{"id":83143,"date":"2023-06-13T11:19:37","date_gmt":"2023-06-13T04:19:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=83143"},"modified":"2025-08-04T07:49:23","modified_gmt":"2025-08-04T00:49:23","slug":"menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi","title":{"rendered":"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah maraknya ketertarikan para investor pada mitigasi iklim berbasis hutan, termasuk kredit karbon hutan dan manfaat yang didapatkan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan, telah melahirkan pertanyaan yang menggugah yang muncul dari berbagai perdebatan akhir-akhir ini, dan ini harus ditanggapi secara serius. Demikian pendapat para ahli.<\/p>\n<p>Konservasi hutan adalah cara yang penting untuk mitigasi perubahan iklim, namun isu integritas pada pengalihan karbon hutan-seperti level (tingkat) referensi peningkatan emisi- harus disikapi dengan tujuan untuk mempertahankan integritas dari, dan dukungan untuk- solusi iklim berbasis hutan. Hal ini dikemukakan para ilmuwan pada 9 Mei dalam pertemuan pleno <a href=\"https:\/\/www.fao.org\/gfoi\/plenaries\/plenary-2023\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Global Forest Observations Initiative (GFOI-<\/em>Inisiatif Pengamatan Hutan Global) 2023<\/a>. Acara sampingan tersebut bertujuan untuk menjawab potensi adanya jebakan, terutama dengan melihat kembali dari pelajaran yang diambil dari CIFOR-ICRAF <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/gcs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Global <\/em><em>Comparative Study on REDD+ <\/em>(Studi Perbandingan REDD+ CIFOR-ICRAF)<\/a>, yang berlangsung 14 tahun pada 22 negara.<\/p>\n<p>Pengukuran yang akurat dan transparan, pelaporan dan verifikasi (MRV) emisi adalah bagian yang amat penting dari pasar karbon hutan. Menurut Pham Thu Thuy, bagaimanapun juga, terlalu sedikit penilaian ketat tentang keefektifan REDD+ yang dapat ditemukan. Pham adalah seorang ilmuwan senior yang memimpin tim peneliti tentang perubahan iklim, energi dan pembangunan rendah karbon pada <em>Center for International Forestry Research<\/em> (CIFOR) dan <em>World Agroforestry <\/em>(ICRAF).<\/p>\n<p>Menurut dia, hal itu menyebabkan tidak tersedianya panduan jelas tentang praktik-praktik implementasi yang baik.<\/p>\n<p>Reformasi metodologi untuk membangun dan mengukur tingkat rujukan (referensi), seperti tingkat deforestasi, mampu meningkatkan integritas dan kredibilitas proyek-proyek REDD+, dan secara umum, ke depan akan mampu menarik jutaan dollar investasi . Mungkin butuh waktu sekitar 10 tahun untuk menunjukkan hasil tersebut. Hal itu dikemukakan para pembicara dalam event GFOI tersebut yang menghadirkan para ahli-ahli di tingkat global untuk bersama berbagi temuan ilmiah terkait keefektifan proyek-proyek karbon hutan.<\/p>\n<p>Menurut Kevin R. Brown, standar-standar untuk \u201cREDD+ berintegritas tinggi\u201d dapat memasukkan evaluasi garis batas dasar (<em>baseline) <\/em>yang belum diketahui namun mungkin terjadi, kemampuan mutakhir terkait penginderaan jauh, memperhatikan integritas atmosfer, kebocoran, dampak terhadap keanekaragaman hayati (kehati) dan keadilan. Brown adalah peneliti global tentang standar-standar teknis untuk REDD+ dan solusi berbasis-alam pada <a href=\"https:\/\/www.wcs.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Wildlife Conservation Society<\/em><\/a>.<\/p>\n<p>Erin Sills, seorang rekanan senior di CIFOR-ICRAF dan <em><a href=\"https:\/\/www.ncsu.edu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">North Carolina State University<\/a> <\/em>menandaskan, bahwa sistem-sistem untuk evaluasi dampak dan penghitungan untuk kredit karbon dibuat untuk tujuan-tujuan yang berbeda-beda. Namun demikian, tambahnya, temuan-temuan dan metode-metode dari evaluasi dampak dapat digunakan untuk merancang sistem penghitungan yang \u201cmemaksimalkan insentif dan untuk memaksimalkan pengurangan deforestasi\u201d.<\/p>\n<p>Menurut Pham, di samping fokus pada kredit karbon hutan dan pasar, mekanisme pembagian manfaat juga harus diperhatikan. Hal itu disampaikan Pham pada diskusi tentang tantangan dan solusi yang memiliki prospek untuk bergerak maju menuju kredit karbon hutan berintegritas tinggi.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu pembagian manfaat yang berkeadilan, demikian juga kita perlu keterlibatan komunitas lokal untuk memastikan kesetaraan dan keadilan juga menjadi pertimbangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cDi saat kita melihat banyak kemajuan dan banyak pembicaraan tentang bagaimana untuk meningkatkan metodologi untuk mengevaluasi kredit karbon, jika dibandingkan, saya rasa kemajuan dalam hal manfaat non-karbon justru amat lambat.\u201d<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\">\n\t\t\t\t<img width=\"832\" height=\"355\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-832x355.webp\" class=\"wp-image-83147\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-832x355.webp 832w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-566x241.webp 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-768x327.webp 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-220x94.webp 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-800x341.webp 800w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-610x260.webp 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-672x286.webp 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy-1100x469.webp 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Thuy-copy.webp 1138w\" sizes=\"auto, (max-width: 832px) 100vw, 832px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Para ahli membahas pertanyaan seputar mitigasi perubahan iklim berbasis hutan di acara GFOI. Foto oleh: Levania Santoso\/CIFOR-ICRAF<\/figcaption>\n\t\t\t<\/figure>\n<p>Sven Wunder menyatakan, pendanaan yang memadai masih menjadi hambatan serius dan secara keseluruhan REDD+ selama ini mengalami kekurangan-pendanaan, terutama program-program REDD+ nasional. Wunder menjadi moderator sesi diskusi dan merupakan rekanan senior CIFOR-ICRAF. Wunder menambahkan, proyek-proyek pendukung juga dapat menggunakan dana mereka agar lebih efektif dengan mengarahkannya ke area-area paling berisiko-sesuatu yang menurut temuan penelitian akhir-akhir ini jarang terjadi. Wunder juga aktif pada <a href=\"https:\/\/efi.int\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>European Forest Institute <\/em>(EFI)<\/a>.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, \u201cREDD+ akan lebih berdampak pada konservasi hutan jika intervensi ini diarahkan secara lebih luas secara spasial dalam memilih untuk memulainya pada wilayah-wilayah di mana deforestasi menjadi masalah, daripada wilayah-wilayah yang \u201ctinggi dan jauh\u201d di mana masalah kehilangan hutan rendah dan amat sulit untuk dimulai.\u201d<\/p>\n<p>\u201cDalam daerah proyek Anda, amat penting untuk memprioritaskan area-area yang diperkirakan akan menjadi wilayah paling terancam oleh deforestasi, seperti misalnya daerah yang dengan jalan, sungai, atau perkotaan.\u201d<\/p>\n<p>Pham mengungkapkan, di banyak negara, pendanaan proyek tidak dialokasikan secara adil dan tanpa kerangka kelembagaan untuk mengklarifikasi siapa pemilik hak karbon atau siapa yang tidak mendapatkan manfaat secara adil.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, \u201cJika Anda mau berkomitmen untuk menjaga keamanan sosial dan hasil yang adil, Anda harus menyediakan sumber pendanaan yang cukup untuk itu.\u201d Hal itu termasuk pendanaan untuk melakukan proses-proses Padiatapa (FPIC) yang berbiaya tinggi, dengan melibatkan <em>Indigenous People <\/em>(penduduk asli atau masyarakat adat).<\/p>\n<p>\u201cNamun ternyata setelah bertahun-tahun mengimplementasikan REDD+, banyak negara masih dalam proses merancang mekanisme terkait penerima keuntungan.\u201d<\/p>\n<p>Sebagian besar dana untuk yurisdiksi REDD+ selama ini datang dari anggaran bantuan internasional. Banyak negara-negara berkembang sekarang mempertanyakan proporsi pendanaan untuk program-program iklim dari total pengeluaraan untuk bantuan pembangunan (ODA &#8211;<em>Official Development Assistance<\/em>). Hal itu dikemukakan oleh Arild Angelsen, rekanan peneliti senior CIFOR-ICRAF yang menegaskan tentang sejarah kredit REDD+ dan pasar karbon.  Menurut dia, sekitar sepertiga dari bantuan pembangunan dialokasikan untuk proyek-proyek terkait iklim.<\/p>\n<p>\u201cMuncul keprihatinan bahwa iklim (sebagai isu) telah tumbuh terlalu besar dan menjauhkan sumber daya-sumber daya dari pengurangan kemiskinan secara langsung-meskipun, iklim yang stabil juga penting untuk memerangi kemiskinan di masa depan,\u201d ujar Angelsen, profesor pada <em>School of Economics and Business <\/em>di <a href=\"https:\/\/www.nmbu.no\/en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Norwegian University of Life Sciences <\/em>(NMBU)<\/a>.<\/p>\n<p>Para panelis menyampaikan bahwa dukungan dari para ilmuwan amat dibutuhkan dalam:<\/p>\n<ul>\n<li>metodologi dengan pendekatan pendanaan-efektif untuk membuat garis dasar batas (<em>baseline<\/em>) yurisdiksi untuk degradasi yang tidak terencana, pemanfaatan teknologi baru dan yang sedang berkembang;<\/li>\n<li>pemodelan spasial risiko deforestasi untuk membuat <em>baseline<\/em> dan sasaran-sasaran intervensi yang lebih baik;<\/li>\n<li>mengakses berbagai bentuk kebocoran dengan pembiayaan yang efektif termasuk mengukur hal-hal yang dipertukarkan (<em>trade-offs<\/em>) antara pendekatan yang sederhana dengan pendekatan yang kompleks dan mahal dari pendekatan lokal.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Wunder mengatakan, para pendukung dana yang terlibat dalam yurisdiksi REDD+ juga sebaiknya berinvestasi dalam evaluasi dampak. Hal ini belum pernah ada. Dengan kegagalan para hal tersebut, artinya, pada beberapa tahun ke depan \u201ckita akan kembali \u2018garuk-garuk kepala\u2019 untuk mengetahui program-program apa yang berhasil dan tidak berhasil, dan mengapa demikian.\u201d<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut tentang topik ini, silakan kontak Pham Thu Thuy melalui t.pham@cifor-icraf.org.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah maraknya ketertarikan para investor pada mitigasi iklim berbasis hutan, termasuk kredit karbon hutan dan manfaat yang didapatkan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan, telah melahirkan pertanyaan yang menggugah yang muncul dari berbagai perdebatan akhir-akhir ini, dan ini harus ditanggapi secara serius. Demikian pendapat para ahli. Konservasi hutan adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":309,"featured_media":83145,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12057,12105],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[7301,6686,7327,2819],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[8801],"class_list":["post-83143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bentang-alam","category-hutan-masyarakat","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-gcs-redd","tag-bahasa-iklim","tag-bahasa-mitigasi-perubahan-iklim","tag-bahasa-redd","type-bahasa-liputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di tengah maraknya ketertarikan para investor pada mitigasi iklim berbasis hutan, termasuk kredit karbon hutan dan manfaat yang didapatkan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan, telah melahirkan pertanyaan yang menggugah yang muncul dari berbagai perdebatan akhir-akhir ini, dan ini harus ditanggapi secara serius. Demikian pendapat para ahli. Konservasi hutan adalah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-13T04:19:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T00:49:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2047\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1150\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Sandra Cordon\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi\"},\"author\":{\"name\":\"Sandra Cordon\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/2fc5053b2bc7ccacb70ea5c3e19e1a5a\"},\"headline\":\"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi\",\"datePublished\":\"2023-06-13T04:19:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi\"},\"wordCount\":979,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Bentang alam\",\"Hutan masyarakat\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi\",\"name\":\"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg\",\"datePublished\":\"2023-06-13T04:19:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T00:49:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg\",\"width\":2047,\"height\":1150,\"caption\":\"Kelompok gajah liar di sekitar hutan Desa Sebokor. Kawasan ini merupakan bagian dari Suaka Margasatwa Padang Sugihan \u2013 Sebokor. Foto oleh: Faizal Abdul Aziz\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/2fc5053b2bc7ccacb70ea5c3e19e1a5a\",\"name\":\"Sandra Cordon\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f7cfd73756cc797141d32e4bf7b8297d4d36b376caaab8ee81a07c33aaeaba1?s=96&d=mm&r=g752bfcaebdf30af278cb537d5d2caa5f\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f7cfd73756cc797141d32e4bf7b8297d4d36b376caaab8ee81a07c33aaeaba1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f7cfd73756cc797141d32e4bf7b8297d4d36b376caaab8ee81a07c33aaeaba1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Sandra Cordon\"},\"description\":\"A longtime journalist in her native Canada and in her adopted home of Italy, Cordon is a contributing writer and editor with GLF and CIFOR. Cordon worked across Canada with the national news agency The Canadian Press (CP) before focusing on monetary policy as a speechwriter with The Bank of Canada. She holds degrees in political science and journalism and is at present working towards her Master's degree in International Relations with Queen Mary University in London.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/sandra_cordon\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/83143\\\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi","og_description":"Di tengah maraknya ketertarikan para investor pada mitigasi iklim berbasis hutan, termasuk kredit karbon hutan dan manfaat yang didapatkan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan, telah melahirkan pertanyaan yang menggugah yang muncul dari berbagai perdebatan akhir-akhir ini, dan ini harus ditanggapi secara serius. Demikian pendapat para ahli. Konservasi hutan adalah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-06-13T04:19:37+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T00:49:23+00:00","og_image":[{"width":2047,"height":1150,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Sandra Cordon","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi"},"author":{"name":"Sandra Cordon","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/2fc5053b2bc7ccacb70ea5c3e19e1a5a"},"headline":"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi","datePublished":"2023-06-13T04:19:37+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi"},"wordCount":979,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg","articleSection":["Bentang alam","Hutan masyarakat"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi","name":"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg","datePublished":"2023-06-13T04:19:37+00:00","dateModified":"2025-08-04T00:49:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg","width":2047,"height":1150,"caption":"Kelompok gajah liar di sekitar hutan Desa Sebokor. Kawasan ini merupakan bagian dari Suaka Margasatwa Padang Sugihan \u2013 Sebokor. Foto oleh: Faizal Abdul Aziz\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menanggapi Pandangan Luas tentang Kredit Karbon Hutan sebagai Kunci Sukses Mitigasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/2fc5053b2bc7ccacb70ea5c3e19e1a5a","name":"Sandra Cordon","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f7cfd73756cc797141d32e4bf7b8297d4d36b376caaab8ee81a07c33aaeaba1?s=96&d=mm&r=g752bfcaebdf30af278cb537d5d2caa5f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f7cfd73756cc797141d32e4bf7b8297d4d36b376caaab8ee81a07c33aaeaba1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f7cfd73756cc797141d32e4bf7b8297d4d36b376caaab8ee81a07c33aaeaba1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Sandra Cordon"},"description":"A longtime journalist in her native Canada and in her adopted home of Italy, Cordon is a contributing writer and editor with GLF and CIFOR. Cordon worked across Canada with the national news agency The Canadian Press (CP) before focusing on monetary policy as a speechwriter with The Bank of Canada. She holds degrees in political science and journalism and is at present working towards her Master's degree in International Relations with Queen Mary University in London.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/sandra_cordon"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/83143\/menanggapi-pandangan-luas-tentang-kredit-karbon-hutan-sebagai-kunci-sukses-mitigasi#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/40039658873_fcedcb2dd6_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/309"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83143"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83150,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83143\/revisions\/83150"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83143"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=83143"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=83143"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=83143"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=83143"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=83143"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=83143"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=83143"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=83143"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=83143"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=83143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}