{"id":79051,"date":"2022-09-16T16:07:22","date_gmt":"2022-09-16T09:07:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=79051"},"modified":"2022-09-16T16:08:52","modified_gmt":"2022-09-16T09:08:52","slug":"sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan","title":{"rendered":"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan"},"content":{"rendered":"<p>Langkah awal pengakuan hutan sebagai bagian kritikal untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perjanjian Paris dimulai saat pemimpin dari 141 negara menandatangani <a href=\"https:\/\/ukcop26.org\/glasgow-leaders-declaration-on-forests-and-land-use\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Deklarasi Glasgow tentang Hutan dan Penggunaan Lahan. <\/a><\/p>\n<p>Tetapi, apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan komitmen ini? Bagaimana negara-negara tersebut menjalankan komitmennya sejauh ini dan apa dukungan yang bisa kita lakukan untuk mencapai enam upaya kunci yang dideklarasikan oleh para pemimpin dunia?<\/p>\n<p>Sekitar tujuh bulan setelah Deklarasi Glasgow, perwakilan nasional, perwakilan masyarakat adat, dan para peneliti melihat walaupun ada beberapa kemajuan yang dicapai dalam pelaksanaan komitmen tersebut, keterlibatan masyarakat lokal, <em>political goodwill, <\/em>dan pendanaan yang cukup masih diperlukan untuk menjalankan komitmen yang dinyatakan pada Deklarasi Glasgow.<\/p>\n<p>Para ahli berbicara dalam <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/session-detail\/leveraging-the-glasgow-leaders-declaration-on-forests-and-land-use-to-accelerate-climate-actions\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">webinar<\/a> yang diselenggarakan pada 14 Juni 2022 sebagai bagian dari Konferensi Perubahan Iklim di Bonn <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/SB56\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>(Bonn Climate Change Conference)<\/em><\/a><em>.<\/em> Banyak dari mereka yang telah terjun dalam berbagai program internasional terkait perubahan iklim dan restorasi lahan &#8211; seperti <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/research-staff\/2746\/stibniati-atmadja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Stibniati Atmadja<\/a>, tokoh yang aktif terlibat dalam program internasional untuk Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan <em>(Reducing Emissions From Deforestation and Forest Degradation,<\/em> REDD+) \u2014 mengatakan komitmen Glasgow perlu dipantau sehingga tidak ada negara-negara yang tertinggal.<\/p>\n<p>\u201cDeklarasi Glasgow memperlihatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pendanaan sebanyak USD100 miliar per tahun pada 2020. Keadaan keuangan sangat ketat dan kita perlu memantau apabila negara kaya telah memenuhi komitmen pendanaan mereka,\u201d jelas Atmadja. \u201cDi sisi lain, kita juga harus memastikan bahwa dana tersebut dipergunakan dengan baik untuk memberikan manfaat iklim, keanekaragaman hayati dan sosial yang nyata terhadap iklim dan biodiversitas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/research-staff\/3338\/pham-thu-thuy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pham Thu Thuy,<\/a> Ketua Tim <em>Climate Change, Energy <\/em>dan <em>Low-Carbon Development<\/em> CIFOR-ICRAF, yang juga moderator webinar tersebut, menggali lebih lanjut skenario spesifik dari negara-negara yang sudah mulai mencapai tujuan Deklarasi Glasgow.<\/p>\n<p>Di Vietnam, sebagai contoh, di mana 42 persen dari hutan dimiliki oleh pemerintah setempat, Vu Tan Phuong dari Kantor Sertifikasi Hutan Vietnam <em>(<\/em><a href=\"https:\/\/vfcs.org.vn\/en\/home\/?playlist=54b5e57&amp;video=f228281\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Vietnam Forest Certification Office<\/em><\/a><em>)<\/em>, menjelaskan bahwa masih ada kesenjangan nyata dalam menyelaraskan tujuan. Vietnam mengalami tekanan tinggi pada hutannya sementara pembayaran untuk perlindungan hutan alam masih dinilai rendah dan penegakan hukum masih lemah.<strong><em> <\/em><\/strong><\/p>\n<p>\u201cUntuk menjalankan Deklarasi Glasgow, perlu dilakukan perencanaan penggunaan lahan yang benar dan melibatkan penilaian dampak lingkungan di semua tingkat proyek serta didukung dengan keterlibatan pemangku kepentingan yang tepat,\u201d kata Vu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/speaker\/helen-magata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Helen Magata<\/a> dari <a href=\"https:\/\/www.tebtebba.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Yayasan Tebtebba Filipina<\/a> berpendapat bahwa komitmen Glasgow adalah kunci untuk memecahkan hambatan antara proyek perubahan iklim dan masyarakat adat.<\/p>\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-23441af8 wp-block-group-is-layout-flex\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"623\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-623x415.jpg\" class=\"wp-image-79056\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k-1100x733.jpg 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51939459498_fec12f26e1_k.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bentang alam Makueni, Kenya. Foto oleh:  <a href=\"https:\/\/flic.kr\/p\/2n8HiLo\">Ann Wavinya\/CIFOR-ICRAF<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"623\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-623x415.jpg\" class=\"wp-image-79057\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k-1100x733.jpg 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/51883289935_9a3dd629f4_k.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Warga mengambil madu hutan di Desa Batudulang, Batu Lateh, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Foto oleh: <a href=\"https:\/\/flic.kr\/p\/2n3KqvD\">Donny Iqbal\/CIFOR-ICRAF<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Sayangnya, ia mengatakan hanya ada sedikit insentif untuk keterlibatan masyarakat adat, padahal mereka adalah pemilik dan pengguna lahan, yang merupakan bagian penting dalam komitmen Glasgow.<\/p>\n<p>\u201cHutan tidak hadir dengan keadaan terpisah, hutan memiliki kaitan erat dengan masyarakat adat, budaya dan sosialisasi mereka, oleh karena itu, masyarakat adat harus terlibat dan kita harus menghormati hak tenurial mereka untuk mencapai dampak yang positif dari tujuan Deklarasi Glasgow.&#8221;<\/p>\n<p>Masyarakat adat perlu mendapatkan akses kepada pendanaan iklim yang berkelanjutan yang memungkinan mereka untuk melakukan intervensi yang sesuai dengan prioritas langsung mereka, ujar Magata.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/research-staff\/3594\/christopher-martius\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Christopher Martius<\/a>, Ketua dan Direktur Pelaksana Bonn Hub CIFOR-ICRAF untuk Jerman, mencatat bahwa Deklarasi Glasgow memiliki komitmen untuk melakukan \u201ctindakan transformatif lebih lanjut di bidang produksi dan konsumsi berkelanjutan yang saling berhubungan\u201d; untuk memfasilitasi \u201cproduksi dan konsumsi komoditas yang berkelanjutan\u201d; dan untuk meningkatkan upaya dalam \u201cmenerapkan dan \u2026 mendesain ulang kebijakan dan program pertanian yang dapat mendorong pertanian berkelanjutan, mempromosikan ketahanan pangan, dan memberi manfaat bagi lingkungan\u201d. Dia juga mengatakan bahwa dalam konteks ini ada kebutuhan untuk terlibat secara komprehensif dalam sistem pangan untuk mengekang emisi karbon yang berkontribusi terhadap krisis iklim.<\/p>\n<p>\u201cSistem pangan tidak hanya meliputi pertanian,\u201d ujar beliau, \u201cAda transportasi dan pemrosesan dan ketika kita mendapatkan nutrisi yang baik untuk manusia, sistem ini juga menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti degradasi lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati.\u201d Pengurangan emisi dalam area ini mungkin cukup mudah untuk dicapai dan akan menghasilkan manfaat lain seperti keanekaragaman hayati dan berkurangnya penggunaan fosil.<\/p>\n<p>Di Republik Demokratik Kongo beberapa tindakan telah diambil sejak UNFCCC COP26, termasuk penandatanganan <em>letter of intent <\/em>kedua antara pemerintah dan <em>Central African Forest Initiative <\/em>(CAFI), revisi dan pengajuan NDC kedua, selain itu akan ada berbagai diskusi tentang penyelenggaraan COP27; tinjauan hukum konsesi kehutanan yang dilakukan oleh <em>General Inspection of Finances (IGF)<\/em>; undang-undang tentang perlindungan dan promosi orang Pigmi yang diadopsi oleh senat. Tetapi, menurut Blaise-Pascal Ntirumenyerwa Mihigo, Profesor Hukum Lingkungan Internasional di Universitas Kinshasa, masih banyak yang harus dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cKita memerlukan komitmen politik untuk hutan dan sektor yang berhubungan, untuk mengatur kembali sektor kehutanan berdasarkan rekomendasi IGF, alokasi nasional aksi hutan dan iklim, pendanaan yang memadai, menghubungkan ilmu pengetahuan dan kebijakan, dan inisiatif lainnya untuk mempercepat komitmen kita sesuai tujuan Glasgow.&#8221; kata Mihigo.<\/p>\n<p>Di bawah Deklarasi Glasgow, para pemimpin dunia menandatangani komitmen untuk bekerja secara kolektif dalam mencegah dan mengembalikan hutan serta degradasi lahan pada 2030, sambil menjalankan pembangunan berkelanjutan dan mempromosikan transformasi pedesaan yang inklusif.<\/p>\n<p>Transisi penggunaan lahan yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu memenuhi tujuan Perjanjian Paris, termasuk mengurangi kerentanan terhadap dampak krisis iklim, menahan peningkatan suhu rata-rata global di bawah 2 \u00b0C, sambil berusaha untuk membatasinya hingga 1,5 \u00b0C.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Langkah awal pengakuan hutan sebagai bagian kritikal untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perjanjian Paris dimulai saat pemimpin dari 141 negara menandatangani Deklarasi Glasgow tentang Hutan dan Penggunaan Lahan. Tetapi, apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan komitmen ini? Bagaimana negara-negara tersebut menjalankan komitmennya sejauh ini dan apa dukungan yang bisa kita lakukan untuk mencapai enam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":417,"featured_media":79055,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[11080,6686,7327,6368,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[2423],"type-francais":[],"coauthors":[10629],"class_list":["post-79051","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-deklarasi-glasgow","tag-bahasa-iklim","tag-bahasa-mitigasi-perubahan-iklim","tag-bahasa-perjanjian-paris","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-liputan-acara","type-english-event-coverage"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Langkah awal pengakuan hutan sebagai bagian kritikal untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perjanjian Paris dimulai saat pemimpin dari 141 negara menandatangani Deklarasi Glasgow tentang Hutan dan Penggunaan Lahan. Tetapi, apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan komitmen ini? Bagaimana negara-negara tersebut menjalankan komitmennya sejauh ini dan apa dukungan yang bisa kita lakukan untuk mencapai enam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-16T09:07:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-16T09:08:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"415\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Edwin Okoth\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan\"},\"author\":{\"name\":\"Edwin Okoth\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/5c24f43017374497254a425153e26815\"},\"headline\":\"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan\",\"datePublished\":\"2022-09-16T09:07:22+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-16T09:08:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan\"},\"wordCount\":828,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2022\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan\",\"name\":\"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp\",\"datePublished\":\"2022-09-16T09:07:22+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-16T09:08:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp\",\"width\":832,\"height\":415,\"caption\":\"Fasilitator komunitas di Nosgua, Ghana, yang tengah berinteraksi dengan anggota rumah tangga. Foto oleh: Nathaniel Abadji\\\/World Vision Ghana\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/5c24f43017374497254a425153e26815\",\"name\":\"Edwin Okoth\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/54269a1385caa7eaa4c49c6b14a2443891ad9c539e0a6a713fb8e61faa2bf01e?s=96&d=mm&r=g10a3b451736be3f2da6391442d9612c3\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/54269a1385caa7eaa4c49c6b14a2443891ad9c539e0a6a713fb8e61faa2bf01e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/54269a1385caa7eaa4c49c6b14a2443891ad9c539e0a6a713fb8e61faa2bf01e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Edwin Okoth\"},\"description\":\"Edwin Okoth writes science blogs for Forests News. He holds an M.A. degree (Business Journalism) from Columbia University in New York, a post-graduate diploma in mass communication from Kenya Institute of Mass Communication and a Bachelor of Arts degree from Kenyatta University in Kenya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/oedwin\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/79051\\\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan","og_description":"Langkah awal pengakuan hutan sebagai bagian kritikal untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Perjanjian Paris dimulai saat pemimpin dari 141 negara menandatangani Deklarasi Glasgow tentang Hutan dan Penggunaan Lahan. Tetapi, apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan komitmen ini? Bagaimana negara-negara tersebut menjalankan komitmennya sejauh ini dan apa dukungan yang bisa kita lakukan untuk mencapai enam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2022-09-16T09:07:22+00:00","article_modified_time":"2022-09-16T09:08:52+00:00","og_image":[{"width":832,"height":415,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Edwin Okoth","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan"},"author":{"name":"Edwin Okoth","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/5c24f43017374497254a425153e26815"},"headline":"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan","datePublished":"2022-09-16T09:07:22+00:00","dateModified":"2022-09-16T09:08:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan"},"wordCount":828,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forests News"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2022","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan","name":"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp","datePublished":"2022-09-16T09:07:22+00:00","dateModified":"2022-09-16T09:08:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp","width":832,"height":415,"caption":"Fasilitator komunitas di Nosgua, Ghana, yang tengah berinteraksi dengan anggota rumah tangga. Foto oleh: Nathaniel Abadji\/World Vision Ghana"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sudahkah Kita Bertindak Sesuai Ucapan? Deklarasi Pemimpin Glasgow tentang Hutan dan Tata Guna Lahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/5c24f43017374497254a425153e26815","name":"Edwin Okoth","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54269a1385caa7eaa4c49c6b14a2443891ad9c539e0a6a713fb8e61faa2bf01e?s=96&d=mm&r=g10a3b451736be3f2da6391442d9612c3","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54269a1385caa7eaa4c49c6b14a2443891ad9c539e0a6a713fb8e61faa2bf01e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/54269a1385caa7eaa4c49c6b14a2443891ad9c539e0a6a713fb8e61faa2bf01e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Edwin Okoth"},"description":"Edwin Okoth writes science blogs for Forests News. He holds an M.A. degree (Business Journalism) from Columbia University in New York, a post-graduate diploma in mass communication from Kenya Institute of Mass Communication and a Bachelor of Arts degree from Kenyatta University in Kenya","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/oedwin"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/79051\/sudahkah-kita-bertindak-sesuai-ucapan-deklarasi-pemimpin-glasgow-tentang-hutan-dan-tata-guna-lahan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Glasgow-community-in-Ghana-copy.webp","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/417"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79051"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79051\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79053,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79051\/revisions\/79053"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79051"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=79051"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=79051"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=79051"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=79051"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=79051"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=79051"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=79051"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=79051"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=79051"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=79051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}