{"id":83612,"date":"2023-07-18T10:21:16","date_gmt":"2023-07-18T03:21:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=83612"},"modified":"2025-08-04T07:49:22","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:22","slug":"metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan","title":{"rendered":"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan"},"content":{"rendered":"<p>Pasar karbon hutan memiliki peran penting dalam membantu pendanaan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) guna mencapai tujuan <a href=\"https:\/\/climatepromise.undp.org\/news-and-stories\/what-are-carbon-markets-and-why-are-they-important\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Perjanjian Paris.<\/a><\/p>\n<p>Ketika perusahaan atau perorangan <a href=\"https:\/\/climatepromise.undp.org\/news-and-stories\/what-are-carbon-markets-and-why-are-they-important\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">membeli kredit<\/a> untuk menyeimbangkan jejak karbon mereka, uang tersebut sering digunakan untuk membiayai proyek yang bertujuan untuk memberikan manfaat lingkungan dan sosial di negara-negara berkembang. Hal ini berarti diperlukannya evaluasi dampak kondisi lingkungan dan sosial lokal dari proyek-proyek tersebut.<\/p>\n<p>Namun, tugas ini cukup menantang karena ada <a href=\"https:\/\/verra.org\/programs\/jurisdictional-nested-redd-framework\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">banyak peraturan dan persyaratan <\/a>yang kompleks untuk mengevaluasi dampak proyek pengimbangan karbon hutan terhadap pengurangan emisi, hal ini juga  menjadi sorotan media pada awal tahun ini. Oleh karena itu, diperlukan prosedur akuntansi yang dapat diandalkan dan diverifikasi serta metodologi yang terkonsolidasi untuk mengukur, melaporkan, dan memverifikasi perubahan dalam emisi GRK untuk mengembangkan kebijakan mitigasi berbasis hutan yang efektif.<\/p>\n<p>Pada 8 Juni 2023, sekelompok ahli mengambil bagian pada <em>side event <\/em>atau acara pendukung di <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/sb58?gclid=EAIaIQobChMIpb6d-cS2_wIVxOp3Ch3XNwoFEAAYASAAEgKT5_D_BwE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Bonn Climate Change Conference<\/a> (SBSTA 58) untuk membahas cara mengembangkan metode berintegritas tinggi yang memenuhi permintaan akan kredit karbon hutan, khususnya dari proyek dan program <a href=\"https:\/\/www.forestcarbonpartnership.org\/what-redd\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">REDD+<\/a> yang berjalan di pasar karbon sukarela.<\/p>\n<p>Acara tersebut diselenggarakan oleh <em>Center for International Forestry Research<\/em> dan <em>World Agroforestry<\/em> (<a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CIFOR-ICRAF<\/a>), <em>European Forestry Institute<\/em>, dan <em>Norwegian University of Life Sciences<\/em>.<\/p>\n<p>Di CIFOR-ICRAF, pasar dan proyek <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/82957\/addressing-expanding-concerns-over-forest-carbon-credits-key-to-mitigation-success?fnl=en\">karbon hutan<\/a> dianggap memiliki integritas tinggi ketika mereka dapat memenuhi beberapa kriteria yang tertanam dalam proyek evaluasi dampak REDD+:<\/p>\n<p>Untuk dapat mengevaluasi dampak dari inisiatif REDD+ dan menetapkan kelebihannya, pasar karbon hutan yang berintegritas tinggi memerlukan informasi dasar atau <em>baseline <\/em>data yang realistis, yang berarti pengurangan atau penyerapan emisi tidak akan terjadi tanpa pendapatan dari penjualan kredit karbon. Selain itu, nilai kredit karbon harus dikurangi jika inisiatif tersebut hanya menunda, bukan secara permanen menghindari emisi, dan jika pengurangan emisi di satu tempat menyebabkan peningkatan emisi di tempat lain &#8211; sebuah konsep yang dikenal dengan <a href=\"https:\/\/archive.ipcc.ch\/publications_and_data\/ar4\/wg3\/en\/ch11s11-7-2.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kebocoran karbon.<\/a><\/p>\n<p>\u201cSecara mendasar, ada kontrak yang melibatkan beberapa pihak yang berjanji untuk mengurangi emisi karbon hutan, dan ada yang melibatkan pihak lain yang berjanji akan memberikan pengakuan, penghargaan atau kompensasi atas hal ini, sehingga kita memerlukan sistem akuntansi untuk melaksanakan kontrak tersebut,\u201d jelas <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/speaker\/erin-sills\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Erin Sills<\/a>, profesor ekonomi hutan di <em>North Carolina State University<\/em> dan mitra senior CIFOR-ICRAF. &#8220;Namun, kita juga perlu memiliki sistem evaluasi dampak yang disiapkan untuk mengevaluasi sejauh mana kontrak-kontrak tersebut benar-benar membantu iklim.&#8221;<\/p>\n<p>Selama sesi tersebut, Sills menyampaikan presentasi yang membandingkan metode-metode sistem akuntansi dan evaluasi dampak inisiatif REDD+, yang diilustrasikan oleh Studi Perbandingan Global <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/7561\/?gclid=EAIaIQobChMI-Jqt-9q4_wIVEASLCh2TdwnpEAAYASAAEgK6GPD_BwE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>(Global Comparative Study)<\/em><\/a> tentang REDD+ CIFOR-ICRAF, yang mengumpulkan data dari 150 desa di enam negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.<\/p>\n<p>Menurut Sills, pasar harus menggunakan studi evaluasi dampak untuk meningkatkan kepercayaan terhadap pengimbangan karbon sebagai mekanisme yang dapat diterapkan secara efektif dalam konservasi, seiring dengan perkembangan standar pemberian kredit yang menjadi lebih baik dan progresif ke depan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/speaker\/kevin-brown\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kevin Brown<\/a> dari <em>Wildlife Conservation Society<\/em> (WCS) menyajikan Indeks Keutuhan Lanskap Hutan <a href=\"https:\/\/www.forestlandscapeintegrity.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>(Forest Landscape Integrity Index)<\/em><\/a>, yang mengintegrasikan data tekanan hutan yang diamati dan disimpulkan serta hilangnya konektivitas hutan. Berdasarkan kolaborasi antara berbagai universitas, lembaga, dan organisasi non-pemerintah, indeks ini menemukan bahwa hanya 40 persen hutan di dunia yang memiliki integritas tinggi.<\/p>\n<p>Dalam presentasinya, Brown mengatakan, &#8216;REDD bukanlah sebuah utopia &#8211; ini adalah tanggap darurat. Pertanyaan tentang skala dan kecepatan sama pentingnya dengan integritas. Pendekatan baru pasar karbon sukarela secara dramatis meningkatkan prospek integritas dalam skala besar.\u201d<\/p>\n<p>Brown juga menjelaskan pentingnya mencapai dampak dalam skala besar melalui metodologi baru REDD yang terkonsolidasi, dengan demikian dapat menghilangkan hambatan biaya dan waktu dalam memulai proyek sambil meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyeksi pendapatan.<\/p>\n<p>Verra merupakan organisasi yang berbasis di Washington yang bertujuan untuk memberikan jaminan kualitas dalam pasar karbon sukarela melalui program <em>Verified Carbon Standard (VCS) <\/em>mereka. Saat ini, Verra sedang mengembangkan <a href=\"https:\/\/verra.org\/methodologies\/redd-methodology\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">metodologi  baru REDD<\/a> untuk memastikan integritas akuntansi gas rumah kaca untuk proyek individu dalam suatu yurisdiksi, dengan menggunakan sains, data, dan teknologi terbaru yang tersedia.<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/verra.org\/staff\/basanta-gautam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Basanta Gautam,<\/a> yang bertanggung jawab untuk mengelola inovasi teknis <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/topics\/land-use\/workstreams\/redd\/what-is-redd?gclid=EAIaIQobChMIh7CcicC5_wIV8_3VCh01gQonEAAYAyAAEgLIKvD_BwE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">REDD+<\/a> di Verra, menjelaskan bahwa mengukur dampak pengurangan emisi merupakan tantangan yang kompleks dan membutuhkan kesabaran untuk menyempurnakan metode tersebut, seiring dengan pemahaman baru dan pembelajaran dari proses yang sedang berlangsung.<\/p>\n<p>Menurutnya, metode-metode tersebut secara bertahap diperbaiki seiring waktu, dengan demikian memperkuat kepercayaan pada akuntansi karbon hutan.<\/p>\n<p>Menurut Gautam, metodologi baru tersebut akan membantu melibatkan yurisdiksi dan pemerintah dengan membangun data aktivitas dasar yurisdiksi yang relevan dan menyelaraskan akuntansi proyek pada tingkat yurisdiksi.<\/p>\n<p>Pendekatan yurisdiksi menjadi fokus implementasi REDD+ dalam Perjanjian Paris dan dapat menjadi dasar pasar karbon berbasis kepatuhan daripada hanya sukarela. Mereka diharapkan akan ditingkatkan dan belajar dari proyek-proyek lokal, di mana pengalaman-pengalaman tersebut telah dikompilasi dalam <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/7561\/?gclid=EAIaIQobChMI-Jqt-9q4_wIVEASLCh2TdwnpEAAYASAAEgK6GPD_BwE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Studi Perbandingan Global<\/a> tentang REDD+ CIFOR-ICRAF.<\/p>\n<p>Hasil yang merata dan pelibatan Masyarakat Adat, yang mengelola<a href=\"https:\/\/news.mongabay.com\/2018\/07\/indigenous-peoples-control-one-quarter-of-worlds-land-surface-two-thirds-of-that-land-is-essentially-natural\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> lebih dari seperempat dari luas lahan dunia,<\/a> juga merupakan komponen utama dari pasar karbon hutan yang memiliki integritas tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk karbon berintegritas tinggi, harus diakui bahwa Masyarakat Adat berhak memiliki hak kepemilikan atas tanah, termasuk karbon, dan berhak mendapatkan informasi dalam bahasa yang mereka pahami,&#8221; kata <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/speaker\/asami-segundo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Asami Segundo<\/a>, yang berasal dari komunitas budaya Masyarakat Adat Kalanguya-Ikalahan di Filipina dan memberikan bantuan teknis kepada <a href=\"https:\/\/www.landcoalition.org\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>International Land Coalition.<\/em><\/a><\/p>\n<p>\u201cJika sistem pengelolaan hutan mereka yang efektif menyebabkan Masyarakat Adat tidak dapat mengakses keuangan karbon, apa mereka memiliki pilihan lain?&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Segundo mengatakan diperlukan untuk membuat mekanisme pendanaan untuk daerah-daerah dengan tingkat konservasi hutan yang tinggi dan tingkat deforestasi\/degradasi yang rendah.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan bahwa tahun lalu dua wilayah adat di Filipina mencoba masuk ke pasar karbon tetapi paradoksalnya tidak memenuhi syarat untuk REDD+ karena tingkat deforestasi dan degradasi yang terlalu rendah akibat kepengurusan lahan yang efektif. Standar pemberian kredit saat ini tidak memberikan pendekatan untuk menunjukkan kelebihan nilai tambah dari pengelolaan yang sudah ada.<\/p>\n<p>&#8220;Kredit karbon haruslah etis. Dalam arti, karbon yang memiliki integritas tinggi adalah karbon yang etis. Tidak ada keadilan iklim tanpa hak asasi manusia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/speaker\/sven-wunder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Sven Wunder,<\/a> Ilmuwan Utama di <em>European Forestry Institute<\/em> dan Mitra Senior CIFOR-ICRAF, menyajikan hasil dari meta-studi tentang efektivitas REDD+ dan menemukan bahwa, sama seperti alat konservasi lainnya, dampak hutan terlihat signifikan secara statistik, namun berskala kecil.<\/p>\n<p>Menurut Wunder, REDD+ dapat memiliki dampak yang lebih besar jika kegiatan-kegiatan tersebut secara spasial ditargetkan pada area-area hutan yang memiliki ancaman tinggi dan kaya akan karbon. Hal ini mungkin termasuk area hutan yang sedang menghadapi ancaman langsung, seperti di <a href=\"https:\/\/ipam.org.br\/glossario\/arc-of-deforestation\/#:~:text=The%20region%20where%20the%20agricultural,of%20the%20Amazon%20are%20found.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">&#8220;Gelombang Deforestasi<\/a>&#8221; di Amazon (misalnya Mato Grosso, Acre, Para, Rondonia) atau di wilayah perbatasan hutan-pertanian lainnya (misalnya sebagian Kalimantan, Papua).<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/DQhg3UZuT0s\" width=\"100%\" height=\"380\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>&#8220;Kinerja REDD setidaknya sebaik &#8211; atau seburuk &#8211; alat konservasi lainnya, tetapi analisis mengenai efektivitas biaya masih sedikit,&#8221; katanya. &#8220;<a href=\"https:\/\/www.researchsquare.com\/article\/rs-2429873\/v1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Penelitian kami <\/a>mengindikasikan beberapa rekomendasi desain dan implementasi untuk membuat tindakan REDD+ lebih efektif, yang juga diperlukan dalam perluasan skala yang saat ini sedang berlangsung ke tingkat yurisdiksi.&#8221;<\/p>\n<hr \/>\n<p><em>Penelitian ini merupakan bagian dari Studi Perbandingan Global tentang REDD+ CIFOR-ICRAF. Mitra pendanaan yang telah mendukung penelitian ini termasuk Norwegian Agency for Development Cooperation (Norad, Grant No. QZA-21\/0124), International Climate Initiative (IKI) of the German Federal Ministry for the Environment (BMU, Grant No. 20_III_108), dan CGIAR Research Program on Forests, Trees and Agroforestry (CRPFTA) dengan dukungan finansial dari Para Donatur Dana CGIAR.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasar karbon hutan memiliki peran penting dalam membantu pendanaan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) guna mencapai tujuan Perjanjian Paris. Ketika perusahaan atau perorangan membeli kredit untuk menyeimbangkan jejak karbon mereka, uang tersebut sering digunakan untuk membiayai proyek yang bertujuan untuk memberikan manfaat lingkungan dan sosial di negara-negara berkembang. Hal ini berarti diperlukannya evaluasi dampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":364,"featured_media":83614,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[7301,6970,2819],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[9822],"class_list":["post-83612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-gcs-redd","tag-bahasa-karbon","tag-bahasa-redd","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pasar karbon hutan memiliki peran penting dalam membantu pendanaan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) guna mencapai tujuan Perjanjian Paris. Ketika perusahaan atau perorangan membeli kredit untuk menyeimbangkan jejak karbon mereka, uang tersebut sering digunakan untuk membiayai proyek yang bertujuan untuk memberikan manfaat lingkungan dan sosial di negara-negara berkembang. Hal ini berarti diperlukannya evaluasi dampak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-18T03:21:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1363\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"David Henry\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan\"},\"author\":{\"name\":\"David Henry\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18\"},\"headline\":\"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan\",\"datePublished\":\"2023-07-18T03:21:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan\"},\"wordCount\":1157,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan\",\"name\":\"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg\",\"datePublished\":\"2023-07-18T03:21:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1363,\"caption\":\"Pemandangan hutan Gede Pangrango, Indonesia. Foto oleh: Ricky Martin\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18\",\"name\":\"David Henry\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g495ca2761fca34dfb5a2f6b5d002bf4a\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"David Henry\"},\"description\":\"David Henry is a freelance writer who focuses on issues relating to climate change, food security and sustainable development.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/davidhenry\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83612\\\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan","og_description":"Pasar karbon hutan memiliki peran penting dalam membantu pendanaan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) guna mencapai tujuan Perjanjian Paris. Ketika perusahaan atau perorangan membeli kredit untuk menyeimbangkan jejak karbon mereka, uang tersebut sering digunakan untuk membiayai proyek yang bertujuan untuk memberikan manfaat lingkungan dan sosial di negara-negara berkembang. Hal ini berarti diperlukannya evaluasi dampak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-07-18T03:21:16+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:22+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1363,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"David Henry","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan"},"author":{"name":"David Henry","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18"},"headline":"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan","datePublished":"2023-07-18T03:21:16+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan"},"wordCount":1157,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan","name":"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg","datePublished":"2023-07-18T03:21:16+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg","width":2048,"height":1363,"caption":"Pemandangan hutan Gede Pangrango, Indonesia. Foto oleh: Ricky Martin\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metode Akuntansi Terbaru Bangun Kembali Kepercayaan pada Pasar Karbon Hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18","name":"David Henry","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g495ca2761fca34dfb5a2f6b5d002bf4a","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"David Henry"},"description":"David Henry is a freelance writer who focuses on issues relating to climate change, food security and sustainable development.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/davidhenry"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83612\/metode-akuntansi-terbaru-bangun-kembali-kepercayaan-pada-pasar-karbon-hutan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/35492491584_6b0f0787c8_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/364"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83612"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83616,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83612\/revisions\/83616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83612"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=83612"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=83612"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=83612"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=83612"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=83612"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=83612"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=83612"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=83612"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=83612"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=83612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}