{"id":83730,"date":"2023-08-01T10:23:06","date_gmt":"2023-08-01T03:23:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=83730"},"modified":"2025-08-04T07:49:22","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:22","slug":"seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal","title":{"rendered":"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal"},"content":{"rendered":"<p>Sebuah laporan PBB menyebutkan, jumlah orang di seluruh dunia yang menghadapi kelaparan meningkat jadi lebih dari 122 juta orang sejak 2019 akibat <a href=\"https:\/\/www.unicef.org\/eap\/press-releases\/un-report-pandemic-year-marked-spike-world-hunger\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pandemi<\/a> COVID-19, perang Ukraina dan cuaca ekstrem.<\/p>\n<p>Diperkirakan sebanyak 691 juta hingga 783 juta orang kekurangan makanan pada 2022, yang secara total memengaruhi 9,2% populasi global dibanding 7,9% pada 2019, setahun sebelum pandemi berawal. Hal ini <a href=\"https:\/\/www.fao.org\/documents\/card\/en\/c\/cc3017en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dilaporkan<\/a> dalam Status Keamanan Pangan dan Nutrisi Dunia (SOFI) 2023, yang disusun oleh lima badan PBB.<\/p>\n<p>Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (<a href=\"https:\/\/www.fao.org\/home\/en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">FAO<\/a>), Dana Pembangunan Pertanian Internasional (<a href=\"https:\/\/www.ifad.org\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">IFAD<\/a>), Dana Anak PBB (<a href=\"https:\/\/www.unicef.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">UNICEF<\/a>), Organisasi Kesehatan Dunia (<a href=\"https:\/\/www.who.int\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">WHO<\/a>) dan Program Pangan Dunia (<a href=\"https:\/\/www.wfp.org\/support-us\/stories\/donate?utm_source=google&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=15931917801&amp;utm_content=130788667405&amp;gclid=EAIaIQobChMIq9iKqpmLgAMV6EFBAh23RgObEAAYASAAEgIp-PD_BwE&amp;gclsrc=aw.ds\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">WFP<\/a>) menyajikan pembaruan tahunan mengenai kemajuan dunia dalam mengakhiri kelaparan, mewujudkan keamanan pangan dan meningkatkan nutrisi.<\/p>\n<p>Laporan 2023 menekankan pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB terkait penciptaan dunia <a href=\"https:\/\/www.un.org\/sustainabledevelopment\/hunger\/#:~:text=Sustainable%20Development%20Goal%202%20is,million%20more%20than%20in%202019.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">bebas dari kelaparan<\/a> pada 2030 yang berada dalam bahaya jika tren ini berlanjut. Diproyeksikan bahwa sekitar 600 juta orang akan mengalami kekurangan gizi kronis pada akhir dekade.<\/p>\n<p>\u201cLaporan terakhir SOFI menyoroti kebutuhan mendesak untuk membalikkan tren yang melemahkan kemampuan mewujudkan dunia tanpa kelaparan pada 2030,\u201d kata <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/staff\/eliane-ubalijoro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">\u00c9liane Ubalijoro<\/a>, Direktur Utama Pusat Penelitian Kehutanan dan World Agroforestri (CIFOR-ICRAF). \u201cBentang alam pohon, hutan dan agroforestri memainkan peran vital dalam proses ini, dengan membantu mengatasi kelindan tantangan kehilangan keanekaragaman hayati, perubahan iklim, keamanan pangan, penghidupan, dan ketidakadilan.\u201d<\/p>\n\n<p>Dalam membantu transformasi sistem pangan, <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/research\/topic\/tree-planting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CIFOR-ICRAF<\/a> mempromosikan adopsi skala besar pendekatan agroekologi, termasuk strategi yang dipimpin petani untuk meningkatkan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/77195\/why-trees-on-farms-make-a-win-win-for-people-and-nature?fnl=en\">tutupan dan keragaman hutan<\/a> lintas bentang alam pertanian. Dengan menyajikan bukti bagaimana hutan dan pohon berkontribusi pada diet masyarakat, didorong upaya meningkatkan kesadaran dan memengaruhi kebijakan nasional untuk memasukkan hutan dan pohon sebagai bagian dari sistem pangan nasional dan lokal.<\/p>\n<p>\u201cLaporan SOFI 2023 menunjukkan, dalam dunia dengan krisis berulang sebagai norma baru, meningkatkan resiliensi <a href=\"https:\/\/www.fao.org\/newsroom\/detail\/FAO-g20-agriculture-ministers-agrifood-systems-biodiversity-and-climate-crises\/en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sistem agripangan<\/a> menjadi prioritas,\u201d kata David Laborde, Direktur Divisi Ekonomi Agripangan FAO (ESA). \u201cKehutanan memiliki peran kunci yang perlu dimainkan dalam sistem ini. Rentang aksi dan peluangnya besar: dari membantu regulasi aliran air dan mitigasi keparahan gelombang panas, hingga memberikan diversifikasi opsi pencaharian serta sistem produksi teringrasi yang lebih kuat.\u201d<\/p>\n<p>Meski terstabilkan pada 2022, kelaparan global terus meningkat di sejumlah negara rentan, khususnya di Afrika. Menangkap peluang yang diberikan hutan, baik dengan membangun kembali hutan di <a href=\"https:\/\/news.un.org\/en\/story\/2022\/01\/1110322\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">wilayah Sahel<\/a>, atau menjaga jasa hutan di Afrika Tengah dan Timur merupakan bagian dari upaya membalikkan tren kelaparan di negara-negara tersebut, kata Laborde.<\/p>\n<p>Sebagai upaya mengatasi <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/research\/challenges\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">lima tantangan global<\/a>, CIFOR-ICRAF berkomitmen mentransformasi sistem pangan berbasis manajemen lahan berkelanjutan, keadilan hasil bagi masyarakat adat dan lokal, serta rantai pasok yang berbasis pada praktik baik lingkungan dan inklusi sosial.<\/p>\n\n<p>Pohon dapat berkontribusi besar dalam mendorong produktivitas sistem pertanian dan kehidupan masyarakat desa, yang menyediakan sebagian besar pangan dunia. CIFOR-ICRAF memfasilitasi proses ini dengan membantu petani memilih <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/research\/topic\/tree-planting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pohon yang tepat di tempat yang tepat untuk tujuan yang tepat<\/a> di lahan mereka dan mengelolanya secara efektif.<\/p>\n<p>\u201c<a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/79922\/realising-the-right-to-food?fnl=\">Agroekologi<\/a> memungkinkan petani melakukan budi daya pangan sekaligus menjaga kesehatan tanah dan meningkatkan resiliensi sistem pangan,\u201d kata <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/staff\/fergus-sinclair\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Fergus Sinclair<\/a>, Kepala Ilmuwan CIFOR-ICRAF. \u201cDunia memproduksi cukup pangan untuk dua kali lipat populasi saat ini, namun jutaan orang masih kelaparan. Empasis lebih besar pada agroekologi, termasuk mengurangi kehilangan pangan dan sampah, bisa membantu pengambil keputusan mengatasi memburuknya krisis pangan global.\u201d<\/p>\n<p>Laporan SOFI 2023 menggarisbawahi bahwa agroekologi memiliki peran dalam mengakhiri kelaparan pada akhir dekade sembari menawarkan manfaat lain. Pada tingkat tapak, pertanian dan bentang alam, agroekologi dapat membantu meningkatkan pendapatan petani, mendorong keamanan pangan dan nutrisi, penggunaan air secara lebih efisien dan menyempurnakan daur nutrisi, selain konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan jasa lingkungan lain.<\/p>\n<p>Menurut badan-badan PBB ini, sistem agripangan juga perlu dipandang lebih dari sekadar pembagian tradisional kota-desa. Terkait pertumbuhan pendudukan, kota kecil dan menengah, serta kota desa yang memperluas ruang keterhubungan wilayah desa dan kota besar, tercipta tantangan dan peluang untuk memastikan setiap orang mendapat akses pada diet sehat terjangkau.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah laporan PBB menyebutkan, jumlah orang di seluruh dunia yang menghadapi kelaparan meningkat jadi lebih dari 122 juta orang sejak 2019 akibat pandemi COVID-19, perang Ukraina dan cuaca ekstrem. Diperkirakan sebanyak 691 juta hingga 783 juta orang kekurangan makanan pada 2022, yang secara total memengaruhi 9,2% populasi global dibanding 7,9% pada 2019, setahun sebelum pandemi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":364,"featured_media":83732,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[7346,2550,7446],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[9822],"class_list":["post-83730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-keamanan-pangan","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-pangan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebuah laporan PBB menyebutkan, jumlah orang di seluruh dunia yang menghadapi kelaparan meningkat jadi lebih dari 122 juta orang sejak 2019 akibat pandemi COVID-19, perang Ukraina dan cuaca ekstrem. Diperkirakan sebanyak 691 juta hingga 783 juta orang kekurangan makanan pada 2022, yang secara total memengaruhi 9,2% populasi global dibanding 7,9% pada 2019, setahun sebelum pandemi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-01T03:23:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1367\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"David Henry\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal\"},\"author\":{\"name\":\"David Henry\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18\"},\"headline\":\"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal\",\"datePublished\":\"2023-08-01T03:23:06+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal\"},\"wordCount\":620,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal\",\"name\":\"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg\",\"datePublished\":\"2023-08-01T03:23:06+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/08\\\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1367,\"caption\":\"Lanskap pohon, hutan, dan agroforestri memiliki peran penting dalam upaya mencapai nol kelaparan pada tahun 2030. Foto oleh: Icaro Cooke Vieira\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18\",\"name\":\"David Henry\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g495ca2761fca34dfb5a2f6b5d002bf4a\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"David Henry\"},\"description\":\"David Henry is a freelance writer who focuses on issues relating to climate change, food security and sustainable development.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/davidhenry\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83730\\\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal","og_description":"Sebuah laporan PBB menyebutkan, jumlah orang di seluruh dunia yang menghadapi kelaparan meningkat jadi lebih dari 122 juta orang sejak 2019 akibat pandemi COVID-19, perang Ukraina dan cuaca ekstrem. Diperkirakan sebanyak 691 juta hingga 783 juta orang kekurangan makanan pada 2022, yang secara total memengaruhi 9,2% populasi global dibanding 7,9% pada 2019, setahun sebelum pandemi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-08-01T03:23:06+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:22+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1367,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"David Henry","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal"},"author":{"name":"David Henry","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18"},"headline":"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal","datePublished":"2023-08-01T03:23:06+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal"},"wordCount":620,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal","name":"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg","datePublished":"2023-08-01T03:23:06+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg","width":2048,"height":1367,"caption":"Lanskap pohon, hutan, dan agroforestri memiliki peran penting dalam upaya mencapai nol kelaparan pada tahun 2030. Foto oleh: Icaro Cooke Vieira\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Seiring Memburuknya Krisis Pangan, Tujuan PBB Mengakhiri Kelaparan pada 2030 Terancam Gagal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18","name":"David Henry","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g495ca2761fca34dfb5a2f6b5d002bf4a","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"David Henry"},"description":"David Henry is a freelance writer who focuses on issues relating to climate change, food security and sustainable development.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/davidhenry"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83730\/seiring-memburuknya-krisis-pangan-tujuan-pbb-mengakhiri-kelaparan-pada-2030-terancam-gagal#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/38807078365_a5f433b1cf_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/364"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83730"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83733,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83730\/revisions\/83733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83730"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=83730"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=83730"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=83730"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=83730"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=83730"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=83730"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=83730"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=83730"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=83730"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=83730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}