{"id":80722,"date":"2023-01-20T06:00:11","date_gmt":"2023-01-19T23:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=80722"},"modified":"2023-01-20T11:12:06","modified_gmt":"2023-01-20T04:12:06","slug":"pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma","title":{"rendered":"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma"},"content":{"rendered":"<p>Hutan Indonesia merupakan rumah bagi 10-15 persen dari tumbuhan, mamalia, dan burung yang diketahui dunia, selain stok karbon yang sangat besar. Oleh karena itu, setiap degradasi atau deforestasi ekosistem ini akan berimplikasi penting secara lokal, nasional, dan internasional.<\/p>\n<p>Atas kesadaran itu, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting untuk melindungi sebanyak mungkin kawasan hutannya yang berharga, termasuk <a href=\"http:\/\/ditjenppi.menlhk.go.id\/berita-ppi\/4357-enhanced-ndc-komitmen-indonesia-untuk-makin-berkontribusi-dalam-menjaga-suhu-global.html%20,\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">meningkatkan<\/a> target Komitmen Kontribusi Nasional (NDC) terkait Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim dan menyusun <a href=\"https:\/\/www.menlhk.go.id\/uploads\/site\/post\/1647183271.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">strategi<\/a> baru untuk mencapai target Penyerapan Bersih dari Hutan dan Penggunaan Lahan Lain (FOLU) 2030 untuk sekuestrasi karbon.<\/p>\n<p>Meskipun begitu, terdapat tekanan besar atas lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan material. Dalam konteks ini, pemerintah \u201ctelah mengambil inisiatif untuk bergeser dari praktik kehutanan konvensional serta memperkenalkan pendekatan inovatif untuk menghasilkan barang dan jasa,\u201d kata Hunggul YSH Nugroho, Peneliti <a href=\"https:\/\/brin.go.id\/en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Badan Riset dan Inovasi Nasional<\/a> (BRIN) dan Penulis Utama <a href=\"https:\/\/www.mdpi.com\/2071-1050\/14\/19\/12124\/htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">makalah baru<\/a> di <em>Sustainibilty<\/em>, yang memaparkan praktik \u2018pengarusutamaan jasa ekosistem (ES)\u2019 dalam pengelolaan hutan sebagai perwujudan pergeseran ini. Makalah ini juga menyoroti kesenjangan kunci dalam implementasi pendekatan ini, serta menawarkan wawasan penting untuk bagaimana lebih dekat pada realitas.<\/p>\n\n<p>Apakah bisa mendorong perubahan ini? Intinya, bagaimana menemukan cara untuk menilai \u2013 dan menambah nilai \u2013 pada beragam rangkaian jasa yang diberikan oleh sebuah ekosistem utuh, meliputi pangan, air, kayu, pemurnian udara, formasi tanah, dan polinasi. Di Indonesia, kata Nugroho, sebuah konfigurasi bisnis baru pengelolaan sumber daya hutan produksi telah muncul, mencakup serangkaian bisnis berbasis hutan yang lebih beragam \u2013 termasuk pangan, energi terbarukan, ekowisata, wanatani, hasil hutan bukan kayu (HHBK), dan jasa lingkungan seperti penyerapan karbon, penyimpanan air, dan filtrasi.<\/p>\n<p>\u201cTujuan dari pengarusutamaan adalah untuk menginternalisasi tujuan dari konservasi sumber daya alam dalam kebijakan, program, dan model pembangunan sektor ekonomi untuk kemaslahatan manusia,\u201d kata rekan penulis di makalah. \u201cPengarusutamaan bertujuan untuk memastikan bahwa konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan dari ekosistem tidak hanya tanggung jawab pelaku konservasi, tetapi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pembuat kebijakan sampai pelaku bisnis dan masyarakat lokal.\u201d<\/p>\n<p>Makalah ini mengeksplorasi strategi negara dalam menjalankan proses pengarusutamaan, yaitu menekankan pada empat elemen kunci: mengembangkan skema pembayaran jasa ekosistem (PES); menjamin pendanaan berkelanjutan untuk insentif pergeseran; memanfaatkan sistem pendukung keputusan (DSS); dan mengartikulasikan nilai ES untuk mengelola jasa-jasa ini dengan tepat dan memproduksi hasil yang terukur.<\/p>\n<p>Penulis studi memandang PES merupakan hal yang \u201cwajib\u201d untuk menjaga perubahan. Meskipun, saat ini \u201cimplementasinya masih jarang di Indonesia,\u201d kata Yudono. Dalam rangka mendorong implementasi, kapasitas komunitas perlu dibangun, agen perantara diturunkan, dan insentif ditingkatkan untuk mendorong partisipasi.<\/p>\n<p>Pendanaan swasta dan publik menjadi penting untuk memperkuat kepastian pendanaan. Ada beberapa opsi untuk skema pembiayaan berkelanjutan yang dapat dioptimalkan, kata penulis, meliputi dana publik dari anggaran pemerintah, hibah, dan pinjaman luar negeri; serta dana nonpublik dalam bentuk dana swasta, keuangan campuran, dana Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan dana dari lembaga filantropi dan LSM.<\/p>\n\n<p>Tantangan kunci lain dari implementasi PES pada tingkat bentang alam adalah memikirkan bagaimana cara mengalokasi dan mengelola opsi penggunaan lahan yang berbeda, beberapa diantaranya mungkin bertentangan. \u201cDalam kasus ini,\u201d kata penulis, \u201cpenggunaan DSS dikombinasikan dengan analisis spasial dan penginderaan jauh menjadi penting dan strategis. DSS dapat digunakan untuk mendukung pemahaman lebih komprehensif dari permasalahan dan pengembangan opsi pengelolaan alternatif, serta memproyeksikan konsekuensi dari tindakan yang berbeda.\u201d<\/p>\n<p>Mengartikulasikan nilai dari jasa ekosistem secara partisipatif dapat membantu mendorong integrasi lebih komprehensif persepsi dan nilai dari pemangku kepentingan, kata Yudono \u2013 \u201cdimulai dengan memunculkan nilai ekonomi dan sosial jasa ekosistem, dari bawah ke atas.\u201d<\/p>\n<p>Secara umum, para kontributor makalah berharap dapat membangun kesadaran akan perlunya untuk mengenali kontribusi ES terhadap kesejahteraan finansial, sosial, dan lingkungan negara. \u201cPertumbuhan ekonomi seringkali bergantung pada ekosistem alami serta arus barang dan jasa yang dihasilkan oleh alam,\u201d kata Himlal Baral, Ilmuwan Senior <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional dan World Agroforestry<\/a> (CIFOR-ICRAF) dan salah satu penulis makalah. \u201cMenggabungkan pendekatan jasa ekosistem ke dalam perencanaan yang ada dan proses pengambilan keputusan memberikan solusi yang saling menguntungkan baik dari segi pembangunan ekonomi maupun konservasi lingkungan.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hutan Indonesia merupakan rumah bagi 10-15 persen dari tumbuhan, mamalia, dan burung yang diketahui dunia, selain stok karbon yang sangat besar. Oleh karena itu, setiap degradasi atau deforestasi ekosistem ini akan berimplikasi penting secara lokal, nasional, dan internasional. Atas kesadaran itu, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting untuk melindungi sebanyak mungkin kawasan hutannya yang berharga, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":80725,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[137,6090,186,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[7563,11198,6417,2489,6467,6845],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-80722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forest-management-restoration","category-forests-news","category-production-forests","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-biodiversitas","tag-bahasa-folu","tag-bahasa-hasil-hutan-bukan-kayu","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-ndc","tag-bahasa-pes","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hutan Indonesia merupakan rumah bagi 10-15 persen dari tumbuhan, mamalia, dan burung yang diketahui dunia, selain stok karbon yang sangat besar. Oleh karena itu, setiap degradasi atau deforestasi ekosistem ini akan berimplikasi penting secara lokal, nasional, dan internasional. Atas kesadaran itu, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting untuk melindungi sebanyak mungkin kawasan hutannya yang berharga, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-19T23:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-20T04:12:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma\",\"datePublished\":\"2023-01-19T23:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-20T04:12:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma\"},\"wordCount\":647,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Forest management &amp; restoration\",\"Forests News\",\"Production forests\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2023\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma\",\"name\":\"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg\",\"datePublished\":\"2023-01-19T23:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-20T04:12:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1360,\"caption\":\"Pulang setelah hari yang panjang. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/80722\\\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma","og_description":"Hutan Indonesia merupakan rumah bagi 10-15 persen dari tumbuhan, mamalia, dan burung yang diketahui dunia, selain stok karbon yang sangat besar. Oleh karena itu, setiap degradasi atau deforestasi ekosistem ini akan berimplikasi penting secara lokal, nasional, dan internasional. Atas kesadaran itu, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting untuk melindungi sebanyak mungkin kawasan hutannya yang berharga, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2023-01-19T23:00:11+00:00","article_modified_time":"2023-01-20T04:12:06+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1360,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma","datePublished":"2023-01-19T23:00:11+00:00","dateModified":"2023-01-20T04:12:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma"},"wordCount":647,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg","articleSection":["Forest management &amp; restoration","Forests News","Production forests","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2023","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma","name":"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg","datePublished":"2023-01-19T23:00:11+00:00","dateModified":"2023-01-20T04:12:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg","width":2048,"height":1360,"caption":"Pulang setelah hari yang panjang. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Indonesia Menavigasi Perubahan Paradigma"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/80722\/pengelolaan-hutan-berkelanjutan-indonesia-menavigasi-perubahan-paradigma#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/35892688575_e8b8498fc3_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80722"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80807,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80722\/revisions\/80807"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80722"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=80722"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=80722"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=80722"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=80722"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=80722"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=80722"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=80722"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=80722"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=80722"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=80722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}