{"id":82692,"date":"2023-05-05T15:50:18","date_gmt":"2023-05-05T08:50:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=82692"},"modified":"2024-01-30T13:21:11","modified_gmt":"2024-01-30T06:21:11","slug":"penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau","title":{"rendered":"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Kawasan Indo-Pasifik Barat, yang meliputi Asia Timur, merupakan rumah dari ekosistem mangrove yang paling beragam di dunia. Di bawah pengaruh perubahan iklim, secara bertahap area ini terus berkembang dan bermigrasi.  <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Untuk memahami lebih dalam fenomena ini dan mengetahui cara menjaga kesehatan sistem mangrove, para peneliti dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">National Institute of Forest Science (NIFoS) <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">di Republik Korea telah bekerja sama dengan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Center for International Forestry Research <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Universitas Udayana di Denpasar, Bali. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Semenanjung Korea terletak di zona iklim subtropis paling utara. Di sana tumbuh dua spesies pohon semi-mangrove, termasuk di area paling selatan Pulau Jeju, yang secara bertahap jangkauannya telah meluas seiring dengan peningkatan suhu. Fenomena ini menunjukkan potensi mangrove untuk tumbuh di Korea. Pulau Bali di Indonesia adalah rumah bagi hutan mangrove yang ditanam dan masih hidup, khususnya Taman Hutan Raya I Ngurah Rai seluas 1.373 hektar (ha) yang berlokasi di dekat bandara internasional.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cKonservasi dan restorasi ekosistem pesisir dan laut merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi perubahan iklim,\u201d ujar Ni Luh Watiniasih, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. \u201cEkosistem ini, yang dikenal sebagai karbon biru, memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Watiniasih merupakan salah satu pembicara pada simposium internasional <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Beyond Blue Carbon: Climate Change Adapation and Mitigation with Blue Carbon: Cross-sectional Research from Two Islands, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">yang dilaksanakan pada 27 Maret 2023 di Denpasar. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Lanang Aryawan, wakil kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali menjelaskan sejarah Kawasan Mangrove Taman Hutan Raya: \u201cPada 1973, sebagian hutan mangrove Teluk Benoa ditebang secara ilegal untuk dijadikan kayu bakar. Karena kawasan mangrove telah rusak, pada 1974 pemerintah memberikan izin untuk melakukan rebosiasi selama 20 tahun dengan sistem tumpangsari seluas 306 ha. Namun, sepuluh tahun kemudian, sebagian besar wilayah tersebut beralih fungsi menjadi tambak ikan yang dikelola secara intensif. Oleh karena itu, Menteri Kehutanan mencabut izin tersebut  pada 1988, tetapi dua tahun kemudian, Gubernur Bali mengeluarkan instruksi untuk menghutankan kembali areal tambak minimal 100 ha per tahun, yang implementasinya didukung oleh Japan International Cooperation Agency dari 1992 hingga 1999,  mereka mendanai penanaman mangrove seluas 189 ha. Pada 2001, Pusat Informasi Mangrove dibangun bersama dengan fasilitas ekowisata lainnya.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sang-hyun Lee, kepala NIFoS cabang Pulau Jeju berharap Korea bisa belajar banyak dari Indonesia mengenai cara pelestarian dan pengelolaan mangrove, yang merupakan alasan utama dilakukannya penelitian sistem mangrove di kedua pulau tersebut, terutama mengenai keberhasilan restorasi. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Bora Lee, ilmuwan peneliti NIFoS Jeju, yang juga <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">project leader,<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> mengatakan bahwa, \u201cTujuan dari proyek ini adalah untuk mengidentifikasi kapasitas penyerapan karbon dari spesies mangrove asli Asia Timur dan untuk mengidentifikasi spesies dengan potensi tinggi untuk keberhasilan penerapan di Korea sebagai penyerap karbon masa depan. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pola pertumbuhan spesies mangrove berdasarkan wilayah, kondisi habitat dan spesies serta mengembangkan strategi pengelolaan dan protokol multiplier yang stabil di area yang paling cocok untuk pertumbuhan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tim dari NIFoS telah mengukur mangrove di Bali untuk mengevaluasi potensi memperkenalkan spesies ke Korea dan karakteristik lokasi tertentu bersama dengan teknik multiplier dan kemampuan penyerapan spesies, dan penilaian karbon.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cKami telah mengukur serapan karbon dari semi-mangrove di Jeju,\u201d kata Lee. \u201cMereka menyimpan hampir dua kali lipat jumlah karbon daripada pohon, semak, dan tanah yang meranggas di pulau itu. Kami di sini untuk mempelajari apakah mangrove asli Bali memiliki kemampuan serupa.\u201d <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Meskipun Indonesia memiliki 3,36 juta hektar hutan mangrove \u2013 sekitar 23% dari total mangrove dunia \u2013 hutan mangrove di Indonesia ada di bawah ancaman berat yang disebabkan kebutuhan manusia akan mata pencaharian, menurut Budi Leksono, peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cRehabilitasi kawasan mangrove dengan model pengelolaan yang menyelaraskan konservasi dengan kegiatan ekonomi untuk kebutuhan masyarakat memang jalan yang terbaik. Kami sudah menguji sejumlah model dan kami berharap dapat berbagi pengalaman dengan tim dari Jeju.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ketut Subandi dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali menjelaskan, restorasi mangrove kini sudah tertanam dalam kebijakan pemerintah provinsi, sebagai bagian dari konsep penyatuan jiwa, bumi, air, hewan dan tumbuhan, budaya dan alam semesta.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cSangat penting jika kebijakan mendukung pendekatan terpadu terhadap mangrove karena begitu banyak faktor yang saling berkaitan,\u201d kata Subandi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Made Saka Wijaya dari Universitas Udayana dan Putu Angga Wiradana dari Universitas Dhyana Pura membagikan latar belakang  mengenai sejauh mana kedua universitas telah melakukan  penelitian, yang mencakup pendekatan teknis untuk memantau keanekaragaman hayati, karbon, air, tanah, kualitas udara, suhu dan kelembaban, serta jasa ekosistem yang menopang kesejahteraan manusia, seperti penyediaan kondisi untuk ekowisata, yang mengembalikan manfaat ekonomi dari pemeliharaan mangrove yang sehat, dan penyediaan fitofarmaka yang dapat membantu mengatasi berbagai kondisi kesehatan dan penyakit.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cPengembangan potensi fitofarmaka menghadapi banyak tantangan, seperti kelangkaan bahan baku, pengolahan yang kurang lancar, serangan hama dan penyakit serta pencemaran oleh plastik dan logam berat,\u201d kata Wiradana.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Mihyun Seol, ilmuwan NIFoS yang diperbantukan di CIFOR-ICRAF, menjelaskan bahwa pada masa mendatang penelitian akan berfokus pada identifikasi spesies dengan kapasitas penyimpanan karbon tinggi untuk restorasi, dengan harapan membangun lokasi restorasi pada 2024.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cKami juga menjajaki berbagai peluang pendanaan untuk memperluas penelitian di luar karbon untuk mengikutsertakan layanan ekosistem dan konservasi keanekaragaman hayati,\u201d kata Seol.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Himlal Baral, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">co-project leader<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> dan ilmuwan restorasi senior CIFOR-ICRAF, menekankan urgensi untuk merestorasi mangrove dengan pengetahuan dan kemampuan yang kita miliki saat ini sambil melakukan penelitian untuk mendapatkan lebih banyak informasi. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cProyek dan simposium ini membuka lebih banyak detail mengenai kekayaan hutan mangrove,\u201d ujar beliau, \u201cKita perlu melestarikan hutan mangrove yang ada dan mengembalikan yang sudah rusak untuk memberikan manfaat tidak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.\u201d <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Simposium tersebut ditutup oleh presentasi oleh Sigit Sasmito, Citra Gilang, Agus M. Maulana dan Chanwoo Park mengenai peluang restorasi; analisis data dan temuan; pemetaan dan pemilihan lokasi; dan memahami survei lapangan serta protokol lapangan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:259}\"> <\/span><\/p>\n<p>_____<\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"none\">Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Himlal Baral (<\/span><\/i><a href=\"mailto:h.baral@cifor-icraf.org\"><i><span data-contrast=\"none\">h.baral@cifor-icraf.org<\/span><\/i><\/a><i><span data-contrast=\"none\">).<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <\/span><\/p>\n<p>_____<\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\">Penelitian ini didukung oleh <\/span><\/i><i><span data-contrast=\"none\">National Institute of Forest Science, Republik Korea dan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Republik Indonesia<\/span><\/i><i><span data-contrast=\"none\">;\u202f Pusat Reboisasi Hutan Tropis Universitas Mulawarman; Universitas Muhammadiyah Palangkaraya; Center of Excellence untuk Penelitian Lahan Gambut Universitas Sriwijaya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kawasan Indo-Pasifik Barat, yang meliputi Asia Timur, merupakan rumah dari ekosistem mangrove yang paling beragam di dunia. Di bawah pengaruh perubahan iklim, secara bertahap area ini terus berkembang dan bermigrasi. Untuk memahami lebih dalam fenomena ini dan mengetahui cara menjaga kesehatan sistem mangrove, para peneliti dari National Institute of Forest Science (NIFoS) di Republik Korea [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":408,"featured_media":82695,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[2493,2596],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[10425],"class_list":["post-82692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-karbon-biru","tag-bahasa-mangrove","type-bahasa-liputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kawasan Indo-Pasifik Barat, yang meliputi Asia Timur, merupakan rumah dari ekosistem mangrove yang paling beragam di dunia. Di bawah pengaruh perubahan iklim, secara bertahap area ini terus berkembang dan bermigrasi. Untuk memahami lebih dalam fenomena ini dan mengetahui cara menjaga kesehatan sistem mangrove, para peneliti dari National Institute of Forest Science (NIFoS) di Republik Korea [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-05T08:50:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-30T06:21:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"669\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"446\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Robert Finlayson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hanoman01\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau\"},\"author\":{\"name\":\"Robert Finlayson\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/9f11b936fafb1447982781031ecff773\"},\"headline\":\"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau\",\"datePublished\":\"2023-05-05T08:50:18+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-30T06:21:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau\"},\"wordCount\":983,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau\",\"name\":\"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-05-05T08:50:18+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-30T06:21:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/05\\\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg\",\"width\":669,\"height\":446,\"caption\":\"Citra Gilang Qur\u2019ani dari Departemen Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang tengah meriset mangrove di Bali, Indonesia. Foto oleh: Agus Muhamad Maulana\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/9f11b936fafb1447982781031ecff773\",\"name\":\"Robert Finlayson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g05d07a7f58f160478412f1c1b51abcf8\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Robert Finlayson\"},\"description\":\"Robert Finlayson is a senior associate fellow with CIFOR-ICRAF who joined in 2010 and has held various positions related to communication and liaison. He now specialises in project development, particularly for land restoration in Indonesia and other countries in Asia.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@hanoman01\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/rfinlayson\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/82692\\\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau","og_description":"Kawasan Indo-Pasifik Barat, yang meliputi Asia Timur, merupakan rumah dari ekosistem mangrove yang paling beragam di dunia. Di bawah pengaruh perubahan iklim, secara bertahap area ini terus berkembang dan bermigrasi. Untuk memahami lebih dalam fenomena ini dan mengetahui cara menjaga kesehatan sistem mangrove, para peneliti dari National Institute of Forest Science (NIFoS) di Republik Korea [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-05-05T08:50:18+00:00","article_modified_time":"2024-01-30T06:21:11+00:00","og_image":[{"width":669,"height":446,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Robert Finlayson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hanoman01","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau"},"author":{"name":"Robert Finlayson","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/9f11b936fafb1447982781031ecff773"},"headline":"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau","datePublished":"2023-05-05T08:50:18+00:00","dateModified":"2024-01-30T06:21:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau"},"wordCount":983,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau","name":"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg","datePublished":"2023-05-05T08:50:18+00:00","dateModified":"2024-01-30T06:21:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg","width":669,"height":446,"caption":"Citra Gilang Qur\u2019ani dari Departemen Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang tengah meriset mangrove di Bali, Indonesia. Foto oleh: Agus Muhamad Maulana\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penelitian \u2018Lintas-Bagian\u2019 Karbon Biru di Mangrove: Kisah dari Dua Pulau"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/9f11b936fafb1447982781031ecff773","name":"Robert Finlayson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g05d07a7f58f160478412f1c1b51abcf8","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g","caption":"Robert Finlayson"},"description":"Robert Finlayson is a senior associate fellow with CIFOR-ICRAF who joined in 2010 and has held various positions related to communication and liaison. He now specialises in project development, particularly for land restoration in Indonesia and other countries in Asia.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@hanoman01"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/rfinlayson"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/82692\/penelitian-lintas-bagian-karbon-biru-di-mangrove-kisah-dari-dua-pulau#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Citra-Gilang-Qurani-of-the-University-of-Muhammadiyah-Malang-conducts-mangrove-research-in-Bali-Indonesia-Agus-Muhamad-Maulana-CIFOR-ICRAF-669x446-1.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/408"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82692"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82696,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82692\/revisions\/82696"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82695"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82692"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=82692"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=82692"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=82692"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=82692"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=82692"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=82692"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=82692"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=82692"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=82692"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=82692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}