuminem.com\/illuminemvoices\/naturebased-and-techbased-carbon-solutions-a-classification\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">presisi<\/a> melalui metode teknis tertentu. Ini bukan berarti sistem tersebut sempurna. Namun, tetap lebih terukur dan dapat diprediksi dibandingkan memperkirakan berapa banyak karbon yang dapat diserap oleh hutan yang baru ditanam selama seratus tahun ke depan, atau membuktikan bahwa hutan yang ada tidak akan ditebang jika proyek tidak dijalankan. Kecenderungan untuk memilih hal-hal yang &#8216;mudah diukur&#8217; bisa dimaklumi, mengingat pasar bergantung pada satuan yang jelas dan dapat dipertukarkan. <\/span><!--EndFragment --><\/span><\/span><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><span data-ccp-props=\"{&quot;335559739&quot;:120,&quot;335572071&quot;:0,&quot;335572072&quot;:0,&quot;335572073&quot;:0,&quot;335572075&quot;:0,&quot;335572076&quot;:0,&quot;335572077&quot;:0,&quot;335572079&quot;:0,&quot;335572080&quot;:0,&quot;335572081&quot;:0,&quot;335572083&quot;:0,&quot;335572084&quot;:0,&quot;335572085&quot;:0,&quot;335572087&quot;:0,&quot;335572088&quot;:0,&quot;335572089&quot;:0,&quot;469789798&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789802&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789806&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789810&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789814&quot;:&quot;nil&quot;}\"><span class=\"label\"><div class='short-video sv_new short-video--left' >\n            <a class='short-video-trigger GTMshortVideo' href='#' data-video-url=''>\n                <div class='short-video__thumb'>\n                    <img src='' width='260' alt=''>\n                    <div class='short-video__icon'><i class='fa fa-play-circle-o'><\/i><\/div>\n                <\/div>\n                <div class='short-video__type'><\/div>\n                <div class='short-video__title'><\/div>\n            <\/a>\n        <\/div><\/span><\/span><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Tantangan besar mulai muncul ketika pasar karbon berupaya sepenuhnya mengadopsi \u201cSolusi Berbasis Alam\u201d (Nature-Based Solutions\/NBS), yakni memanfaatkan hutan, tanah, dan lahan basah untuk <a href=\"https:\/\/www.bcg.com\/publications\/2025\/how-forests-can-revitalize-carbon-markets\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menyerap karbon.<\/a> Tak dapat disangkal, hutan dan lahan basah adalah penyerap karbon yang sangat efektif dan memiliki potensi besar dalam mendukung pengurangan emisi global. Namun, ekosistem ini adalah sistem hidup yang dinamis, terus mengalami perubahan dan saling berinteraksi. Di sinilah logika sederhana pasar karbon mulai berbenturan dengan kenyataan ekologi yang jauh lebih kompleks. <\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Beberapa persoalan mendasar terus membayangi proyek-proyek karbon berbasis alam: <\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<ul>\n<li data-leveltext=\"\u25cf\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:1,&quot;335559685&quot;:465,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[8226],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;\u25cf&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"none\"><span data-contrast=\"none\"><!--StartFragment --><strong><span class=\"cf0\">Tambahanitas<\/span><span class=\"cf1\"> \u2013 <\/span><\/strong><span class=\"cf2\"><strong>\u201cApakah sesuatu ini benar-benar akan terjadi jika tidak ada proyek tersebut?<\/strong>\u201d <\/span><\/span><\/span>Bayangkan sebuah proyek yang mengklaim kredit karbon karena melindungi hutan dari deforestasi. Pertanyaannya, apakah hutan tersebut benar-benar berada dalam ancaman langsung? Ataukah sebenarnya hutan itu tetap akan lestari meskipun tidak ada intervensi dana karbon? <span data-contrast=\"none\"><!--EndFragment --><\/span>Membuktikan klaim \u201ctambahanitas\u201d sangat sulit, terutama dalam ruang lingkup sosial dan ekonomi yang kompleks. Sejumlah investigasi menunjukkan adanya proyek yang mengklaim kredit karbon atas pencegahan deforestasi yang sebenarnya tidak akan terjadi, sehingga menciptakan \u201ckredit hantu\u201d yang tidak <a href=\"https:\/\/pmc.ncbi.nlm.nih.gov\/articles\/PMC11972284\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">memberikan manfaat nyata bagi iklim.<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li data-leveltext=\"\u25cf\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:1,&quot;335559685&quot;:465,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[8226],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;\u25cf&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"none\"><!--StartFragment --><strong><span class=\"cf0\">Ketahanan (Permanence) \u2013 Ketidakpastian Alam:<\/span><\/strong><!--EndFragment --> <!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Hutan memang menyimpan karbon, tetapi <a href=\"https:\/\/www.catf.us\/de\/2025\/05\/new-study-scorecard-scientists-call-overhaul-forest-carbon-credit-protocols\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penyimpanan tersebut tidak selalu permanen<\/a>. Hutan yang ditanam untuk mendapatkan kredit karbon bisa saja mengalami kerusakan akibat kebakaran (yang risikonya meningkat seiring perubahan iklim), serangan hama, atau penebangan puluhan tahun kemudian. Pasar karbon mencoba mengatasi risiko ini dengan membentuk \u201cbuffer pools\u201d atau cadangan kredit untuk menutupi kerugian tersebut. Namun, pendekatan ini sering kali didasarkan pada asumsi umum dan belum memperhitungkan risiko ekologis jangka panjang yang spesifik pada suatu kawasan hutan. Karbon yang tersimpan dalam formasi geologi (solusi teknologi) berbeda sifatnya dengan karbon yang tersimpan dalam pohon hidup. <\/span><!--EndFragment --><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li data-leveltext=\"\u25cf\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:1,&quot;335559685&quot;:465,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[8226],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;\u25cf&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"3\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"none\"><!--StartFragment --><strong><span class=\"cf0\">Kebocoran (Leakage) \u2013 Mengalihkan Masalah: <\/span><\/strong><span class=\"cf0\">Saat satu bagian hutan dilindungi, apakah penebangan justru bergeser ke hutan lain di sekitar yang tidak dilindungi? Atau apakah tekanan dari aktivitas pertanian pindah ke wilayah lain? Fenomena \u201ckebocoran\u201d ini bisa menyebabkan manfaat pengurangan karbon bersih yang dihasilkan jauh lebih kecil dari klaim proyek. Menghitung kebocoran secara tepat di seluruh bentang alam yang luas merupakan tugas yang sangat besar dan kompleks.<br \/>\n<\/span><\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"\u25cf\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:1,&quot;335559685&quot;:465,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[8226],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;\u25cf&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"4\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"none\"><span data-contrast=\"none\"><!--StartFragment --><strong><span class=\"cf0\">Pengukuran \u2013 Menghitung Karbon di Dunia yang Kompleks:<\/span><\/strong><!--EndFragment --> <\/span><\/span>Walaupun ada metode untuk memperkirakan karbon di hutan, seperti pengukuran pohon dan analisis tanah, proses ini jauh lebih kompleks dan dinamis dibandingkan mengukur emisi dari cerobong pabrik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait keakuratan dan keandalan penghitungan karbon pada banyak proyek berbasis alam.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\">Akibatnya, sebagian besar kredit karbon berbasis alam, khususnya dari proyek penghindaran deforestasi (REDD+), sering mendapat sorotan dan kritik tajam karena tidak memberikan manfaat iklim seperti yang dijanjikan. Ini bukan sekadar perdebatan akademis, melainkan berdampak pada<a href=\"https:\/\/gspp.berkeley.edu\/assets\/uploads\/page\/Quality-Assessment-of-VM0048--July-2024--BCTP-Policy-Brief.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> menurunnya kepercayaan<\/a> dan nilai pasar. Mekanisme yang awalnya dirancang untuk mendukung pelestarian hutan justru, dalam banyak kasus, terhambat oleh upaya memaksakan kompleksitas ekologi ke dalam kerangka pasar yang terlalu sederhana.<\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><span data-ccp-props=\"{&quot;335559739&quot;:120,&quot;335572071&quot;:0,&quot;335572072&quot;:0,&quot;335572073&quot;:0,&quot;335572075&quot;:0,&quot;335572076&quot;:0,&quot;335572077&quot;:0,&quot;335572079&quot;:0,&quot;335572080&quot;:0,&quot;335572081&quot;:0,&quot;335572083&quot;:0,&quot;335572084&quot;:0,&quot;335572085&quot;:0,&quot;335572087&quot;:0,&quot;335572088&quot;:0,&quot;335572089&quot;:0,&quot;469789798&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789802&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789806&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789810&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789814&quot;:&quot;nil&quot;}\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Saat ini, fokus mulai bergeser menuju pasar keanekaragaman hayati. Dunia tengah menghadapi krisis kepunahan keenam, ditandai dengan menurunnya populasi <a href=\"https:\/\/www.wwf.org.uk\/sites\/default\/files\/2024-10\/living-planet-report-2024.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">satwa liar<\/a> secara signifikan. Kesenjangan pembiayaan untuk konservasi sangat besar, diperkirakan mencapai lebih dari 700 miliar dolar AS per tahun. Oleh karena itu, gagasan penciptaan \u201ckredit keanekaragaman hayati\u201d sebagai cara menarik dana dari sektor swasta semakin mendapat perhatian, bahkan diakui dalam kesepakatan global seperti Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal.<\/span><!--EndFragment --> <span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.forestsnews.org\/92044\/can-private-investment-drive-forest-restoration-at-scale?fnl=en' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read also<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>Can private investment drive forest restoration at scale?<\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/span><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><span data-ccp-props=\"{&quot;335559739&quot;:120,&quot;335572071&quot;:0,&quot;335572072&quot;:0,&quot;335572073&quot;:0,&quot;335572075&quot;:0,&quot;335572076&quot;:0,&quot;335572077&quot;:0,&quot;335572079&quot;:0,&quot;335572080&quot;:0,&quot;335572081&quot;:0,&quot;335572083&quot;:0,&quot;335572084&quot;:0,&quot;335572085&quot;:0,&quot;335572087&quot;:0,&quot;335572088&quot;:0,&quot;335572089&quot;:0,&quot;469789798&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789802&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789806&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789810&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789814&quot;:&quot;nil&quot;}\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Namun, jika karbon sudah dianggap rumit, keanekaragaman hayati jauh lebih kompleks. <\/span><!--EndFragment --> <\/span><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Karbon, dalam bentuk CO\u2082e, merupakan polutan global yang satu <a href=\"https:\/\/www.climateimpact.com\/news-insights\/insights\/measuring-biodiversity-the-quest-for-a-common-metric\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">ton pengurangannya<\/a> di suatu lokasi secara teoritis memberikan dampak yang sama dengan satu ton di lokasi lain. Fungibilitas (kemampuan tukar yang diterima) inilah\u2014meskipun tidak sempurna\u2014yang memungkinkan pasar karbon global beroperasi.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Sebaliknya, keanekaragaman hayati bersifat lokal dan unik, meliputi komposisi spesies tertentu, keragaman genetik, serta interaksi ekologi yang sangat kompleks. Sebidang hutan hujan purba di Amazon sangat berbeda dengan hutan pinus di Skotlandia atau mangrove di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--EndFragment --><\/p>\n<blockquote>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Anda tidak dapat menukar satu dengan yang lain dan mengklaim keduanya setara.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Anda tidak bisa menggantikan hutan purba yang unik dengan menanam hutan baru di lokasi lain lalu menyatakan keduanya sama. Hutan tua memiliki spesies, jenis tanah, dan fungsi ekologis yang terbentuk selama ribuan tahun, sehingga tidak bisa begitu saja direplikasi.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<figure id=\"attachment_92326\" aria-describedby=\"caption-attachment-92326\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-92326\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-266x400.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"602\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-266x400.jpg 266w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-276x415.jpg 276w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-768x1157.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-120x180.jpg 120w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-1020x1536.jpg 1020w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-398x600.jpg 398w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-610x919.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-296x446.jpg 296w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k-518x780.jpg 518w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/36111460486_4cbafd286d_k.jpg 1360w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-92326\" class=\"wp-caption-text\">Mengukur mangrove di Kalimantan Barat \u2014 penyerap karbon yang vital. Foto oleh Kate Evans \/ CIFOR-ICRAF<\/figcaption><\/figure>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Hal ini membawa kita pada tantangan besar yang sangat kompleks: bagaimana mendefinisikan \u201csatuan keanekaragaman hayati yang dapat diperdagangkan.\u201d Pertanyaannya adalah, apa sebenarnya yang akan kita perdagangkan?<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Beberapa pihak mengusulkan pendekatan \u201ckeranjang metrik\u201d \u2014 dengan menghitung spesies indikator utama, mengukur kualitas habitat, atau menilai fungsi ekosistem. Misalnya, <a href=\"https:\/\/wallaceatrust.org\/projects\/creating-a-biodiversity-credit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Wallacea Trust<\/a> bekerja sama dengan Plan Vivo mengajukan definisi satu kredit sebagai peningkatan 1% dalam keranjang yang terdiri dari setidaknya lima metrik yang relevan secara lokal per hektar. Pendekatan ini jauh lebih detail dan menyeluruh dibandingkan hanya menggunakan satu ukuran kasar saja.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Di Inggris, kebijakan <a href=\"https:\/\/www.gov.uk\/guidance\/biodiversity-net-gain\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Biodiversity Net Gain (BNG)<\/a> yang kini menjadi kewajiban bagi banyak proyek pembangunan, menggunakan alat resmi bernama Biodiversity Metric. Alat yang cukup kompleks ini menghitung \u201cunit keanekaragaman hayati\u201d berdasarkan jenis habitat, luas area, kondisi, keunikan, dan lokasi strategisnya. Para pengembang diwajibkan untuk menunjukkan peningkatan bersih minimal 10% dalam unit-unit tersebut.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Meskipun pengukuran keanekaragaman hayati memang penting dalam setiap transaksi, hal ini menghadirkan berbagai tantangan. Bagaimana kita menilai signifikansi berbagai spesies atau fungsi dalam \u201ckeranjang\u201d indikator tersebut? Apakah penambahan jumlah spesies umum yang mudah beradaptasi benar-benar bisa menggantikan hilangnya spesies langka dengan karakteristik khusus? Terdapat risiko nyata terjadinya \u201cmanipulasi metrik,\u201d yaitu fokus pada aspek yang mudah diukur atau ditingkatkan demi memperoleh skor yang baik, daripada mengutamakan elemen yang paling krusial bagi kesehatan ekosistem jangka panjang.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Metrik BNG di Inggris, misalnya, telah menunjukkan kasus-kasus di mana penerapan yang terlalu kaku justru menghasilkan kompromi ekologis yang dipertanyakan di lokasi pembangunan\u2014seperti mengorbankan penanaman pohon asli demi memaksimalkan \u201cunit padang rumput,\u201d karena peningkatan skor pada jenis habitat tersebut.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Jika kita sekadar mengadopsi kerangka pasar karbon yang memiliki berbagai kelemahan\u2014seperti isu tambahanitas, kebocoran, dan pengukuran (MRV)\u2014lalu menerapkannya secara langsung pada keanekaragaman hayati yang jauh lebih kompleks, bersifat lokal, dan tidak dapat dipertukarkan, maka kita berisiko menciptakan <a href=\"https:\/\/sustainability-directory.com\/term\/carbon-market-deception\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kegagalan dalam skala yang lebih besar<\/a>. Risiko terjadinya <\/span><span class=\"cf1\">greenwashing<\/span><span class=\"cf0\">\u2014yaitu menciptakan kesan dampak positif padahal sesungguhnya ada kerusakan ekologis yang tidak ditangani dengan semestinya\u2014sangatlah tinggi.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Pengalaman awal dari skema kompensasi keanekaragaman hayati, seperti <\/span><span class=\"cf1\">wetland mitigation banking<\/span><span class=\"cf0\"> di Amerika Serikat dan BNG di Inggris, memberikan banyak pelajaran berharga. Di AS, meskipun miliaran dolar telah dialokasikan untuk memulihkan lahan basah, target \u201ctidak ada kehilangan bersih\u201d (<\/span><span class=\"cf1\">no net loss<\/span><span class=\"cf0\">) masih sulit dicapai. Salah satu penyebabnya adalah tantangan dalam memastikan bahwa lokasi pengganti benar-benar setara secara ekologis, serta lemahnya <a href=\"https:\/\/www.policyinnovation.org\/insights\/fun-tidbits-i-learned-while-researching-us-biodiversity-markets\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sistem pemantauan di lapangan.<\/a><\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Meskipun tergolong masih baru, skema BNG di Inggris telah menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia dan kapasitas di tingkat lokal untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan ini; kekhawatiran bahwa target peningkatan 10% hanya dijadikan cadangan pengaman, bukan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas alam; serta pertanyaan mengenai keberlanjutan manfaat ekologis dan sejauh mana hasilnya benar-benar dapat dipantau.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\"><span class=\"cf0\">Ini bukan sekadar persoalan teknis di tahap awal pelaksanaan, melainkan indikasi bahwa sistem seperti ini membawa tantangan mendasar jika ingin benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi alam.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<div class=\"cfs_loop_head open\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Lalu, apa alternatifnya? Apakah ada pendekatan yang lebih baik? Saya percaya bahwa jika kita ingin menerapkan mekanisme yang menyerupai pasar untuk keanekaragaman hayati, maka sistem tersebut harus dibangun di atas landasan realisme ekologis.<\/span><!--EndFragment --><\/div>\n<ol>\n<li><span data-contrast=\"none\"><span data-contrast=\"none\"><span data-contrast=\"none\"><!--StartFragment --><strong><span class=\"cf0\">Hargai keunikan lokal, bukan kesetaraan global:<\/span><\/strong><!--EndFragment --> <span class=\"cf0\">Kita perlu mengakui bahwa nilai keanekaragaman hayati bersifat lokal dan spesifik. &#8220;Kredit&#8221; dari restorasi lahan gambut di Skotlandia tidak dapat disamakan dengan kredit dari perlindungan terumbu karang di Indonesia. Oleh karena itu, mekanisme pasar sebaiknya diarahkan untuk mendorong investasi ke ekosistem-ekosistem prioritas, dengan <a href=\"https:\/\/www.iisd.org\/articles\/deep-dive\/biodiversity-credits-nature-investment\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">metrik yang disesuaikan<\/a> dengan kondisi dan kebutuhan lokal.<\/span><\/span><\/span><\/span><span data-contrast=\"none\"><!--EndFragment --><\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"2\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"none\"><span class=\"cf0\">Utamakan dampak nyata, bukan sekadar unit yang dapat diperdagangkan<\/span>:<\/span><\/b><span data-contrast=\"none\"><span data-contrast=\"none\"><span data-contrast=\"none\"> <!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Tujuan utama bukanlah menciptakan komoditas yang mudah diperdagangkan, melainkan memastikan bahwa setiap investasi benar-benar memberikan perbaikan nyata, terukur, dan<a href=\"https:\/\/www.thegef.org\/sites\/default\/files\/documents\/2023-03\/GEF_IIED_Innovative_Finance_Nature_People_EN_Summary_2023_03.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> berkelanjutan terhadap kesehatan ekosistem<\/a>, kelangsungan hidup spesies, serta penghidupan masyarakat lokal. Hal ini memerlukan pemantauan jangka panjang yang ketat oleh para ahli ekologi independen, bukan sekadar pelaporan administratif di atas kertas.<\/span><\/span><\/span><\/span><span data-contrast=\"none\"><!--EndFragment --><\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"2\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"none\"><span class=\"cf0\">Integritas dalam pengukuran adalah kunci: <\/span><\/span><\/b><span data-contrast=\"none\"><span data-contrast=\"none\"><span data-contrast=\"none\"><span class=\"cf0\">Jika kita harus menggunakan metrik, maka metrik tersebut harus dibangun di atas dasar ilmu pengetahuan yang kuat, disusun secara transparan, dan mampu mencerminkan kompleksitas ekologi secara nyata\u2014bukan hanya berdasarkan indikator sederhana seperti luas lahan. Kita juga perlu jujur dalam mengakui adanya ketidakpastian, serta menyertakan cadangan kehati-hatian yang besar dalam perhitungannya.<\/span><\/span><\/span><\/span><span data-contrast=\"none\"><!--EndFragment --><\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"2\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\"><strong>Perkuat tata kelola dan transparansi<\/strong>:<\/span><!--EndFragment --> <span class=\"cf0\">Verifikasi independen, aturan yang jelas, registri publik, serta penegakan yang didukung sumber daya memadai merupakan syarat mutlak. Potensi konflik kepentingan seperti yang sering terjadi di pasar karbon\u2014di mana pihak yang memperoleh keuntungan dari penjualan kredit juga memiliki pengaruh dalam proses validasi\u2014harus dihindari secara tegas.<\/span><!--EndFragment -->.<b><b><span data-contrast=\"none\"><br \/>\n<\/span><\/b><\/b><span data-contrast=\"none\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"2\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><b><b><span data-contrast=\"none\">Berdayakan masyarakat lokal dan ada:<\/span><\/b><\/b><span class=\"cf0\">Masyarakat adat dan komunitas lokal kerap kali merupakan penjaga keanekaragaman hayati yang paling efektif. Karena itu, setiap mekanisme berbasis pasar harus menghormati hak-hak mereka, melibatkan mereka secara aktif dalam perancangan dan tata kelola, serta memastikan bahwa mereka memperoleh manfaat yang adil. Skema seperti Plan Vivo\u2014yang mewajibkan sebagian besar dana disalurkan kepada pemangku kepentingan lokal\u2014dapat menjadi contoh yang patut diikuti.<\/span><b><b><span data-contrast=\"none\"><br \/>\n<\/span><\/b><\/b><span data-contrast=\"none\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Arial\" data-listid=\"2\" data-list-defn-props=\"{&quot;134224900&quot;:false,&quot;201340374&quot;:0,&quot;335551500&quot;:0,&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769226&quot;:&quot;Arial&quot;,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" aria-setsize=\"-1\" data-aria-posinset=\"2\" data-aria-level=\"1\"><b><span data-contrast=\"none\"><strong>Fokus pada \u201ckontribusi,\u201d bukan sekadar \u201cpengganti\u201d:<\/strong> <\/span><\/b>Pilihan kata sangat penting. Kredit keanekaragaman hayati seharusnya terutama digunakan untuk mendanai upaya konservasi dan restorasi tambahan\u2014kontribusi yang positif bagi alam\u2014bukan hanya sebagai kompensasi atas kerusakan yang sebenarnya bisa dihindari di tempat lain. Prinsip \u201chierarki mitigasi\u201d (hindari, minimalkan, pulihkan, dan baru kemudian mengganti sebagai pilihan terakhir) harus diterapkan dengan ketat.<\/li>\n<\/ol>\n<p data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><span data-contrast=\"none\"><span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.forestsnews.org\/91363\/how-viable-is-carbon-trading-for-the-mangrove-business?fnl=' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read also<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>How viable is carbon trading for the mangrove business?<\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/span><\/p>\n<p>Keanekaragaman hayati di planet kita bukanlah kumpulan bagian yang bisa saling ditukar dan dinilai serta diperdagangkan seperti saham atau sekuritas. Ia adalah jalinan kehidupan yang rumit dan telah berevolusi yang menopang kita semua. Meskipun mekanisme keuangan dapat berperan dalam perlindungannya, mekanisme tersebut harus dirancang dengan pemahaman mendalam dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip ekologi. Kita tidak boleh mengulangi logika keliru dari upaya pasar yang pernah ada.<\/p>\n<p>Demi hutan yang saya pelajari, orang-orang yang menjaganya, serta berbagai kehidupan yang mereka dukung, kita perlu bersikap jauh lebih bijak, teliti, dan jujur dalam pendekatan kita terhadap \u201cpenilaian\u201d dan \u201cpemasaran\u201d alam.<\/p>\n<p>Itulah tuntutan yang tak bisa ditawar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang ekolog hutan tropis, saya telah menghabiskan puluhan tahun menjelajahi ekosistem yang kaya akan keragaman dan kompleksitas\u2014selalu membuat saya takjub. Saya menyaksikan sendiri bagaimana satu pohon tua dapat menjadi tempat tinggal bagi begitu banyak spesies, dan bagaimana perubahan kecil di lantai hutan bisa menjadi sinyal perubahan besar di seluruh ekosistem. Segalanya saling terhubung, dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":92397,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12114,12105,12052,12073],"tags":[8859,9560,47,8237],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[6970,2520,11321,2501],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[],"type-english":[2424],"type-francais":[],"coauthors":[851],"class_list":["post-92318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-forests-news-id","category-hutan-masyarakat","category-pengelolaan-restorasi-hutan","category-rantai-nilai-dan-keuangan","tag-carbon-credits","tag-carbon-market","tag-conservation","tag-nature","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-karbon","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-kredit-karbon","tag-bahasa-pasar-karbon","type-english-analysis-opinion"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai seorang ekolog hutan tropis, saya telah menghabiskan puluhan tahun menjelajahi ekosistem yang kaya akan keragaman dan kompleksitas\u2014selalu membuat saya takjub. Saya menyaksikan sendiri bagaimana satu pohon tua dapat menjadi tempat tinggal bagi begitu banyak spesies, dan bagaimana perubahan kecil di lantai hutan bisa menjadi sinyal perubahan besar di seluruh ekosistem. Segalanya saling terhubung, dalam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-30T04:13:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-09T08:03:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Robert Nasi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ForestsMatter\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4\"},\"author\":{\"name\":\"Robert Nasi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58ef8ca2976e9106e5f2b475fa2d792a\"},\"headline\":\"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar\",\"datePublished\":\"2025-05-30T04:13:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-09T08:03:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4\"},\"wordCount\":1964,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg\",\"keywords\":[\"carbon credits\",\"carbon market\",\"conservation\",\"Nature\"],\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Forests News\",\"Hutan masyarakat\",\"Pengelolaan &amp; restorasi hutan\",\"Rantai nilai dan keuangan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4\",\"name\":\"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-30T04:13:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-09T08:03:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Photo by Nanang Sujana\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58ef8ca2976e9106e5f2b475fa2d792a\",\"name\":\"Robert Nasi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=gf75da1fa86a2513af11bbcaa1bfb434d\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Robert Nasi\"},\"description\":\"Robert Nasi was born in 1959 in Nice, France. He graduated as a forest engineer from the French National Forestry School and achieved a PhD in the field of ecology from the University of Paris Sud \u2013 Orsay. Since 1982, he has been living and travelling extensively in Africa, Asia and the Pacific, undertaking research activities in the fields of ecology and management of tropical forests. He joined CIFOR in August 1999 and held several research and management positions in the organization (principal scientist, biodiversity program leader, program director). He is director general of CIFOR and managing director of World Agroforestry (ICRAF).\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@ForestsMatter\"],\"jobTitle\":\"Director General, CIFOR and Director of Science, Landscape Alliance\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/robert-nasi\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/92318\\\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar","og_description":"Sebagai seorang ekolog hutan tropis, saya telah menghabiskan puluhan tahun menjelajahi ekosistem yang kaya akan keragaman dan kompleksitas\u2014selalu membuat saya takjub. Saya menyaksikan sendiri bagaimana satu pohon tua dapat menjadi tempat tinggal bagi begitu banyak spesies, dan bagaimana perubahan kecil di lantai hutan bisa menjadi sinyal perubahan besar di seluruh ekosistem. Segalanya saling terhubung, dalam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2025-05-30T04:13:55+00:00","article_modified_time":"2025-12-09T08:03:49+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Robert Nasi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ForestsMatter","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4"},"author":{"name":"Robert Nasi","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58ef8ca2976e9106e5f2b475fa2d792a"},"headline":"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar","datePublished":"2025-05-30T04:13:55+00:00","dateModified":"2025-12-09T08:03:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4"},"wordCount":1964,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg","keywords":["carbon credits","carbon market","conservation","Nature"],"articleSection":["Bentang alam","Forests News","Hutan masyarakat","Pengelolaan &amp; restorasi hutan","Rantai nilai dan keuangan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4","name":"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg","datePublished":"2025-05-30T04:13:55+00:00","dateModified":"2025-12-09T08:03:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Photo by Nanang Sujana\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hutan Tak Bisa Dihitung: Nilai yang Hilang dalam Kebijakan Pasar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58ef8ca2976e9106e5f2b475fa2d792a","name":"Robert Nasi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=gf75da1fa86a2513af11bbcaa1bfb434d","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=g","caption":"Robert Nasi"},"description":"Robert Nasi was born in 1959 in Nice, France. He graduated as a forest engineer from the French National Forestry School and achieved a PhD in the field of ecology from the University of Paris Sud \u2013 Orsay. Since 1982, he has been living and travelling extensively in Africa, Asia and the Pacific, undertaking research activities in the fields of ecology and management of tropical forests. He joined CIFOR in August 1999 and held several research and management positions in the organization (principal scientist, biodiversity program leader, program director). He is director general of CIFOR and managing director of World Agroforestry (ICRAF).","sameAs":["https:\/\/x.com\/@ForestsMatter"],"jobTitle":"Director General, CIFOR and Director of Science, Landscape Alliance","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/robert-nasi"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92318\/our-forests-are-not-spreadsheets-why-nature-demands-more-than-market-logic-4#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/36344069045_2671bdd247_k-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92318"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92760,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92318\/revisions\/92760"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92318"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=92318"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=92318"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=92318"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=92318"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=92318"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=92318"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=92318"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=92318"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=92318"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=92318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}