{"id":90695,"date":"2024-12-18T09:30:45","date_gmt":"2024-12-18T02:30:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=90695"},"modified":"2025-11-03T06:03:29","modified_gmt":"2025-11-02T23:03:29","slug":"tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia","title":{"rendered":"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia"},"content":{"rendered":"<p><em>[Catatan editor: Artikel ini mencerminkan pandangan pribadi penulis dan tidak dimaksudkan sebagai penilaian yang komprehensif].<\/em><\/p>\n<p>Gambaran yang dibuat oleh <a href=\"https:\/\/forestdeclaration.org\/resources\/forest-declaration-assessment-2024\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Asesmen Deklarasi Hutan 2024<\/a>, meskipun sebagian besar mengandalkan angka-angka tahun 2023, tidaklah indah. Mengingat tahun 2024 akan segera berakhir, berikut ini adalah gambaran kondisi hutan tahun ini.<\/p>\n<p>Tahun 2024 ditandai dengan kemajuan positif dan tantangan yang terus-menerus bagi hutan dunia. Meskipun teknologi inovatif dan kerja sama internasional yang kian erat memberikan harapan, tekanan perubahan iklim, penggundulan hutan, dan pemanfaatan yang tidak berkelanjutan terus mengancam ekosistem penting ini.<\/p>\n<p>Dalam agenda internasional dan nasional, peran hutan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ditegaskan kembali. Yang lebih menarik, p<a href=\"https:\/\/www.un.org\/esa\/forests\/outreach\/the-forest-pavilion-at-climate-cop29\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">engakuan atas peran hutan<\/a> dalam adaptasi dan siklus air akhirnya mulai mendapat perhatian.<\/p>\n<p>Hutan memainkan peran penting dalam mitigasi perubahan iklim dengan bertindak sebagai penyerap dan penyimpan karbon, menyerap banyak karbon dioksida dari atmosfer. Dengan melestarikan dan merestorasi hutan, kita bisa mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan dan membantu menstabilkan iklim global. <a href=\"https:\/\/openknowledge.fao.org\/items\/9c056c59-fa14-4887-967f-f64e460be56d\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Menurut laporan Keadaan Hutan Dunia 2024<\/a> oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hutan menyerap sekitar 11 miliar ton karbon dioksida setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Hutan juga merupakan sumber keanekaragaman hayati yang tak tergantikan, yang menampung hingga 80% dari semua spesies terestrial dan menopang penghidupan jutaan orang. Pada <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/90126\/five-key-takeaways-from-uncbd-cop16-in-cali-colombia?fnl=\">COP16 UNCBD di Cali<\/a>, Kolombia, peran ini disorot pada peluncuran <a href=\"https:\/\/www.fao.org\/collaborative-partnership-on-forests\/news\/cbd-cop16--new-collaborative-partnership-on-forests-publication-illustrates-path-to-forest-biodiversity-conservation\/en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">The Forest Factor<\/a>, sebuah laporan oleh UNCBD dan Collaborative Partnership on Forests yang menyoroti bagaimana konservasi, restorasi, dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan merupakan kunci dalam mencapai target Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal.<\/p>\n<p>Terakhir, hutan sangat penting untuk adaptasi perubahan iklim dan stabilitas sistem hidrologi. Hutan mengatur iklim regional dan global melalui evapotranspirasi, yang memoderasi suhu dan mengurangi variabilitas iklim. Efek pendinginan ini dapat menurunkan suhu di wilayah tropis <a href=\"https:\/\/bg.copernicus.org\/articles\/21\/3883\/2024\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hingga 2\u00b0C pada tahun 2100<\/a>. Hutan bertindak sebagai penyangga alami, melindungi dari banjir, mengurangi erosi tanah, dan menstabilkan aliran air. Kawasan hutan di dekat sungai dan anak sungai menyediakan naungan, <a href=\"https:\/\/bg.copernicus.org\/articles\/21\/3883\/2024\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menjaga suhu air tetap dingin dan ini penting bagi kehidupan akuatik<\/a>.<\/p>\n<p>Kita juga menyaksikan beberapa kemajuan dalam melestarikan hutan, mengakui pentingnya peran masyarakat adat dan masyarakat lokal, serta mendapati kemajuan teknologi yang menarik.<\/p>\n<p>Beberapa negara telah membuat langkah berarti dalam upaya konservasi hutan mereka. Brasil, misalnya, telah mengalami penurunan yang signifikan dalam tingkat deforestasi di hutan hujan Amazon, dengan tingkat deforestasi turun hingga 30,6% pada 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis oleh <a href=\"https:\/\/terrabrasilis.dpi.inpe.br\/app\/dashboard\/deforestation\/biomes\/legal_amazon\/rates\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Institut Riset Antariksa Nasional Brasil (INPE)<\/a>. Indonesia, pemain utama lainnya dalam deforestasi global, juga menerapkan peraturan yang lebih ketat dan berinvestasi dalam praktik pengelolaan hutan berkelanjutan, yang menghasilkan penurunan 25% dalam tingkat deforestasi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87008\/inovasi-kehutanan-lokasi-dan-urgensinya?fnl=en\">Teknologi juga telah menjadi alat yang ampuh<\/a> dalam memajukan konservasi hutan. Penginderaan jarak jauh dan citra satelit telah memungkinkan para ilmuwan dan pembuat kebijakan untuk memantau kesehatan hutan dan mendeteksi aktivitas penebangan liar dengan akurasi yang belum pernah ada sebelumnya. Misalnya, <a href=\"https:\/\/learn.planet.com\/geospatial-technology-environmental-crimes-brazil-eng.html?utm_source=edie&amp;utm_medium=sponsored-content&amp;utm_campaign=presres&amp;utm_content=pros-reach-ediearticle-1023\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penggunaan citra satelit<\/a> telah membantu mengidentifikasi dan melacak operasi penebangan liar di hutan hujan Amazon, yang menyebabkan penyitaan besar-besaran kayu yang ditebang secara ilegal. <span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.forestsnews.org\/84850\/on-trees-and-robots-how-ai-can-serve-climate-solutions?fnl=' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read also<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>On trees and robots: How AI can serve climate solutions<\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/p>\n<p>Masyarakat adat, yang <a href=\"https:\/\/www.washingtonpost.com\/climate-solutions\/2023\/05\/01\/indonesia-rain-forest-guardians\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sering kali menjadi penjaga tradisional hutan<\/a>, memiliki pemahaman dan hubungan mendalam dengan ekosistem ini. Misalnya, banyak praktik masyarakat adat, seperti pembakaran terkendali dan wanatani, menjaga keanekaragaman hayati dan meningkatkan ketahanan hutan.<a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/s41558-023-01863-6\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> Pengetahuan dan praktik<\/a> mereka telah terbukti sangat berharga dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Masyarakat adat mengelola sekitar <a href=\"https:\/\/research.wri.org\/gfr\/social-governance-issues-indicators\/indigenous-community-forests\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">22% dari luas daratan dunia, termasuk hamparan hutan yang luas<\/a>. Hutan yang dikelola masyarakat adat di Amazon tampak sangat efektif. Tingkat deforestasinya berkurang hingga 83% dibandingkan dengan wilayah lain, yang menunjukkan kontribusi penting hutan tersebut terhadap penyimpanan karbon dan pengaturan iklim.<\/p>\n<p>Meskipun ada perkembangan positif ini, yang mencakup penurunan laju deforestasi di beberapa wilayah dan kemajuan dalam pengelolaan hutan berkelanjutan, tantangan yang dihadapi hutan dunia tetap serius. Perubahan iklim terus memberikan tekanan signifikan pada ekosistem hutan, dengan meningkatnya suhu, pola curah hujan yang berubah, dan kebakaran hutan yang lebih sering dan intens menimbulkan ancaman yang parah. Pada <a href=\"https:\/\/atmosphere.copernicus.eu\/2023-year-intense-global-wildfire-activity\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">2023<\/a>, kebakaran hutan membakar sekitar 6,687 juta hektare hutan secara global, melepaskan 6,687 megaton karbon dioksida ke atmosfer. Data awal untuk 2024 menunjukkan bahwa situasinya belum membaik. Pada Agustus 2024, terjadi lonjakan signifikan dalam aktivitas kebakaran hutan global, dengan sebagian besar peningkatan terjadi dalam sepekan. Kebakaran hutan melanda Amazon saat Brasil mengalami kekeringan terburuk yang pernah ada, dan 10.400 kebakaran dilaporkan terjadi di Peru. Paruh pertama musim panas boreal 2024 diliputi oleh banyak kebakaran hutan hebat di Rusia timur, Kanada, dan Alaska, yang menimbulkan banyak asap ke seluruh wilayah Eurasia dan Amerika Utara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/dashboard.forestdeclaration.org\/article\/conserve-and-restore-forests-and-other-terrestrial-ecosystems\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Deforestasi<\/a>, yang dipicu oleh banyak faktor seperti perluasan pertanian, penebangan, dan pembangunan infrastruktur, terus terjadi di banyak wilayah, yang menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem. Pada 2023, dunia diperkirakan kehilangan 5,4-6,4 juta hektare hutan, terutama karena deforestasi dan degradasi hutan. Angka tahun 2024 belum tersedia, tetapi meskipun deforestasi di Amazon telah menurun, wilayah tropis lainnya mengalami peningkatan deforestasi. Penebangan liar dan, secara umum, penggunaan sumber daya hutan yang tidak berkelanjutan tetap menjadi masalah utama, yang melemahkan upaya untuk melindungi hutan dan memicu korupsi dan kejahatan terorganisasi. Diperkirakan bahwa <a href=\"https:\/\/www.interpol.int\/Crimes\/Environmental-crime\/Forestry-crime\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penebangan liar menyumbang 15-30% dari produksi kayu global.<\/a> Pada November 2023, <a href=\"https:\/\/www.interpol.int\/en\/News-and-Events\/News\/2023\/Illegal-wildlife-trade-has-become-one-of-the-world-s-largest-criminal-activities\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Interpol menyatakan<\/a>: \u201cPerdagangan satwa liar ilegal telah menjadi salah satu aktivitas kriminal terbesar di dunia. Aktivitas ini menjadi lebih mudah pada 2024 dengan bantuan media sosial.\u201d<\/p>\n<p><span class=\"label\"><div class='short-link'>\n\t\t\t<a class='GTMshortLink' href='https:\/\/www.forestsnews.org\/89413\/facebook-to-expose-illegal-sport-hunting-in-brazil?fnl=' target='_blank'>\n\t\t\t\t<span class='short-link__box'><span>Read more<\/span><\/span>\n\t\t\t\t<span class='short-link__desc'>Using Facebook to expose illegal sport hunting in Brazil<\/span>\n\t\t\t<\/a>\n\t\t<\/div><\/span><\/p>\n<p>Untuk mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi hutan dunia, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan multiaspek. Kerja sama internasional sangat penting untuk mengoordinasikan upaya-upaya, berbagi praktik terbaik, dan memberikan dukungan finansial kepada negara-negara dengan sumber daya hutan yang kaya. Tata kelola yang kuat dan penegakan hukum yang efektif sangat penting untuk memerangi penebangan liar dan memastikan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Berinvestasi dalam pertanian berkelanjutan dan penghidupan alternatif dapat mengurangi tekanan pada hutan dan mendorong pembangunan ekonomi. Selain itu, memberdayakan masyarakat adat dan masyarakat lokal untuk berperan dalam konservasi hutan sangat penting, karena mereka sering kali memiliki pengetahuan yang mendalam dan ikatan yang kuat dengan lahan tersebut.<\/p>\n<p>Masa depan planet kita bergantung pada kesehatan hutan kita. Dengan memprioritaskan pelestarian hutan, kita dapat memitigasi perubahan iklim, melindungi keanekaragaman hayati, dan memastikan kesejahteraan generasi mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[Catatan editor: Artikel ini mencerminkan pandangan pribadi penulis dan tidak dimaksudkan sebagai penilaian yang komprehensif]. Gambaran yang dibuat oleh Asesmen Deklarasi Hutan 2024, meskipun sebagian besar mengandalkan angka-angka tahun 2023, tidaklah indah. Mengingat tahun 2024 akan segera berakhir, berikut ini adalah gambaran kondisi hutan tahun ini. Tahun 2024 ditandai dengan kemajuan positif dan tantangan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":85,"featured_media":90696,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12042,12105,12052],"tags":[7000],"language":[2171],"location":[12245,12237,12251,12319],"tag-bahasa":[5854],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[2424],"type-francais":[],"coauthors":[851],"class_list":["post-90695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-energi-perubahan-iklim","category-hutan-masyarakat","category-pengelolaan-restorasi-hutan","tag-forest","language-bahasa-indonesia","location-africa","location-latin-america","location-asia-pacific","location-europe","tag-bahasa-hutan","type-bahasa-analisis","type-english-analysis-opinion"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"[Catatan editor: Artikel ini mencerminkan pandangan pribadi penulis dan tidak dimaksudkan sebagai penilaian yang komprehensif]. Gambaran yang dibuat oleh Asesmen Deklarasi Hutan 2024, meskipun sebagian besar mengandalkan angka-angka tahun 2023, tidaklah indah. Mengingat tahun 2024 akan segera berakhir, berikut ini adalah gambaran kondisi hutan tahun ini. Tahun 2024 ditandai dengan kemajuan positif dan tantangan yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-18T02:30:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-02T23:03:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Huta.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1703\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Robert Nasi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ForestsMatter\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia\"},\"author\":{\"name\":\"Robert Nasi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58ef8ca2976e9106e5f2b475fa2d792a\"},\"headline\":\"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia\",\"datePublished\":\"2024-12-18T02:30:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-02T23:03:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia\"},\"wordCount\":972,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/Huta.jpg\",\"keywords\":[\"forest\"],\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Energi &amp; perubahan iklim\",\"Hutan masyarakat\",\"Pengelolaan &amp; restorasi hutan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia\",\"name\":\"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/Huta.jpg\",\"datePublished\":\"2024-12-18T02:30:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-02T23:03:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/Huta.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/Huta.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1703,\"caption\":\"Pemandangan hutan Gede Pangrango di pagi hari. Foto oleh Ricky Martin\\\/CIFOR-ICRAF.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58ef8ca2976e9106e5f2b475fa2d792a\",\"name\":\"Robert Nasi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=gf75da1fa86a2513af11bbcaa1bfb434d\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Robert Nasi\"},\"description\":\"Robert Nasi was born in 1959 in Nice, France. He graduated as a forest engineer from the French National Forestry School and achieved a PhD in the field of ecology from the University of Paris Sud \u2013 Orsay. Since 1982, he has been living and travelling extensively in Africa, Asia and the Pacific, undertaking research activities in the fields of ecology and management of tropical forests. He joined CIFOR in August 1999 and held several research and management positions in the organization (principal scientist, biodiversity program leader, program director). He is director general of CIFOR and managing director of World Agroforestry (ICRAF).\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@ForestsMatter\"],\"jobTitle\":\"Director General, CIFOR and Director of Science, Landscape Alliance\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/robert-nasi\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/90695\\\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia","og_description":"[Catatan editor: Artikel ini mencerminkan pandangan pribadi penulis dan tidak dimaksudkan sebagai penilaian yang komprehensif]. Gambaran yang dibuat oleh Asesmen Deklarasi Hutan 2024, meskipun sebagian besar mengandalkan angka-angka tahun 2023, tidaklah indah. Mengingat tahun 2024 akan segera berakhir, berikut ini adalah gambaran kondisi hutan tahun ini. Tahun 2024 ditandai dengan kemajuan positif dan tantangan yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2024-12-18T02:30:45+00:00","article_modified_time":"2025-11-02T23:03:29+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1703,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Huta.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Robert Nasi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ForestsMatter","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia"},"author":{"name":"Robert Nasi","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58ef8ca2976e9106e5f2b475fa2d792a"},"headline":"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia","datePublished":"2024-12-18T02:30:45+00:00","dateModified":"2025-11-02T23:03:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia"},"wordCount":972,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Huta.jpg","keywords":["forest"],"articleSection":["Bentang alam","Energi &amp; perubahan iklim","Hutan masyarakat","Pengelolaan &amp; restorasi hutan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia","name":"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Huta.jpg","datePublished":"2024-12-18T02:30:45+00:00","dateModified":"2025-11-02T23:03:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Huta.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Huta.jpg","width":2560,"height":1703,"caption":"Pemandangan hutan Gede Pangrango di pagi hari. Foto oleh Ricky Martin\/CIFOR-ICRAF."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tahun penuh harapan dan kesulitan bagi hutan dunia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58ef8ca2976e9106e5f2b475fa2d792a","name":"Robert Nasi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=gf75da1fa86a2513af11bbcaa1bfb434d","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/df8ec9057c701cd3756a9fa0d460707dbcd38d70d25c156fe3d186e6b00df730?s=96&d=mm&r=g","caption":"Robert Nasi"},"description":"Robert Nasi was born in 1959 in Nice, France. He graduated as a forest engineer from the French National Forestry School and achieved a PhD in the field of ecology from the University of Paris Sud \u2013 Orsay. Since 1982, he has been living and travelling extensively in Africa, Asia and the Pacific, undertaking research activities in the fields of ecology and management of tropical forests. He joined CIFOR in August 1999 and held several research and management positions in the organization (principal scientist, biodiversity program leader, program director). He is director general of CIFOR and managing director of World Agroforestry (ICRAF).","sameAs":["https:\/\/x.com\/@ForestsMatter"],"jobTitle":"Director General, CIFOR and Director of Science, Landscape Alliance","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/robert-nasi"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/90695\/tahun-penuh-harapan-dan-kesulitan-bagi-hutan-dunia#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Huta.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/85"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90695"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":151733,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90695\/revisions\/151733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90695"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=90695"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=90695"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=90695"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=90695"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=90695"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=90695"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=90695"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=90695"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=90695"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=90695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}