{"id":84574,"date":"2023-10-18T13:35:15","date_gmt":"2023-10-18T06:35:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=84574"},"modified":"2025-08-04T07:49:20","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:20","slug":"adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan","title":{"rendered":"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan?"},"content":{"rendered":"<div>\n<p>Hubungan antara hutan dan kesehatan manusia saat ini mendapat perhatian yang tinggi. Sebagian besar kita telah mendengar mengenai penyakit pernapasan akibat asap kebakaran hutan di Amazon dan Asia Tenggara \u2013 dan risiko penyakit seperti Ebola dan (kemungkinan) COVID-19 yang menular dari satwa hutan ke manusia.<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Namun, seringkali kita lupa bahwa hutan menyokong masyarakat secara positif. Hutan, misalnya, juga dapat memitigasi dampak bencana alam. Sebagai contoh, kawasan yang lebih banyak kehilangan mangrove pesisir mengalami tingkat kematian dan cedera lebih tinggi saat gempa dan tsunami Samudera Hindia 2004 lalu. Pangan dari hutan juga <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/48121\/forests-foods-and-healthy-diets?fnl=en\">memainkan peran signifikan<\/a><span class=\"apple-converted-space\"> pada kualitas nutrisi masyarakat. <\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>\u201cKita masih belum sepenuhnya mengungkap spektrum manfaat kesehatan dan potensi risiko yang diberikan hutan pada manusia,\u201d kata Todd Rosenstock, Ilmuwan Utama Aliansi Keanekaragaman Hayati-CIAT dan penulis utama <a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/37558344\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Telaah terbaru<\/a> <em>The Lancet Planetary Health mengenai <\/em>peta sistematis yang menyingkap sejumlah jalan yang mungkin terabaikan \u2013 dan memberikan wawasan penting bagi riset masa depan.<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Karya ini disusun oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian Kehutanan Internasional dan World Agroforestry (<a href=\"http:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CIFOR-ICRAF<\/a>), serta sejumlah universitas. Para peneliti mengidentifikasi 452 artikel terkait hutan, manajemen hutan, dan kesehatan manusia. Topik ini kemudian diklasifikasikan sesuai dengan tipe geografis, tematik, metodologi, dan keluaran dari kajian.<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Hasilnya menunjukkan bahwa relasi antar faktor-faktor tersebut tidak secara langsung. \u201cUpaya riset gobal kurang bersejalan dengan risiko langsung pada populasi, mengungkap kesenjangan signifikan dalam upaya riset pada jalan penting kesehatan hutan,\u201d ringkas para penulis. Misalnya, sebagaimana ditunjukkan peta di bawah ini, separuh penelitian mengambil tempat di satu dari enam negara saja (AS, Brasil, India, Malaysia, Cina, dan Kanada), dan lebih dari 80 persen terfokus pada negara berpenghasilan tinggi dan menengah tinggi \u2013 sementara 10 persen berada di sub-sahara Afrika. Negara berhutan berpenghasilan rendah, yang dapat dianggap berisiko tinggi bagi sejumlah perubahan terkait hutan-dan-kesehatan, hanya menjadi lokasi dari 4 persen penelitian.<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><strong>Peta: Distribusi geografis dari 452 penelitian<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%; height: auto;\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/global-maps.png\" alt=\"\" \/><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Salah satu contoh ketidaksesuaian ini ada dalam penelitian malaria \u2013beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini merupakan dampak hilangnya hutan \u2013 meski tidak secara tunggal dan linear \u2013 dapat menjadi petunjuk. \u201cHanya sekitar 9 persen penelitian mengenai hutan dan malaria dilakukan di Afrika, meskipun 95 persen beban penyakit malaria ditemukan di Afrika, selain 96 persen kematian akibat malaria,\u201d kata Amy Ickowitz, Ilmuwan Senior CIFOR-ICRAF yang terlibat dalam kajian ini.<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Para penulis menyatakan bahwa studi masa datang perlu lebih jauh menginvestigasi dampak bagi manusia dan populasi \u201cBanyak riset hanya melihat hasil jangka menengah, tanpa tindak lanjut untuk melihat dampak utama pada kesehatan manusia dan masyarakat,\u201d kata Ickowitz. \u201cJadi, misalnya, ada studi bagaimana hutan mempengaruhi infeksi kutu Lyme pada populasi rusa, namun banyak yang tidak berlanjut untuk mencari apa artinya bagi kesehatan manusia \u2013 mereka berhenti di situ saja.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Hal ini terkait dengan kurangnya multidisiplin dalam tim penelitian, katanya. \u201cMisalnya, ahli ekologi telah melakukan pemantauan populasi satwa dan memeriksa penyakitnya atau memantau infeksi parasitis nyamuk \u2013 namun, jika mereka bekerja dalam tim multidisiplin, katakanlah dengan epidemiologis dan\/atau ekonom, mereka bisa melangkah lebih jauh untuk menelaah dampak infeksi ini pada populasi manusia, dan juga pada kerugian pada masyarakat.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p>Para peneliti menduga bahwa pemetaan risiko formal bisa membantu untuk mengidentifikasi isu yang kurang diteliti dan menargetkan penelitian di masa datang ke arah area risiko lebih besar. \u201cStudi seharusnya fokus pada tantangan kesehatan kunci yang mempengaruhi sebagian besar orang di wilayah mereka, atau tantangan yang memberi dampak buruk pada kesehatan,\u201d kata Rosenstock. \u201cHal tersebut bisa tidak sama, misalnya, ebola sangat mematikan, tetapi tidak mempengaruhi manusia sebanyak malaria. Penting untuk lebih dipelajari mengenai relasi antara jenis penyakit dan penggunaan lahan.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<p>Orientasi seperti itu akan memerlukan eskalasi kolaborasi lintas disiplin, meningkatkan penelitian pada jalur terabaikan dan kurang terwakili dalam populasi manusia, serta tautan nyata pada pengaruh langsung pada kesehatan manusia, kata para penulis. \u201cSebagaimana makin kita pahami bahwa kesehatan lingkungan hidup dan masyarakat saling bertaut,\u201d ringkas mereka, \u201cTidak mengeksplorasi tautan ini dengan perspektif multidisiplin seperti mengabaikan hutan untuk hanya melihat pohon.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hubungan antara hutan dan kesehatan manusia saat ini mendapat perhatian yang tinggi. Sebagian besar kita telah mendengar mengenai penyakit pernapasan akibat asap kebakaran hutan di Amazon dan Asia Tenggara \u2013 dan risiko penyakit seperti Ebola dan (kemungkinan) COVID-19 yang menular dari satwa hutan ke manusia. Namun, seringkali kita lupa bahwa hutan menyokong masyarakat secara positif. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":84575,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[5854,6686,2569,2647],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-84574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-hutan","tag-bahasa-iklim","tag-bahasa-kesehatan","tag-bahasa-restorasi","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hubungan antara hutan dan kesehatan manusia saat ini mendapat perhatian yang tinggi. Sebagian besar kita telah mendengar mengenai penyakit pernapasan akibat asap kebakaran hutan di Amazon dan Asia Tenggara \u2013 dan risiko penyakit seperti Ebola dan (kemungkinan) COVID-19 yang menular dari satwa hutan ke manusia. Namun, seringkali kita lupa bahwa hutan menyokong masyarakat secara positif. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-18T06:35:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1702\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan?\",\"datePublished\":\"2023-10-18T06:35:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan\"},\"wordCount\":628,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan\",\"name\":\"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2023-10-18T06:35:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1702,\"caption\":\"Potret kelelawar di Gunung Lumut, Kalimantan Timur, Indonesia. Foto oleh: Jan van der Ploeg\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84574\\\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan?","og_description":"Hubungan antara hutan dan kesehatan manusia saat ini mendapat perhatian yang tinggi. Sebagian besar kita telah mendengar mengenai penyakit pernapasan akibat asap kebakaran hutan di Amazon dan Asia Tenggara \u2013 dan risiko penyakit seperti Ebola dan (kemungkinan) COVID-19 yang menular dari satwa hutan ke manusia. Namun, seringkali kita lupa bahwa hutan menyokong masyarakat secara positif. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-10-18T06:35:15+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:20+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1702,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan?","datePublished":"2023-10-18T06:35:15+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan"},"wordCount":628,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan","name":"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg","datePublished":"2023-10-18T06:35:15+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg","width":2560,"height":1702,"caption":"Potret kelelawar di Gunung Lumut, Kalimantan Timur, Indonesia. Foto oleh: Jan van der Ploeg\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Adakah yang Kita Lupakan dalam Kaitan antara Hutan dan Kesehatan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84574\/adakah-yang-kita-lupakan-dalam-kaitan-antara-hutan-dan-kesehatan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/35734823340_7f15ae654c_o-scaled.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84574"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84574\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84579,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84574\/revisions\/84579"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84574"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=84574"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=84574"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=84574"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=84574"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=84574"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=84574"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=84574"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=84574"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=84574"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=84574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}