{"id":7756,"date":"2012-03-05T03:16:40","date_gmt":"2012-03-05T03:16:40","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=7756"},"modified":"2018-02-07T14:02:45","modified_gmt":"2018-02-07T07:02:45","slug":"masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis","title":{"rendered":"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (5 March, 2012)_Enam tahun lalu, ratusan rumah dan persawahan di beberapa desa kecil di Kalimantan Timur diterjang banjir besar dan dibenamkan air setinggi dua meter. Walaupun tak ada korban jiwa, sejumlah besar harta benda mereka hancur \u2013 termasuk rumah, gedung sekolah, ternak dan tempat penyimpanan beras \u2013 memaksa penduduk desa berjuang mengatasinya sendiri.<\/p>\n<p>Kerusakan akibat bencana alam memaksa penduduk desa pindah ke wilayah hutan sekitarnya demi memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan produk-produk yang nantinya dapat dijual guna mendapatkan uang tunai untuk membeli makanan atau menggantikan barang-barang mereka tersapu banjir.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa ahli tadinya mencoba menyangkal peran hutan sebagai gantungan hidup masyarakat paska bencana namun studi ini jelas menunjukkan pentingnya keterkaitan antara keduanya, dan kesalahan yang diakibatkan jika mengabaikannya,\u201d kata Nining Liswanti, peneliti CIFOR dan penulis utama <a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3632.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Falling back on forests: how forest-dwelling people cope with catastrophe in a changing landscape<\/em><\/a>.<\/p>\n<p>\u201cJika anda menghancurkan hutan maka mereka (penduduk desa) akan semakin menderita. Adalah kewajiban moral kita untuk mengakui lebih baik peran hutan sebagai pendukung dan pengamanan,\u201d dukung Douglas Sheil, Peneliti Rekanan Senior CIFOR yang sekaligus penulis pendamping studi ini.<\/p>\n<p>\u201cBencana\u201d telah dimasukkan sebagai salah satu isu penting dalam tujuan pembangunan berkelanjutan baru yang akan diluncurkan pada Konferensi Rio+20 mendatang. Degradasi lingkungan dan perubahan iklim menjadi penyebab meningkatnya kejadian bencana alam. Tak satupun negara kebal terhadap bencana, namun kemampuan penduduk dan sebuah wilayah untuk bertahan terhadap dampak paska bencana, dan untuk memulihkan diri secara cepat dan untuk tetap bertahan, erat kaitannya dengan pembangunan sosial dan ekonominya.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap semua yang hadir pada pertemuan Rio menyadari peran hutan untuk mendukung masyarakat dalam bertahan melewati berbagai krisis seperti banjir. Hal ini juga menjadi alasan untuk melihat bagaimana masa depan hutan dan masyarakat lokal saling terkait dan bagaimana masyarakat lokal harus diberi peran kunci dalam menentukan masa depan tersebut,\u201d kata Sheil.<\/p>\n<p>Studi ini mensurvei 42 kepala keluarga yang terkena dampak secara lokal, dan menemukan bahwa pihak yang paling rentan sangat bergantung pada kemampuannya mengakses sumberdaya hutan untuk mendapatkan bahan pangan dan sumber keuangan selama keadaan darurat.<\/p>\n<p>Namun beberapa penduduk desa yang diwawancara dalam studi ini \u2013 yang difokuskan pada suku Punan dan Merap \u2013 mengatakan bahwa saat ini semakin sulit bagi mereka untuk mengakses sumberdaya hutan di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan hidup nya sehari-hari.<\/p>\n<p>Baru-baru ini pemerintah Indonesia berjanji untuk memindahkan masyarakat di daerah pedalaman ke pemukiman yang lebih dekat ke sekolah dan klinik (kesehatan). Pada saat bersamaan, ekspansi bisnis, seperti kelapa sawit, kayu dan pertambangan, telah memotong akses kepada lahan dan bahkan telah merusak fungsi hutan. Dengan semakin terpinggirkannya penduduk desa dari hutan, mereka beresiko tidak mampu bertahan jika, dan ketika, bencana alam terjadi.<\/p>\n<p>Studi ini mendukung bahwa keterkaitan antara masyarakat dan hutan harus menjadi pertimbangan pemerintah kabupaten ketika membuat strategi pengelolaan bencana.<\/p>\n<p>Peran penyelamat yang penting namun rapuh ini perlu \u201cdiakui dan dipertimbangkan,\u201d secara formal, kata Sheil.<\/p>\n<p>Salah satu solusi potensial, kata Liswanti, adalah dengan meningkatkan akses lokal jangka panjang ke hutan dan keberlanjutan hutan dengan menciptakan hutan masyarakat. Dengan mengijinkan penduduk desa mengelola hutan secara lestari dan dengan cara yang mendukung penghidupannya maka ini akan membantu mengurangi hambatan akan akses ke dan penggunaan sumber daya hutan.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat harus terus diberikan akses ke hutan, terutama pada masa-masa krisis,\u201d kata Liswati menekankan.<\/p>\n<p>Kemungkinan lain termasuk melindungi hutan di sekitar desa, memperbaiki peraturan tata kelola pemanenan beberapa jenis kayu (misalnya perlindungan lebih baik terhadap sumberdaya seperti sagu), melindungi sumberdaya kunci dan menyediakan kesempatan kerja.<\/p>\n<p>\u201cFaktor-faktor yang berperan memelihara nilai-nilai ekologis dan konservasi hutan \u2013 perencanaan lingkungan, pemanenan dengan dampak diminimalisir, dsb. \u2013 adalah faktor yang sama yang berperan memelihara fungsi pengamanan hutan,\u201d jelas studi tersebut.<\/p>\n<p>Karena beberapa penduduk desa enggan dipindahkan dari wilayah rawan banjir, kekeringan dan serangan hama pertanian, membuat pemeliharaan hutan dan produk serta jasa yang dihasilkannya menjadi semakin penting.<\/p>\n<p>\u201cMenemukan lokasi sesuai dengan ketersediaan air dan akses terhadap fasilitas terbukti sulit,\u201d kata para penulis. Sebagai konsekuensinya, masyarakat tetap terhadap banjir di masa datang.<\/p>\n<p><strong>Publikasi baru ini adalah bagian program penelitian CIFOR di bidang Hutan dan Lingkungan dan disponsori oleh Komisi Eropa.<\/strong><\/p>\n<p><em>Diterjemahkan oleh Nita Murjani<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (5 March, 2012)_Enam tahun lalu, ratusan rumah dan persawahan di beberapa desa kecil di Kalimantan Timur diterjang banjir besar dan dibenamkan air setinggi dua meter. Walaupun tak ada korban jiwa, sejumlah besar harta benda mereka hancur \u2013 termasuk rumah, gedung sekolah, ternak dan tempat penyimpanan beras \u2013 memaksa penduduk desa berjuang mengatasinya sendiri. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":43,"featured_media":37227,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,182,188,95,180],"tags":[288,287,289,87,4373],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2549,2610,3512,2516,2550,2575,2589,2604,3511,2472,2554,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[237],"class_list":["post-7756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-community-forestry","category-food-and-diets","category-human-wellbeing","category-mitigating-climate-change","tag-disaster","tag-floods","tag-food-security","tag-indonesia","tag-livelihoods","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-banjir","tag-bahasa-bencana-alam","tag-bahasa-douglas-sheil","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-masyarakat-adat","tag-bahasa-mata-pencaharian","tag-bahasa-mitigasi","tag-bahasa-nining-liswanti","tag-bahasa-rio20","tag-bahasa-tata-kelola-hutan","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia (5 March, 2012)_Enam tahun lalu, ratusan rumah dan persawahan di beberapa desa kecil di Kalimantan Timur diterjang banjir besar dan dibenamkan air setinggi dua meter. Walaupun tak ada korban jiwa, sejumlah besar harta benda mereka hancur \u2013 termasuk rumah, gedung sekolah, ternak dan tempat penyimpanan beras \u2013 memaksa penduduk desa berjuang mengatasinya sendiri. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-03-05T03:16:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T07:02:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Women.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"228\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"320\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Maya Thatcher\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis\"},\"author\":{\"name\":\"Maya Thatcher\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/7b316aa62925fe22d50d3bc7ebd378f5\"},\"headline\":\"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis\",\"datePublished\":\"2012-03-05T03:16:40+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T07:02:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis\"},\"wordCount\":664,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/03\\\/Women.jpg\",\"keywords\":[\"disaster\",\"floods\",\"food security\",\"Indonesia\",\"livelihoods\"],\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Community forestry\",\"Food &amp; diets\",\"Human well-being\",\"Mitigation\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis\",\"name\":\"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/03\\\/Women.jpg\",\"datePublished\":\"2012-03-05T03:16:40+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T07:02:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/03\\\/Women.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/03\\\/Women.jpg\",\"width\":228,\"height\":320,\"caption\":\"Seorang wanita Indonesia mengais sisa puing di bawah guyuran hujan, di bekas reruntuhan tempat tinggalnya. Foto milik U.S. Navy oleh fotografer Mate Airman Jordon R. Beesley\\\/flickr.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/7b316aa62925fe22d50d3bc7ebd378f5\",\"name\":\"Maya Thatcher\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc48f9471a9247d108c44aa1616219ad9192589183b945ef805adbd282be6fbe?s=96&d=mm&r=g58fc7b5b9d31c3448a72ca3a288da862\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc48f9471a9247d108c44aa1616219ad9192589183b945ef805adbd282be6fbe?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bc48f9471a9247d108c44aa1616219ad9192589183b945ef805adbd282be6fbe?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Maya Thatcher\"},\"description\":\"Maya Thatcher began her professional life working as a newswire journalist in London, at Reuters News and Platts before moving to Indonesia in early 2011. Here, she used her passion for the environment and development to shift careers to the non-profit sector. She has a master's degree in conflict and development studies and Bachelors in modern history and politics, both from the University of London.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/maya-thatcher\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7756\\\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis","og_description":"BOGOR, Indonesia (5 March, 2012)_Enam tahun lalu, ratusan rumah dan persawahan di beberapa desa kecil di Kalimantan Timur diterjang banjir besar dan dibenamkan air setinggi dua meter. Walaupun tak ada korban jiwa, sejumlah besar harta benda mereka hancur \u2013 termasuk rumah, gedung sekolah, ternak dan tempat penyimpanan beras \u2013 memaksa penduduk desa berjuang mengatasinya sendiri. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-03-05T03:16:40+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T07:02:45+00:00","og_image":[{"width":228,"height":320,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Women.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Maya Thatcher","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis"},"author":{"name":"Maya Thatcher","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/7b316aa62925fe22d50d3bc7ebd378f5"},"headline":"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis","datePublished":"2012-03-05T03:16:40+00:00","dateModified":"2018-02-07T07:02:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis"},"wordCount":664,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Women.jpg","keywords":["disaster","floods","food security","Indonesia","livelihoods"],"articleSection":["Climate change &amp; energy","Community forestry","Food &amp; diets","Human well-being","Mitigation"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis","name":"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Women.jpg","datePublished":"2012-03-05T03:16:40+00:00","dateModified":"2018-02-07T07:02:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Women.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Women.jpg","width":228,"height":320,"caption":"Seorang wanita Indonesia mengais sisa puing di bawah guyuran hujan, di bekas reruntuhan tempat tinggalnya. Foto milik U.S. Navy oleh fotografer Mate Airman Jordon R. Beesley\/flickr."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Masyarakat Indonesia bergantung pada hutan untuk menghadapi krisis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/7b316aa62925fe22d50d3bc7ebd378f5","name":"Maya Thatcher","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc48f9471a9247d108c44aa1616219ad9192589183b945ef805adbd282be6fbe?s=96&d=mm&r=g58fc7b5b9d31c3448a72ca3a288da862","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc48f9471a9247d108c44aa1616219ad9192589183b945ef805adbd282be6fbe?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bc48f9471a9247d108c44aa1616219ad9192589183b945ef805adbd282be6fbe?s=96&d=mm&r=g","caption":"Maya Thatcher"},"description":"Maya Thatcher began her professional life working as a newswire journalist in London, at Reuters News and Platts before moving to Indonesia in early 2011. Here, she used her passion for the environment and development to shift careers to the non-profit sector. She has a master's degree in conflict and development studies and Bachelors in modern history and politics, both from the University of London.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/maya-thatcher"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7756\/masyarakat-indonesia-bergantung-pada-hutan-untuk-menghadapi-krisis#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/03\/Women.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/43"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7756"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7756\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7756"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=7756"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=7756"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=7756"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=7756"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=7756"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=7756"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=7756"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=7756"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=7756"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=7756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}