{"id":91898,"date":"2025-04-15T18:12:48","date_gmt":"2025-04-15T11:12:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=91898"},"modified":"2025-08-04T08:18:10","modified_gmt":"2025-08-04T01:18:10","slug":"aksi-iklim-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2","title":{"rendered":"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>Visi saya untuk aksi iklim adalah menciptakan sinergi antara sains, kebijakan, dan pengetahuan lokal untuk membangun bentang alam yang berkelanjutan dan tangguh<\/p><\/blockquote>\n<p>Ketika para pemimpin dunia bersiap menuju COP30 di Bel\u00e9m, Brasil, berbagai pertanyaan besar muncul\u2014terutama tentang bagaimana mendanai aksi iklim yang efektif dan adil, khususnya di negara-negara dengan tata kelola hutan yang masih rapuh dan hak atas lahan yang belum jelas.<\/p>\n<p>Bagi Beria Leimona, ketua dari tema untuk Perubahan Iklim baru, Energi, dan Pembangunan Rendah Karbon di Center for International Forestry Research dan World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), jawabannya tidak hanya terletak pada aliran pendanaan global, tetapi juga pada bagaimana dana tersebut diaplikasikan di lapangan.<\/p>\n<p>Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun memimpin riset di Asia, Leimona, pakar dalam jasa ekosistem dan pembiayaan berkelanjutan. Dalam wawancara ini, ia berbagi pandangannya tentang bagaimana solusi bentang alam, strategi pendanaan yang inklusif, dan kebijakan berbasis pengetahuan lokal menjadi kegagalan atau justru sebuah kunci sukses dalam merespon iklim global.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/t46_497CxUk?si=pOaxarOJaLpDl44C\" width=\"860\" height=\"615\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><strong>T: Anda baru saja memulai peran baru di CIFOR-ICRAF. Apa yang membuat Anda tertarik pada posisi ini, dan apa yang paling membuat Anda antusias?<\/strong><\/p>\n<p><strong>J:<\/strong> Yang memotivasi saya adalah melihat bagaimana sains dapat menciptakan dampak nyata\u2014saat masyarakat mengadopsi inovasi, menyesuaikannya dengan konteks lokal mereka, dan mengembangkannya dengan cara mereka sendiri. Saat itulah sains benar-benar menjadi transformasi.<\/p>\n<p>Di CIFOR-ICRAF, kami bekerja langsung dengan para aktor lokal, mengembangkan solusi bersama yang berbasis bukti ilmiah namun tetap responsif terhadap kebutuhan di lapangan. Kombinasi inilah yang membuat saya antusias\u2014sains yang tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mampu membentuk kebijakan dan mendukung masyarakat secara nyata.<\/p>\n<p><strong>T: Anda telah lebih dari 20 tahun bekerja di isu iklim dan lingkungan. Apa yang paling membentuk pendekatan Anda selama ini?<\/strong><\/p>\n<p><strong>J: <\/strong>Sebagian besar pekerjaan saya berfokus pada perancangan sistem pembayaran jasa lingkungan (PES) di kondisi yang penuh tantangan\u2014di mana tata kelola lemah, kepastian hak atas lahan minim, dan data terbatas. Meskipun kompleks, disinilah aksi paling mendesak diperlukan<\/p>\n<p>Yang mendorong saya adalah mencari cara agar sistem ini tidak hanya efisien, tetapi juga adil bagi para petani kecil, yang sering kali menjadi penjaga utama bentang alam kita. Itu berarti merancang mekanisme insentif yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan dan dapat bertahan dalam jangka panjang\u2014baik secara ekologis maupun secara ekonomi.<\/p>\n<p><strong>T: Menurut Anda, peran seperti apa yang dapat dimainkan CIFOR-ICRAF dalam respon global terhadap perubahan iklim, khususnya terkait hutan?<\/strong><\/p>\n<p><strong>J: <\/strong>Hutan dan sistem agroforestri merupakan inti dari setiap strategi iklim yang efektif. Di CIFOR-ICRAF, kami berfokus pada pengembangan solusi berbasis alam yang dapat menurunkan emisi, membangun ketahanan, dan mendukung mata pencaharian.<\/p>\n<p>Kami bekerja bersama pemerintah, sektor swasta, dan komunitas untuk mengembangkan strategi investasi yang inklusif\u2014yang memastikan kelompok rentan, perempuan, dan masyarakat adat tidak tertinggal. Ilmu pengetahuan yang kami hasilkan membantu membentuk kebijakan agar pendanaan iklim menjadi lebih cerdas, hijau, dan adil.<\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"2932\" data-end=\"3151\"><span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.forestsnews.org\/91613\/wait-what-why-do-we-have-a-special-day-for-forests?fnl=' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read also<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>Wait, what?! Why do we have a special day for forests?<\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/p>\n<p><strong>T: COP30 akan diselenggarakan di Bel\u00e9m, Brasil, di jantung hutan Amazon. Apa yang membuat momen ini begitu penting?<\/strong><\/p>\n<p><strong>J:<\/strong> Ini adalah momen yang sangat simbolis\u2014dan strategis. Menyelenggarakan COP30 di Amazon menyoroti negara-negara yang kaya akan hutan dan pentingnya ekosistem mereka bagi dunia. Namun, simbolisme saja tidak cukup.<\/p>\n<p>Kita sedang menghadapi bentang alam geopolitik di mana kepentingan jangka pendek sering kali mengesampingkan keberlanjutan. Seperti yang disampaikan UNEP, hampir USD 7 triliun per tahun masih mengalir ke aktivitas yang merusak alam. Di COP30 nanti, CIFOR-ICRAF akan mendorong peningkatan investasi pada solusi berbasis alam serta kebijakan yang benar-benar mendorong pergeseran menuju ketahanan dan keadilan jangka panjang.<\/p>\n<p><strong>T: Apa saja tantangan paling mendesak dalam mengatasi perubahan iklim saat ini?<\/strong><\/p>\n<p><strong>J: <\/strong>Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya pendanaan untuk aksi iklim, terutama untuk solusi yang digerakkan secara lokal. Bahkan ketika dana tersedia, sering kali tidak selaras dengan prioritas lokal\u2014atau tidak benar-benar sampai ke tingkat lapangan.<\/p>\n<p>Tantangan lainnya adalah bahwa dampak perubahan iklim sangat beragam. Setiap wilayah menghadapi risiko yang berbeda, dan tidak ada satu-solusi-yang-cocok- untuk-semua. Kita membutuhkan pendekatan berskala bentang alam yang mengintegrasikan mitigasi, adaptasi, dan keanekaragaman hayati\u2014serta mencerminkan realitas hidup para pengelola bentang alam tersebut.<\/p>\n<p><strong>T: Jenis solusi seperti apa yang memberi Anda harapan?<\/strong><\/p>\n<p><strong>J: <\/strong>Saya percaya pada pendekatan yang terintegrasi\u2014solusi yang menggabungkan sains, kebijakan, dan pengetahuan lokal. Kita mulai melihat keberhasilan ketika komunitas ikut mengembangkan aksi iklim yang bisa mereka adaptasi dan miliki sendiri.<\/p>\n<p>Saya juga terdorong oleh semakin banyak upaya untuk menjadikan pendanaan iklim lebih efektif dan ramah lingkungan\u2014bukan hanya dari segi jumlah, tapi juga efektivitasnya. Ketika kebijakan menciptakan insentif yang tepat, ketika pemerintah menyediakan kerangka kerja yang mendukung, dan ketika komunitas diberdayakan untuk bertindak, di situlah kita bisa melihat dampak yang dapat diperluas dan berkelanjutan.<\/p>\n<p><strong>T: Apa visi Anda untuk aksi iklim kedepan?<\/strong><\/p>\n<p><strong>J: <\/strong>Visi saya adalah dunia di mana sains, kebijakan, dan aksi lokal bekerja bersama untuk menciptakan bentang alam yang tangguh dan berkelanjutan. Kita perlu melampaui pemikiran yang terkotak-kotak dan mengadopsi solusi yang mengatasi perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan mata pencaharian secara bersamaan.<\/p>\n<p>Itu berarti memasukkan target keanekaragaman hayati dan iklim ke dalam undang-undang, merancang strategi implementasi yang jelas, dan memobilisasi investasi publik dan swasta dengan cara yang inklusif dan akuntabel. Pemerintah harus memimpin, tetapi komunitas dan bisnis juga harus diberdayakan untuk bertindak.<\/p>\n<p class=\"\" data-start=\"5409\" data-end=\"5661\">.<span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.forestsnews.org\/91559\/cool-forests-natures-air-conditioning-system?fnl=' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read also<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>Cool forests: Nature\u2019s air conditioning system<\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/p>\n<p><strong>T: Terakhir, pesan apa yang ingin Anda sampaikan menjelang COP30?<\/strong><\/p>\n<p><strong>J: <\/strong>Krisis iklim semakin intens, dan kita kehabisan waktu. Namun, kita juga memiliki solusi yang terbukti efektif\u2014solusi yang berakar pada hutan, agroforestri, dan pengetahuan masyarakat yang hidup paling dekat dengan alam.<\/p>\n<p>Di CIFOR-ICRAF, kami berkomitmen untuk mengubah ilmu pengetahuan menjadi aksi. Itu berarti bekerja lintas disiplin, berinvestasi pada kepemimpinan lokal, dan memastikan bahwa pendanaan benar-benar melayani masyarakat dan ekosistem yang paling membutuhkan. Inilah jalan menuju transisi hijau yang adil\u2014dan kita harus menempuhnya bersama-sama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Visi saya untuk aksi iklim adalah menciptakan sinergi antara sains, kebijakan, dan pengetahuan lokal untuk membangun bentang alam yang berkelanjutan dan tangguh Ketika para pemimpin dunia bersiap menuju COP30 di Bel\u00e9m, Brasil, berbagai pertanyaan besar muncul\u2014terutama tentang bagaimana mendanai aksi iklim yang efektif dan adil, khususnya di negara-negara dengan tata kelola hutan yang masih rapuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":531,"featured_media":91899,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12042,12105,12046],"tags":[4811],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[6686,11118],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[11745],"class_list":["post-91898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-energi-perubahan-iklim","category-hutan-masyarakat","category-keadilan-gender-dan-tenur","tag-climate-change","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-iklim","tag-bahasa-krisis-iklim","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Visi saya untuk aksi iklim adalah menciptakan sinergi antara sains, kebijakan, dan pengetahuan lokal untuk membangun bentang alam yang berkelanjutan dan tangguh Ketika para pemimpin dunia bersiap menuju COP30 di Bel\u00e9m, Brasil, berbagai pertanyaan besar muncul\u2014terutama tentang bagaimana mendanai aksi iklim yang efektif dan adil, khususnya di negara-negara dengan tata kelola hutan yang masih rapuh [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-15T11:12:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T01:18:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1437\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Andr\u00e9a Imbert\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2\"},\"author\":{\"name\":\"Andr\u00e9a Imbert\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/396108eacb5023ba301bfbbdb5a30976\"},\"headline\":\"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet\",\"datePublished\":\"2025-04-15T11:12:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T01:18:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2\"},\"wordCount\":939,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png\",\"keywords\":[\"climate change\"],\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Energi &amp; perubahan iklim\",\"Hutan masyarakat\",\"keadilan, gender dan tenur\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2\",\"name\":\"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png\",\"datePublished\":\"2025-04-15T11:12:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T01:18:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png\",\"width\":2560,\"height\":1437,\"caption\":\"Beria Leimona. Photo by Aris Sanjaya \\\/ CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/396108eacb5023ba301bfbbdb5a30976\",\"name\":\"Andr\u00e9a Imbert\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d00b31e9f51947d5361e9ed0883590611b7ded8c622b899fa6f2a70492a63685?s=96&d=mm&r=g2f9104306c6331ec1cc0bff480a3cb4c\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d00b31e9f51947d5361e9ed0883590611b7ded8c622b899fa6f2a70492a63685?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d00b31e9f51947d5361e9ed0883590611b7ded8c622b899fa6f2a70492a63685?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Andr\u00e9a Imbert\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/iandrea\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/91898\\\/aksi-iklim-2#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet","og_description":"Visi saya untuk aksi iklim adalah menciptakan sinergi antara sains, kebijakan, dan pengetahuan lokal untuk membangun bentang alam yang berkelanjutan dan tangguh Ketika para pemimpin dunia bersiap menuju COP30 di Bel\u00e9m, Brasil, berbagai pertanyaan besar muncul\u2014terutama tentang bagaimana mendanai aksi iklim yang efektif dan adil, khususnya di negara-negara dengan tata kelola hutan yang masih rapuh [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2025-04-15T11:12:48+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T01:18:10+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1437,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png","type":"image\/png"}],"author":"Andr\u00e9a Imbert","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2"},"author":{"name":"Andr\u00e9a Imbert","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/396108eacb5023ba301bfbbdb5a30976"},"headline":"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet","datePublished":"2025-04-15T11:12:48+00:00","dateModified":"2025-08-04T01:18:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2"},"wordCount":939,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png","keywords":["climate change"],"articleSection":["Bentang alam","Energi &amp; perubahan iklim","Hutan masyarakat","keadilan, gender dan tenur"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2","name":"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png","datePublished":"2025-04-15T11:12:48+00:00","dateModified":"2025-08-04T01:18:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png","width":2560,"height":1437,"caption":"Beria Leimona. Photo by Aris Sanjaya \/ CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa aksi iklim dan pendanaan harus berpihak pada masyarakat dan planet"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/396108eacb5023ba301bfbbdb5a30976","name":"Andr\u00e9a Imbert","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d00b31e9f51947d5361e9ed0883590611b7ded8c622b899fa6f2a70492a63685?s=96&d=mm&r=g2f9104306c6331ec1cc0bff480a3cb4c","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d00b31e9f51947d5361e9ed0883590611b7ded8c622b899fa6f2a70492a63685?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d00b31e9f51947d5361e9ed0883590611b7ded8c622b899fa6f2a70492a63685?s=96&d=mm&r=g","caption":"Andr\u00e9a Imbert"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/iandrea"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91898\/aksi-iklim-2#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot-2025-04-18-at-12.23.58-1-scaled.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/531"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91898"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91898\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91903,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91898\/revisions\/91903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91898"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=91898"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=91898"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=91898"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=91898"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=91898"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=91898"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=91898"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=91898"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=91898"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=91898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}