{"id":78686,"date":"2022-08-08T10:33:05","date_gmt":"2022-08-08T03:33:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=78686"},"modified":"2022-08-15T11:56:15","modified_gmt":"2022-08-15T04:56:15","slug":"dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka","title":{"rendered":"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka?"},"content":{"rendered":"<p>Platform dan kemitraan multipemangku kepentingan merupakan wadah yang menyatukan berbagai kelompok dengan minat dan kepentingan berbeda untuk membahas tantangan bersama, peluang, tindakan kebijakan, dan strategi advokasi, kerap \u201cdipandang sebagai inti dari setiap inisiatif global,\u201d ujar Anne Larson, Ketua Tim Gender<em>,<\/em> Kesetaraan dan Kesejahteraan<em> <\/em>di <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional dan World Agroforestry (CIFOR-ICRAF). <\/a><\/p>\n<p>Larson menyampaikan pandangannya dalam pembukaan Science Week, konferensi internal CIFOR-ICRAF, yang diselenggarakan secara <em>hybrid <\/em>pada 6 Juni 2022 dan dihadiri oleh lebih dari 500 ilmuwan dari seluruh penjuru dunia.<\/p>\n<p>\u201cSebagai organisasi, bagi kami platform dan kemitraan seperti ini merupakan kunci untuk semua kegiatan kami di bidang restorasi iklim, keanekaragaman hayati, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan sistem pangan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Namun, para peneliti dan praktisi menemukan bahwa optimisme yang berlebihan, yang tidak kritis, dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<em> <\/em>tidak membantu memecahkan masalah.<\/p>\n<p>\u201cAda anggapan bahwa kegiatan seperti ini <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/7993\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mudah dan tujuannya jelas, dalam hal menyatukan berbagai kelompok<\/a>,\u201d lanjut Larson, \u201cDan banyak juga yang beranggapan bahwa platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<em> <\/em>sebagai jawaban dalam hal: <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/7067\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">cara terbaik atau mungkin, satu-satunya cara untuk mewujudkan perubahan.\u201d <\/a><\/p>\n<p>Pada praktiknya, banyak tantangan untuk menjalankan platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<em> <\/em>secara efektif: <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/8511\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hanya ada sedikit penelitian komparatif atau mendalam<\/a> mengenai bagaimana metode ini dapat berjalan dan <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/knowledge\/publication\/7448\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kegiatan lain yang perlu dilakukan secara bersamaan, serta faktor lainnya,<\/a> agar aktivitas ini dapat benar-benar menghasilkan solusi yang transformatif.<\/p>\n<p>Selain melakukan penelitian mengenai platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<em>, <\/em>CIFOR-ICRAF <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/gcs\/research-themes\/multilevel-governance\/multi-stakeholder-forums\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dapat dikatakan memiliki pengalaman kolektif<\/a> dalam menggunakan, mengelola, dan berpartisipasi di dalam forum serupa di berbagai kesempatan dan skala yang berbeda.<\/p>\n<p>Sesi ini dicanangkan sebagai awal dari usaha yang lebih luas untuk mencatat pengalaman kolektif organisasi di bidang ini dan menghasilkan pengetahuan yang membuat kolaborasi multi pihak dapat berjalan lebih efektif dan merata. Lisa Fuchs, yang mengepalai tim <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Asset-Based Community-Driven Development <\/a>di CIFOR-ICRAF menyampaikan tentang pengalaman keterlibatan untuk kepemilikan dan dampak sebuah proyek dalam berbagai skala. Ia menjelaskan tentang pengembangan pengembangan <a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S2452292921000801?via%3Dihub\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>group selection tool <\/em><\/a><a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S2452292921000801?via%3Dihub\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">atau alat pengembangan seleksi<\/a>, yang membantu dalam proses efisiensi pengembangan rencana sebuah kegiatan dengan cara mengidentifikasi apa yang ditawarkan oleh individu atau kelompok yang tertarik untuk terlibat di proyek tersebut, sebelum kegiatan dimulai.<\/p>\n<p>Fuchs juga membagikan <a href=\"https:\/\/regreeningafrica.org\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sustainability_Guidance_Note_Final.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">enam langkah pelibatan tingkat lanskap untuk perencanaan keberlanjutan<\/a> yang dapat disesuaikan dengan setiap konteks di mana proses ini diterapkan.<\/p>\n<p>Dia juga berbicara tentang prinsip-prinsip <a href=\"https:\/\/glfx.globallandscapesforum.org\/topics\/21467\/news\/731505\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">OneCGIAR Agroecology Initiative <\/a>untuk keterlibatan pemangku kepentingan<em>. <\/em><\/p>\n<p>\u201c<a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S2452292921000801?via%3Dihub\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Melibatkan pihak yang tepat sejak awal sangat <\/a>penting untuk keberhasilan suatu kegiatan,\u201d katanya. \u201cUntuk memiliki pendekatan yang benar-benar transformasional, penting bagi kita untuk menemukan cara yang <a href=\"https:\/\/regreeningafrica.org\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Sustainability_Guidance_Note_Final.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">spesifik sesuai konteks tetapi juga dapat dibandingkan<\/a>.\u201d<\/p>\n<p>Ilmuwan CIFOR-ICRAF, Emily Gallagher bercerita mengenai pendekatan yurisdiksi  yang dilakukan timnya untuk platform multipemangku kepentingan dan kemitraan di Ghana untuk tata kelola lanskap multifungsi dan komoditas tanpa deforestasi. Di bagian barat Ghana, tim Emily mempelajari penerapan pendekatan yurisdiksi untuk mengurangi deforestasi dan degradasi hutan di sektor kakao, sebagai bagian dari strategi REDD+ sub-nasional Ghana. Bersama CIFOR-ICRAF dan SNV, mereka mengembangkan platform pembelajaran kolaboratif yang menyatukan pengguna hutan dengan koperasi kakao untuk mempelajari pertanian cerdas iklim dan perencanaan penggunaan lahan.<\/p>\n<p>Sementara itu di bagian Timur Ghana, Gallagher dan rekan-rekannya bekerja di <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/gml\/territorial-approaches-and-deforestation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">lanskap komoditas <\/a>kelapa sawit, karet, kakao, pertambangan, dan tanaman kecil lainnya yang dinamis.<\/p>\n<p>\u201cDi sini, kami bertindak sebagai pembuat batasan atau jembatan organisasi untuk menciptakan hubungan horizontal antara pemangku kepentingan<em> <\/em>di tingkat yurisdiksi, serta hubungan vertikal untuk membawa pengaruh dan pengetahuan lokal dalam pengambilan keputusan di tingkat regional dan nasional,\u201d jelasnya. \u201cPeran kami di sini sebagai penerjemah antara ilmu pengetahuan, kebijakan dan perencanaan\u2026 dan dalam hal ini, kami menggunakan <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/8001\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<\/a><a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/8001\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em> <\/em><\/a><a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/8001\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sebagai kerangka<\/a> partisipasi yang tertanam dalam struktur yurisdiksi atau administratif.\u201d<\/p>\n<p>Kimberly Merten, Asisten Koordinator Pengetahuan di <a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=http:\/\/www.landscapes.org\/&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1659177101228685&amp;usg=AOvVaw1MPviQIGoYYzZM2gkAdFSP\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Global Landscapes Forum <\/a>membahas pembangunan koalisi di seluruh dunia selama dekade terakhir. Forum tersebut merupakan<a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/project\/PMO-2187\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> platform berbasis pengetahuan<\/a>, yang mirip dengan platform atau kemitraan multipemangku kepentingan<em> <\/em>tetapi bekerja lintas skala, disiplin, dan sektor.<\/p>\n<p>Merten mengatakan bahwa tantangan utama yang dihadapi Forum ini adalah \u201cKami agak seperti \u2018<em>middle woman <\/em>atau perantara\u2019, kami dapat menjadi penghambat kolaborasi dan integrasi antar pemangku kepentingan.\u201d<\/p>\n<p>Dia mengatakan untuk mengatasi hal itu, mereka menggunakan berbagai strategi seperti regionalisasi, pengembangan kapasitas dan membantu penyandang dana dan ahli keuangan terhubung dengan praktisi restorasi.<\/p>\n\n<p>Valentina Robiglio, Ilmuwan Senior Sistem Tata Guna Lahan di CIFOR-ICRAF, membahas penggunaan platform dan kemitraan multipemangku kepentingan untuk meningkatkan keterlibatan dan pembelajaran kolektif di bawah <a href=\"https:\/\/worldagroforestry.org\/smart\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">inisiatif SMART<\/a>, inisiatif yang dilakukan untuk mempromosikan pengembangan agroforestri di San Mart\u00edn di Amazon Peru. Robiglio dan tim menggunakan Pendekatan Pemangku Kepentingan untuk Pengambilan Keputusan berdasarkan Informasi Risiko dan Berbasis Bukti (<em><a href=\"https:\/\/www.worldagroforestry.org\/shared\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Stakeholder Approach to Risk Informed and Evidence-based Decision-making<\/a><\/em>).<\/p>\n<p>\u201cVisi yang dikembangkan mencakup mengintegrasikan agroforestri ke dalam agenda pertumbuhan sosial dan ekonomi regional San Mart\u00edn,\u201d katanya. \u201cTetapi setelah kami dan pemangku kepentingan terlibat, kami menemukan beberapa hambatan untuk melakukan kolaborasi ini, yaitu kurangnya pengetahuan &#8211; yang merupakan faktor penting dan berdampak pada kapasitas untuk mengartikulasikan konteks peraturan, teknis dan sosial yang menguntungkan untuk skala agroforestri.\u201d<\/p>\n<p>Menyadari hal tersebut, peserta SMART telah membentuk sebuah platform yang mengkatalisasi pembangunan pengetahuan melalui pembelajaran kolaboratif serta integrasi data dan informasi.<\/p>\n<p>Juan Pablo Sarmiento Barletti, Ilmuwan CIFOR-ICRAF, menjelaskan bahwa timnya bekerja untuk mendukung kesetaraan dan inklusi sosial dalam platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<em>. <\/em><\/p>\n<p>Dalam <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/4517\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Studi Komparatif Global tentang REDD+,<\/a> yang dilakukan CIFOR, penelitian mengenai 14 platform dan kemitraan berbeda di empat negara menunjukkan perhatian baru pada partisipasi dan kolaborasi sebagai sarana untuk melakukan perubahan pembangunan yang mendesak.<\/p>\n<p>\u201cIdenya adalah apabila kita bergerak bersama, akan ada perubahan. Tetapi penyelenggara platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<em> <\/em>menyadari bahwa ada ketidaksetaraan kekuatan di antara para peserta, dan hanya sedikit yang mempunyai strategi untuk menghadapi ketidaksetaraan ini,\u201d ujar Sarmiento Barletti.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, tim peneliti bekerja sama dengan peserta di platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<em> <\/em>untuk merancang <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/forests-news\/68553\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">alat pembelajaran sosia<\/a>l yang adaptif dan refleksif yang disebut <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/7796\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">\u201cBagaimana kabar kita? (How are doing?)<\/a>\u201d yang dibuat dan digunakan oleh mereka sendiri. Tim peneliti telah menerbitkannya sebagai alat generik dan juga mengembangkan versi lainnya untuk konteks tertentu, seperti untuk <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/7883\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mendukung partisipasi wanita adat dalam pengelolaan wilayah tempat tinggal mereka<\/a>, untuk memungkinkan pengelolaan partisipatif inklusif di kawasan lindung dan untuk <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/7881\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mendukung pengelolaan cagar alam komunal di Amazon Peru.<\/a><\/p>\n<p>Ilmuwan CIFOR-ICRAF, Linda Yuliani berbicara tentang menggunakan platform dan kemitraan multipemangku kepentingan<em> <\/em>untuk fasilitasi dan penelitian.<\/p>\n<p>Untuk fasilitasi, Linda dan timnya menggunakan forum ini untuk mengembangkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik; mendukung pembelajaran; membangun pemahaman bersama dan solusi; membuat jaringan untuk melakukan aksi kolektif; memastikan relevansi dari sebuah kegiatan; dan membantu membangun kapasitas yang adaptif dan kuat.<\/p>\n<p>Sebagai sebuah alat penelitian, mereka telah menggunakan forum untuk pengumpulan data dan triangulasi, serta untuk menilai persepsi staf dan pengetahuan para pemangku kepentingan<em>. <\/em><\/p>\n<p>Yuliani menyadari bahwa masih banyak ketidakcocokan antara tujuan<em> <\/em>dan metode yang digunakan, serta ada asumsi bahwa menyelenggarakan forum dan kemitraan multipemangku kepentingan akan menjamin partisipasi, kesetaraan, dan aksi.<\/p>\n<p>Yuliani menyarankan para fasilitator untuk beralih dari pendekatan berbasis masalah, yang dapat menurunkan moral dan motivasi, ke metode berbasis kekuatan, seperti <em>Appreciative Inquiry<\/em>, yang \u201cmembantu untuk membangun kepercayaan diri dan rencana yang realistis untuk mencapai tujuan<em>.<\/em>\u201d Ia juga mencatat bahwa membangun dari mekanisme lokal yang ada telah memberikan kontribusi dan nilai tambah untuk memperkuat kapasitas dan menghasilkan peraturan dan program yang lebih relevan.\u201d<\/p>\n<p>Larson juga mencatat rencana rekan-rekannya untuk mengkonsolidasikan jaringan Staf CIFOR-ICRAF yang bekerja pada platform dan kemitraan multipemangku kepentingan; melakukan proses inventarisasi; dan berkolaborasi dalam publikasi yang untuk menerbitkan bukti komparatif yang mereka dapatkan.<\/p>\n<p><em><span class=\"JLqJ4b ChMk0b\" data-language-for-alternatives=\"id\" data-language-to-translate-into=\"en\" data-phrase-index=\"0\" data-number-of-phrases=\"3\"><span class=\"Q4iAWc\">Riset ini merupakan bagian dari <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/gcs\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Studi Komparatif Global CIFOR tentang REDD+<\/a>.<\/span><\/span> <span class=\"JLqJ4b ChMk0b\" data-language-for-alternatives=\"id\" data-language-to-translate-into=\"en\" data-phrase-index=\"1\" data-number-of-phrases=\"3\"><span class=\"Q4iAWc\">Mitra pendanaan yang telah mendukung penelitian ini termasuk Badan Kerjasama Pembangunan Norwegia (Hibah No. QZA-21\/0124), Inisiatif Iklim Internasional  dari Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (Hibah No. 20_III_108),<\/span><\/span> <span class=\"JLqJ4b ChMk0b\" data-language-for-alternatives=\"id\" data-language-to-translate-into=\"en\" data-phrase-index=\"2\" data-number-of-phrases=\"3\"><span class=\"Q4iAWc\">dan Program Penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri dengan dukungan keuangan dari Donor Dana CGIAR.<\/span><\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Platform dan kemitraan multipemangku kepentingan merupakan wadah yang menyatukan berbagai kelompok dengan minat dan kepentingan berbeda untuk membahas tantangan bersama, peluang, tindakan kebijakan, dan strategi advokasi, kerap \u201cdipandang sebagai inti dari setiap inisiatif global,\u201d ujar Anne Larson, Ketua Tim Gender, Kesetaraan dan Kesejahteraan di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional dan World Agroforestry (CIFOR-ICRAF). Larson menyampaikan pandangannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":78690,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[2587,10534],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[2423],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-78686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-forum-multipihak","type-bahasa-liputan-acara","type-english-event-coverage"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Scientists examine the effectiveness of multi-stakeholder platforms and partnerships\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Scientists examine the effectiveness of multi-stakeholder platforms and partnerships\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-08T03:33:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-08-15T04:56:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka?\",\"datePublished\":\"2022-08-08T03:33:05+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-15T04:56:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka\"},\"wordCount\":1274,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2022\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka\",\"name\":\"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp\",\"datePublished\":\"2022-08-08T03:33:05+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-15T04:56:15+00:00\",\"description\":\"Scientists examine the effectiveness of multi-stakeholder platforms and partnerships\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"Forum multipemangku kepentingan di Peru. Foto oleh: Marlon del Aguila\\\/CIFOR.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/78686\\\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka? - Landscape Alliance Forests News","description":"Scientists examine the effectiveness of multi-stakeholder platforms and partnerships","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka?","og_description":"Scientists examine the effectiveness of multi-stakeholder platforms and partnerships","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2022-08-08T03:33:05+00:00","article_modified_time":"2022-08-15T04:56:15+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka?","datePublished":"2022-08-08T03:33:05+00:00","dateModified":"2022-08-15T04:56:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka"},"wordCount":1274,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2022","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka","name":"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp","datePublished":"2022-08-08T03:33:05+00:00","dateModified":"2022-08-15T04:56:15+00:00","description":"Scientists examine the effectiveness of multi-stakeholder platforms and partnerships","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp","width":1280,"height":853,"caption":"Forum multipemangku kepentingan di Peru. Foto oleh: Marlon del Aguila\/CIFOR."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dapatkah Platform dan Kemitraan Multipemangku Kepentingan Memenuhi Janji Mereka?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/78686\/dapatkah-platform-dan-kemitraan-multipemangku-kepentingan-memenuhi-janji-mereka#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Multi-stakeholder-forum-in-Peru.-Photo-by-Marlon-del-Aguila-CIFOR.webp","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78686"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78693,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78686\/revisions\/78693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78686"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=78686"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=78686"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=78686"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=78686"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=78686"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=78686"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=78686"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=78686"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=78686"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=78686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}