{"id":7542,"date":"2012-02-24T03:43:30","date_gmt":"2012-02-24T03:43:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=7542"},"modified":"2018-02-07T14:02:48","modified_gmt":"2018-02-07T07:02:48","slug":"rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis","title":{"rendered":"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis"},"content":{"rendered":"<p>JOHANNESBURG, Afrika Selatan (24 Februari, 2012)_Penjualan dan penggunaan produk-produk hutan non kayu (NTFP) adalah salah satu mekanisme yang paling sering dilakukan oleh rumah tangga miskin di dua propinsi termiskin di Afrika Selatan untuk bertahan saat krisis, menurut sebuah studi terbaru.<\/p>\n<p>Studi tersebut menunjukkan seluruh sampel rumah tangga yang diambil bergantung pada produk hutan non kayu, sampai pada batas tertentu, untuk mendukung penghidupannya. Sebanyak 70% dari sampel tersebut bahkan menggunakan fungsi jaring pengaman dari produk hutan non kayu dalam menghadapi serangkaian krisis.<\/p>\n<p>Dukungan kekerabatan ternyata merupakan strategi bertahan yang paling banyak dilakukan baik oleh rumah tangga sejahtera maupun miskin, namun rumah tangga lebih miskin ternyata semakin banyak menggunakan dan menjual produk hutan non kayu sebagai strategi bertahan yang kedua paling banyak diadopsi. Sebagai perbandingan, rumah tangga dengan pendapatan tinggi menempatkan produk hutan non kayu pada urutan kelima sebagai mekanisme bertahan menghadapi krisis.<\/p>\n<p>\u201cHal ini menekankan bahwa selain penggunaan sehari-hari, ternyata produk hutan non kayu memainkan peran penting dalam menolong rumah tangga menghadapi krisis-krisis tertentu. Fungsi jaring pengaman dari produk-produk hutan non kayu ini tidak berwujud meningkatnya penggunaan sumberdaya yang biasa mereka gunakan namun berwujud penggunaan sumberdaya yang tidak biasa mereka gunakan atau penjualan produk yang tidak biasa mereka jual sebelumnya,\u201d jelas Fiona Paumgarten, peneliti di Center for International Forestry Research (CIFOR) sekaligus salah satu penulis dari studi CIFOR yang dilakukan bekerjasama dengan Rhodes University di Afrika Selatan.<\/p>\n<p>\u201cWalaupun telah banyak penelitian mengenai produk hutan non kayu secara umum, namun sedikit sekali yang mempelajari bagaimana produk hutan non kayu berperan sebagai jaring pengaman bagi masyarakat di pedalaman. Memahami dinamika dan faktor-faktor pendorong penggunaan dan penjualan produk hutan non kayu sebagai strategi penghidupan dan khususnya sebagai jaring pengaman bagi masyarakat pedalaman sangatlah relevan mengingat perlunya membantu menciptakan strategi adaptasi yang lebih baik bagi masyarakat pedalaman untuk menghadapi efek-efek merugikan dari perubahan iklim.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMata pencarian\u201d dan \u201cBencana\u201d telah ditekankan sebagai dua dari isu-isu penting untuk mewujudkan tujuan baru pembangunan berkelanjutan yang akan dirilis di Rio+20. Hasil studi global terbaru oleh Jejaring Kemiskinan dan Lingkungan (Poverty and Environment Network (PEN)) menyimpulkan bahwa pendapatan dari hutan dan lingkungan alam lainnya memberikan kontribusi yang penting bagi penghidupan dan pengentasan kemiskinan dari masyarakat hutan namun banyak perangkat yang ada untuk mengkaji kemiskinan dan pendapatan \u2013 seperti Survey Pengukuran Standar Hidup oleh Bank Dunia (<a href=\"http:\/\/econ.worldbank.org\/WBSITE\/EXTERNAL\/EXTDEC\/EXTRESEARCH\/EXTLSMS\/0,,contentMDK:21610833~pagePK:64168427~piPK:64168435~theSitePK:3358997,00.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">World Bank\u2019s Living Standard Measurement Survey<\/a>) \u2013 belum berhasil menangkap nilai hutan sesungguhnya bagi penghidupan penduduk miskin dunia yang tinggal di pedalaman.<\/p>\n<p>Di banyak negara berkembang, dimana pilihan jaring pengaman publik dan asuransi swasta lemah, rumah tangga harus bergantung pada strategi bertahan informal, seperti dengan menggunakan dan menjual produk hutan non kayu \u2013 yaitu sumber daya biologis yang diambil dari hutan untuk digunakan oleh manusia, seperti tanaman obat dan tanaman dan buah-buahan liar yang dapat dimakan, kecuali kayu komersial.<\/p>\n<p>Walaupun ada kesadaran yang meningkat tentang peran potensial produk hutan non kayu dalam membantu rumah tangga bertahan dalam periode kerentanan, namun baru sedikit sekali perhatian diberikan pada wilayah padang rumput semi gersang di Afrika bagian selatan. Studi ini meneliti strategi bertahan dari 100 rumah tangga di desa-desa Dyala di propinsi Cape bagian timur dan Dixie di propinsi Limpopo di Afrika Selatan, yang keduanya menghadapi masalah rendahnya pembangunan dan tingginya tingkat pengangguran. Keluarga-keluarga di komunitas ini pendapatannya sebagian besar bergantung pada pertanian seadanya, peternakan, produk hutan non kayu dan dana kesejahteraan pemerintah.<\/p>\n<p>Para peneliti mengamati serangkaian dinamika dan faktor-faktor pendorong penggunaan dan penjualan produk hutan non kayu. Hal ini bisa sangat meluas dan mencakup faktor-faktor internal seperti kesejahteraan rumah tangga dan jender, dan faktor pendorong eksternal seperti kebijakan penggunaan hutan, kata Paumgarten.<\/p>\n<p>Para penulis melakukan survei terhadap rumah tangga miskin dan sejahtera selama periode dua tahun untuk mengevaluasi apakah mereka memilih menggunakan produk hutan non kayu sebagai jaring pengaman pada saat-saat krisis seperti rusaknya tanaman budidaya, serangan hama penyakit, anggota keluarga sakit dan hilangnya pendapatan secara tiba-tiba dan bagaimana wujud dari penggunaan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPeran jaring pengaman bagi masyarakat pedalaman menambah dimensi lain. Memahami berbagai dinamika dan faktor-faktor pendorongnya sangatlah penting, terutama dalam pengelolaan hutan. Contohnya, salah seorang responden mengatakan bahwa \u2018sebelum dikeluarkannya ijin (pelestarian hutan), masyarakat lebih sering pergi ke hutan dan hutan sangat penting pada masa-masa sulit. Saat ini anda harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan ijin, menjelaskan mengapa anda memerlukannya dan membayar, yang semuanya merupakan masalah jika anak anda sedang terbaring sakit di rumah\u2019.\u201d<\/p>\n<p>Di kedua wilayah yang diteliti, penggunaan berlebihan dari produk hutan non kayu dan meningkatnya kepadatan populasi menyebabkan semakin langkanya sumber daya ini. Hal ini memiliki implikasi pada opsi jaring pengaman yang mungkin dari produk hutan non kayu, kata Paumgarten.<\/p>\n<p>\u201cHal ini merusak keseluruhan ketahanan penghidupan, khususnya jika pilihan alternatif sangat terbatas, sebuah situasi yang cenderung tidak berubah dalam waktu singkat akibat masalah gagalnya penghasilan jasa dan tingginya angka pengangguran yang masih berlangsung.<\/p>\n<p>Menurut Paumgarten, memahami penggunaan sumber daya hutan oleh masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tersebut adalah kunci menyelaraskan pembangunan ekonomi jangka panjang dan pelestarian keanekaragaman hayati.<\/p>\n<p>\u201cWalaupun hutan bukan satu-satunya obat mujarab bagi pengentasan kemiskinan, temuan-temuan dari studi ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut tentang peran umum produk hutan non kayu sebagai jaring pengaman bagi masyarakat pedalaman. Namun, hal ini perlu mempertimbangkan fungsi produk hutan non kayu dalam cakupan opsi bertahan yang lebih luas,\u201d kata Paumgarten.<\/p>\n<p>Fungsi \u201cjaring pengaman\u201d dari hutan jangan sampai terancam hilang tanpa menyediakan alternatif-alternatif yang layak bagi masyarakat lokal, menurut kesimpulan studi tersebut, sekaligus menjadi peringatan akan ancaman degradasi dan konversi lahan skala luas yang dapat menghancurkan ketahanan penghidupan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOHANNESBURG, Afrika Selatan (24 Februari, 2012)_Penjualan dan penggunaan produk-produk hutan non kayu (NTFP) adalah salah satu mekanisme yang paling sering dilakukan oleh rumah tangga miskin di dua propinsi termiskin di Afrika Selatan untuk bertahan saat krisis, menurut sebuah studi terbaru. Studi tersebut menunjukkan seluruh sampel rumah tangga yang diambil bergantung pada produk hutan non kayu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":37620,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462],"tags":[],"language":[2171],"location":[12245],"tag-bahasa":[2476,2747,5236,2614,2954,2489,2516,2633,2575,2589],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[229],"class_list":["post-7542","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","language-bahasa-indonesia","location-africa","tag-bahasa-adaptasi","tag-bahasa-afrika-selatan","tag-bahasa-fiona-paumgarten","tag-bahasa-hasil-hutan-non-kayu","tag-bahasa-jaringan-kemiskinan-dan-lingkungan","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-kemiskinan","tag-bahasa-masyarakat-adat","tag-bahasa-mata-pencaharian","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JOHANNESBURG, Afrika Selatan (24 Februari, 2012)_Penjualan dan penggunaan produk-produk hutan non kayu (NTFP) adalah salah satu mekanisme yang paling sering dilakukan oleh rumah tangga miskin di dua propinsi termiskin di Afrika Selatan untuk bertahan saat krisis, menurut sebuah studi terbaru. Studi tersebut menunjukkan seluruh sampel rumah tangga yang diambil bergantung pada produk hutan non kayu, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-02-24T03:43:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T07:02:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/UNHCR-Wiggers.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rachel Rivera\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis\"},\"author\":{\"name\":\"Rachel Rivera\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/78dfa725acf3a5f1018998127cdd4034\"},\"headline\":\"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis\",\"datePublished\":\"2012-02-24T03:43:30+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T07:02:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis\"},\"wordCount\":900,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/02\\\/UNHCR-Wiggers.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis\",\"name\":\"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/02\\\/UNHCR-Wiggers.jpg\",\"datePublished\":\"2012-02-24T03:43:30+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T07:02:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/02\\\/UNHCR-Wiggers.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/02\\\/UNHCR-Wiggers.jpg\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Foto milik UNHCR \\\/ P. Wiggers\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/78dfa725acf3a5f1018998127cdd4034\",\"name\":\"Rachel Rivera\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=gedfafdaaffe7c6f60d68805db4e93b1f\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rachel Rivera\"},\"description\":\"Rachel Rivera is a freelance writer and editor, with a special interest in environmental issues. She has worked as an editor for The Associated Press in New York and Thailand, and for the Natural Resources Defense Council magazine in the US. She has a Master of Journalism degree from the University of California, Berkeley. She is presently based in Jakarta.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/rachelrivera\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7542\\\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis","og_description":"JOHANNESBURG, Afrika Selatan (24 Februari, 2012)_Penjualan dan penggunaan produk-produk hutan non kayu (NTFP) adalah salah satu mekanisme yang paling sering dilakukan oleh rumah tangga miskin di dua propinsi termiskin di Afrika Selatan untuk bertahan saat krisis, menurut sebuah studi terbaru. Studi tersebut menunjukkan seluruh sampel rumah tangga yang diambil bergantung pada produk hutan non kayu, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-02-24T03:43:30+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T07:02:48+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/UNHCR-Wiggers.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rachel Rivera","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis"},"author":{"name":"Rachel Rivera","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/78dfa725acf3a5f1018998127cdd4034"},"headline":"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis","datePublished":"2012-02-24T03:43:30+00:00","dateModified":"2018-02-07T07:02:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis"},"wordCount":900,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/UNHCR-Wiggers.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis","name":"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/UNHCR-Wiggers.jpg","datePublished":"2012-02-24T03:43:30+00:00","dateModified":"2018-02-07T07:02:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/UNHCR-Wiggers.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/UNHCR-Wiggers.jpg","width":600,"height":400,"caption":"Foto milik UNHCR \/ P. Wiggers"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rumah tangga miskin bergantung pada produk hutan non kayu saat krisis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/78dfa725acf3a5f1018998127cdd4034","name":"Rachel Rivera","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=gedfafdaaffe7c6f60d68805db4e93b1f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rachel Rivera"},"description":"Rachel Rivera is a freelance writer and editor, with a special interest in environmental issues. She has worked as an editor for The Associated Press in New York and Thailand, and for the Natural Resources Defense Council magazine in the US. She has a Master of Journalism degree from the University of California, Berkeley. She is presently based in Jakarta.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/rachelrivera"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7542\/rumah-tangga-miskin-bergantung-pada-produk-hutan-non-kayu-saat-krisis#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/UNHCR-Wiggers.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7542","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7542"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7542\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7542"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7542"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7542"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=7542"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=7542"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=7542"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=7542"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=7542"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=7542"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=7542"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=7542"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=7542"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=7542"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}