{"id":78978,"date":"2022-09-12T11:45:32","date_gmt":"2022-09-12T04:45:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=78978"},"modified":"2022-09-12T11:51:27","modified_gmt":"2022-09-12T04:51:27","slug":"bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis"},"content":{"rendered":"<p>Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa proses restorasi lahan gambut berjalan dengan baik? Apakah dengan mengukur permukaan air; bertanya kepada penduduk lokal mengenai mata pencaharian mereka; mengkaji proses pembuatan keputusan dan dinamika gender; atau melihat statistik frekuensi kebakaran lahan gambut? Kemungkinan besar: kita harus melakukan semua aktivitas itu dan mungkin kegiatan lainnya.<\/p>\n<p>Melestarikan dan memulihkan lahan gambut merupakan salah satu upaya penting untuk <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/s41558-020-00944-0#citeas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">memitigasi perubahan iklim,<\/a> <a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S2772411522000155\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menjaga kesehatan ekosistem<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/50060\/eyes-on-the-livelihoods-of-peatland-communities?fnl=en\">mendukung pembangunan masyarakat <\/a>di berbagai penjuru dunia. Namun, tuntutan ekonomi menyebabkan lahan gambut <a href=\"https:\/\/besjournals.onlinelibrary.wiley.com\/doi\/full\/10.1111\/1365-2664.13905\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dikeringkan dan diubah fungsinya untuk kegiatan lain <\/a>(seperti perkebunan, pertanian, atau peternakan). Lahan gambut yang terdegradasi ini dapat <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/d41586-020-00355-3\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dijadikan target restorasi <\/a>untuk mengurangi hilangnya karbon dan jasa ekologi penting lainnya yang disediakan oleh lahan gambut alami. Tetapi, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, restorasi jangka panjang yang efektif perlu dipantau secara benar untuk menyesuaikan desain, strategi, pemilihan lokasi, serta pendekatan pengelolaan sesuai dengan konteks lokal, sambil mengubah cara untuk menyesuaikan dengan kebutuhan.<\/p>\n<p>Di Indonesia, negara yang merupakan rumah dari hampir seperempat lahan gambut tropis dunia, para peneliti di <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Center for International Forestry Research dan World Agroforestry<\/em><\/a><em> (<\/em>CIFOR-ICRAF) telah mengembangkan <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/8142\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">serangkaian kriteria dan indikator (K&amp;I) standar <\/a>untuk membantu menilai proses dan hasil dari restorasi lahan gambut. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan <a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/brgm.go.id\/&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1662897254590878&amp;usg=AOvVaw0dfLsBPAFNo_fbAPxsJooy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM),<\/a> <a href=\"https:\/\/unri.ac.id\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Studi Risiko Bencana Universitas Riau<\/a>, organisasi konservasi, dan pengembangan <a href=\"https:\/\/katinganproject.com\/who-we-are\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">PT Rimba Makmur Utama<\/a> yang didukung juga dengan melakukan konsultasi dengan ahli gambut nasional dan internasional tahun lalu.<\/p>\n<p>Pada 7 Juli 2022, CIFOR-ICRAF &#8211; bekerja sama dengan<em> UN Environment Program (UNEP), <\/em><a href=\"https:\/\/www.globalpeatlands.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Global Peatlands Initiative<\/em><\/a><em> (GPI),<\/em> dan <a href=\"https:\/\/www.tropicalpeatlands.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>International Tropical Peatland Center (ITPC)<\/em><\/a> menyelenggarakan lokakarya nasional secara virtual untuk menyampaikan draft K&amp;I standar yang telah dikembangkan sebagai alat praktis untuk membantu pembuat keputusan, praktisi, dan masyarakat sipil. \u201cRestorasi lahan gambut melibatkan banyak dimensi, karena proses ini tidak dilakukan di atas selembar kertas kosong: lokasi yang perlu direstorasi merupakan lanskap sosial dan ekologis yang dinamis yang memiliki berbagai kepentingan dan praktik masa lalu yang perlu diperbaiki,\u201d jelas Ilmuwan BRGM, Myrna Safitri, berbicara mengenai kompleksitas tugas yang perlu dilakukan.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, untuk menilai kesuksesan restorasi, diperlukan pemahaman akan keadaan bentang alam saat ini dan sejarah dari terbentuknya lanskap tersebut. Pengembangan K&amp;I untuk menentukan keberhasilan restorasi lahan basah bukanlah instrumen hitam-putih: perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat.\u201d<\/p>\n<p>Untuk membantu proses kontekstualisasi tersebut, diskusi panel secara kritis menganalisis kekuatan, kelemahan, dan peluang penggunaan K&amp;I untuk memantau lahan gambut dalam empat aspek utama: biofisik, sosial, ekonomi, dan tata kelola. Berbicara tentang aspek ekonomi, Guru Besar Universitas Tanjung Pura dan Ilmuwan Tanah, Gusti Anshari melihat bahwa \u201crestorasi lahan gambut tidak hanya tentang menjaga ekosistem tetap hidup, tetapi juga menyediakan produk ekonomi dan komoditas serta jasa lingkungan bagi masyarakat\u201d Ia mengungkapkan bahwa \u201ctidak mungkin bagi orang-orang yang terpinggirkan di lahan terdegradasi untuk mengembangkan lahan gambut berkelanjutan: mereka membutuhkan lebih banyak dukungan. Proyek lahan gambut bergantung pada semua pemangku kepentingan.\u201d<\/p>\n<p>Ilmuwan Utama CIFOR-ICRAF, Michael Brady setuju akan pentingnya pertimbangan ekonomi semacam ini, ia juga menyoroti kebutuhan untuk memverifikasi kriteria prioritas melalui pengujian lapangan serta menyediakan pengelolaan, pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan \u2013 serta untuk memperhitungkan biaya-biaya ini ketika melakukan perencanaan dan penganggaran. Ilmuwan Senior, CIFOR-ICRAF Herry Purnomo berbicara tentang perlunya <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/353898372_Analysis_of_Challenges_Costs_and_Governance_Alternative_for_Peatland_Restoration_in_Central_Kalimantan_Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">tata kelola di semua tingkat lanskap lahan gambut <\/a>yang ditandai dengan akuntabilitas, serta peraturan yang jelas dan mudah diterapkan.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\">\n\t\t\t\t<img width=\"739\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-739x415.jpg\" class=\"wp-image-78984\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-739x415.jpg 739w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-566x318.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-768x431.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-220x124.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-1536x863.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-610x343.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-672x378.jpg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-365x205.jpg 365w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k-1100x618.jpg 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46952464982_1d490ca7fc_k.jpg 2047w\" sizes=\"auto, (max-width: 739px) 100vw, 739px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Potret Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sebokor. Foto oleh: <\/figcaption>\n\t\t\t<\/figure>\n<p>Berbicara mengenai  unsur-unsur biofisik restorasi gambut, para peserta lokakarya menyampaikan pendapat mereka mengenai kemajuan menuju target hidrologis, revegetasi dan pengurangan kejadian kebakaran, melalui polling Slido. Mereka juga memilih prioritas utama sosial, ekonomi, dan tata kelola untuk penilaian dampak.<\/p>\n<p>Para peserta kemudian juga memperhatikan bidang praktis: setelah memutuskan apa yang akan diukur, proses penerapannya memiliki tantangannya sendiri. Dengan demikian, panel mengeksplorasi &#8216;mur dan baut&#8217; dari pengembangan dan pengujian lapangan proses K&amp;I konsultatif. Tiga anggota CIFOR-ICRAF dalam panel \u2013 Anna Sinaga, Meli Sasmito, dan Siti Chaakimah \u2013 mengatakan bahwa mengakses dan menganalisis informasi mengenai elemen biofisik restorasi lahan gambut relatif mudah, tetapi aspek sosial dan ekonomi seringkali lebih rumit dan sulit untuk dipecahkan. Hal ini menyebabkan K&amp;I mungkin memerlukan berbagai revisi,  termasuk adaptasi spesifik sesuai lokasi untuk memperhitungkan konteks lokal. Aspek tata kelola juga memerlukan perumusan dan verifikasi kontekstual yang lebih kompleks oleh orang-orang dengan keahlian khusus di bidang ini.<\/p>\n<p>Di sisi lain skala implementasi, proses pelembagaan K&amp;I juga dapat menimbulkan tantangan tersendiri. Panel ahli yang menampilkan Ilmuwan BGRM, Budi Wardhana dan Agus Yasin bersama Josi Khatarina dari <em>United States Agency for International Development (USAID) <\/em>Bidang Kegiatan <a href=\"https:\/\/www.usaid.gov\/indonesia\/program-updates\/feb-2021-usaid-indonesia-announces-new-award-combat-climate-change-usaid-sustainable\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan Lintas Wilayah<\/a> membahas peluang, tantangan, pengembangan kapasitas, dan dukungan kelembagaan yang ada untuk melakukan praktik ini secara luas dan secara efektif.<\/p>\n<p>Terlepas dari tantangan tersebut, momentum seputar restorasi lahan gambut saat ini sedang bermunculan di seluruh dunia, seperti yang diakui Maria Nuutinen \u2013 titik fokus Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk Inisiatif Lahan Gambut Global <em>(Global Peatland Initiative, GPI).<\/em> \u201cSaya sangat senang melihat bahwa tampaknya ada pemahaman yang sangat luas tentang status restorasi dan apa yang sebenarnya dibutuhkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Informasi merupakan bagian dari &#8216;apa yang dibutuhkan&#8217; pada skala global dan inisiatif K&amp;I akan membantu mencapai tujuan ini, kata profesor <a href=\"https:\/\/www.sruc.ac.uk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Scotland\u2019s Rural College<\/em><\/a><em>, <\/em>Mark Reed. Beliau juga merangkum beberapa pekerjaan GPI \u201cmenuju standarisasi bagaimana kami mengumpulkan dan dapat mensintesis orang dan data di seluruh dunia sehingga kami dapat memberikan bukti yang lebih baik untuk kebijakan dan praktik dalam upaya melindungi habitat yang luar biasa ini.\u201d<\/p>\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-23441af8 wp-block-group-is-layout-flex\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"623\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-623x415.jpg\" class=\"wp-image-78987\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k-1100x733.jpg 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/39961511571_b9aab24b4d_k.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Peneliti mengukur diameter pohon di hutan rawa gambut tropis di Kalimantan Tengah, Indonesia. Survei diameter pohon merupakan salah satu langkah pemantauan karbon hutan. Foto oleh: <a href=\"https:\/\/flic.kr\/p\/23Tgc9P\">Sigit Deni Sasmito\/CIFOR<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"584\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-584x415.jpg\" class=\"wp-image-78988\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-584x415.jpg 584w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-563x400.jpg 563w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-768x546.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-220x156.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-1536x1091.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-610x433.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-628x446.jpg 628w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k-1098x780.jpg 1098w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/26089042138_dff0a1b196_k.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 584px) 100vw, 584px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pengukuran perubahan elevasi permukaan gambut dengan menggunakan metode Rod Surface Elevation Table (rSET). Foto oleh: <a href=\"https:\/\/flic.kr\/p\/FKpaim\">Sigit Deni Sasmito\/CIFOR<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p><em>International Tropical Peatlands Center (ITPC)<\/em> juga memainkan peran penting, terutama dalam hal \u201cmengkoordinasikan ilmuwan interdisipliner \u2014 nasional, regional, dan lokal \u2014 untuk menanggapi penguatan kriteria dan indikator untuk mendukung pencapaian global restorasi ekosistem lahan gambut khususnya referensi untuk lahan gambut tropis,\u201d kata Koordinator ITPC, Haruni Krisnawati.<\/p>\n<p>Ketika berbagai peserta, pembawa acara serta topik bersatu dalam acara tersebut, kolaborasi lintas tingkat, lokasi, dan disiplin ilmu telah dan akan menjadi fitur utama dalam mengembangkan K&amp;I yang efektif dan berhasil memberlakukan restorasi. \u201cUntuk mencapai dampak nyata, semua aliran informasi, data, dan bukti yang berbeda ini harus disatukan,\u201d kata Ilmuwan CIFOR-ICRAF, Rupesh Bhomia. \u201cAgenda ini adalah langkah lain untuk bersatu, mengidentifikasi alat, sumber daya, dan kapasitas apa yang kita miliki, mengidentifikasi kesenjangan, dan kemudian mencoba mengatasinya. Itu hanya akan terjadi dengan upaya bersama, dengan kemajuan yang kita buat bersama sebagai sebuah tim. Kita mungkin mewakili organisasi, aliran pemerintahan, atau praktisi yang berbeda, tetapi karena kita memiliki komitmen untuk  tujuan yang sama, kita akan maju ke depan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSambil mengedepankan bukti ilmiah, sudah waktunya untuk memiliki alat penilaian yang kuat dan praktis,\u201d kata Daniel Murdiyarso, Ilmuwan Utama di CIFOR, yang memiliki gagasan untuk menyelenggarakan <em>series <\/em>empat webinar pada 2021, dengan virtual Lokakarya Nasional sebagai puncak acara. Ia menambahkan pada akhir acara, mengingat dukungan dari berbagai lembaga donor, termasuk <a href=\"https:\/\/www.usaid.gov\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>United States Agency for International Development<\/em><\/a><em> (USAID), International Climate and Forest Initiative Norwegia (NICFI) <\/em>dan <a href=\"https:\/\/www.norad.no\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Agency For Development Cooperation <\/em><\/a><em>(NORAD),<\/em> dan <a href=\"https:\/\/www.international-climate-initiative.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Inisiatif Iklim Internasional <\/a>(IKI), \u201cini adalah inisiatif yang didorong oleh permintaan, dan kita sadar akan hal ini\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa proses restorasi lahan gambut berjalan dengan baik? Apakah dengan mengukur permukaan air; bertanya kepada penduduk lokal mengenai mata pencaharian mereka; mengkaji proses pembuatan keputusan dan dinamika gender; atau melihat statistik frekuensi kebakaran lahan gambut? Kemungkinan besar: kita harus melakukan semua aktivitas itu dan mungkin kegiatan lainnya. Melestarikan dan memulihkan lahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":78991,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,6090,190],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[11078,2622,2647],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[2431],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-78978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forests-news","category-peatlands","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kriteria-indikator","tag-bahasa-lahan-gambut","tag-bahasa-restorasi","type-bahasa-berita","type-english-news"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa proses restorasi lahan gambut berjalan dengan baik? Apakah dengan mengukur permukaan air; bertanya kepada penduduk lokal mengenai mata pencaharian mereka; mengkaji proses pembuatan keputusan dan dinamika gender; atau melihat statistik frekuensi kebakaran lahan gambut? Kemungkinan besar: kita harus melakukan semua aktivitas itu dan mungkin kegiatan lainnya. Melestarikan dan memulihkan lahan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-12T04:45:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-12T04:51:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis\",\"datePublished\":\"2022-09-12T04:45:32+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-12T04:51:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis\"},\"wordCount\":1166,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forests News\",\"Peatlands\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2022\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis\",\"name\":\"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-12T04:45:32+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-12T04:51:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Purun (Lepironia articulata), sejenis rumput yang termasuk dalam suku teki-tekian (Cyperaceae) yang sering digunakan sebagai bahan anyaman. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78978\\\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis","og_description":"Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa proses restorasi lahan gambut berjalan dengan baik? Apakah dengan mengukur permukaan air; bertanya kepada penduduk lokal mengenai mata pencaharian mereka; mengkaji proses pembuatan keputusan dan dinamika gender; atau melihat statistik frekuensi kebakaran lahan gambut? Kemungkinan besar: kita harus melakukan semua aktivitas itu dan mungkin kegiatan lainnya. Melestarikan dan memulihkan lahan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2022-09-12T04:45:32+00:00","article_modified_time":"2022-09-12T04:51:27+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis","datePublished":"2022-09-12T04:45:32+00:00","dateModified":"2022-09-12T04:51:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis"},"wordCount":1166,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forests News","Peatlands"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2022","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis","name":"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg","datePublished":"2022-09-12T04:45:32+00:00","dateModified":"2022-09-12T04:51:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Purun (Lepironia articulata), sejenis rumput yang termasuk dalam suku teki-tekian (Cyperaceae) yang sering digunakan sebagai bahan anyaman. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Cara Memantau Lahan Gambut Secara Holistik\u2026 dan Praktis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78978\/bagaimana-cara-memantau-lahan-gambut-secara-holistik-dan-praktis#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/33128669578_769d4d2acf_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78978"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78993,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78978\/revisions\/78993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78978"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=78978"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=78978"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=78978"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=78978"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=78978"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=78978"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=78978"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=78978"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=78978"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=78978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}