{"id":87429,"date":"2024-04-09T04:05:22","date_gmt":"2024-04-08T21:05:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=87429"},"modified":"2025-08-04T07:49:16","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:16","slug":"menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap","title":{"rendered":"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap"},"content":{"rendered":"<p>Musim hujan telah berlalu, wilayah Asia Tenggara akan kembali menghadapi musim kemarau yang diperburuk dengan adanya El Ni\u00f1o, fase siklus pemanasan suhu Samudera Pasifik. Kini, negara-negara di Asia Tenggara tengah bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Tidak hanya mengancam  hutan dan ekosistem lahan yang masih sehat, kondisi ini juga berkontribusi terhadap memburuknya polusi kabut asap lintas batas dan masalah kesehatan yang disebabkan krisis iklim, seiring dengan pembakaran hutan dan lahan gambut yang melepaskan karbon dioksida dan polusi kabut asap yang melintasi batas negara.<\/p>\n<p>Salah satu contohnya, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada 2015 di Indonesia. Kondisi kabut asap berlangsung selama lima bulan dan melintasi batas negara hingga mencapai Vietnam, menyebabkan kerugian ekonomi Indonesia sebesar <a href=\"https:\/\/documents1.worldbank.org\/curated\/en\/776101467990969768\/pdf\/103668-BRI-Cost-of-Fires-Knowledge-Note-PUBLIC-ADD-NEW-SERIES-Indonesia-Sustainable-Landscapes-Knowledge-Note.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">USD 16,1 miliar.<\/a> Dan pada pertengahan 2023, Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) melaporkan kebakaran dan kabut asap di wilayah utara Thailand, Vietnam, Laos, dan Myanmar.<\/p>\n<p>Menanggapi isu polusi kabut asap yang telah berlangsung selama beberapa dekade, seluruh Negara Anggota ASEAN (AMS) meratifikasi Perjanjian ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas (AATHP) pada 2015, yang bertujuan untuk mencegah dan memantau polusi asap lintas batas sebagai akibat dari kebakaran lahan dan\/atau hutan melalui upaya nasional terpadu yang berkelanjutan. Sebagai realisasi dari komitmen tersebut,  Peta Jalan Kerja Sama ASEAN untuk Pengendalian Polusi Asap Lintas Batas dikembangkan dan diadopsi pada  Agustus 2016 untuk melaksanakan perjanjian tersebut, setelah serangkaian konsultasi dengan para pemangku kepentingan terkait.<\/p>\n<p>Peta Jalan tersebut meliputi delapan strategi utama yang menerjemahkan prinsip-prinsip AATHP sebagai tindakan nyata dan kolaboratif \u2013 mulai dari pengelolaan lahan gambut berkelanjutan hingga pencegahan kebakaran hingga mengurangi risiko kesehatan dan lingkungan \u2013 yang akan diterapkan oleh AMS pada berbagai tingkat dan rentang waktu. Dengan visi untuk menciptakan \u2018ASEAN Bebas Asap Lintas Batas pada 2020\u2019, strategi ini saling berkaitan dan memperkuat satu sama lain.<\/p>\n<figure id=\"attachment_87434\" aria-describedby=\"caption-attachment-87434\" style=\"width: 623px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-87434 size-large\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-623x415.jpg\" alt=\"\" width=\"623\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-800x533.jpg 800w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53588781521_068e4c0bde_o-1100x733.jpg 1100w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-87434\" class=\"wp-caption-text\">Para delegasi memegang dokumen peta jalan kedua yang menunjukkan komitmen kolektif untuk mengatasi kabut asap lintas batas. Foto oleh Ricky Martin\/CIFOR-ICRAF<\/figcaption><\/figure>\n<p>Berangkat dari visi tersebut, para pihak AATHP juga telah menyetujui peninjauan independen pada 2020-2021 untuk meninjau kemajuan implementasi Peta Jalan oleh masing-masing AMS. <a href=\"https:\/\/hazeportal.asean.org\/publications\/executive-summary-of-the-final-review-of-the-roadmap-on-asean-cooperation-towards-transboundary-haze-pollution-control-with-means-of-implementation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tinjauan <\/a>tersebut menemukan bahwa sebagian besar strategi tersebut cukup lengkap dengan kemajuan yang baik dalam beberapa kategori, termasuk penerapan langkah-langkah pencegahan yang efektif dengan meningkatkan pemantauan kebakaran hutan, penilaian dan sistem peringatan dini serta disahkannya undang-undang nasional dan daerah yang bertujuan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Prestasi penting lainnya termasuk kegiatan untuk meningkatkan kerja sama dan pertukaran informasi dan teknologi antar AMS. Namun, hasil tinjauan juga menunjukkan tingkat penyelesaian yang moderat hingga rendah dalam upaya mengurangi luas lahan gambut yang terbakar dan sejumlah peraturan dan\/atau insentif untuk praktik tanpa pembakaran.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, Peta Jalan 2016-2020 telah membantu negara-negara ASEAN untuk bekerja sama dalam mengurangi risiko kebakaran hutan dan mencegah polusi kabut asap yang berdampak pada kesehatan\u2014namun masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan. Selain itu, tinjauan tersebut juga merekomendasikan penerapan alternatif kebijakan tanpa pembakaran dalam penghidupan masyarakat. Sebagian besar masyarakat adat di Asia Tenggara hanya melakukan  pembakaran beberapa bagian hutan tempat mereka tinggal, dan hal ini jarang mengakibatkan kebakaran lahan atau hutan yang luas. Oleh karena itu, pendekatan pengelolaan asap perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait di semua tingkatan.<\/p>\n<p>Saat ini, di bawah bayang-bayang krisis iklim yang kian memburuk dan kebakaran yang diperkirakan akan lebih sering terjadi dan lebih dahsyat \u2013 kemungkinan terjadinya kebakaran diperkirakan akan meningkat setidaknya<a href=\"https:\/\/www.unep.org\/resources\/report\/spreading-wildfire-rising-threat-extraordinary-landscape-fires\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> 20-33 persen pada 2050<\/a> \u2013 ASEAN telah berupaya untuk mengembangkan dan kemudian menerapkan Peta Jalan Kedua.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/event\/launch-of-the-second-asean-haze-free-roadmap-2023-2030-and-policy-dialogue-on-strategies-and-actions-for-achieving-a-haze-free-southeast-asia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Diluncurkan <\/a>pada 21 Februari 2024, Peta Jalan Kedua berupaya mengarahkan AMS untuk mencapai satu tujuan: penghapusan polusi asap lintas batas regional pada 2030 melalui penerapan tindakan kolektif yang efektif untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran lahan dan hutan.<\/p>\n<p>\u201cPeta Jalan ini bukan sekadar dokumen, melainkan deklarasi niat, peta jalan menuju masa depan yang lebih sehat. Ini mewujudkan tujuan kolektif negara kita,\u201d kata Lonkham Atsanavong, Ketua Komite di bawah Konferensi Para Pihak AATHP (COM), yang berasal dari Laos.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Introduction to the Second Roadmap on ASEAN Cooperation towards Transboundary Haze Pollution Control\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/GkQurM8Ex1Q?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Peta Jalan kedua dibuat pada pertemuan Satuan Tugas yang dihadiri oleh pejabat senior AMS serta mitra pembangunan periode 2022-2023. Peta Jalan tersebut dibuat berdasarkan pengalaman dan menggunakan metode multi-disiplin dan berbasis ilmu, serta meliputi sembilan strategi dan tindakan terkait upaya untuk mengatasi masalah lintas batas negara,  dengan meningkatkan kapasitas regional, menerapkan strategi subregional yang disesuaikan, mendorong praktik penggunaan lahan berkelanjutan, praktik pengelolaan lahan gambut yang baik, mengamankan sumber daya, memperkuat kebijakan nasional, meningkatkan kerja sama, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memitigasi dampak kabut asap terhadap berbagai sektor. Peta Jalan ini secara resmi diadopsi pada Pertemuan COM ke-18 pada Agustus 2023.<\/p>\n<p>\u201cHasil positif dari upaya kolektif para pemangku kepentingan di sebelumnya, termasuk komunitas lokal dan sektor swasta, untuk mengendalikan kebakaran lahan dan hutan menunjukkan pentingnya keterlibatan berkelanjutan dari para pemangku kepentingan di dalam dan lintas sektor dan disiplin ilmu,\u201d ujar Ky-Anh Nguyen, Direktur Direktorat Pembangunan Berkelanjutan Sekretariat ASEAN. Beliau menambahkan bahwa partisipasi pemangku kepentingan sangat penting untuk keberhasilan implementasi Peta Jalan Kedua.<\/p>\n<p>Suhu bumi semakin panas setiap tahunnya, sehingga diperlukan lebih banyak upaya untuk mewujudkan kawasan bebas kabut asap. Dalam konteks ini, Peta Jalan Kedua menyadari tantangan dalam mengelola kebakaran lahan dan hutan serta polusi asap lintas batas. Selain itu, Peta Jalan kedua ini juga memperlihatkan fakta bahwa setiap negara mempunyai kemampuan dan kapasitas yang berbeda-beda dalam mengatasi kebakaran dan polusi. Oleh karena itu, strategi baru dalam Peta Jalan Kedua adalah mendorong kerja sama dan pembelajaran satu sama lain untuk menciptakan Asia Tenggara yang bebas kabut asap.<\/p>\n<p>\u201cUpaya kolaboratif akan membuka jalan bagi solusi inovatif, kemajuan teknologi, dan reformasi kebijakan yang pada akhirnya akan membawa kita lebih dekat untuk mencapai tujuan bersama \u2013 masa depan yang bebas dari kabut asap lintas batas,\u201d tutup Swetha Peteru, Ilmuwan dan Koordinator MAHFSA di CIFOR- ICRAF, dalam sambutan penutupnya.<\/p>\n<p><em>Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Swetha Peteru (S.Peteru@cifor-icraf.org).<\/em><\/p>\n<p><strong>Ucapan Terima Kasih<\/strong><\/p>\n<p><em>Tim MAHFSA yang mengembangkan proyek ini terdiri dari Swetha Peteru dan Ahmad Dermawan dari CIFOR-ICRAF, serta Etwin Kuslati Sabarini, Dyah Ayu Ritma Ratri, Mardiah Hayati, dan Wiraditma Prananta dari Sekretariat ASEAN.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musim hujan telah berlalu, wilayah Asia Tenggara akan kembali menghadapi musim kemarau yang diperburuk dengan adanya El Ni\u00f1o, fase siklus pemanasan suhu Samudera Pasifik. Kini, negara-negara di Asia Tenggara tengah bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Tidak hanya mengancam hutan dan ekosistem lahan yang masih sehat, kondisi ini juga berkontribusi terhadap memburuknya polusi kabut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":521,"featured_media":87432,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[2828,2568,11293],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[11608,11627,11611],"class_list":["post-87429","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-asean","tag-bahasa-kabut-asap","tag-bahasa-mahfsa","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Musim hujan telah berlalu, wilayah Asia Tenggara akan kembali menghadapi musim kemarau yang diperburuk dengan adanya El Ni\u00f1o, fase siklus pemanasan suhu Samudera Pasifik. Kini, negara-negara di Asia Tenggara tengah bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Tidak hanya mengancam hutan dan ekosistem lahan yang masih sehat, kondisi ini juga berkontribusi terhadap memburuknya polusi kabut [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-08T21:05:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Vong Sok, Swetha Peteru, MAHFSA Programme\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap\"},\"author\":{\"name\":\"Vong Sok\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/44f12b5015a11ee88556c272fabd74d1\"},\"headline\":\"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap\",\"datePublished\":\"2024-04-08T21:05:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap\"},\"wordCount\":980,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap\",\"name\":\"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2024-04-08T21:05:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"Hutan hujan tropis di Konawe Selatan, Sulawesi, Indonesia. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/44f12b5015a11ee88556c272fabd74d1\",\"name\":\"Vong Sok\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d6ac96849479f6bb9117e14cd6996071202761bda6b21ad334975e577cdf641b?s=96&d=mm&r=g80dfa387469a21fd56d01e67288459e2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d6ac96849479f6bb9117e14cd6996071202761bda6b21ad334975e577cdf641b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d6ac96849479f6bb9117e14cd6996071202761bda6b21ad334975e577cdf641b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Vong Sok\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/vongsok\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87429\\\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap","og_description":"Musim hujan telah berlalu, wilayah Asia Tenggara akan kembali menghadapi musim kemarau yang diperburuk dengan adanya El Ni\u00f1o, fase siklus pemanasan suhu Samudera Pasifik. Kini, negara-negara di Asia Tenggara tengah bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Tidak hanya mengancam hutan dan ekosistem lahan yang masih sehat, kondisi ini juga berkontribusi terhadap memburuknya polusi kabut [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2024-04-08T21:05:22+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:16+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Vong Sok, Swetha Peteru, MAHFSA Programme","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap"},"author":{"name":"Vong Sok","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/44f12b5015a11ee88556c272fabd74d1"},"headline":"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap","datePublished":"2024-04-08T21:05:22+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap"},"wordCount":980,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap","name":"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg","datePublished":"2024-04-08T21:05:22+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg","width":2560,"height":1707,"caption":"Hutan hujan tropis di Konawe Selatan, Sulawesi, Indonesia. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menuju Asia Tenggara Bebas Kabut Asap"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/44f12b5015a11ee88556c272fabd74d1","name":"Vong Sok","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6ac96849479f6bb9117e14cd6996071202761bda6b21ad334975e577cdf641b?s=96&d=mm&r=g80dfa387469a21fd56d01e67288459e2","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6ac96849479f6bb9117e14cd6996071202761bda6b21ad334975e577cdf641b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6ac96849479f6bb9117e14cd6996071202761bda6b21ad334975e577cdf641b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Vong Sok"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/vongsok"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87429\/menuju-asia-tenggara-bebas-kabut-asap#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/53315698328_14147e641e_o-scaled.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/521"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87429"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":151277,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87429\/revisions\/151277"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87429"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=87429"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=87429"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=87429"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=87429"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=87429"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=87429"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=87429"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=87429"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=87429"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=87429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}