{"id":86136,"date":"2024-01-08T08:08:51","date_gmt":"2024-01-08T01:08:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=86136"},"modified":"2025-08-04T07:49:17","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:17","slug":"indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir","title":{"rendered":"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Ketika air pasang, lapisan tanah di dasar hutan mangrove dipenuhi kilauan kehidupan. Ikan melesat melewati sistem akar labirin dan menemukan tempat aman untuk berkembangbiak dan bertelur; kepiting dan siput mencari makanan di antara dedaunan yang berguguran; kerang menempel pada akar udara pohon.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mangrove akhirnya berhasil menarik perhatian para pengambil keputusan sebagai bagian penting dalam mitigasi iklim dan perlindungan pesisir. Namun, peranan mangrove dalam pola makan masyarakat setempat \u2013 terutama sebagai tempat berkembang biaknya ikan dan hewan air lainnya \u2013 masih belum sepenuhnya dieksplorasi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, studi baru yang dilakukan oleh para ilmuwan di Center for International Forestry Research dan World Agroforestry (<a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CIFOR-ICRAF<\/a>) University of Kent (Inggris), dan Charles Darwin University (Australia) menemukan bahwa hutan mangrove \u201cberkontribusi besar terhadap  keamanan pangan dan gizi masyarakat pesisir di Indonesia.\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ketika menyusun penelitian ini, Amy Ickowitz, Ilmuwan Senior CIFOR-ICRAF sekaligus Penulis Utama, menyadari mengapa saat ini topik ini masih jarang dieksplorasi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cTampaknya sangat sulit untuk melihat spesies ikan mana yang memanfaatkan mangrove dan menghitungnya \u2013 ikan memiliki mobilitas yang tinggi, beberapa ikan menggunakan hutan mangrove pada berbagai tahap siklus hidupnya, dan beberapa ikan mungkin tidak memanfaatkan hutan mangrove secara langsung, namun mungkin memangsa spesies ikan yang memanfaatkan mangrove,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan, meskipun ikan memanfaatkan hutan mangrove, mereka bisa dengan mudah tergantikan oleh sistem ekologi lain jika hutan mangrove tidak ada. Ini hanyalah sebagian dari kompleksitas isu ini.\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Jadi, alih-alih mengarungi rawa-rawa, secara harfiah dan kiasan, dengan harapan dapat menghitung ikan yang memanfaatkan hutan mangrove dan kemudian dikonsumsi oleh masyarakat lokal, Ickowitz dan rekannya menemukan cara untuk menghindari masalah ini, menjaga kaki mereka tetap kering dan menemukan apa yang benar-benar mereka ingin ketahui.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKarena tujuan utama kami adalah \u2018apa pengaruh semua ini terhadap pola makan masyarakat\u2019,\u201d ujarnya, \u201cKami berpikir bahwa kita bisa melihat apakah masyarakat yang tinggal di dekat hutan mangrove mengonsumsi lebih banyak ikan dibandingkan dengan masyarakat di pesisir pantai yang tidak memiliki mangrove.\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tim ini kemudian menelusuri data sosio-ekonomi dan konsumsi \u2013 termasuk konsumsi rumah tangga terhadap ikan dan spesies air \u2013 dari survei yang mewakili tingkat nasional di Indonesia. Kemudian, dengan menggunakan peta desa dan tutupan lahan, mereka mengidentifikasi desa mana saja yang berada di pesisir pantai, menentukan kedekatannya dengan mangrove dan kolam budidaya, serta menganalisis data untuk mencari korelasinya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya sangat jelas. \u201cKami telah memperkirakan bahwa mangrove memiliki pengaruh terhadap konsumsi ikan, namun kami tidak menyangka dampaknya akan sebesar ini,\u201d kata Ickowitz.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Data menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di dekat hutan mangrove mengonsumsi 19\u201328 persen lebih banyak ikan segar dibandingkan rumah tangga pesisir lainnya, dan secara total 13\u201322 persen lebih banyak mengonsumsi protein hewani. \u201cKarena makanan yang bersumber dari protein hewani termasuk kategori rendah di pola makan masyarakat Indonesia, hal ini mungkin memiliki dampak gizi yang signifikan bagi rumah tangga yang tinggal di dekat hutan mangrove,\u201d kata para peneliti.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, dampak budi daya perikanan terhadap konsumsi ikan lokal tidak terlalu besar \u2013 dan bahkan negatif dalam beberapa kasus. Hal ini menyoroti fakta bahwa &#8220;Budidaya perikanan tampaknya tidak memberikan dampak positif terhadap konsumsi protein hewani,\u201d kata Ickowitz \u2013 \u201cTemuan ini memperkuat pesan bahwa menghancurkan hutan mangrove untuk budidaya perikanan adalah ide yang buruk, tidak hanya secara ekologis, namun juga bagi ketahanan pangan. \u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, selama satu dekade terakhir, ada peningkatan minat terhadap konservasi dan restorasi hutan mangrove, namun sebagian besar diskusi dan tindakan yang dihasilkan berfokus pada kontribusi besar hutan mangrove terhadap mitigasi iklim dengan banyaknya karbon yang diserap dan disimpan di bawah tanah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cMeskipun karbon merupakan alasan penting untuk melakukan konservasi dan restorasi, para ahli kehutanan, ahli ekologi, dan aktivis konservasi sering dihadapkan pada argumen: &#8216;Bagaimana dengan potensi memberi makan dunia yang dijanjikan oleh pertanian dan akuakultur melalui pembukaan lahan secara massal di bentang alam?&#8217;\u201d kata Mulia Nurhasan, Ilmuwan Pangan dan Gizi di CIFOR-ICRAF dan salah satu penulis penelitian ini. \u201cPenelitian ini menunjukkan bahwa hutan mangrove menghasilkan pangan yang lebih baik kepada masyarakat lokal dibandingkan ketika mangrove diubah menjadi budidaya perikanan.\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mengakui kontribusi hutan terhadap ketahanan pangan dan gizi masyarakat yang tinggal di sekitarnya, dan membuat hal tersebut terlihat oleh semua pemangku kepentingan, \u201cDapat memberikan masyarakat lokal dan pemerintah daerah alasan lain untuk melindungi hutan,\u201d demikian kesimpulan para peneliti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika air pasang, lapisan tanah di dasar hutan mangrove dipenuhi kilauan kehidupan. Ikan melesat melewati sistem akar labirin dan menemukan tempat aman untuk berkembangbiak dan bertelur; kepiting dan siput mencari makanan di antara dedaunan yang berguguran; kerang menempel pada akar udara pohon. Mangrove akhirnya berhasil menarik perhatian para pengambil keputusan sebagai bagian penting dalam mitigasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":86138,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[6970,2596,11169,7446,7344],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-86136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-karbon","tag-bahasa-mangrove","tag-bahasa-masyarakat-pesisir","tag-bahasa-pangan","tag-bahasa-perikanan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika air pasang, lapisan tanah di dasar hutan mangrove dipenuhi kilauan kehidupan. Ikan melesat melewati sistem akar labirin dan menemukan tempat aman untuk berkembangbiak dan bertelur; kepiting dan siput mencari makanan di antara dedaunan yang berguguran; kerang menempel pada akar udara pohon. Mangrove akhirnya berhasil menarik perhatian para pengambil keputusan sebagai bagian penting dalam mitigasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-08T01:08:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir\",\"datePublished\":\"2024-01-08T01:08:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir\"},\"wordCount\":679,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir\",\"name\":\"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg\",\"datePublished\":\"2024-01-08T01:08:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Nelayan kepiting tengah memasang perangkap di hutan mangrove di Teluk Pangpang, Indonesia. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/86136\\\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir","og_description":"Ketika air pasang, lapisan tanah di dasar hutan mangrove dipenuhi kilauan kehidupan. Ikan melesat melewati sistem akar labirin dan menemukan tempat aman untuk berkembangbiak dan bertelur; kepiting dan siput mencari makanan di antara dedaunan yang berguguran; kerang menempel pada akar udara pohon. Mangrove akhirnya berhasil menarik perhatian para pengambil keputusan sebagai bagian penting dalam mitigasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2024-01-08T01:08:51+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:17+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir","datePublished":"2024-01-08T01:08:51+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir"},"wordCount":679,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir","name":"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg","datePublished":"2024-01-08T01:08:51+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Nelayan kepiting tengah memasang perangkap di hutan mangrove di Teluk Pangpang, Indonesia. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Indonesia: Hutan Mangrove, \u201cLumbung Pangan\u201d untuk Masyarakat Pesisir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/86136\/indonesia-hutan-mangrove-lumbung-pangan-untuk-masyarakat-pesisir#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/52208422071_a2ceacdf8c_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86136"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86139,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86136\/revisions\/86139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86136"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=86136"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=86136"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=86136"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=86136"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=86136"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=86136"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=86136"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=86136"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=86136"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=86136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}