{"id":78893,"date":"2022-09-02T09:49:10","date_gmt":"2022-09-02T02:49:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=78893"},"modified":"2022-09-02T09:49:10","modified_gmt":"2022-09-02T02:49:10","slug":"ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia","title":{"rendered":"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Salah satu titik terang yang langka dalam <a href=\"https:\/\/www.fao.org\/publications\/sofo\/2022\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">laporan<\/a> \u2018Status Hutan Dunia\u2019 2022 dari <a href=\"https:\/\/www.fao.org\/home\/en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Badan Pangan dan Pertanian PBB<\/a> (FAO), yang diluncurkan pada Kongres Kehutanan Dunia XV di Seoul adalah keberhasilan upaya Indonesia menurunkan deforestasi.<\/p>\n<p>Indonesia menerapkan serangkaian kebijakan untuk melindungi dan memulihkan hutan, meningkatkan pemantauan kebakaran musiman, seiring dengan upaya signifikan industri kelapa sawit untuk lebih berkelanjutan. Hasilnya, kehilangan hutan primer berkurang selama lima tahun berturut-turut, menurun 25% dari tahun 2020.<\/p>\n<p>Kabar Hutan (KH) berbincang dengan Ilmuwan Senior <a href=\"http:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan dan World Agroforestry<\/a> (CIFOR-ICRAF) Herry Purnomo (HP) dan Sonya Dewi (SD) untuk mendapatkan pandangan mengenai laporan SOFO 2022, serta harapan mereka untuk jalan ke depan.<\/p>\n<p><strong>KH: Bagaimana kelindan krisis perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati dan munculnya penyakit baru dirasakan kehadirannya di Indonesia dalam setahun terakhir?<\/strong><\/p>\n<p>HP: Dampak perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem dan musim kemarau panjang, meningkatkan kejadian bencana alam dan bencana akibat manusia seperti banjir dan kebakaran lahan dan hutan. Hal ini secara langsung dapat mengurangi keanekaragaman hayati dan kehilangan habitat, serta secara tidak langsung, meningkatnya kemiskinan. Kemiskinan juga dapat meningkatkan eksposur terhadap satwa liar jika mereka menghabiskan lebih banyak waktu berburu di hutan, yang mengarah pada munculnya penyakit zoonosis baru. Krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati juga mendorong ketidakseimbangan ekosistem yang dapat memicu wabah belalang, yang berdampak besar bagi ketahanan pangan.<\/p>\n<p>SD: Saya setuju dan tidak perlu mengulanginya. Sebagai poin tambahan, beberapa dampak terkait iklim seperti banjir dapat memperbesar prevalensi dan intensitas penyakit endemik (seperti diare), selain itu meningkatnya suhu dapat memperluas wilayah dan endemisitas penyakit dengan nyamuk sebagai vektor (seperti demam berdarah dan malaria).<\/p>\n<p><strong>KH: Laporan ini mengurai sejumlah jalan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan lingkungan secara bersamaan. Bagaimana cara terbaik untuk melakukannya dalam konteks Indonesia? Tantangan spesifik apa yang ada untuk mendukung \u2018pemulihan hijau\u2019? <\/strong><\/p>\n<p>HP: Jalan penghentian deforestasi dan pemeliharaan hutan, pemulihan lahan terdegradasi dan perluasan wanatani, serta pemanfaatan hutan secara berkelanjutan dan membangun rantai nilai hijau dapat dilakukan secara bersamaan pada skala yang sesuai dalam konteks Indonesia pada skala yang sesuai. Indonesia telah melakukan ini dengan tingkat keberhasilan yang berbeda di daerah berbeda, dan artinya ini ternyata bisa dilakukan.<\/p>\n<p>Indonesia berhasil menurunkan deforestasi dari sekitar 462.000 hektare menjadi sekitar 115.000 hektare per tahun, tetapi belum mampu menurunkannya menjadi nol. Melalui berbagai upaya dan proyek, Indonesia dapat belajar pendekatan yang berhasil dan yang tidak.<\/p>\n<p>Kami menemukan bahwa representasi sektor swasta dan petani sangat ingin berpartisipasi ketika ada insentif yang tepat. Tantangan tersisa terletak pada peningkatan tata pemerintahan yang baik dan penguatan penegakkan hukum sebagai komitmen seluruh pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>SD: Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam kondisi cuaca, ekosistem, dan sosial ekonomi. Tidak ada rumus tunggal dalam pemulihan hijau. Desentralisasi tata kelola diperlukan agar pemangku kepentingan daerah bertanggung jawab atas pertumbuhan ekonomi dan kesehatan ekosistem. Dua tantangan besar lainnya, yaitu kebijakan dan program pemerintah yang terpecah-pecah, dan kurangnya kapasitas dalam kemitraan pemerintah-swasta-rakyat dalam investasi hijau.<\/p>\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-23441af8 wp-block-group-is-layout-flex\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"623\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-623x415.jpg\" class=\"wp-image-78899\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k-1100x733.jpg 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/46280090744_c63eea56fd_k.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gajah Sumatra yang terpisah dari induknya sejak kecil akibat kebakaran hutan dan lahan. Foto oleh Rifky\/CIFOR <a href=\"\"><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"738\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-738x415.jpg\" class=\"wp-image-78902\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-738x415.jpg 738w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-566x318.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-220x124.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-1536x863.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-610x343.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-672x378.jpg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-365x205.jpg 365w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k-1100x618.jpg 1100w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/49753048278_1206fc7b37_k.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pemandangan Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto oleh: Ricky Martin\/CIFOR <a href=\"\"><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>KH: Bagaimana pesan kunci pada SOFO 2022 selaras dengan situasi di Indonesia secara umum? Apakah ada sesuatu dari sudut pandang Anda yang perlu lebih ditekankan? <\/strong><\/p>\n<p>HP: Pesan-pesan kunci selaras dengan apa yang dilakukan pemangku kepentingan. Provinsi yang berbeda memerlukan penekanan yang berbeda, Sumatra perlu fokus dalam pemulihan lahan dan ekosistem terdegradasi termasuk lahan gambut dan mangrove, sementara provinsi Kalimantan dan Papua\/Papua Barat perlu memberikan perhatian dalam menghentikan deforestasi, pemanfaatan hutan secara berkelanjutan, dan menghijaukan rantai nilai.<\/p>\n<p>SD: Ekonomi Biru, dan integrasi pengelolaan bentang alam lahan dan laut \u2013 di mana hutan mangrove sangat penting \u2013 diperlukan bagi Indonesia, yang merupakan negara dengan garis pantai terpanjang di dunia.<\/p>\n<p><strong>FN: Menjelang COP27, apa harapan Anda tentang yang akan terjadi di Indonesia sampai saat itu?<\/strong><\/p>\n<p>HP: Saya berharap ada lebih banyak investasi hijau yang mengikat dari komunitas global untuk hutan dan pohon Indonesia, termasuk simplifikasi perdagangan karbon yang dapat diakses petani dan masyarakat.<\/p>\n<p>SD: Saya berharap lebih banyak integrasi dalam penangatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui solusi berbasis alam, termasuk pembiayaan untuk tindakan terintegrasi. Pengelolaan sumber daya air dan DAS layak untuk lebih ditonjolkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu titik terang yang langka dalam laporan \u2018Status Hutan Dunia\u2019 2022 dari Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yang diluncurkan pada Kongres Kehutanan Dunia XV di Seoul adalah keberhasilan upaya Indonesia menurunkan deforestasi. Indonesia menerapkan serangkaian kebijakan untuk melindungi dan memulihkan hutan, meningkatkan pemantauan kebakaran musiman, seiring dengan upaya signifikan industri kelapa sawit untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":78898,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[6686,2721,2647,7328],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[2431],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-78893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-iklim","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-restorasi","tag-bahasa-restorasi-hutan","type-bahasa-berita","type-english-news"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu titik terang yang langka dalam laporan \u2018Status Hutan Dunia\u2019 2022 dari Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yang diluncurkan pada Kongres Kehutanan Dunia XV di Seoul adalah keberhasilan upaya Indonesia menurunkan deforestasi. Indonesia menerapkan serangkaian kebijakan untuk melindungi dan memulihkan hutan, meningkatkan pemantauan kebakaran musiman, seiring dengan upaya signifikan industri kelapa sawit untuk [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-02T02:49:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/36699922740_9796206538_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2047\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1150\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia\",\"datePublished\":\"2022-09-02T02:49:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia\"},\"wordCount\":668,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/36699922740_9796206538_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2022\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia\",\"name\":\"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/36699922740_9796206538_k.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-02T02:49:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/36699922740_9796206538_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/36699922740_9796206538_k.jpg\",\"width\":2047,\"height\":1150,\"caption\":\"Pemandangan hutan di dekat Desa Honitetu. Kabupaten Seram Barat, Maluku. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78893\\\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia","og_description":"Salah satu titik terang yang langka dalam laporan \u2018Status Hutan Dunia\u2019 2022 dari Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yang diluncurkan pada Kongres Kehutanan Dunia XV di Seoul adalah keberhasilan upaya Indonesia menurunkan deforestasi. Indonesia menerapkan serangkaian kebijakan untuk melindungi dan memulihkan hutan, meningkatkan pemantauan kebakaran musiman, seiring dengan upaya signifikan industri kelapa sawit untuk [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2022-09-02T02:49:10+00:00","og_image":[{"width":2047,"height":1150,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/36699922740_9796206538_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia","datePublished":"2022-09-02T02:49:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia"},"wordCount":668,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/36699922740_9796206538_k.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2022","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia","name":"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/36699922740_9796206538_k.jpg","datePublished":"2022-09-02T02:49:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/36699922740_9796206538_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/36699922740_9796206538_k.jpg","width":2047,"height":1150,"caption":"Pemandangan hutan di dekat Desa Honitetu. Kabupaten Seram Barat, Maluku. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u201cTernyata Bisa Dilakukan\u201d: Sejumlah Perspektif mengenai Laporan Terbaru Status Hutan Dunia dalam Konteks Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78893\/ternyata-bisa-dilakukan-sejumlah-perspektif-mengenai-laporan-terbaru-status-hutan-dunia-dalam-konteks-indonesia#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/36699922740_9796206538_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78893"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78895,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78893\/revisions\/78895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78893"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=78893"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=78893"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=78893"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=78893"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=78893"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=78893"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=78893"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=78893"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=78893"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=78893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}