{"id":84815,"date":"2023-10-25T13:08:46","date_gmt":"2023-10-25T06:08:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=84815"},"modified":"2025-08-04T07:49:20","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:20","slug":"penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim","title":{"rendered":"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Konferensi Iklim PBB ke-28 (COP28) akan berjalan sebentar lagi, dan negara-negara bersiap untuk mengevaluasi kemajuan dalam pengurangan emisi sejak diadopsinya Perjanjian Paris melalui Global Stocktake (GST) pertama, langkah-langkah untuk memitigasi perubahan iklim sedang menjadi sorotan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Upaya yang dilakukan beragam dan melibatkan banyak elemen kehidupan sehari-hari, seperti energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, serta pola makan dan sistem pangan yang ramah terhadap iklim. Namun, salah satu solusi paling penting sering berada di depan mata. Pohon yang berada di luar jendelamu? Rata-rata, pohon tersebut menyimpan sekitar <a href=\"https:\/\/www.usda.gov\/media\/blog\/2015\/03\/17\/power-one-tree-very-air-we-breathe\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">21 kilogram <\/a>(48 pound) karbon dioksida, sambil melepaskan oksigen sebagai gantinya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berikut lima alasan mengapa pohon harus dinilai sebagai bagian penting dari solusi krisis iklim.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>1. Kita perlu melebihi nol bersih \u2013 dan pohon dapat membantu <\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mencapai emisi &#8216;nol bersih&#8217; (situasi di mana emisi gas rumah kaca dikurangi sebanyak mungkin, dan sisa emisi yang ada diserap kembali dari atmosfer) menjadi fokus utama dalam diskusi iklim saat ini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tapi emisi nol-bersih saja tidak cukup,&#8221; kata Anja Gassner, Direktur untuk Eropa dari Center for International Forestry Research dan World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), <a href=\"https:\/\/events.globallandscapesforum.org\/nairobi-2023\/media-seminar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dalam seminar <\/a>media pada Oktober tahun ini. &#8220;Kita tidak hanya harus mengurangi  jumlah emisi yang sebenarnya kita lepaskan ke atmosfer. Kita juga harus secara aktif menarik kembali karbon dioksida.&#8221;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pohon sangat berguna untuk menarik kembali karbon dioksida. Untuk bertahan hidup dan tumbuh, pohon menyimpan karbon dari atmosfer dalam batang dan akar mereka. Pohon juga meningkatkan fungsionalitas tanah tempat mereka tumbuh, yang berarti tanah tersebut dapat menyimpan lebih banyak karbon untuk jangka waktu yang lebih lama.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>2. Pohon dapat meningkatkan ketahanan pangan dan gizi bagi komunitas yang rentan terhadap perubahan iklim<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa tahun terjadi, tingkat kerawanan pangan<a href=\"https:\/\/www.worldbank.org\/en\/news\/feature\/2022\/10\/17\/what-you-need-to-know-about-food-security-and-climate-change\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> meningkat secara dramatis<\/a>. Cuaca yang tidak seperti biasanya dan sulit diprediksi menjadi pendorong utama kerawanan pangan, terutama bagi para petani kecil dan subsisten di dunia. Tanpa solusi yang berkelanjutan, penurunan hasil panen akan membuat lebih banyak orang jatuh dalam kemiskinan \u2013 di Afrika saja, diperkirakan <a href=\"https:\/\/www.worldbank.org\/en\/news\/feature\/2022\/10\/17\/what-you-need-to-know-about-food-security-and-climate-change\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sekitar 43 juta orang<\/a> dapat jatuh di bawah garis kemiskinan pada 2030 sebagai akibat dari kerawanan pangan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pohon dapat membantu mengatasi krisis ini. Penelitian CIFOR-ICRAF menunjukkan bahwa hutan, pohon, dan agroforestri memainkan <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/8006\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">peran kunci \u2013 dan sering kali dianggap remeh<\/a> \u2013 dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi. Di antaranya kontribusi pohon terhadap pendapatan dan lapangan kerja; meningkatkan keragaman pangan; menyediakan bioenergi (dalam bentuk kayu bakar dan\/atau arang) untuk memasak dan merebus air; serta memberikan layanan ekosistem yang sangat penting untuk pertanian dan produksi pangan, seperti menjaga fungsionalitas daerah aliran air dan meningkatkan kesehatan dan kesuburan lahan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>3. Ada banyak tempat untuk menanam lebih banyak pohon<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Banyak dari kita menyadari pentingnya melestarikan hutan primer yang utuh, yang merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang langka dan memiliki cadangan karbon yang besar.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Namun, menanam dan melestarikan pohon di lanskap pertanian juga penting untuk konservasi keanekaragaman hayati, seperti yang ditekankan dan didorong oleh proyek<a href=\"https:\/\/treesonfarmsforbiodiversity.com\/about-trees-on-farms\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> Trees on Farms<\/a> (TonF) \u2013 serta menjaga layanan ekosistem yang mempertahankan karbon di tanah. Agroforestri menawarkan pendekatan andal dalam memenuhi kebutuhan keamanan pangan, mata pencaharian, dan mitigasi perubahan iklim, dengan menyimpan rata-rata<a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/climate-resilience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> 8,4 ton karbon<\/a> per hektare per tahun.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, &#8220;bahkan peningkatan kecil dalam tutupan pohon global di lahan pertanian dapat memberikan bantuan jangka pendek terhadap akumulasi karbon di atmosfer, memberikan manfaat bagi mata pencaharian petani kecil, keanekaragaman hayati, ekosistem, dan layanan ekosistem,&#8221; menurut studi internasional multidisiplin pada 2022.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>4. Nilai finansial menanam dan melindungi pohon sangat masuk akal <\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah di seluruh dunia telah menyadari bahwa biaya yang diperlukan untuk memulihkan kerusakan yang diakibatkan perubahan iklim sangat besar, dan diperkirakan akan semakin mahal. Dalam konteks ini, berinvestasi pada pohon, hutan, dan agroforestri merupakan keputusan finansial yang masuk akal.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, investasi sebesar USD 800 juta yang dilakukan <a href=\"https:\/\/www.foreststreesagroforestry.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CGIAR Research Program on Forests, Trees and Agroforestr<\/a>y selama sepuluh tahun antara 2011 dan 2021 secara konservatif diperkirakan dapat memberikan keuntungan ekonomi sebesar USD 240 miliar dan menghindari kerugian dengan meningkatkan perlindungan hutan, memulihkan lahan yang terdegradasi, meningkatkan pengelolaan, serta membantu meningkatkan ketahanan pangan, gizi, dan mata pencaharian. Dari segi investasi, ini memiliki nilai yang sangat besar.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>5. Pohon dapat membantu membangun ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Peristiwa cuaca ekstrem telah menunjukkan bahwa pohon dapat memberikan perlindungan yang dibutuhkan ketika ancaman perubahan iklim meningkat. Misalnya, mangrove memainkan <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/swamp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">peran kunci<\/a> dalam mengurangi dampak gelombang badai bagi komunitas pesisir yang rentan, sedangkan pohon di daerah yang kekurangan air <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/climate-resilience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">membantu mengatur iklim<\/a> dan meningkatkan kapasitas penyimpanan air tanah.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, dengan menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati, keberadaan pohon juga meningkatkan kemungkinan bahwa beberapa spesies yang mereka dukung akan mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan \u2013 dengan demikian membantu menyuburkan ekosistem di masa depan dan memastikan bahwa ekosistem tersebut dapat melayani kehidupan dan mata pencaharian untuk generasi yang akan datang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konferensi Iklim PBB ke-28 (COP28) akan berjalan sebentar lagi, dan negara-negara bersiap untuk mengevaluasi kemajuan dalam pengurangan emisi sejak diadopsinya Perjanjian Paris melalui Global Stocktake (GST) pertama, langkah-langkah untuk memitigasi perubahan iklim sedang menjadi sorotan. Upaya yang dilakukan beragam dan melibatkan banyak elemen kehidupan sehari-hari, seperti energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, serta pola makan dan sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":84819,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[11448,6686,6368,7478],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-84815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-cop28","tag-bahasa-iklim","tag-bahasa-perjanjian-paris","tag-bahasa-pohon","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konferensi Iklim PBB ke-28 (COP28) akan berjalan sebentar lagi, dan negara-negara bersiap untuk mengevaluasi kemajuan dalam pengurangan emisi sejak diadopsinya Perjanjian Paris melalui Global Stocktake (GST) pertama, langkah-langkah untuk memitigasi perubahan iklim sedang menjadi sorotan. Upaya yang dilakukan beragam dan melibatkan banyak elemen kehidupan sehari-hari, seperti energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, serta pola makan dan sistem [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-25T06:08:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim\",\"datePublished\":\"2023-10-25T06:08:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim\"},\"wordCount\":758,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim\",\"name\":\"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg\",\"datePublished\":\"2023-10-25T06:08:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/11\\\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Penduduk desa di Amazon Peru dengan burung beo peliharaannya. Foto oleh: Marlon del Aguila Guerrero\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84815\\\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim","og_description":"Konferensi Iklim PBB ke-28 (COP28) akan berjalan sebentar lagi, dan negara-negara bersiap untuk mengevaluasi kemajuan dalam pengurangan emisi sejak diadopsinya Perjanjian Paris melalui Global Stocktake (GST) pertama, langkah-langkah untuk memitigasi perubahan iklim sedang menjadi sorotan. Upaya yang dilakukan beragam dan melibatkan banyak elemen kehidupan sehari-hari, seperti energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, serta pola makan dan sistem [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-10-25T06:08:46+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:20+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim","datePublished":"2023-10-25T06:08:46+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim"},"wordCount":758,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim","name":"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg","datePublished":"2023-10-25T06:08:46+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Penduduk desa di Amazon Peru dengan burung beo peliharaannya. Foto oleh: Marlon del Aguila Guerrero\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penjelasan: Lima Alasan Mengapa Pohon adalah Solusi untuk Krisis Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84815\/penjelasan-lima-alasan-mengapa-pohon-adalah-solusi-untuk-krisis-iklim#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/36700018171_b337a6c8d0_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84815"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84815\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84821,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84815\/revisions\/84821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84815"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=84815"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=84815"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=84815"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=84815"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=84815"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=84815"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=84815"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=84815"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=84815"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=84815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}