{"id":85374,"date":"2023-11-06T07:30:29","date_gmt":"2023-11-06T00:30:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=85374"},"modified":"2025-08-04T07:49:19","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:19","slug":"tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim","title":{"rendered":"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, perubahan iklim telah menghasilkan dampak yang membahayakan tanaman pangan. Oleh karena itu, melestarikan benih dari varietas tanaman yang berbeda menjadi penting sehingga pembudidaya dapat mengembangkan tanaman yang tahan terhadap banjir dan suhu tinggi, sekaligus tahan kekeringan, hama, dan penyakit.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Negara-negara di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya untuk merestorasi wilayah hutan terdegradasi yang cukup luas, namun ada banyak tantangan terkait pengumpulan, penyimpanan, dan pendistribusian benih pohon dari spesies liar dengan keragaman genetik yang memadai.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Konferensi Global Landscapes Forum (GLF)<a href=\"https:\/\/events.globallandscapesforum.org\/nairobi-2023\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em> GLF Nairobi 2023: A New Vision for Earth<\/em><\/a> menyerukan pentingnya untuk segera mempersiapkan cara yang lebih baik untuk melindungi masyarakat dan lanskap dari dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada hari pertama konferensi tersebut, dalam sesi pendukung yang diadakan CIFOR-ICRAF dan <a href=\"https:\/\/www.croptrust.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Crop Trust<\/a>, para ahli konservasi sumber daya genetik tanaman dan pohon menyampaikan pentingnya bank benih dalam melestarikan keanekaragaman genetik dan memastikan ketersediaan benih.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00c9liane Ubalijoro, <em>C<\/em><em>hief Executive Officer<\/em> CIFOR-ICRAF, membuka acara tersebut dengan menyerukan transformasi untuk menstabilkan iklim dan mencukupi kebutuhan untuk makanan bergizi bagi populasi global yang terus bertambah. \u201cPeran penting bank benih dalam mencapai tujuan ini tidak dapat dianggap remeh,\u201d ujar Ubalijoro.\u201cBank benih melestarikan keanekaragaman benih dunia termasuk tanaman pangan dan pepohonan, dan mereka berbagi keanekaragaman tersebut dengan para ilmuwan dan petani untuk memperkuat sistem pangan planet kita.\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Direktur Eksekutif Crop Trust, Stefan Schmitz, menutup sesi dengan pemahaman bahwa \u201cpada prinsipnya keberagaman adalah hal penting. Kita membutuhkan keanekaragaman benih untuk mentransformasi sistem pertanian pangan \u2013 terutama pada spesies yang terabaikan dan kurang dimanfaatkan. Begitu banyak hal yang perlu dilakukan, dan begitu banyak keanekaragaman yang masih perlu dilestarikan, sebelum mereka hilang selamanya.\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Forests News meminta para pembicara untuk membagikan pengetahuan mereka mengenai keanekaragaman dan pandangan mengenai bank gen di Afrika.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kabar Hutan: <\/strong>Mengapa penting untuk melestarikan dan memanfaatkan keanekaragaman tanaman dan pohon?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Sunday Aladele, Direktur Penelitian dan mantan Direktur Eksekutif Bank Gen Nigeria<\/strong><strong>,<\/strong><strong> National Centre for Genetic Resources and Biotechnology (NACGRAB):<\/strong> Keanekaragaman varietas tumbuhan memberikan banyak pilihan dan memberikan kita bahan mentah yang memiliki gen pembudidaya perlukan untuk digunakan dalam proses mengembangkan varietas tanaman baru, yang memiliki karakter-karakter tahan iklim. Hal ini juga memberikan penghidupan yang lebih baik bagi petani, konsumen dan industri dalam menghadapi tantangan iklim yang tidak terduga.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ramni Jamnadass, Ilmuwan Utama dan Pemimpin Penelitian di CIFOR-ICRAF:<\/strong> Mengenai sistem pertanian pangan, hutan, dan agroforestri yang sehat dan berketahanan memerlukan keanekaragaman pada tingkat spesies dan genetik. Keanekaragaman spesies pohon memungkinkan adanya beragam sumber makanan, struktur habitat, fungsi ekologi, dan stabilitas terhadap tekanan lingkungan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Chrispus Oduori, Kepala Ilmuwan Peneliti <\/strong><strong>Kenya Agricultural &amp; Livestock (KALRO),<\/strong> <strong>Kibos Centre: <\/strong>Keanekaragaman tumbuhan memungkinkan proses \u2018pra-budidaya\u2019. Pada dasarnya proses ini mengembangkan materi genetik baru melalui penyilangan kerabat tanaman liar atau spesies tanaman yang belum beradaptasi dengan tanaman budidaya untuk memperkenalkan karakter-karakter tanaman baru yang diinginkan ke dalam program budidaya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Asmund Asdal, Koordinator Svalbard Global Seed Vault di Nordic Genetic Resource Center (NordGen): <\/strong>Bank Genetik melestarikan dan menyediakan sumber daya penting ini untuk pembudidayaan dan penelitian. Svalbard Global Seed Vault menyediakan keamanan ekstra untuk sumber daya dengan menyimpan duplikasi benih dan sumber daya genetik dalam kondisi optimal di tempat yang aman.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kabar Hutan: <\/strong>Apa tantangan dalam mengelola bank benih di Afrika?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Aladele:<\/strong> Masalah finansial merupakan tantangan yang dihadapi sebagian besar bank benih: alokasi anggaran pemerintah yang buruk, infrastruktur yang buruk, dan kebijakan yang tidak konsisten. Untuk mengatasi hal ini, kita perlu bekerja dengan cara yang cerdas namun hati-hati. Kita harus memastikan bahwa koleksi disimpan dalam jumlah yang sangat sedikit atau dapat dikelola, dan bahwa regenerasi dilakukan secara perlahan dan dalam jangka waktu yang wajar, berdasarkan permintaan, distribusi, dan penilaian kelayakan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kabar Hutan:<\/strong> Apa yang menginspirasi Anda secara pribadi untuk melestarikan keanekaragaman hayati tanaman pangan?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Oduori:<\/strong> Saya tumbuh bersama nenek saya, petani yang sangat menyukai pekerjaannya, yang menanam beraneka tanaman. Dia akan melakukan tumpang sari tanaman ragi alias<em> jawawut (millet finger)<\/em> dengan wijen. Seiring bertambahnya usia saya, produksi <em>jawawut <\/em>menurun, dan wijen menghilang. Begitu pula dengan burung puyuh, yang merupakan hidangan lezat di Kenya bagian barat. Ternyata burung puyuh biasa memakan tanaman ini dan tidak dapat bertahan hidup tanpa tanaman tersebut. Hal ini ini membangkitkan semangat saya untuk melestarikan <em>jawawut. <\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Asdal<\/strong>: Saya senang dapat menjadi bagian dari upaya global yang sangat penting untuk masa depan. Hal yang paling menginspirasi saya adalah bisa berhubungan dengan\u2014dan bekerja dengan\u2014begitu banyak orang yang terampil dan antusias di berbagai bank gen di seluruh dunia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kabar Hutan:<\/strong> Bagaimana koleksi ini digunakan untuk meningkatkan penghidupan masyarakat?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Jamnadass:<\/strong> Keanekaragaman spesies pohon, hutan dapat menghasilkan makanan berlimpah, mendukung satwa liar yang kompleks, memperkaya proses ekologi, dan menahan wabah penyakit. Keanekaragaman genetik dalam setiap spesies pohon menghasilkan adaptasi, potensi evolusi, dan kemampuan penyesuaian dalam perubahan kondisi. Gen dan sifat yang bervariasi memungkinkan pohon beradaptasi dengan  perubahan iklim, bersaing dengan hama baru, atau memanfaatkan ketersediaan sumber daya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Aladele<\/strong>: Dalam proyek <em>Seeds for Resilience<\/em>, benih dari bank benih diberikan langsung kepada petani. Terkadang petani menghasilkan penemuan mengejutkan. Misalnya, sekelompok petani di Negara Bagian Kano di Nigeria utara menemukan varietas sorgum yang dapat matang dalam durasi setengah lebih cepat dibandingkan biasanya: dua bulan, bukan empat bulan. Artinya, hasil panen mereka berhasil \u2018mengalahkan\u2019 musim kemarau.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kabar Hutan: <\/strong>Mengapa kerja sama internasional diperlukan untuk membantu para pemegang koleksi benih di seluruh dunia untuk menyimpan benih mereka di Svalbard Global Seed Vault?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Asdal:<\/strong> Tidak ada negara atau wilayah yang mampu melakukan swasembada sumber daya genetik tanaman.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, upaya bersama selama bertahun-tahun telah mengorganisir konservasi dan penggunaan sumber daya ini.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerja sama internasional dan program pendanaan juga memastikan bahwa sumber daya berharga milik negara-negara di wilayah kurang berkembang dilestarikan, didukung, dan tersedia untuk ilmu pengetahuan dan pembudidayaan tanaman bagi semua negara \u2013 dan bagi umat manusia.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, perubahan iklim telah menghasilkan dampak yang membahayakan tanaman pangan. Oleh karena itu, melestarikan benih dari varietas tanaman yang berbeda menjadi penting sehingga pembudidaya dapat mengembangkan tanaman yang tahan terhadap banjir dan suhu tinggi, sekaligus tahan kekeringan, hama, dan penyakit. Negara-negara di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya untuk merestorasi wilayah hutan terdegradasi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":364,"featured_media":85376,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[11486,11487,7279,7071,6686],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3094],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[9822],"class_list":["post-85374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-bank-benih","tag-bahasa-benih","tag-bahasa-glf","tag-bahasa-global-landscapes-forum","tag-bahasa-iklim","type-bahasa-wawancara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat ini, perubahan iklim telah menghasilkan dampak yang membahayakan tanaman pangan. Oleh karena itu, melestarikan benih dari varietas tanaman yang berbeda menjadi penting sehingga pembudidaya dapat mengembangkan tanaman yang tahan terhadap banjir dan suhu tinggi, sekaligus tahan kekeringan, hama, dan penyakit. Negara-negara di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya untuk merestorasi wilayah hutan terdegradasi yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-06T00:30:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2047\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"David Henry\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim\"},\"author\":{\"name\":\"David Henry\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18\"},\"headline\":\"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim\",\"datePublished\":\"2023-11-06T00:30:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim\"},\"wordCount\":931,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim\",\"name\":\"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg\",\"datePublished\":\"2023-11-06T00:30:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg\",\"width\":2047,\"height\":1366,\"caption\":\"Aktivitas penanaman benih oleh petani di Kenya, Afrika. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18\",\"name\":\"David Henry\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g495ca2761fca34dfb5a2f6b5d002bf4a\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"David Henry\"},\"description\":\"David Henry is a freelance writer who focuses on issues relating to climate change, food security and sustainable development.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/davidhenry\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/85374\\\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim","og_description":"Saat ini, perubahan iklim telah menghasilkan dampak yang membahayakan tanaman pangan. Oleh karena itu, melestarikan benih dari varietas tanaman yang berbeda menjadi penting sehingga pembudidaya dapat mengembangkan tanaman yang tahan terhadap banjir dan suhu tinggi, sekaligus tahan kekeringan, hama, dan penyakit. Negara-negara di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya untuk merestorasi wilayah hutan terdegradasi yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-11-06T00:30:29+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:19+00:00","og_image":[{"width":2047,"height":1366,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"David Henry","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim"},"author":{"name":"David Henry","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18"},"headline":"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim","datePublished":"2023-11-06T00:30:29+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim"},"wordCount":931,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim","name":"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg","datePublished":"2023-11-06T00:30:29+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg","width":2047,"height":1366,"caption":"Aktivitas penanaman benih oleh petani di Kenya, Afrika. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"T+J: Bank benih \u2013 Bagian Penting Adaptasi Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18","name":"David Henry","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g495ca2761fca34dfb5a2f6b5d002bf4a","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"David Henry"},"description":"David Henry is a freelance writer who focuses on issues relating to climate change, food security and sustainable development.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/davidhenry"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/85374\/tj-bank-benih-bagian-penting-adaptasi-iklim#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/37391790210_810c4e1f86_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/364"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85374"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85374\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85382,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85374\/revisions\/85382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85374"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=85374"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=85374"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=85374"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=85374"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=85374"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=85374"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=85374"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=85374"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=85374"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=85374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}