{"id":8575,"date":"2012-04-19T04:41:44","date_gmt":"2012-04-19T04:41:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=8575"},"modified":"2015-11-05T16:12:22","modified_gmt":"2015-11-05T09:12:22","slug":"perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20","title":{"rendered":"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (17 April, 2012)_\u201cSamudra\u201d akan menjadi salah satu isu utama di Rio+20 dengan tujuan menjamin keberlanjutan pembangunan laut dan menjaga sumber dayanya, namun hutan bakau \u2013 yang kehilangan kemampuan menyimpan karbon dan memberikan jasa ekosistem laut dengan tingkat yang \u201cmengkhawatirkan\u201d \u2013 tidak termasuk sama sekali dalam <a href=\"http:\/\/www.uncsd2012.org\/rio20\/content\/documents\/370The%20Future%20We%20Want%2010Jan%20clean%20_no%20brackets.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">rancangan resolusi<\/a> perundingan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cDengan hilangnya hutan bakau, kita akan kehilangan banyak jasa ekosistem yang penting. Dampak bagi komunitas lokal dan ekosistem terkait dapat menjadi bencana,\u201d kata Boone Kauffman, peneliti di Center for International Forestry Research dan penulis utama studi terbaru CIFOR berjudul: <a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3749.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Protocols for the measurement, monitoring and reporting of structure, biomass and carbon stocks in mangrove forests<\/em><\/a>.<\/p>\n<p>\u201cMengingat nilai-nilai unik hutan bakau serta ancaman besar atas keberadaannya baik akibat perubahan iklim dan degradasi yang terus berlangsung, pemerintah di Rio+20 perlu mengakui pentingnya hutan bakau serta mengembangkan kebijakan yang lebih baik guna memastikan perlindungannya.\u201d<\/p>\n<p>Di laboratoriumnya, para peneliti CIFOR sedang menganalisa karbon dalam ribuan sampel tanah hutan bakau dari seluruh Asia Tenggara dan Amerika Latin. Metode-metode yang mereka kembangkan untuk mengukur karbon menjadi sumber informasi revisi pedoman inventarisasi gas rumah kaca di lahan basah \u2013 suatu perkembangan penting untuk lebih baik lagi mencakup hutan bakau dan lahan basah lainnya dalam program pembiayaan karbon seperti pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) \u2013 yang sedang dilakukan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).<\/p>\n<p>\u201cHutan bakau  menyimpan tiga sampai empat kali lebih banyak karbon daripada kebanyakan hutan tropis,\u201d kata Kauffman.<\/p>\n<p>\u201cKami telah mengembangkan metode yang akurat dan efisien untuk menghitung cadangan karbon karena kemungkinan pentingnya hutan bakau tidak hanya dalam perjanjian perubahan iklim internasional seperti REDD+, namun juga untuk pembangunan keberlanjutan seperti diskusi yang akan berlangsung dalam pertemuan puncak Rio+20.\u201d<\/p>\n<p>Asia mempunyai lahan bakau terluas di dunia, dengan luas awal lebih dari 6,8 juta hektar, atau 34-42 persen total dunia. Indonesia mempunyai kurang lebih 23 persen hutan bakau dunia, diikuti oleh Afrika sebesar 20 persen, Amerika Utara dan Tengah sebesar 15 persen, Oseania 12 persen dan Amerika Selatan 11 persen.<\/p>\n<p>Hutan bakau, seperti rawa pasang surut dan ladang rumput laut, menyerap karbon dari atmosfir serta menguncinya  di dalam tanah dan menyimpannya sampai ribuan tahun. Tidak seperti halnya hutan daratan, ekosistem laut terus membangun sumber karbon, menyimpan sejumlah besar \u201ckarbon biru\u201d dalam sedimen yang kaya kandungan organik.<\/p>\n<p>Ketika terdegradasi karena drainasi atau konversi menjadi lahan pertanian tambak, hutan bakau melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah besar secara terus menerus ke atmosfir.  Tingkat deforestasi dan konversi hutan bakau ke lahan lain termasuk yang tertinggi di antara semua jenis hutan tropis. Konversi lahan berkontribusi terhadap hilangnya 35 persen hutan bakau dunia antara tahun 1980 dan 2000.<\/p>\n<p>\u201cHutan bakau sedang dirusak pada tingkat yang mengkhawatirkan dan ini harus dihentikan,\u201d ujar Daniel Murdiyarso, peneliti senior CIFOR. \u201cKurang ada kesadaran tentang implikasi hilangnya hutan bakau untuk manusia.\u201d<\/p>\n<p>Kauffman percaya bahwa survei-survei yang mengukur komposisi hutan, lubuk karbon dan besarnya emisi yang dihasilkan dari konversi hutan bakau akan memberikan informasi penting dalam upaya menjaga ekosistem tersebut.<\/p>\n<p>\u201cInformasi ini dapat digunakan untuk melestarikan jasa ekosistem hutan bakau yang penting, seperti menyediakan penghidupan bagi masyarakat lokal melalui sumber daya ikan dan kerang, kayu dan produk hutan bukan kayu, pariwisata ramah lingkungan, sumber-sumber keanekaragaman hayati, dan sumber-sumber penting nutrisi serta energi untuk terumbu karang di dekatnya serta melindungi wilayah pesisir dari kerusakan alam dan berfungsi sebagai penyerap karbon yang sangat besar.\u201d<\/p>\n<p>Survei-survei tersebut sangat diperlukan untuk memantau cadangan karbon hutan bakau untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan mitigasi perubahan iklim dan pasar karbon seperti REDD+. Publikasi ini menjawab kebutuhan ini khususnya untuk ekosistem hutan bakau.<\/p>\n<p>\u201cPedoman ini diperlukan mengingat perbedaan komposisi, ekologi dan struktur hutan bakau dibandingkan dengan tipe hutan dataran tinggi,\u201d tambah Kauffman.<\/p>\n<p>REDD+ menolong mengurangi gas rumah kaca global dengan memberikan kompensasi bagi negara-negara yang dapat mengurangi deforestasi atau degradasi hutan. Kerangkanya yang lebih luas juga dapat memberikan kompensasi untuk peningkatan hutan dan stok karbon.<\/p>\n<p>Pengelolaan ekosistem pantai untuk berbagai layanan yang disediakannya dapat melengkapi pendekatan solusi berbasis alam untuk mengurangi efek perubahan iklim yang telah ada sekarang. Investasi semacam ini berpotensi untuk terhubung dengan REDD+ dan mekanisme pendanaan karbon lainnya, jika aturan penghitungan, verifikasi dan pelaporan penyerapan karbon bersih dapat disepakati.<\/p>\n<p>Metode pengukuran karbon yang digunakan oleh para peneliti berkorelasi dengan Tingkat 3, peringkat teratas dari sistem Tingkat (Tier) IPCC, yang menggambarkan tingkat akurasi penilaian stok karbon untuk berpartisipasi di program REDD+.<\/p>\n<p>Tingkat 1 menggunakan asumsi yang disederhanakan dan dapat memiliki ruang kesalahan sebesar 50 persen untuk karbon di atas tanah dan plus minus 90 persen untuk variabel karbon tanah. Tingkat 2 mensyaratkan adanya data karbon yang spesifik untuk tiap negara untuk beberapa elemen utama. Tingkat 3 memerlukan data inventarisasi stok karbon dalam berbagai jenis penyimpanan karbon yang sangat spesifik serta pengukuran kembali cadangan karbon utama secara rutin.<\/p>\n<p>Kauffman dan Daniel Donato, peneliti yang terlibat juga dalam studi ini, membangun rencana pengukuran yang terdiri dari lima tahap untuk memberikan hasil yang akurat. Langkah pertama adalah menentukan batas-batas proyek. Kedua, memilah hutan bakau berdasarkan tipenya masing-masing seperti pinggir pantai, muara atau bakau pendek. Pada saat mengukur, perlu juga memilah komponen hutan bakau menjadi atas tanah dan bawah tanah, yang dapat memberikan informasi lebih mengenai tingkat karbon serta memungkinkan penghitungan emisi atau penyerapan karbon yang lebih baik lagi.<\/p>\n<p>Seberapa sering sampel diambil juga merupakan faktor yang penting. Untuk mendapatkan pengakuan kredit pasar karbon, mungkin diperlukan pengukuran dalam rentang lima tahun.<\/p>\n<p>Kenaikan air laut yang cepat di abad 21 dan meningkatnya lonjakan gelombang telah disebut sebagai ancaman utama terhadap hutan bakau, yang sebelumnya telah bertahan hidup dalam iklim yang mendorong perubahan tingkat permukaan air laut yang berlangsung perlahan dengan berimigrasi ke atas atau ke dalam daratan. Dengan tren iklim saat ini, permukaan laut diperkirakan akan naik sampai 1-1,5 meter pada akhir abad ini \u2013 dan bahkan lebih tinggi jika percepatan pencairan lapisan es terus berlangsung.<\/p>\n<p><em>Untuk memastikan bahwa Rio+20 menyampaikan pesan akan pentingnya hutan bagi pembangunan berkelanjutan kepada dunia, CIFOR berencana mengadakan suatu konferensi penting tentang hutan pada tanggal 19 Juni 2012.  <\/em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/events\/rio20\/forests-the-8th-roundtable-at-rio-20.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Forests: The 8<sup>th<\/sup> Roundatable at Rio+20<\/em><\/a><em> akan membahas temuan-temuan terkini, kesenjangan pengetahuan dan implikasi kebijakan yang ada sekarang untuk menyelaraskan hutan sebagai ke dalam solusi untuk empat tantangan utama kemajuan ekonomi hijau: <\/em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/events\/rio20\/Energy-food-and-income.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>energi, pangan dan pendapatan<\/em><\/a><em>, <\/em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/events\/rio20\/Water-and-Climate.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>air<\/em><\/a><em>, dan <\/em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/events\/rio20\/Water-and-Climate.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>iklim<\/em><\/a><em>. Tempat terbatas, silakan <\/em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/events\/rio20\/8th-roundtable-registration.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>daftar di sini<\/em><\/a><em> untuk mendapatkannya.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Diterjemahkan oleh Budhy Kristanty<\/strong><br \/>\n<strong>Diedit oleh Leony Aurora<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (17 April, 2012)_\u201cSamudra\u201d akan menjadi salah satu isu utama di Rio+20 dengan tujuan menjamin keberlanjutan pembangunan laut dan menjaga sumber dayanya, namun hutan bakau \u2013 yang kehilangan kemampuan menyimpan karbon dan memberikan jasa ekosistem laut dengan tingkat yang \u201cmengkhawatirkan\u201d \u2013 tidak termasuk sama sekali dalam rancangan resolusi perundingan tersebut. \u201cDengan hilangnya hutan bakau, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":58,"featured_media":37231,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[96],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[3133,2503,3134,2891,2721,2532,2493,2680,2596,2604,2655,2819,2472],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[271],"class_list":["post-8575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mangroves","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-boone-kauffman","tag-bahasa-cadangan-karbon","tag-bahasa-daniel-donato","tag-bahasa-daniel-murdiyarso","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-jasa-ekosistem","tag-bahasa-karbon-biru","tag-bahasa-lahan-basah","tag-bahasa-mangrove","tag-bahasa-mitigasi","tag-bahasa-permukaan-air-laut","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-rio20","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20 - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia (17 April, 2012)_\u201cSamudra\u201d akan menjadi salah satu isu utama di Rio+20 dengan tujuan menjamin keberlanjutan pembangunan laut dan menjaga sumber dayanya, namun hutan bakau \u2013 yang kehilangan kemampuan menyimpan karbon dan memberikan jasa ekosistem laut dengan tingkat yang \u201cmengkhawatirkan\u201d \u2013 tidak termasuk sama sekali dalam rancangan resolusi perundingan tersebut. \u201cDengan hilangnya hutan bakau, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-04-19T04:41:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-11-05T09:12:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/mangroves-260x19021.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"260\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"190\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Andrea Booth\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@andreasbooth\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20\"},\"author\":{\"name\":\"Andrea Booth\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50cdc0c493cbe2f1131515c1aa1b2b6f\"},\"headline\":\"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20\",\"datePublished\":\"2012-04-19T04:41:44+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-05T09:12:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20\"},\"wordCount\":1019,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/04\\\/mangroves-260x19021.jpg\",\"articleSection\":[\"mangroves\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20\",\"name\":\"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20 - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/04\\\/mangroves-260x19021.jpg\",\"datePublished\":\"2012-04-19T04:41:44+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-05T09:12:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/04\\\/mangroves-260x19021.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/04\\\/mangroves-260x19021.jpg\",\"width\":260,\"height\":190,\"caption\":\"Mangrove di desa Pejarakan Village, Indonesia. Foto oleh Aulia Erlangga untuk CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50cdc0c493cbe2f1131515c1aa1b2b6f\",\"name\":\"Andrea Booth\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b86d7718fc98cf4c6c6815474246377b405eedc939b7496f06012a4a67aac62?s=96&d=mm&r=g161b84f0e3881921312cc809b4210b6a\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b86d7718fc98cf4c6c6815474246377b405eedc939b7496f06012a4a67aac62?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b86d7718fc98cf4c6c6815474246377b405eedc939b7496f06012a4a67aac62?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Andrea Booth\"},\"description\":\"Andrea Booth is a print and TV broadcast journalist. She has written for publications such as CIFOR Forests Blog, the Guardian Weekly and UN news agency IRIN. Prior to Indonesia, she worked on documentaries for Australia\u2019s National Indigenous TV. She holds a Bachelor of Arts in English and a Master of Arts in Journalism.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@andreasbooth\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/andrea-booth\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/8575\\\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20 - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20","og_description":"BOGOR, Indonesia (17 April, 2012)_\u201cSamudra\u201d akan menjadi salah satu isu utama di Rio+20 dengan tujuan menjamin keberlanjutan pembangunan laut dan menjaga sumber dayanya, namun hutan bakau \u2013 yang kehilangan kemampuan menyimpan karbon dan memberikan jasa ekosistem laut dengan tingkat yang \u201cmengkhawatirkan\u201d \u2013 tidak termasuk sama sekali dalam rancangan resolusi perundingan tersebut. \u201cDengan hilangnya hutan bakau, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-04-19T04:41:44+00:00","article_modified_time":"2015-11-05T09:12:22+00:00","og_image":[{"width":260,"height":190,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/mangroves-260x19021.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Andrea Booth","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@andreasbooth","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20"},"author":{"name":"Andrea Booth","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50cdc0c493cbe2f1131515c1aa1b2b6f"},"headline":"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20","datePublished":"2012-04-19T04:41:44+00:00","dateModified":"2015-11-05T09:12:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20"},"wordCount":1019,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/mangroves-260x19021.jpg","articleSection":["mangroves"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20","name":"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20 - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/mangroves-260x19021.jpg","datePublished":"2012-04-19T04:41:44+00:00","dateModified":"2015-11-05T09:12:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/mangroves-260x19021.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/mangroves-260x19021.jpg","width":260,"height":190,"caption":"Mangrove di desa Pejarakan Village, Indonesia. Foto oleh Aulia Erlangga untuk CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perusakan mangrove \u201c mengkhawatirkan\u201d. Sayangnya tidak termasuk dalam rancangan resolusi Rio+20"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50cdc0c493cbe2f1131515c1aa1b2b6f","name":"Andrea Booth","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b86d7718fc98cf4c6c6815474246377b405eedc939b7496f06012a4a67aac62?s=96&d=mm&r=g161b84f0e3881921312cc809b4210b6a","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b86d7718fc98cf4c6c6815474246377b405eedc939b7496f06012a4a67aac62?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b86d7718fc98cf4c6c6815474246377b405eedc939b7496f06012a4a67aac62?s=96&d=mm&r=g","caption":"Andrea Booth"},"description":"Andrea Booth is a print and TV broadcast journalist. She has written for publications such as CIFOR Forests Blog, the Guardian Weekly and UN news agency IRIN. Prior to Indonesia, she worked on documentaries for Australia\u2019s National Indigenous TV. She holds a Bachelor of Arts in English and a Master of Arts in Journalism.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@andreasbooth"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/andrea-booth"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/8575\/perusakan-hutan-bakau-mengkhawatirkan-namun-tidak-termasuk-dalam-rancangan-resolusi-rio20#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/mangroves-260x19021.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/58"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8575\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8575"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=8575"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=8575"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=8575"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=8575"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=8575"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=8575"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=8575"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=8575"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=8575"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=8575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}