{"id":79751,"date":"2022-11-08T05:40:52","date_gmt":"2022-11-07T22:40:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=79751"},"modified":"2022-11-08T14:48:16","modified_gmt":"2022-11-08T07:48:16","slug":"agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim","title":{"rendered":"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.worldagroforestry.org\/publication\/trees-farms-nature-based-solution-biodiversity-conservation-agricultural-landscapes\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pepohonan di lahan pertanian<\/a> sangat penting bagi kesejahteraan manusia, menyediakan makanan, kayu bakar, dan pendapatan desa. Selain juga melindungi ekosistem dengan menyerap karbon, mencegah erosi tanah, dan menyokong keanekaragaman hayati dan kehidupan flora dan fauna di Bumi.<\/p>\n<p>Ketika berbagai negara berupaya mewujudkan tujuan perjanjian dan komitmen internasional, seperti <a href=\"https:\/\/www.decadeonrestoration.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Dekade Restorasi Ekosistem PBB<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.cbd.int\/article\/draft-1-global-biodiversity-framework\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kerangka Kerja Global Keanekaragaman Hayati<\/a>, kesadaran mengenai nilai yang ditawarkan pohon dalam pertanian \u2013 dikenal pula sebagai <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/25264\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">agroforestri<\/a> \u2013 meningkat dalam adaptasi perubahan iklim. Pepohonan menyerap karbon dioksida dari atmosfer, menjadi habitat keanekaragaman hayati, meregenerasi sumber daya tanah dan air, serta memproduksi makanan bergizi serta produk bernilai tingi lainnya yang meningkatkan pendapatan pertanian.<\/p>\n<p>Ketika negara donor dalam Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) bermurah hati mendanai proyek keanekaragaman hayati \u2013 di samping sejumlah negara berinvestasi membangun kawasan lindung baru \u2013 pendanaan proyek masih bersifat jangka pendek. Anggaran jangka panjang untuk konservasi keanekaragaman hayati di seluruh dunia tidak memadai, sehingga muncul kebutuhan untuk mengeksplorasi sumber pendanaan baru dan inovatif.<\/p>\n<p>Keanekaragaman hayati masih menjadi eksternalitas ekonomi \u2013 di luar ekonomi arus utama \u2013 dan hanya menarik bagi sejumlah kecil dana khusus. Konservasi keanekaragaman hayari dan bentang alam kaya keanekaragaman hayati memerlukan aliran dana kedua: dari anggaran pertanian dan pengelolaan lingkungan.<\/p>\n<p>Komitmen global juga memerlukan mekanisme reliabel dalam melacak kemajuan dan memantau <a href=\"https:\/\/climateactiontracker.org\/countries\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">target iklim<\/a> dari janji berbagai negara untuk memulihkan bentang alam dan melestarikan keanekaragaman hayati selama Dekade Restorasi Ekosistem PBB. Kenyataannya, seringkali sulit untuk menghitung alokasi khusus biaya untuk pohon di pertanian dalam anggaran nasional, karena pendanaan tidak jelas, deskripsi kategori luas dan seringnya perubahan kelembagaan di berbagai kementerian.<\/p>\n<p><strong>Studi kasus: Rwanda<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah Rwanda mengakui pentingnya pohon dalam pertanian dan membentuk satuan tugas untuk mengkoordinasikan aktivitas <a href=\"https:\/\/www.worldagroforestry.org\/blog\/2021\/09\/24\/action-agroforestry-rwanda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">implementasi<\/a> aktivitas agroforestri. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui lembaga pemerintah mana yang memiliki anggaran yang dapat digunakan untuk merespon prioritas pohon dalam pertanian; apakah digunakan untuk tujuan ini; dan jika demikian, berapa banyak yang dihabiskan.<\/p>\n<p>The Center for International Forestry Research dan World Agroforestry (<a href=\"https:\/\/www.worldagroforestry.org\/about\/icraf-cifor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CIFOR-ICRAF<\/a>) baru-baru ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan menganalisis alokasi anggaran nasional untuk pohon dan lahan pertanian oleh pemerintah Rwanda dalam periode lima tahun (2015-2019).<\/p>\n<p>Studi CIFOR-ICRAF yang merupakan bagian dari program Pohon dalam Pertanian (<a href=\"https:\/\/www.worldagroforestry.org\/project\/harnessing-potential-trees-farms-meeting-national-and-global-biodiversity-targetshttps:\/www.worldagroforestry.org\/project\/harnessing-potential-trees-farms-meeting-national-and-global-biodiversity-targets\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">TonF<\/a>), bekerja dengan masyarakat, pemerintah, dan lembaga masyarakat di Honduras, Indonesia, Peru, Rwanda, dan Uganda untuk  pelestarian dan pemulihan keanekaragaman hayati dan meningkatkan produktivitas pertanian. Studi yang didanai oleh <a href=\"https:\/\/www.international-climate-initiative.com\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Inisiatif Iklim Nasional<\/a> (IKI) ini, dilaksanakan oleh  CIFOR-ICRAF, Centro Agron\u00f3mico Tropical de Investigaci\u00f3n y Ense\u00f1anza (CATIE), Konservasi Alam Internasional the (IUCN), Georg-August-Universit\u00e4t G\u00f6ttingen dan Leibnitz Universit\u00e4t Hannover.<\/p>\n<p>Studi menemukan bahwa di Rwanda, pendanaan dan mekanisme pemantauan untuk agroforestri belum optimal. Dalam anggaran nasional, terdapat beragam alokasi dengan nama kategori berbeda tetapi dapat digunakan untuk pohon di lahan pertanian dan restorasi. Efektivitas pemanfaatan anggaran terhambat oleh fakta tidak terdapatnya label \u2018pohon di lahan pertanian\u2019 atau \u2018restorasi\u2019, selain terfragmentasi dan dialokasikan ke beberapa lembaga. Hal ini membuat pendekatan program \u2013 yang diperlukan jika Rwanda ingin mewujudkan target restorasi yang ambisius \u2013 menjadi sangat sulit.<\/p>\n<p>Saat ini, sistem kode dalam anggaran nasional juga dirancang untuk mengalokasikan dan melacak dana pada tingkat fungsional lebih tinggi dan tidak membantu melacak target pengeluaran sangat spesifik untuk fungsi langsung.<\/p>\n<p><strong>Target ambisius<\/strong><\/p>\n<p>Rwanda, negara yang bergantung pada pertanian mengalami deforestasi masif selama perang saudara 1990-an dan <a href=\"https:\/\/www.un.org\/en\/preventgenocide\/rwanda\/historical-background.shtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Genosida Tutsi<\/a> 1994, menjadi pelopor dalam upaya global memulihkan bentang alam terdegradasi. Pada 2011, \u201c<a href=\"https:\/\/www.euronews.com\/travel\/2022\/07\/09\/rwanda-is-the-land-of-1000-hills-heres-why-it-should-be-on-your-bucket-list\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tanah Seribu Bukit<\/a>\u201d ini menjadi negara Afrika pertama yang bergabung dengan inisiatif <a href=\"https:\/\/afr100.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">AFR100<\/a> \u2013 berkontribusi pada Tantangan Bonn \u2013 dengan janji untuk memulihkan <a href=\"https:\/\/www.environment.gov.rw\/news-detail\/how-rwanda-is-putting-its-forests-first-in-the-fight-against-climate-change\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">2 Juta hektare<\/a> dalam decade mendatang. Menurut angka IUCN, Hutan menutupi sekitar <a href=\"https:\/\/www.iucn.org\/news\/forests\/202003\/how-rwanda-became-a-restoration-leader\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">30 percen<\/a> Rwanda, dan hampir setengah lahannya itu ditempati perkebunan.<\/p>\n<p>Pemerintah Rwanda berhasil memulihkan tutupan pohon di lahan publik. Dalam topografi berbukit khas Afrika Tengah, penanaman pohon banyak  ditempatkan di <a href=\"https:\/\/waterportal.rwb.rw\/toolbox\/466\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sepanjang teras<\/a> yang dibuat untuk mencegah longsor dan banjir, atau di area berhutan yang sebelumnya rusak selama dan setelah perang genosida.<\/p>\n<p>Bagaimanapun mengintegrasikan pohon dalam pertanian tetap memiliki tantangan. Jika petani ingin menanam dan mengelola pohon di lahan pertanian, pohon harus memberikan manfaat nyata dalam bentuk pangan, pendapatan, kayu bakar, dan memperbaiki kondisi pertanian. Hal ini, menurut para peneliti, membutuhkan investasi besar dalam peningkatan kapasitas dan paket baru  layanan penyuluhan dengan fokus pada agroforestri.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\">\n\t\t\t\t<img width=\"622\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-622x415.jpg\" class=\"wp-image-79752\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-622x415.jpg 622w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-566x378.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-768x513.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-668x446.jpg 668w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Farmers-access-quality-seedlings-and-training-in-tree-growing-and-management-on-farms-from-rural-resource-centres_Photo_World-Agroforestry_0.jpg 1014w\" sizes=\"auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Petani mengakses bibit berkualitas dan pelatihan menanam dan mengelola pepohonan di lahan pertanian. Foto oleh: CIFOR-ICRAF<\/figcaption>\n\t\t\t<\/figure>\n<p>\u201cDi Rwanda, banyak pohon diintegrasikan sebagai bagian dari program penanaman,\u201d kata <a href=\"https:\/\/www.worldagroforestry.org\/staff\/anja-gassner\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Anja Gassner<\/a>, koordinator program TonF dan penasihat sains di <a href=\"https:\/\/www.globallandscapesforum.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global<\/a>. \u201cSayangnya tidak banyak uang dikeluarkan untuk mengajari petani cara mengelolanya, pohon tumbuh sangat besar dan bersaing dengan tanaman pertanian untuk mendapatkan sinar matahari. Jadi, agroforestri tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan karena sebagian besar komponen pengelolaannya tidak ada.\u201d<\/p>\n<p><strong>Kesenjangan akuntansi <\/strong><\/p>\n<p>Ketika melangkah dari portofolio program agroforestri \u2013 yang dikelola beragam lembaga \u2013 menuju program nasional intensifikasi pohon, Rwanda perlu secara kreatif menelisik peluang dalam anggaran nasional, dan mencocokkannya dengan pendanaan eksternal yang mau dan mampu menambal keterbatasan sumber daya.<\/p>\n<p>Tantangan utamanya terletak pada identifikasi pengeluaran untuk pohon di lahan pertanian dan <a href=\"https:\/\/www.minecofin.gov.rw\/1\/accountant-general-1-1-1-1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">item anggaran<\/a> pada kementerian dan lembaga berbeda. Saat ini, menurut para peneliti, pengeluaran dimasukkan dalam kategori luas untuk disalurkan ke kegiatan terkait, seperti penggunaan dan pengelolaan lahan; pengelolaan daerah aliran sungai; lingkungan dan mitigasi perubahan iklim; serta pengelolaan kehutanan dan agroforestri.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-79755 size-large\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-744x415.png\" alt=\"\" width=\"744\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-744x415.png 744w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-566x316.png 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-768x428.png 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-220x123.png 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-610x340.png 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-672x375.png 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-365x205.png 365w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851-1100x613.png 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Rwanda-blog-e1667861209851.png 1110w\" sizes=\"auto, (max-width: 744px) 100vw, 744px\" \/><\/p>\n<p>Para peneliti ingin mengidentifikasi alokasi anggaran nasional Rwanda terkait pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan  (SMNR) dan pohon (TonF) di lahan pertanian, dengan fokus utama pada dua kementerian: <a href=\"https:\/\/www.minagri.gov.rw\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kementerian Pertanian<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.environment.gov.rw\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kementerian Lingkungan Hidup<\/a>, yang menerima dana dari <a href=\"https:\/\/www.minecofin.gov.rw\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kementerian Keuangan dan Perencanaan Ekonomi<\/a>. Kabupaten juga menerima anggaran untuk dibelanjakan pada kegiatan restorasi lahan yang mungkin termasuk penanaman pohon di lahan pertanian.<\/p>\n<p>\u201cSayangnya, desain cara kode anggaran menyulitkan untuk secara ekslusif mengidentifikasi pengeluaran untuk pohon di pertanian,\u201d kata <a href=\"https:\/\/rw.linkedin.com\/in\/laurent-ndiramiye-a0271153\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Laurent Ndiramiye<\/a>, konsultan senior dan penulis utama studi tersebut. \u201cPerlu upaya agar kedua kementerian dan lembaga lain yang merupakan bagian dari pengeluaran TonF, dapat dengan jelas mendefinisikan pohon di pertanian dalam garis anggaran mereka.\u201d<\/p>\n<p><strong>Mendalami agroforestri<\/strong><\/p>\n<p>Analisis menemukan bahwa alokasi anggaran nasional untuk SMNR dan TonF masing-masing adalah 6,8 persen dan 2,8 persen, dalam periode lima tahun. Namun sektor induknya \u2013 pertanian dan lingkungan (kehutanan) \u2013 berkontribusi signifikan terhadap <a href=\"https:\/\/data.worldbank.org\/indicator\/NY.GDP.MKTP.CD?locations=RW\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">produk domestik bruto<\/a> (PDB) Rwanda: 19,3 persen untuk pertanian, dan hanya 1,6 persen dari PDB nasional diinvestasikan kembali di pertanian; serta 5,5 persen untuk lingkungan (kehutanan), dan  hanya 0,5 persen diinvestasikan kembali dalam pengelolaan lingkungan.<\/p>\n<p>Para peneliti memperkirakan bahwa 358 juta dolar AS dialokasikan untuk pohon di lahan pertanian dari anggaran nasional dalam periode lima tahun. Temuan studi menyatakan, seringnya peleburan  kelembagaan dan kurangnya mekanisme koordinasi membatasi dampak pendanaan restorasi lahan ini.<\/p>\n<p>\u201cAgroforestri cenderung lintas kementerian pertanian dan lingkungan serta berbagai lembaga,\u201d kata <a href=\"https:\/\/www.worldagroforestry.org\/staff\/brian-chiputwa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Brian Chiputwa<\/a>, pakar penghidupan dan gender CIFOR-ICRAF yang berkontribusi dalam analisis. \u201cMengingat kedua kementerian memiliki tugas berbeda, kita cenderung menemukan bahwa tidak cukup koordinasi terkait aktivitas agroforestri, sehingga sulit melacak dan memantau pengeluaran aktual.\u201d<\/p>\n<p><strong>Jalan ke depan<\/strong><\/p>\n<p>Rekomendasi utama laporan ini adalah agar alokasi tertampak dengan memberi label sebagai \u2018penanaman pohon di lahan pertanian\u2019 atau \u2018agroforestri\u2019. Penilaian kritis terhadap alokasi anggaran nasional juga harus dilakukan untuk memastikan kecukupannya, selain itu pertimbangan perlu diberikan mengenai optimalisasi pemanfaatan anggaran donor.<\/p>\n<p>Para peneliti juga mengusulkan agar alokasi untuk SMNR dan TonF dalam APBN ditingkatkatkan menjadi setidaknya 10 persen dan 5 persen, dari saat ini 6,8 persen dan 2,8 persen. Dimintakan pula peningkatan visibilitas kegiatan TonF dan pendanaan dalam anggaran lembaga terkait dan di tingkat kabupaten dengan garis anggaran yang jelas dan dapat dipantau.<\/p>\n<p>Mekanisme koordinasi lintas sektor nasional diperlukan untuk TonF. Menurut para peneliti, sumber daya harus ditransfer dari pemerintah pusat ke <a href=\"https:\/\/www.gov.rw\/government\/directory\/local-government\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kabupaten<\/a>, terkait tanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan nasional dan terlindung dari kemunduran reformasi kelembagaan karena otonomi.<\/p>\n<p>Gugus Tugas Agroforestri Rwanda bertujuan menyelaraskan kegiatan TonF Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Lembaga mereka, kata Chiputwa.<\/p>\n<p>Gassner menambahkan, transparansi atas sumber pendanaan dan fungsi yang berbeda untuk pohon dalam pertanian \u2013 seperti pengelolaan daerah tangkapan air dan pengendalian erosi \u2013 juga akan mendorong pembuat kebijakan untuk mendiskusikan bagaimana mengalokasikan lebih banyak uang untuk aktivitas tertentu dalam anggaran berikutnya.<\/p>\n<p>\u201cDi Rwanda, agroforestri adalah salah satu intervensi kunci dalam mendukung tulang punggung kegiatan ekonomi, yaitu pertanian,&#8221; katanya. \u201cPemerintah sudah melakukan investasi besar dalam program penanaman pohon dan agroforestri, meski pengeluarannya tidak terlalu tampak. Semakin dana terfragmentasi, semakin sulit mengelola agroforestri secara koheren, terprogram dan efektif.\u201d<\/p>\n<p><em>Program ini merupakan bagian dari <\/em><a href=\"http:\/\/www.international-climate-initiative.com\/en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Inisiatif Iklim Internasional<\/a><em> (IKI). Kementerian Lingkungan, Konservasi Alam, Keselamatan Nuklir dan Perlindungan Konsumen Pemerintah Jerman (<\/em><a href=\"https:\/\/www.bmuv.de\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>BMU<\/em><\/a><em>) mendukung inisiatif ini berdasarkan keputusan Bundestag Jerman.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pepohonan di lahan pertanian sangat penting bagi kesejahteraan manusia, menyediakan makanan, kayu bakar, dan pendapatan desa. Selain juga melindungi ekosistem dengan menyerap karbon, mencegah erosi tanah, dan menyokong keanekaragaman hayati dan kehidupan flora dan fauna di Bumi. Ketika berbagai negara berupaya mewujudkan tujuan perjanjian dan komitmen internasional, seperti Dekade Restorasi Ekosistem PBB dan Kerangka Kerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":364,"featured_media":79758,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[2481,6842,2480,11121],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[9822],"class_list":["post-79751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-agroforestri","tag-bahasa-kehutanan","tag-bahasa-pertanian","tag-bahasa-target-iklim","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pepohonan di lahan pertanian sangat penting bagi kesejahteraan manusia, menyediakan makanan, kayu bakar, dan pendapatan desa. Selain juga melindungi ekosistem dengan menyerap karbon, mencegah erosi tanah, dan menyokong keanekaragaman hayati dan kehidupan flora dan fauna di Bumi. Ketika berbagai negara berupaya mewujudkan tujuan perjanjian dan komitmen internasional, seperti Dekade Restorasi Ekosistem PBB dan Kerangka Kerja [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-07T22:40:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-08T07:48:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1282\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"David Henry\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim\"},\"author\":{\"name\":\"David Henry\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18\"},\"headline\":\"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim\",\"datePublished\":\"2022-11-07T22:40:52+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-08T07:48:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim\"},\"wordCount\":1365,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2022\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim\",\"name\":\"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg\",\"datePublished\":\"2022-11-07T22:40:52+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-08T07:48:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/11\\\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1282,\"caption\":\"Pepohonan di lahan pertanian, Rwanda. Foto oleh: CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18\",\"name\":\"David Henry\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g495ca2761fca34dfb5a2f6b5d002bf4a\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"David Henry\"},\"description\":\"David Henry is a freelance writer who focuses on issues relating to climate change, food security and sustainable development.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/davidhenry\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79751\\\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim","og_description":"Pepohonan di lahan pertanian sangat penting bagi kesejahteraan manusia, menyediakan makanan, kayu bakar, dan pendapatan desa. Selain juga melindungi ekosistem dengan menyerap karbon, mencegah erosi tanah, dan menyokong keanekaragaman hayati dan kehidupan flora dan fauna di Bumi. Ketika berbagai negara berupaya mewujudkan tujuan perjanjian dan komitmen internasional, seperti Dekade Restorasi Ekosistem PBB dan Kerangka Kerja [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2022-11-07T22:40:52+00:00","article_modified_time":"2022-11-08T07:48:16+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1282,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"David Henry","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim"},"author":{"name":"David Henry","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18"},"headline":"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim","datePublished":"2022-11-07T22:40:52+00:00","dateModified":"2022-11-08T07:48:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim"},"wordCount":1365,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2022","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim","name":"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg","datePublished":"2022-11-07T22:40:52+00:00","dateModified":"2022-11-08T07:48:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg","width":1920,"height":1282,"caption":"Pepohonan di lahan pertanian, Rwanda. Foto oleh: CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Agroforestri Perlu Tampak dalam Anggaran Nasional untuk Melacak Kemajuan Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50e9456cf00fbdb5ebf3b62a9f434f18","name":"David Henry","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g495ca2761fca34dfb5a2f6b5d002bf4a","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8874b5188eb7260580c0e8383196e0aad0f00be894c8054313ae894b6407b5f4?s=96&d=mm&r=g","caption":"David Henry"},"description":"David Henry is a freelance writer who focuses on issues relating to climate change, food security and sustainable development.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/davidhenry"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79751\/agroforestri-perlu-tampak-dalam-anggaran-nasional-untuk-melacak-kemajuan-iklim#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Trees-on-farms-in-Rwanda-in-2016.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/364"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79751"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79751\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79785,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79751\/revisions\/79785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79751"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=79751"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=79751"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=79751"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=79751"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=79751"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=79751"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=79751"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=79751"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=79751"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=79751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}