{"id":78698,"date":"2022-08-04T11:54:24","date_gmt":"2022-08-04T04:54:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=78698"},"modified":"2022-08-15T11:56:16","modified_gmt":"2022-08-15T04:56:16","slug":"kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan","title":{"rendered":"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan"},"content":{"rendered":"<p>Mangrove, bersama lahan gambut, merupakan satu dari tipe ekosistem penyerap karbon alami terbesar di planet ini, penyedia jasa ekosistem yang membuat kita tetap sejuk, melindungi garis pantai dari abrasi dan naiknya permukaan laut, serta menyediakan sumber pangan dari laut dan bahan lain untuk dimanfaatkan dan dijual. Namun, seperti kebanyakan ekosistem alami, mangrove mengalami penurunan baik secara fungsi maupun luasan, dan sekarang kita berlomba untuk memulihkannya, yang sebagian didorong oleh Dekade Restorasi Ekosistem PBB.<\/p>\n<p>Tidak terkecuali di Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia dalam hal restorasi mangrove. Sebagian besar hutan mangrove di provinsi ini berada di Kabupaten Banyuasin. Hilangnya hutan mangrove di Daerah Aliran Sungai Musi dinilai sebesar 63% dari tahun 1985 hingga 2020, yang didorong oleh konversi tata guna lahan ke produksi komoditas dan pemukiman, dan terus berlanjut meskipun pada tingkat yang lebih lambat dari sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah bekerja keras untuk membalikkan tren ini dengan mendukung riset untuk restorasi dan tata guna lahan alternatif yang mencakup ekosistem mangrove yang sehat.<\/p>\n<p>Untuk mendukung pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Banyuasin, Pusat Penelitian Kehutanan Internasional dan World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), Center of Excellence for Peatland Conservation and Productivity Improvement Universitas Sriwijaya, dan Forum DAS Sumatra Selatan bekerja sama untuk meningkatkan pengetahuan tentang mata pencaharian alternatif yang efektif di ekosistem mangrove melalui <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/community-business-mangrove\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Riset Aksi untuk Meningkatkan Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.<\/a><\/p>\n<p>Herry Purnomo, Ilmuwan Senior dan Wakil Direktur Program CIFOR-ICRAF Indonesia, mengatakan bahwa \u201cPemerintah Banyuasin dan Bank Sumsel Babel, sebuah lembaga keuangan pembangunan daerah, menandatangani nota kesepahaman pada 29 Juli 2022. MoU menetapkan parameter semua pihak dalam melaksanakan riset aksi partisipatif untuk mengembangkan model bisnis yang diterima secara lokal dan berkelanjutan.\u201d<\/p>\n<p>Bisnis yang dikembangkan di bawah model ini dimaksudkan dalam mendukung masyarakat untuk menghasilkan pendapatan dari restorasi mangrove. Tim riset juga akan bekerja dalam memperkuat kebijakan lokal untuk restorasi dan berkontribusi pada agenda nasional dan global dari upaya restorasi mangrove. Didukung oleh <a href=\"https:\/\/www.temasekfoundation.org.sg\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Yayasan Temasek<\/a>, Singapura, riset ini akan dilaksanakan hingga November 2025.<\/p>\n<p>\u201cTujuannya adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan restorasi mangrove beserta model bisnis berbasis masyarakat yang diinginkan masyarakat, layak secara ekologis, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan berkontribusi pada pengetahuan tentang menciptakan sistem sosial-ekologis mangrove yang berkelanjutan di Indonesia dan sekitarnya,\u201d kata Herry Purnomo, yang memimpin CIFOR-ICRAF dan mitra untuk proyek riset ini.<\/p>\n<p>Penelitian tentang restorasi dan pengembangan usaha akan difokuskan pada lokasi terpilih di lima desa di kawasan Sungsang, Kecamatan Banyuasin II: Sungsang 1, Sungsang 2, Sungsang 3, Sungsang 4, dan Marga Sungsang. Lokasi-lokasi potensial tersebut mencakup bantaran sungai dan lahan milik desa, potensi hutan desa, ekowisata dan program hutan desa terpadu, dan kawasan lain untuk restorasi sebagai pengganti pendirian pelabuhan di dekatnya. Lokasi-lokasi ini akan didiskusikan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses partisipatif.<\/p>\n<p>\u201cKami sedang mengerjakan studi tentang garis dasarnya sekarang,\u201d kata Purnomo, \u201cMelihat kondisi sosial ekonomi, kelembagaan, komoditas, rantai nilai, dan biofisika, penanaman bibit mangrove sudah dimulai di beberapa daerah, bersamaan dengan pendirian pembibitan mangrove di Sungsang IV.\u201d<\/p>\n<p>Tim telah mengidentifikasi dengan masyarakat lokasi terbaik untuk dilakukan upaya restorasi danmemeriksa situasi lokal secara lebih dekat untuk lebih memahami bisnis yang sesuai.<\/p>\n<p>\u201cYayasan Temasuk merupakan cabang nonprofit dari investasi Temasek. Kami fokus pada tindakan kolaboratif dengan masyarakat untuk membangun masa depan yang berkelanjutan,\u201d Li Lang Heng dari Yayasan Temasek. \u201cKami berharap restorasi mangrove akan memperbaiki kondisi ekologi dan masyarakat. Kami berterima kasih atas semua dukungan dari pemerintah, peneliti, organisasi, dan bisnis.\u201d<\/p>\n<p>Hari Mangrove Internasional jatuh pada tanggal 26 Juli, dan telah disoroti di seluruh dunia bahwa meskipun mangrove hanya menutupi sebagian kecil dari permukaan Bumi, ekosistem ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan karbon, perlindungan garis pantai, habitat perairan, dan mata pencaharian masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPeran kami di CIFOR-ICRAF adalah mengembangkan percontohan berdasarkan keinginan masyarakat yang juga dapat diterapkan oleh masyarakat,\u201d kata Robert Nasi, Direktur Pelaksana CIFOR-ICRAF. \u201cKami telah melakukan riset internasional yang dipimpin oleh Daniel Murdiyarso, dan riset ini akan menginformasikan upaya di Banyuasin, memberikan dasar untuk hasil dari area penelitian di Sumatra Selatan dan seluruh Indonesia.\u201d<\/p>\n<p>Askolani Jasi, Bupati Banyuasin, berbicara pada acara penandatanganan yang diadakan di kampus CIFOR-ICRAF dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Bogor, Jawa Barat, mencatat bahwa pemerintah telah bekerja sejak lama dalam upaya restorasi, dengan fokus untuk memastikan manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cBekerja sama dengan Bank Sumsel Babel, CIFOR-ICRAF dan yang lainnya, kami menantikan kemajuan lebih dari sekadar penandatanganan MoU secara seremonial,\u201d katanya. \u201cMangrove penting bagi masyarakat dan juga bagi satwa liar seperti buaya dan masih ada harimau sumatera yang hidup di hutan.\u201d<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\">\n\t\t\t\t<img width=\"635\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669-635x415.jpg\" class=\"wp-image-78704\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669-635x415.jpg 635w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669-566x370.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669-768x502.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669-220x144.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669-610x399.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669-672x439.jpg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3444-1024-669.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Acara Penandatanganan MoU CIFOR-ICRAF dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Bank Sumsel Babel. Foto oleh: Aulia Erlangga\/CIFOR-ICRAF<\/figcaption>\n\t\t\t<\/figure>\n<p>Linda Hairani dari Bank Sumsel Babel mengatakan bahwa tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mendukung pembangunan daerah.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat berterima kasih kepada mitra yang telah bekerja untuk mendukung pembangunan Banyuasin sekaligus memulihkan lingkungan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Proyek riset ini memiliki beberapa tujuan: meningkatkan restorasi mangrove di daerah penelitian; menghasilkan pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat yang berasal dari restorasi dan pemanfaatan mangrove; peningkatan penyerapan gas rumah kaca; mengarusutamakan rencana aksi untuk mangrove berkelanjutan di provinsi tersebut; terlibat dengan perumus kebijakan di semua tingkat untuk kebijakan, peraturan, kerangka kerja dan insentif yang diterapkan dengan baik dan tepat; dan membangun platform untuk kepentingan nasional, regional dan internasional untuk mempromosikan cara-cara baru dengan masyarakat untuk perluasan skala.<\/p>\n<p>\u201cKami senang bisa bekerja sama dengan para mitra,\u201d kata Myrna Asnawati Safitri, Deputi Bidang Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Indonesia. \u201cDengan arahan Presiden RI, kami fokus pada rehabilitasi mangrove yang terdegradasi seluas sekitar 600.000 hektare, dengan partisipasi dari dan untuk masyarakat. Pendekatan kami mencakup tiga kegiatan utama: pemulihan hutan mangrove yang rusak; pemeliharaan; dan perbaikan kondisi biofisik sistem yang ada serta kondisi sosial ekonominya.\u201d<\/p>\n<p>Menurut data dari Bank Dunia, terdapat 3,5 juta hektare mangrove di Indonesia, sekitar 23% dari total dunia, dengan 93 spesies mangrove.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mangrove, bersama lahan gambut, merupakan satu dari tipe ekosistem penyerap karbon alami terbesar di planet ini, penyedia jasa ekosistem yang membuat kita tetap sejuk, melindungi garis pantai dari abrasi dan naiknya permukaan laut, serta menyediakan sumber pangan dari laut dan bahan lain untuk dimanfaatkan dan dijual. Namun, seperti kebanyakan ekosistem alami, mangrove mengalami penurunan baik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":408,"featured_media":78703,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[11052,6970,2596,2647,11053],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[10425],"class_list":["post-78698","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-banyuasin","tag-bahasa-karbon","tag-bahasa-mangrove","tag-bahasa-restorasi","tag-bahasa-riset-aksi-partisipatif","type-bahasa-liputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mangrove, bersama lahan gambut, merupakan satu dari tipe ekosistem penyerap karbon alami terbesar di planet ini, penyedia jasa ekosistem yang membuat kita tetap sejuk, melindungi garis pantai dari abrasi dan naiknya permukaan laut, serta menyediakan sumber pangan dari laut dan bahan lain untuk dimanfaatkan dan dijual. Namun, seperti kebanyakan ekosistem alami, mangrove mengalami penurunan baik [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-04T04:54:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-08-15T04:56:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3449-1024-683-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Robert Finlayson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@hanoman01\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan\"},\"author\":{\"name\":\"Robert Finlayson\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/9f11b936fafb1447982781031ecff773\"},\"headline\":\"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan\",\"datePublished\":\"2022-08-04T04:54:24+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-15T04:56:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan\"},\"wordCount\":942,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/DSC_3449-1024-683-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2022\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan\",\"name\":\"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/DSC_3449-1024-683-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-04T04:54:24+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-15T04:56:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/DSC_3449-1024-683-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/DSC_3449-1024-683-1.jpg\",\"width\":1024,\"height\":683,\"caption\":\"Acara Penandatanganan MoU CIFOR-ICRAF dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Bank Sumsel Babel, Jumat, 29 Juli 2022. Foto oleh: Aulia Erlangga\\\/CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/9f11b936fafb1447982781031ecff773\",\"name\":\"Robert Finlayson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g05d07a7f58f160478412f1c1b51abcf8\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Robert Finlayson\"},\"description\":\"Robert Finlayson is a senior associate fellow with CIFOR-ICRAF who joined in 2010 and has held various positions related to communication and liaison. He now specialises in project development, particularly for land restoration in Indonesia and other countries in Asia.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@hanoman01\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/rfinlayson\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78698\\\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan","og_description":"Mangrove, bersama lahan gambut, merupakan satu dari tipe ekosistem penyerap karbon alami terbesar di planet ini, penyedia jasa ekosistem yang membuat kita tetap sejuk, melindungi garis pantai dari abrasi dan naiknya permukaan laut, serta menyediakan sumber pangan dari laut dan bahan lain untuk dimanfaatkan dan dijual. Namun, seperti kebanyakan ekosistem alami, mangrove mengalami penurunan baik [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2022-08-04T04:54:24+00:00","article_modified_time":"2022-08-15T04:56:16+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3449-1024-683-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Robert Finlayson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@hanoman01","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan"},"author":{"name":"Robert Finlayson","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/9f11b936fafb1447982781031ecff773"},"headline":"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan","datePublished":"2022-08-04T04:54:24+00:00","dateModified":"2022-08-15T04:56:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan"},"wordCount":942,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3449-1024-683-1.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2022","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan","name":"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3449-1024-683-1.jpg","datePublished":"2022-08-04T04:54:24+00:00","dateModified":"2022-08-15T04:56:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3449-1024-683-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3449-1024-683-1.jpg","width":1024,"height":683,"caption":"Acara Penandatanganan MoU CIFOR-ICRAF dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Bank Sumsel Babel, Jumat, 29 Juli 2022. Foto oleh: Aulia Erlangga\/CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kesepakatan Baru Restorasi Mangrove dan Model Bisnis Berbasis Masyarakat di Sumatra Selatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/9f11b936fafb1447982781031ecff773","name":"Robert Finlayson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g05d07a7f58f160478412f1c1b51abcf8","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/adbb9f4d01e69f5319ea24a796268abf90399d5c0d1266935d63375c5615eede?s=96&d=mm&r=g","caption":"Robert Finlayson"},"description":"Robert Finlayson is a senior associate fellow with CIFOR-ICRAF who joined in 2010 and has held various positions related to communication and liaison. He now specialises in project development, particularly for land restoration in Indonesia and other countries in Asia.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@hanoman01"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/rfinlayson"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78698\/kesepakatan-baru-restorasi-mangrove-dan-model-bisnis-berbasis-masyarakat-di-sumatra-selatan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/DSC_3449-1024-683-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78698","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/408"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78698"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78698\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78707,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78698\/revisions\/78707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78703"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78698"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=78698"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=78698"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=78698"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=78698"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=78698"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=78698"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=78698"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=78698"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=78698"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=78698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}