{"id":87232,"date":"2024-04-04T11:49:13","date_gmt":"2024-04-04T04:49:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=87232"},"modified":"2025-08-04T07:49:16","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:16","slug":"menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2","title":{"rendered":"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu"},"content":{"rendered":"<p>Ada pepatah yang mengatakan bahwa untuk membesarkan seorang anak, diperlukan satu desa. Namun, siapa sangka, hal yang serupa ternyata juga berlaku dalam meningkatkan keberlanjutan produksi komoditas pertanian.<\/p>\n<p>Penelitian yang dilakukan oleh Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF) <a href=\"https:\/\/docs.google.com\/document\/d\/1qKYUOX-YXEdMUB-PvgC8Enq5QU0HWJADAW5DFpNCh3k\/edit?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menyoroti<\/a> hasil yang menjanjikan dari penerapan pendekatan yurisdiksi dalam meningkatkan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di empat kabupaten\/kota di Indonesia: Pulang Pisau (Provinsi Kalimantan Tengah), Kutai Kartanegara (Provinsi Kalimantan Timur), Pelalawan (Provinsi Riau), dan Sintang (Provinsi Kalimantan Barat).<\/p>\n<p>Pendekatan yurisdiksi melibatkan berbagai pihak dari berbagai tingkatan. Ini mendorong kolaborasi dengan memfasilitasi dialog antara pemangku kepentingan seperti masyarakat, sektor swasta, LSM, akademisi, dan pemerintah. Tujuannya adalah untuk menggabungkan pendapat mereka dan menemukan keselarasan antara berbagai kepentingan, sambil tetap memperhatikan konteks lokal dan tantangan khusus. Peran penting juga dimiliki oleh pemerintah daerah, terutama kepemimpinannya. &#8220;Kemauan dan kebijakan pemerintah daerah sangatlah penting, karena mereka memiliki anggaran dan membuat peraturan,&#8221; kata Herry Purnomo, Ilmuwan Senior CIFOR-ICRAF.<\/p>\n<p>Penelitian ini juga memberikan masukan terhadap rencana aksi daerah untuk meningkatkan keberlanjutan kelapa sawit, dan menekankan cara-cara untuk mengurangi deforestasi dan emisi di seluruh rantai pasokan. Perjanjian ini menawarkan peta jalan untuk mentransformasi dan meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit dan meningkatkan pendapatan petani skala kecil.<\/p>\n<p>Menurut Purnomo, kunci sukses dalam melakukan pendekatan yurisdiksi terletak pada rasa percaya antara pemangku kepentingan dan pemerintah daerah, serta adanya tujuan bersama. Dalam hal keberlanjutan produksi kelapa sawit, para pemangku kepentingan di wilayah studi memiliki kepentingan yang sama dalam mematuhi peraturan baru Uni Eropa mengenai produk bebas deforestasi (EUDR) untuk memastikan mereka dapat terus mengekspor produk mereka ke pasar Uni Eropa.<\/p>\n<p>Hendrik Segah, Peneliti Senior di Universitas Palangkaraya, menceritakan kemajuan yang menjanjikan di Kutai Kertanegara, di mana terdapat peningkatan <a href=\"https:\/\/stdb.ditjenbun.pertanian.go.id\/beranda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sertifikasi bagi petani skala kecil<\/a> yang diajukan oleh bupati. \u201cPemerintah daerah juga berupaya mempercepat proses sertifikasi untuk melindungi kawasan konservasi lahan gambut,\u201d ujarnya. \u201cHal ini didukung oleh masyarakat, LSM lokal, dan sektor swasta.\u201d<\/p>\n<p>Terlepas dari tantangan yang ada, Purnomo dan Segah menyatakan optimisme bahwa pemerintah daerah yang terlibat dalam studi ini berada di jalur yang tepat menuju keberlanjutan produksi komoditas pertanian. Pekerjaan mereka ke depan\u2014untuk memperkuat data dan koordinasi, memfasilitasi penanganan perselisihan, dan meningkatkan kapasitas petani\u2014menjadi lebih mendesak dari sebelumnya, kata Purnomo. \u201cIndonesia adalah produsen kelapa sawit terkemuka di dunia. Saat ini, kita perlu berupaya memastikan Indonesia juga menjadi pemimpin dalam hal keberlanjutan. Itu juga diamanatkan dalam konstitusi kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><em>Untuk mengetahui lebih jauh mengenai pendekatan yurisdiksi dalam meningkatkan keberlanjutan komoditas pertanian, simak perbincangan lengkap antara Herry Purnomo dan Hendrik Segah pada tautan di bawah ini.<\/em><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/w.soundcloud.com\/player\/?url=https%3A\/\/api.soundcloud.com\/tracks\/1754613213&amp;color=%23ff5500&amp;auto_play=false&amp;hide_related=false&amp;show_comments=true&amp;show_user=true&amp;show_reposts=false&amp;show_teaser=true\" width=\"100%\" height=\"166\" frameborder=\"no\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Pernyataan:<\/strong><\/p>\n<p><em>Podcast ini merupakan bagian dari riset CIFOR-ICRAF pada topik peningkatan pendekatan yurisdiksi dalam sektor kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini didanai oleh Yayasan Walmart. Pendapat pribadi, temuan penelitian, kesimpulan, dan rekomendasi tidak selalu mencerminkan pendapat dari institusi dan pemberi dana.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada pepatah yang mengatakan bahwa untuk membesarkan seorang anak, diperlukan satu desa. Namun, siapa sangka, hal yang serupa ternyata juga berlaku dalam meningkatkan keberlanjutan produksi komoditas pertanian. Penelitian yang dilakukan oleh Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF) menyoroti hasil yang menjanjikan dari penerapan pendekatan yurisdiksi dalam meningkatkan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":298,"featured_media":87236,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[2616,10650,9916],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3097],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[8077],"class_list":["post-87232","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kelapa-sawit","tag-bahasa-pendekatan-yurisdiksi","tag-bahasa-podcast","type-bahasa-podcast"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada pepatah yang mengatakan bahwa untuk membesarkan seorang anak, diperlukan satu desa. Namun, siapa sangka, hal yang serupa ternyata juga berlaku dalam meningkatkan keberlanjutan produksi komoditas pertanian. Penelitian yang dilakukan oleh Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF) menyoroti hasil yang menjanjikan dari penerapan pendekatan yurisdiksi dalam meningkatkan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-04T04:49:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/36191389401_6447628872_c.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"799\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Anggrita Cahyaningtyas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2\"},\"author\":{\"name\":\"Anggrita Cahyaningtyas\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f4c05678b40a4b51219d78e31a3017d9\"},\"headline\":\"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu\",\"datePublished\":\"2024-04-04T04:49:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2\"},\"wordCount\":466,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/36191389401_6447628872_c.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2\",\"name\":\"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/36191389401_6447628872_c.jpg\",\"datePublished\":\"2024-04-04T04:49:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/36191389401_6447628872_c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/36191389401_6447628872_c.jpg\",\"width\":799,\"height\":533,\"caption\":\"Potret petani kelapa sawit. Foto oleh: Lucy McHugh\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f4c05678b40a4b51219d78e31a3017d9\",\"name\":\"Anggrita Cahyaningtyas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/80c962d3e67f34d5e6ed8390df294469adac9ca95820a0ac0463a4130bf0e86a?s=96&d=mm&r=g6387fd1716c557231394d3f58ac9bd1d\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/80c962d3e67f34d5e6ed8390df294469adac9ca95820a0ac0463a4130bf0e86a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/80c962d3e67f34d5e6ed8390df294469adac9ca95820a0ac0463a4130bf0e86a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Anggrita Cahyaningtyas\"},\"description\":\"Anggrita Cahyaningtyas is a writer\\\/content producer at the Center for International Forestry Research. Prior to joining CIFOR, she worked with Indonesia\u2019s leading scholars at the Indonesian Academy of Sciences, leading communication strategy and campaign implementation for various scientific projects. She is a former journalist at Tempo, specialized in development issues.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/anggrita\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/87232\\\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu","og_description":"Ada pepatah yang mengatakan bahwa untuk membesarkan seorang anak, diperlukan satu desa. Namun, siapa sangka, hal yang serupa ternyata juga berlaku dalam meningkatkan keberlanjutan produksi komoditas pertanian. Penelitian yang dilakukan oleh Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF) menyoroti hasil yang menjanjikan dari penerapan pendekatan yurisdiksi dalam meningkatkan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2024-04-04T04:49:13+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:16+00:00","og_image":[{"width":799,"height":533,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/36191389401_6447628872_c.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Anggrita Cahyaningtyas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2"},"author":{"name":"Anggrita Cahyaningtyas","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f4c05678b40a4b51219d78e31a3017d9"},"headline":"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu","datePublished":"2024-04-04T04:49:13+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2"},"wordCount":466,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/36191389401_6447628872_c.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2","name":"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/36191389401_6447628872_c.jpg","datePublished":"2024-04-04T04:49:13+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/36191389401_6447628872_c.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/36191389401_6447628872_c.jpg","width":799,"height":533,"caption":"Potret petani kelapa sawit. Foto oleh: Lucy McHugh\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menumbuhkan Komoditas yang Lebih Ramah Lingkungan \u2013 Satu Kabupaten pada Satu Waktu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f4c05678b40a4b51219d78e31a3017d9","name":"Anggrita Cahyaningtyas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/80c962d3e67f34d5e6ed8390df294469adac9ca95820a0ac0463a4130bf0e86a?s=96&d=mm&r=g6387fd1716c557231394d3f58ac9bd1d","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/80c962d3e67f34d5e6ed8390df294469adac9ca95820a0ac0463a4130bf0e86a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/80c962d3e67f34d5e6ed8390df294469adac9ca95820a0ac0463a4130bf0e86a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Anggrita Cahyaningtyas"},"description":"Anggrita Cahyaningtyas is a writer\/content producer at the Center for International Forestry Research. Prior to joining CIFOR, she worked with Indonesia\u2019s leading scholars at the Indonesian Academy of Sciences, leading communication strategy and campaign implementation for various scientific projects. She is a former journalist at Tempo, specialized in development issues.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/anggrita"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/87232\/menumbuhkan-komoditas-yang-lebih-ramah-lingkungan-satu-kabupaten-pada-satu-waktu-2#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/36191389401_6447628872_c.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/298"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=87232"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87234,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/87232\/revisions\/87234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/87236"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=87232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=87232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=87232"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=87232"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=87232"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=87232"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=87232"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=87232"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=87232"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=87232"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=87232"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=87232"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=87232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}