{"id":85829,"date":"2023-12-29T08:53:53","date_gmt":"2023-12-29T01:53:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=85829"},"modified":"2025-08-04T07:49:18","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:18","slug":"rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif","title":{"rendered":"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, salah satu tantangan utama yang kita hadapi adalah bagaimana membuat produksi pertanian lebih berkelanjutan \u2013 dan tantangan ini perlu memperhitungkan jaringan rumit krisis iklim, keanekaragaman hayati, dan sistem pangan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada 26-27 September 2023, diskusi panel yang merupakan bagian dari acara konsultasi pemangku kepentingan regional mengenai perdagangan yang positif pada alam  untuk rantai pasok pertanian berkelanjutan dan pembangunan inklusif di Asia, mengeksplorasi isu ini melalui kajian mendalam mengenai jalur berkelanjutan untuk industri minyak sawit.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada acara tersebut, Robert Nasi, <em>C<\/em><em>hief Operating Officer <\/em>Center for International Forestry Research dan World Agroforestry (<a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CIFOR-ICRAF<\/a>) yang juga merupakan Direktur Jenderal CIFOR, mengatakan bahwa dalam produksi komoditas seperti minyak sawit, kayu, karet, kopi, dan kakao, proses keberlanjutan juga harus mencakup keseluruhan rantai pasokan, termasuk transportasi dan konsumsi. Jejak emisi merupakan bagian tak terpisahkan dari perdagangan dan transportasi, ditambah penetapan harga yang tidak adil, hal ini menjadi hambatan untuk mencapai keberlanjutan yang sebenarnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Nasi menekankan pentingnya acara-acara seperti konsultasi, di mana pemangku kepentingan yang berbeda, mulai dari perwakilan pemerintah hingga pusat penelitian, institusi pendidikan dan LSM berkumpul untuk bersama-sama mengatasi tantangan tersebut, mulai dari produksi hingga konsumsi dan berkolaborasi untuk mengupayakan lanskap perdagangan global yang lebih berkelanjutan dan kekal.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Namun, \u201ckita masih memiliki sejumlah besar insentif buruk yang ada di sektor perdagangan,\u201d ujar beliau. \u201cSalah satu yang terburuk adalah bahan bakar fosil: kita mensubsidi bahan bakar fosil sebesar 12 juta dolar [AS] per menit \u2013 jadi, ketika saya memulai diskusi ini, kita telah memberi 60 juta dolar untuk industri bahan bakar fosil. Kecuali kita mengubah hal ini, sangat kecil kemungkinan untuk kita memiliki sesuatu yang dekat dengan perdagangan berkelanjutan.\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Langkah proaktif menuju pertanian berkelanjutan<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Valerie Jullian, Koordinator PBB untuk Indonesia, menggarisbawahi peran penting Asia sebagai kontributor utama produksi pertanian dan perikanan di dunia, yang pada 2022 menyediakan mata pencaharian bagi 8,6 juta orang di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Jullian memuji komitmen dan tindakan yang diambil oleh negara-negara Asia untuk mengatasi tantangan keberlanjutan, termasuk penandatanganan <a href=\"https:\/\/www.factdialogue.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">peta jalan<\/a> bersama untuk kerja sama perdagangan, kehutanan, dan komoditas pertanian.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada acara tersebut, banyak pembicara yang berfokus pada peningkatan akses pasar dan dukungan finansial untuk petani kecil, dengan penekanan pada pembangunan kapasitas sebagai hal penting untuk sektor pertanian. Saat <em>workshop <\/em>interaktif, para peserta menggarisbawahi peran fasilitator dalam mendukung petani kecil untuk mendapatkan sertifikasi lahan dan praktik pertanian berkelanjutan menggunakan metode komunikasi yang disesuaikan. Mereka menekankan kebutuhan untuk terus meningkatkan pengakuan dan dukungan untuk para fasilitator tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Salah satu grup peserta menyampaikan beragam tantangan yang dihadapi petani kecil dan mengajukan integrasi teknologi finansial dan program literasi finansial. Grup yang lain mendiskusikan solusi kebijakan untuk sistem perdagangan inklusif, mengadvokasi pendekatan <em>bottom-up<\/em> dan pembentukan dana perwalian lingkungan hidup. Grup ketiga menegaskan pentingnya ketertelusuran minyak kelapa sawit dan pentingnya teknologi yang <em>user-friendly <\/em>dan kebijakan yang disederhanakan. Grup lainnya menyampaikan kekhawatiran mengenai peran sektor swasta, menekankan pentingnya untuk menyederhanakan dan mengharmonisasi standr untuk mempermudah operasi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Inisiatif terobosan <\/strong><strong> <\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Herry Purnomo, Direktur Program CIFOR-ICRAF Indonesia, menyoroti pentingnya <em>Trade, Development and the Environment Hub (<\/em><a href=\"http:\/\/tradehub.earth\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>TRADE Hub<\/em><\/a><em>)<\/em> sebuah inisiatif global yang melibatkan 50 organisasi di 15 negara, di mana mitra Indonesia memainkan peran penting dalam hal ini. <em>Hub <\/em>ini bertujuan untuk mengatasi kompleksitas pengelolaan perdagangan komoditas seperti minyak sawit, kopi, kedelai, bambu, rotan, karet, kakao, kehidupan liar, dan bahkan <em>songbird <\/em>atau burung penyanyi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Purnomo menekankan peran penting pembeli dan pemerintah untuk mewujudkan produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. \u201cKonsumen \u2018hijau\u2019 merupakan salah satu faktor kunci dari minyak sawit berkelanjutan,\u201d katanya, seraya menambahkan bahwa keberlanjutan bukan hanya sebuah pilihan bagi komoditas tersebut, namun merupakan bagian integral dari konstitusi Indonesia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ernan Rustiadi, Wakil Rektor Bidang Riset, inovasi dan pengembangan masyarakat agromaritim Institut Pertanian Bogor (<a href=\"https:\/\/www.ipb.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">IPB<\/a>) memperkenalkan <a href=\"https:\/\/sipesat.postel.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">SIPESAT<\/a>, sebuah sistem informasi yang diluncurkan pada Juni 2023 untuk menilai kinerja dan penguatan kelembagaan rantai pasok kelapa sawit. SIPESAT memiliki kemampuan analitis untuk mengidentifikasi segmen yang berkinerja buruk dan menyederhanakan dokumentasi data transaksi di seluruh jaringan pasokan minyak sawit.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berfokus pada petani kecil mandiri, inisiatif ini berfungsi untuk meningkatkan ketertelusuran dan legalitas produksi minyak sawit Indonesia. Hal ini merupakan salah satu langkah penting dalam upaya yang lebih besar: untuk terus memanfaatkan penelitian dan teknologi mutakhir menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan kuat secara ekonomi untuk rantai pasokan pertanian Indonesia, kata Rustiadi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Herry Purnomo (<a href=\"mailto:h.purnomo@cifor-icraf.org\">h.purnomo@cifor-icraf.org)<\/a><\/p>\n<p><strong style=\"font-weight: 400;\">Ucapan Terima <\/strong><b>Kasih<\/b><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Acara ini diselenggarakan oleh UN Environment Programme (<\/em><a href=\"https:\/\/www.unep.org\/node\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>UNEP<\/em><\/a><em>) bekerja sama dengan Center for International Forestry Research dan World Agroforestry (<\/em><a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>CIFOR-ICRAF<\/em><\/a><em>), Institut Pertanian Bogor (<\/em><a href=\"https:\/\/www.ipb.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>IPB<\/em><\/a><em>) dan  Center for Climate and Sustainable Finance University of Indonesia (<\/em><a href=\"https:\/\/ccsf.ui.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>CCSF UI)<\/em><\/a><em>, <\/em><a href=\"https:\/\/tradehub.earth\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Trade, Development and the Environment Hub<\/em><\/a><em> dipimpin oleh UN Environment Programme World Conservation Monitoring Centre (<\/em><a href=\"https:\/\/www.unep-wcmc.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>UNEP-WCMC<\/em><\/a><em>) dengan pendanaan oleh Dana Penelitian Tantangan Global Penelitian dan Inovasi Inggris (<\/em><a href=\"https:\/\/www.ukri.org\/what-we-do\/browse-our-areas-of-investment-and-support\/global-challenges-research-fund\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>UKRI-GCRF<\/em><\/a><em>). <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, salah satu tantangan utama yang kita hadapi adalah bagaimana membuat produksi pertanian lebih berkelanjutan \u2013 dan tantangan ini perlu memperhitungkan jaringan rumit krisis iklim, keanekaragaman hayati, dan sistem pangan. Pada 26-27 September 2023, diskusi panel yang merupakan bagian dari acara konsultasi pemangku kepentingan regional mengenai perdagangan yang positif pada alam untuk rantai pasok [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":85831,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[2616,11533,10695],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[7230],"class_list":["post-85829","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kelapa-sawit","tag-bahasa-perdagangan","tag-bahasa-trade-hub","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat ini, salah satu tantangan utama yang kita hadapi adalah bagaimana membuat produksi pertanian lebih berkelanjutan \u2013 dan tantangan ini perlu memperhitungkan jaringan rumit krisis iklim, keanekaragaman hayati, dan sistem pangan. Pada 26-27 September 2023, diskusi panel yang merupakan bagian dari acara konsultasi pemangku kepentingan regional mengenai perdagangan yang positif pada alam untuk rantai pasok [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-29T01:53:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/36673878011_81537ce61b_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1367\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nabiha Shahab\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif\"},\"author\":{\"name\":\"Nabiha Shahab\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4d4c3fe3b57374ced46d23770b6f72bd\"},\"headline\":\"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif\",\"datePublished\":\"2023-12-29T01:53:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif\"},\"wordCount\":766,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/36673878011_81537ce61b_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif\",\"name\":\"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/36673878011_81537ce61b_k.jpg\",\"datePublished\":\"2023-12-29T01:53:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/36673878011_81537ce61b_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/36673878011_81537ce61b_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1367,\"caption\":\"Potret seorang petani yang membawa pupuk untuk kelapa sawit di Kalimantan Barat. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4d4c3fe3b57374ced46d23770b6f72bd\",\"name\":\"Nabiha Shahab\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=gf0899e66b7fe5227e359732c0f65f0d9\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nabiha Shahab\"},\"description\":\"Nabiha Shahab is a writer for Forest News. She has worked both in the media and media campaigning with environmental NGOs in Indonesia since 1997. She holds an MA in environmental management from the University of Nottingham.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/nabiha-shahab\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85829\\\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif","og_description":"Saat ini, salah satu tantangan utama yang kita hadapi adalah bagaimana membuat produksi pertanian lebih berkelanjutan \u2013 dan tantangan ini perlu memperhitungkan jaringan rumit krisis iklim, keanekaragaman hayati, dan sistem pangan. Pada 26-27 September 2023, diskusi panel yang merupakan bagian dari acara konsultasi pemangku kepentingan regional mengenai perdagangan yang positif pada alam untuk rantai pasok [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-12-29T01:53:53+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:18+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1367,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/36673878011_81537ce61b_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nabiha Shahab","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif"},"author":{"name":"Nabiha Shahab","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4d4c3fe3b57374ced46d23770b6f72bd"},"headline":"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif","datePublished":"2023-12-29T01:53:53+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif"},"wordCount":766,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/36673878011_81537ce61b_k.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif","name":"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/36673878011_81537ce61b_k.jpg","datePublished":"2023-12-29T01:53:53+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/36673878011_81537ce61b_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/36673878011_81537ce61b_k.jpg","width":2048,"height":1367,"caption":"Potret seorang petani yang membawa pupuk untuk kelapa sawit di Kalimantan Barat. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rantai Pasok Pertanian Asia Menuju Perdagangan Positif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4d4c3fe3b57374ced46d23770b6f72bd","name":"Nabiha Shahab","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=gf0899e66b7fe5227e359732c0f65f0d9","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nabiha Shahab"},"description":"Nabiha Shahab is a writer for Forest News. She has worked both in the media and media campaigning with environmental NGOs in Indonesia since 1997. She holds an MA in environmental management from the University of Nottingham.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/nabiha-shahab"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85829\/rantai-pasok-pertanian-asia-menuju-perdagangan-positif#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/36673878011_81537ce61b_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85829"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85829\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85832,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85829\/revisions\/85832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85829"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=85829"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=85829"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=85829"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=85829"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=85829"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=85829"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=85829"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=85829"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=85829"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=85829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}