{"id":91964,"date":"2025-04-12T02:38:09","date_gmt":"2025-04-11T19:38:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=91964"},"modified":"2025-08-04T07:49:08","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:08","slug":"ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2","title":{"rendered":"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas"},"content":{"rendered":"<p>Di Desa Joive, di tepi timur Dataran Tinggi Managalas di Papua Nugini (PNG), sekelompok pemuda setempat berkumpul di tanah terbuka berwarna merah, dinaungi oleh jajaran pohon pinang [<em>Areca catechu<\/em>] yang tinggi. Mereka bersiap untuk menyurvei penduduk di desa-desa dan dusun-dusun sekitar tentang mata pencaharian, preferensi penggunaan lahan, dan sikap mereka terhadap konservasi. Jawaban mereka akan menjadi dasar pembuatan rencana pengelolaan dan kegiatan proyek di masa mendatang oleh Kawasan Konservasi Managalas (MCA). Tugas untuk hari ini tampaknya sederhana, tetapi sebenarnya tidak; pengalaman ini memberikan gambaran tentang tantangan yang lebih luas dalam melakukan penelitian di tempat-tempat yang luas, beragam, dan terisolasi seperti dataran tinggi tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/locations\/asia\/papua-new-guinea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Will Unsworth<\/a>, seorang ilmuwan kehutanan di Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF) yang memimpin <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/managalas-oro-province-project\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">proyek MCA yang didanai Uni Eropa itu<\/a>, dengan hati-hati membagikan telepon pintar proyek dan mengingatkan kelompok tersebut cara mencatat respons orang-orang di aplikasi pengumpulan data KoboCollect. Seorang kolega membagikan bungkusan seukuran saku berisi kerupuk persegi keras rasa daging sapi\u2014camilan berharga di tempat yang jauh, bergelombang, dan tidak dapat dicapai dengan kendaraan dari supermarket terdekat\u2014untuk mendukung tim tersebut dalam perjalanan pengumpulan informasi mereka.<\/p>\n<figure id=\"attachment_91854\" aria-describedby=\"caption-attachment-91854\" style=\"width: 279px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-91854 \" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-267x400.jpg\" alt=\"\" width=\"279\" height=\"418\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-267x400.jpg 267w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-277x415.jpg 277w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-768x1152.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-120x180.jpg 120w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-1366x2048.jpg 1366w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-400x600.jpg 400w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-610x915.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-297x446.jpg 297w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-520x780.jpg 520w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG_2911A-1-scaled.jpg 1707w\" sizes=\"auto, (max-width: 279px) 100vw, 279px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-91854\" class=\"wp-caption-text\">Sebagai bagian dari proyek, tim membagikan ponsel yang telah dilengkapi dengan aplikasi pengumpulan data KoboCollect. Foto oleh Danumurthi Mahendra \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kemudian, para penjaga hutan itu hutan berangkat, terbagi dalam kelompok-kelompok kecil dan mengikuti jalan setapak melewati hutan menuju desa-desa dan dusun-dusun tertentu yang telah ditugaskan kepada mereka hari itu. Hanya ada satu jalan melalui MCA seluas 214.696 hektare dan bagi banyak masyarakat, jaraknya beberapa jam berjalan kaki. Dusun yang saya kunjungi adalah kumpulan gubuk bambu di atas lereng bukit yang curam, dikelilingi oleh perkebunan kopi yang tumbuh liar dan hutan lebat.  Sebelumnya para penyurvei itu telah mengirim seorang asisten lapangan (<em>runner<\/em>) untuk mengatur kunjungan tersebut, tetapi saat kami mencapai puncak bukit dan melangkah ke tempat terbuka, dusun itu sunyi. Seorang pria tua muncul dan memberi tahu kami bahwa sebagian besar orang telah pergi bekerja di kebun mereka dan tidak akan kembali sampai nanti. Area berkebun di PNG biasanya bukan sebidang tanah di samping rumah seseorang\u2014melainkan, itu adalah area terbuka di hutan yang ditetapkan berdasarkan garis keluarga dan klan, dan itu mungkin berjarak berjam-jam berjalan kaki dari rumah seseorang.<\/p>\n<p>Para calon peneliti itu tidak terkejut. Bagi masyarakat petani subsisten seperti ini, manfaat abstrak dari berpartisipasi dalam survei lainnya tidaklah sebanding dengan daya tarik nyata dari seikat ubi atau pisang raja segar. Beberapa penjaga hutan itu mengeluarkan kantong pinang untuk dikunyah dan duduk menunggu kepulangan penduduk dusun, sementara yang lain berpisah untuk mencari dusun-dusun lain tempat orang-orang mungkin ada di rumah <span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.forestsnews.org\/91762\/making-managalas-consensus-for-conservation-on-pngs-managalas-plateau?fnl=en' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read also<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>Making Managalas: Consensus for conservation on PNG\u2019s Managalas Plateau<\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/p>\n<p><strong>\u201cOrang-orang sudah lelah\u201d: kelelahan penelitian dan pencarian hasil<\/strong><\/p>\n<p>Pengalaman di atas menggambarkan beberapa tantangan dalam melakukan penelitian dengan orang-orang di Dataran Tinggi Managalas. Selain hambatan yang tampak pada akses dan komunikasi\u2014jaringan telepon seluler atau infrastruktur jalan raya yang terbatas, dan sebagian besar orang tidak punya telepon seluler atau akses kendaraan yang andal\u2014kelelahan dalam melakukan penelitian adalah hal yang sangat nyata.<\/p>\n<p>Masyarakat Managalas telah menjalin hubungan dengan pihak luar dalam isu konservasi dan penggunaan lahan selama beberapa dekade\u2014terutama dengan LSM Partners with Melanesians (PwM) yang berbasis di Port Moresby, yang beroperasi di wilayah tersebut sejak 1990-an hingga 2022 dan berperan penting dalam mewujudkan MCA yang dideklarasikan pada 2017.<\/p>\n<p>Sayangnya, meski penelitian yang dilakukan hingga saat ini masih bersifat parsial sehingga belum ada gambaran dasar yang memadai tentang penggunaan lahan dan kebutuhan mata pencaharian, penelitian ini juga berlangsung cukup lama\u2014tanpa kaitan yang sepadan dengan hasilnya\u2014sehingga orang-orang menjadi skeptis terhadap tujuan dan nilainya.<\/p>\n<p>Dari sudut pandang masyarakat, banyak penelitian ekstraktif dan penyebaran informasi telah dilakukan tanpa memberi banyak manfaat bagi mereka. Ke depannya, etika penelitian yang jauh lebih partisipatif, di mana anggota masyarakat ikut menciptakan proses penelitian dan memiliki akses ke data dan analisis seiring perkembangannya, akan menjadi keharusan.<\/p>\n<p>Sehari setelah ekspedisi survei tersebut, saya (<em>penulis<\/em>) dan rekan-rekan saya menyusuri jalan melintasi hamparan Dataran Tinggi Managalas; anak-anak di sepanjang jalan menyapa saya dengan sebutan &#8220;<em>wait meri<\/em>&#8221; (wanita kulit putih) atau &#8220;Yesus Kristus&#8221;. Akhirnya, di sebuah permukiman besar yang dipenuhi pohon kelapa tinggi, kami memarkir kendaraan. Beberapa anak menunjukkan kami ke sebuah panggung bambu beratap jerami dan memperkenalkan kami kepada kepala desa Malchus Kajia, yang telah menjadi pendukung kawasan konservasi itu sejak awal.<\/p>\n<figure id=\"attachment_91856\" aria-describedby=\"caption-attachment-91856\" style=\"width: 850px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-91856\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-566x377.jpg\" alt=\"\" width=\"850\" height=\"566\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-768x511.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-2048x1364.jpg 2048w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-800x533.jpg 800w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-610x406.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-670x446.jpg 670w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267953255_918ce80467_3k-1100x733.jpg 1100w\" sizes=\"auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-91856\" class=\"wp-caption-text\">Tim proyek CIFOR-ICRAF memberikan pengarahan kepada para surveyor mengenai tugas mereka di Desa Joive. Foto oleh Danumurthi Mahendra \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"background: white; margin: 11.25pt 0cm 15.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family: 'Calibri',sans-serif; color: #333333;\">Sebagai ketua LSM lokal Managalas Development Foundation (MDF), Kajia memahami sepenuhnya tentang kelelahan penelitian. \u201cOrang-orang curiga terhadap informasi yang telah dikumpulkan dari kami, dari mereka,\u201d ungkapnya kepada saya. \u201cMereka memberi tahu kami bahwa informasi adalah uang, dan dengan informasi [para peneliti] dapat menerima dana dari tempat lain, tanpa dana tersebut sampai ke kami. Jadi, itulah salah satu persoalan terbesar.\u201d<\/span><\/p>\n<p>Meski beberapa kondisi yang memicu kecurigaan ini bersifat lokal, ketidakpercayaan dan penolakan terhadap pengumpulan data tidak terbatas di Dataran Tinggi Managalas. Di seluruh wilayah Papua Nugini, banyak orang menentang siapa pun yang mengumpulkan data pribadi. Ditambah dengan tantangan administratif dan geografis, hal itu menyebabkan kelangkaan data di seluruh negeri. Tidak ada sistem nasional untuk pencatatan kelahiran; progres dalam meluncurkan sistem Kartu Identitas Nasional sangat lambat; dan negara tersebut belum <a href=\"https:\/\/www.rnz.co.nz\/news\/world\/520905\/no-one-has-been-able-to-determine-papua-new-guinea-s-population-but-there-are-hopes-a-census-will-crack-the-mystery\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menyelenggarakan sensus yang sukses<\/a> dalam 24 tahun, yang berarti tidak ada kejelasan tentang jumlah orang yang tinggal di sana.<\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 11.25pt 0cm 15.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family: 'Calibri',sans-serif; color: #333333;\">Di Managalas, keraguan data diperburuk secara tragis setelah sejumlah file utama PwM hilang akibat gangguan TI, yang berarti para mitra yang masuk harus bekerja tanpa data dasar yang komprehensif. \u201cTantangan yang kami hadapi sekarang adalah karena hilangnya informasi itu, kami mengulang-ulang pekerjaan kami, dan kami tahu bahwa orang-orang sudah lelah,\u201d kata Malchus. \u201cNamun kami memberi tahu mereka bahwa kini kawasan konservasi tersebut telah dideklarasikan, kami memiliki donor yang ada di sini untuk membantu kami, kami punya uang di sana. Jadi kami mencoba membantu orang-orang untuk mengerti; kami berjanji kepada mereka bahwa mungkin pada akhir tahun ini, tahun depan, kami akan memulai kegiatan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 11.25pt 0cm 15.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family: 'Calibri',sans-serif; color: #333333;\">Setelah survei rumah tangga itu selesai, para ilmuwan CIFOR-ICRAF menganalisis data untuk menghasilkan ringkasan guna mendapatkan umpan balik dari masyarakat Managalas. Kemudian, serangkaian lokakarya baru akan diselenggarakan guna melaporkan kembali temuan survei, serta menyediakan salinan draf rencana pengelolaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 11.25pt 0cm 15.0pt 0cm;\"><span lang=\"EN-US\" style=\"font-family: 'Calibri',sans-serif; color: #333333;\">Tim proyek juga menemukan cara baru untuk berbagi data yang dikumpulkan secara lebih transparan dan efektif. Dalam salah satu inisiatif tersebut, mereka membangun jaringan nirkabel lokal untuk memungkinkan komunikasi suara dan video gratis di seluruh Dataran Tinggi Managalas. Jaringan ini juga akan menghubungkan para anggota masyarakat ke server lokal tempat informasi mengenai Managalas dapat disimpan dengan aman, dan mudah dibagikan dengan para mitra pembangunan yang bekerja saat ini maupun di masa mendatang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Desa Joive, di tepi timur Dataran Tinggi Managalas di Papua Nugini (PNG), sekelompok pemuda setempat berkumpul di tanah terbuka berwarna merah, dinaungi oleh jajaran pohon pinang [Areca catechu] yang tinggi. Mereka bersiap untuk menyurvei penduduk di desa-desa dan dusun-dusun sekitar tentang mata pencaharian, preferensi penggunaan lahan, dan sikap mereka terhadap konservasi. Jawaban mereka akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":91965,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12114,12105],"tags":[47],"language":[2171],"location":[12340],"tag-bahasa":[2520,2741],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[],"type-english":[2431],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-91964","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-forests-news-id","category-hutan-masyarakat","tag-conservation","language-bahasa-indonesia","location-papua-new-guinea","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-papua-nugini","type-english-news"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di Desa Joive, di tepi timur Dataran Tinggi Managalas di Papua Nugini (PNG), sekelompok pemuda setempat berkumpul di tanah terbuka berwarna merah, dinaungi oleh jajaran pohon pinang [Areca catechu] yang tinggi. Mereka bersiap untuk menyurvei penduduk di desa-desa dan dusun-dusun sekitar tentang mata pencaharian, preferensi penggunaan lahan, dan sikap mereka terhadap konservasi. Jawaban mereka akan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-11T19:38:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1439\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas\",\"datePublished\":\"2025-04-11T19:38:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2\"},\"wordCount\":1100,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg\",\"keywords\":[\"conservation\"],\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Forests News\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2\",\"name\":\"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-11T19:38:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1439,\"caption\":\"Pemandangan udara bentang alam Kawasan Konservasi Managalas, Papua Nugini. Foto oleh Dean Arek \\\/ CIFOR-ICRAF.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91964\\\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas","og_description":"Di Desa Joive, di tepi timur Dataran Tinggi Managalas di Papua Nugini (PNG), sekelompok pemuda setempat berkumpul di tanah terbuka berwarna merah, dinaungi oleh jajaran pohon pinang [Areca catechu] yang tinggi. Mereka bersiap untuk menyurvei penduduk di desa-desa dan dusun-dusun sekitar tentang mata pencaharian, preferensi penggunaan lahan, dan sikap mereka terhadap konservasi. Jawaban mereka akan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2025-04-11T19:38:09+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:08+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1439,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas","datePublished":"2025-04-11T19:38:09+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2"},"wordCount":1100,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg","keywords":["conservation"],"articleSection":["Bentang alam","Forests News","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2","name":"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg","datePublished":"2025-04-11T19:38:09+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg","width":2560,"height":1439,"caption":"Pemandangan udara bentang alam Kawasan Konservasi Managalas, Papua Nugini. Foto oleh Dean Arek \/ CIFOR-ICRAF."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Saat \u2018lapangan\u2019 adalah hutan: Kompleksnya pengumpulan data di Dataran Tinggi Managalas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/54267948780_549798514c_o-scaled-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91964","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91964"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91966,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91964\/revisions\/91966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91964"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=91964"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=91964"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=91964"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=91964"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=91964"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=91964"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=91964"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=91964"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=91964"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=91964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}