{"id":84201,"date":"2023-09-14T13:16:52","date_gmt":"2023-09-14T06:16:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=84201"},"modified":"2025-08-04T07:49:21","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:21","slug":"kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat","title":{"rendered":"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Di pedalaman Indonesia, membuka hutan dan gambut untuk perkebunan adalah praktik umum di kalangan komunitas lokal. Praktik tersebut bisa membawa dampak menghancurkan apabila kebakaran tak dapat dikendalikan. Kebakaran gambut khususnya, amat sulit dikendalikan karena tak terlihat di permukaan-kebakaran berlangsung di lapisan bawah gambut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Guna mencegah kebakaran hutan dan gambut, Center for International Forestry Research and World Agroforestry (<a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CIFOR-ICRAF<\/a>) bekerja sama dengan beberapa mitra peneliti dari lokal dan regional: Pemprov Riau, Pusat Penelitian Gambut dan Bencana Universitas Riau dan Sedagho Siak, koalisi organisasi masyarakat sipil di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Para mitra melakukan riset dengan pendekatan aksi-bersama, <em>Participatory Action Research<\/em> (PAR) pada pencegahan karhutla dan pemulihan gambut di komunitas tapak, di desa-desa Kayu Ara Permai dan Penyengat di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Lokasi tersebut strategis: lebih dari separuh wilayah Kabupaten Siak berupa gambut, dan kebakaran yang berlangsung akhir-akhir ini, tahun 2020 dan 2021, terjadi kebakaran pada sekitar 4-5 persen wilayah hutan dan gambut di Provinsi Riau.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada acara yang berlangsung di Jakarta, 30 Agustus 2023, para mitra penelitian meluncurkan buku berjudul, \u2018Fire Prevention and Peatland Restoration \u2013 Community-based Action in the Digital Age\u2019, menuliskan temuan penelitian mereka. Mereka juga meluncurkan buku panduan dan Kumpulan Pelajaran yang didapatkan dari penelitian tersebut, hasil tulisan kolaboratif dengan masyarakat lokal yang akan dibagikan kepada kolega CIFOR-ICRAF di Amerika Selatan dan Afrika.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Herry Purnomo, Ketua Tim Penelitian, Ilmuwan Senior dan Deputi Direktur CIFOR-ICRAF Indonesia, berbagi poin-poin penting yang positif dari penerapan <em>Participatory Actions Research <\/em>(PAR) yang digunakan dalam proyek tersebut, yang merupakan kombiasi dari penelitian dan aksi. \u201cRestorasi yang baik tidak akan terjadi jika kita mengabaikan peran dari masyarakat lokal,\u201c ujarnya. \u201cKarena alasan tersebut, kami bekerja keras di lapangan untuk bersinergi dalam membangun model bisnis. Kita tidak dapat memulihkan gambut jika kita tidak meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam proyek ini diterapkan metode PAR <em>Augmented<\/em> yang terbagi dalam fase-fase refleksi, perencanaan, aksi, dan pemantauan. \u201cSeperti dalam fase aksi, kami tidak hanya memberikan rekomendasi namun kami memberikan hasil yang dapat dijadikan sebagai pembuatan kebijakan barbasis-bukti,\u201d ujar Purnomo. Dari proses tersebut nampak nilai PAR untuk efisiensi-biaya restorasi dan hasil dari pemantauan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Menjalankan riset di masa COVID-19 penuh dengan tantangan, karena peneliti tidak dapat melakukan interaksi tatap muka dengan komunitas yang diteliti, dan harus menggunakan beragam pilihan atas Teknologi Komunikasi Informasi (CTI-<em>Information and Communication Technology <\/em>(ICT) yang memungkinkan membangun partisipasi dari jarak jauh, seperti Zoom, Google, Meet, dan WhatsAspp. Namun demikian, sebagai suatu terbitan daring, keterbatasan ini juga membawa hal positif, dan menjadi suatu pembelajaran penting bagaimana melakukan kolaborasi jarak jauh.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Peneliti CIFOR-ICRAF, Dyah Puspitaloka menyatakan harapannya, agar publikasi ini dapat menginspirasi komunitas-komunitas lain di tempat-tempat lain dalam menghadapi tantangan dan menghasilkan inovasi. \u201cKami berharap riset ini bisa membawa transformasi digital untuk para peneliti, dan demikian juga untuk komunitas akar rumput, dan bisa digunakan untuk membangun model-model bisnis bersama.\u201d Dalam proyek yang dilakukan itu, ujarnya, lahir berbagai kemungkinan membangun bisnis di lahan gambut seperti perikanan, perkebunan, wisata alam, namun pewujudannya masih membutuhkan riset-riset lanjutan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Rogier Klaver, Kepala Manajemen Proyek CIFOR-ICRAF menegaskan, bahwa keterlibatan semua pemangku-kepentingan dari pemerintah lokal hingga nasional, dunia usaha, masyarakat sipil, akademia, dan masyarakat lokal memainkan peran amat penting dalam mencegah karhutla dan restorasi gambut. Kaharuddin, Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah Riau menguatkan: \u201cSuatu sistem yang terintegrasi amat dibutuhkan untuk menciptakan kecepatan dan ketepatan dalam penanganan karhutla,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Husni Merza, Wakil Bupati Siak, mengatakan bahwa di beberapa desa sudah dialokasikan dana untuk pencegahan karhutla, dan harus didorong untuk menggunakannya dengan bantuan dari pemangku-kepentingan lainnya. \u201cKami juga menyebarluaskan pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman apa yang cocok untuk ditanam di lahan gambut dan memiliki keuntungan ekonomi.\u201d<\/p>\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-23441af8 wp-block-group-is-layout-flex\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"623\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-623x415.jpg\" class=\"wp-image-84275\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-800x533.jpg 800w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k-1100x733.jpg 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53183523342_58229909ee_k.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Strengthening Fire Prevention in the Dry Season and EI-Ni\u00f1o through Community-Based Peat Restoration in the Digital Age. Foto oleh: Aulia Erlangga\/CIFOR-ICRAF <a href=\"\"><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"623\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-623x415.jpg\" class=\"wp-image-84276\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-800x533.jpg 800w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k-1100x733.jpg 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/53184608098_956e01c5ab_k.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Strengthening Fire Prevention in the Dry Season and EI-Ni\u00f1o through Community-Based Peat Restoration in the Digital Age. Foto oleh: Aulia Erlangga\/CIFOR-ICRAF <a href=\"\"><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Peneliti Senior CIFOR-ICRAF, Beni Okarda mengatakan bahwa riset ini telah menyumbang pada pengembangan sistem pemantauan restorasi berbasis-komunitas, di mana komunitas didorong untuk berpartisipasi dalam pengumpulan data dengan memantau tingkat permukaan air di gambut, dan tutupan pohon \u2013 termasuk menetapkan titik-tititk pemantauan permukaan air, serta menyiapkan dan membuat sumur-resapan serta tiang-tiang pancang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ahli ekologi Universtas Riau, Ahmad Muhammad mengatakan bahwa model \u201c<em>Fire Care Communities<\/em>\u201d (Masyarakat Peduli Api) telah dibentuk sejak 2015, dan sekarang dibutuhkan Masyarakat Peduli Air (<em>Water Care Community<\/em>) untuk mengawasi kondisi kelangkaan air di lahan gambut. \u201cHal terpenting adalah menumbuhkan inisiatif dari bawah lebih banyak lagi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Riset ini didukung oleh <\/em>Temasek Foundation dan Singapore Cooperation Enterprise.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut pada topik ini, silakan kontak Herry Purnomo di email <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"mailto:h.purnomo@cifor-icraf.org\"><strong>h.purnomo@cifor-icraf.org<\/strong><\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di pedalaman Indonesia, membuka hutan dan gambut untuk perkebunan adalah praktik umum di kalangan komunitas lokal. Praktik tersebut bisa membawa dampak menghancurkan apabila kebakaran tak dapat dikendalikan. Kebakaran gambut khususnya, amat sulit dikendalikan karena tak terlihat di permukaan-kebakaran berlangsung di lapisan bawah gambut. Guna mencegah kebakaran hutan dan gambut, Center for International Forestry Research and [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":502,"featured_media":84274,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[7011,2622,11381,11380],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[11390],"class_list":["post-84201","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-gambut","tag-bahasa-lahan-gambut","tag-bahasa-pencegahan-karhutla","tag-bahasa-restorasi-lahan-gambut","type-bahasa-liputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di pedalaman Indonesia, membuka hutan dan gambut untuk perkebunan adalah praktik umum di kalangan komunitas lokal. Praktik tersebut bisa membawa dampak menghancurkan apabila kebakaran tak dapat dikendalikan. Kebakaran gambut khususnya, amat sulit dikendalikan karena tak terlihat di permukaan-kebakaran berlangsung di lapisan bawah gambut. Guna mencegah kebakaran hutan dan gambut, Center for International Forestry Research and [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-14T06:16:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Brigitta Isworo Laksmi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat\"},\"author\":{\"name\":\"Brigitta Isworo Laksmi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50a669eaa675cc6d95dbf8141ffd76a1\"},\"headline\":\"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d\",\"datePublished\":\"2023-09-14T06:16:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat\"},\"wordCount\":728,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/09\\\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat\",\"name\":\"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/09\\\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-14T06:16:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/09\\\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/09\\\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Potret jarak dekat dari lahan gambut Indonesia. Foto oleh Rifky\\\/CIFOR-ICRAF.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50a669eaa675cc6d95dbf8141ffd76a1\",\"name\":\"Brigitta Isworo Laksmi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/24dd5c284259c3c29f4fe6ddac27a57ff3c9a52bd5ba81d6630e053d3ea6cad0?s=96&d=mm&r=g9b4a8a019758a43e298e23e88c093b34\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/24dd5c284259c3c29f4fe6ddac27a57ff3c9a52bd5ba81d6630e053d3ea6cad0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/24dd5c284259c3c29f4fe6ddac27a57ff3c9a52bd5ba81d6630e053d3ea6cad0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Brigitta Isworo Laksmi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/brigitta\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/84201\\\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d","og_description":"Di pedalaman Indonesia, membuka hutan dan gambut untuk perkebunan adalah praktik umum di kalangan komunitas lokal. Praktik tersebut bisa membawa dampak menghancurkan apabila kebakaran tak dapat dikendalikan. Kebakaran gambut khususnya, amat sulit dikendalikan karena tak terlihat di permukaan-kebakaran berlangsung di lapisan bawah gambut. Guna mencegah kebakaran hutan dan gambut, Center for International Forestry Research and [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-09-14T06:16:52+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:21+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Brigitta Isworo Laksmi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat"},"author":{"name":"Brigitta Isworo Laksmi","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50a669eaa675cc6d95dbf8141ffd76a1"},"headline":"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d","datePublished":"2023-09-14T06:16:52+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat"},"wordCount":728,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat","name":"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg","datePublished":"2023-09-14T06:16:52+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Potret jarak dekat dari lahan gambut Indonesia. Foto oleh Rifky\/CIFOR-ICRAF."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u201cKita Tidak Dapat Memulihkan Gambut Tanpa Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat\u201d"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50a669eaa675cc6d95dbf8141ffd76a1","name":"Brigitta Isworo Laksmi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/24dd5c284259c3c29f4fe6ddac27a57ff3c9a52bd5ba81d6630e053d3ea6cad0?s=96&d=mm&r=g9b4a8a019758a43e298e23e88c093b34","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/24dd5c284259c3c29f4fe6ddac27a57ff3c9a52bd5ba81d6630e053d3ea6cad0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/24dd5c284259c3c29f4fe6ddac27a57ff3c9a52bd5ba81d6630e053d3ea6cad0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Brigitta Isworo Laksmi"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/brigitta"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/84201\/kita-tidak-dapat-memulihkan-gambut-tanpa-meningkatkan-taraf-hidup-masyarakat#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/46952471292_f72f0703a9_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/502"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84201"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84201\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84277,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84201\/revisions\/84277"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84201"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=84201"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=84201"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=84201"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=84201"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=84201"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=84201"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=84201"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=84201"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=84201"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=84201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}