{"id":7512,"date":"2012-02-22T07:43:22","date_gmt":"2012-02-22T07:43:22","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=7512"},"modified":"2015-11-11T16:46:40","modified_gmt":"2015-11-11T09:46:40","slug":"menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan","title":{"rendered":"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (22 Februari, 2012)_Masyarakat hutan di Propinsi Kalimantan Timur, Indonesia telah beralih pekerjaan ke penambangan, pertanian, konstruksi dan sektor lainnya, karena hilangnya sebagian besar wilayah hutan akibat operasi penebangan dan penambangan.<\/p>\n<p>Walaupun 90% wilayah tersebut masih tertup hutan tropis, namun para pemimpin kabupaten pada dekade lalu telah mengalokasikan sebagian besar wilayah tersebut untuk konsesi penebangan dan pertambangan yang berdampak pada penurunan drastis fungsi hutan bagi penghidupan lokal.<\/p>\n<p>Studi terbaru oleh Center for International Forestry Research (CIFOR) menemukan bahwa desa-desa di sepanjang Sungai Malinau yang kaya akan kayu dan sumber mineral saat ini mulai berkurang cara penghidupan tradisionalnya \u2013 umumnya ombinasi antara berburu, mencari ikan, budidaya pohon buah-buahan dan mengumpulkan kayu elang dan sarang burung.<\/p>\n<p>Para peneliti CIFOR melakukan survei di tujuh desa untuk mengkaji persepsi masyarakat tentang perubahan peran hutan terhadap ekonomi lokal selama sepuluh tahun terakhir. Wawancara dilakukan terhadap 83 responden (52 laki-laki dan 31 perempuan) dan diskusi dengan kedua kelompok tersebut menunjukkan bahwa masyarakat desa merasa kawatir tentang menurunnya kualitas hutan dan lingkungan mereka. Mayoritas masyarakat masih menganggap hutan sebagai sumber utama produk dan jasa bagi penghidupan mereka dan mengatakan bahwa hutan merupakan jenis lahan yang paling penting (jika dibandingkan lahan pertanian, kebun, pertambangan, sungai, pemukiman, desa-desa lama dan rawa).<\/p>\n<p>\u201cMeskipun peran hutan bagi ekonomi lokal terus menurun namun hutan tetap bernilai tinggi bagi masayarakat lokal,\u201d kata Imam Basuki, penulis utama dari <em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3623.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">The Evolving Role of Tropical Forests for Local Livelihoods in Indonesia<\/a>.<\/em> \u201cMengikutsertakan masyarakat desa dalam pengelolaan hutan memungkinkan perlindungan lebih besar bagi sumber daya hutan.\u201d<\/p>\n<p>Studi tersebut menemukan bahwa pekerjaan penambangan, konstruksi dan jasa lain telah mempercepat pertumbuhan ekonomi di kabupaten Malinau dari 1,24% pada tahun 2004 menjadi 8,96% pada tahun 2009. Sebagian besar responden mengatakan mereka mendukung pembangunan karena memberi manfaat bagi peningkatan kualitas hidup mereka. Proyek-proyek pembangunan selama sepuluh tahun terakhir telah menyediakan mata pencarian, kesehatan, pendidikan dan perbaikan infrastruktur. Namun masyarakat desa merasa prihatin karena pertumbuhan tersebut mengancam penghidupan tradisional yang berakibat berkurangnya akses mereka kepada hutan dan sumber daya hutan.<\/p>\n<p>\u201cMata pencarian\u201d dimasukkan sebagai satu dari tujuh isu paling penting bagi tujuan pembangunan berkelanjutan baru yang akan dirilis pada Rio+20. Sementara banyak perangkat yang ada untuk mengkaji kemiskinan dan pendapatan \u2013 seperti Survey Pengukuran Standar Hidup oleh Bank Dunia (<a href=\"http:\/\/econ.worldbank.org\/WBSITE\/EXTERNAL\/EXTDEC\/EXTRESEARCH\/EXTLSMS\/0,,contentMDK:21610833~pagePK:64168427~piPK:64168435~theSitePK:3358997,00.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">World Bank\u2019s Living Standard Measurement Survey<\/a>) \u2013 belum berhasil menangkap nilai hutan sesungguhnya bagi  penghidupan penduduk miskin dunia, konsep \u201cmata pencarian hijau\u201d adalah sebuah upaya mencari sinergi penyelesaian masalah pekerjaan, energi dan lingkungan secara bersamaan.<\/p>\n<p>\u201cManfaat pengetahuan lokal, budaya dan penghidupan dapat diintegrasikan dengan pengelolaan hutan untuk menghasilkan hasil yang lebih lestari dan tidak terlalu merusak, yang bermanfaat bagi penghidupan tanpa merusak lingkungan,\u201d menurut kesimpulan studi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat pedesaan harus diberi peluang lebih besar untuk turut serta dalam pengendalian pembangunan di kabupaten guna mengembalikan peran hutan bagi ekonomi lokal dan memastikan perlindungan lebih besar bagi hutan,\u201d kata Basuki.<\/p>\n<p>Penelitian CIFOR yang sedang berlangsung di Malinau, Kalimantan Timur adalah contoh bernilai melakukan penelitian jangka panjang, kata Douglas Sheil, Peneliti Rekanan Senior CIFOR sekaligus penulis pendamping tentang studi ini.<\/p>\n<p>\u201cPenelitian kami terhadap komunitas di sini dimulai lebih dari 10 tahun yang lalu dan selama itu kami telah mendapatkan kepercayaan dari komunitas ini yang memungkinkan kami bekerja lebih dekat dengan mereka dan memahami lebih baik pandangan-pandangan mereka. Kami juga telah melihat banyak tren jangka panjang yang memungkinkan kami mengevaluasinya dengan cara yang mungkin akan sulit atau tidak mungkin dilakukan (tanpa interaksi jangka panjang tersebut).<\/p>\n<p><strong><em>Publikasi terbaru ini merupakan bagian dari program penelitian CIFOR tentang Hutan dan Lingkungan yang disponsori oleh Komisi Eropa.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (22 Februari, 2012)_Masyarakat hutan di Propinsi Kalimantan Timur, Indonesia telah beralih pekerjaan ke penambangan, pertanian, konstruksi dan sektor lainnya, karena hilangnya sebagian besar wilayah hutan akibat operasi penebangan dan penambangan. Walaupun 90% wilayah tersebut masih tertup hutan tropis, namun para pemimpin kabupaten pada dekade lalu telah mengalokasikan sebagian besar wilayah tersebut untuk konsesi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":37615,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[182,137,95],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[3512,2907,2516,2590,2589,2674,2603,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[229],"class_list":["post-7512","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-forestry","category-forest-management-restoration","category-human-wellbeing","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-douglas-sheil","tag-bahasa-imam-basuki","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-masyarakat-lokal","tag-bahasa-mata-pencaharian","tag-bahasa-pengetahuan-dan-praktik-tradisional","tag-bahasa-pertambangan","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia (22 Februari, 2012)_Masyarakat hutan di Propinsi Kalimantan Timur, Indonesia telah beralih pekerjaan ke penambangan, pertanian, konstruksi dan sektor lainnya, karena hilangnya sebagian besar wilayah hutan akibat operasi penebangan dan penambangan. Walaupun 90% wilayah tersebut masih tertup hutan tropis, namun para pemimpin kabupaten pada dekade lalu telah mengalokasikan sebagian besar wilayah tersebut untuk konsesi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-02-22T07:43:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-11-11T09:46:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/miner-224x2251.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"224\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"225\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rachel Rivera\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan\"},\"author\":{\"name\":\"Rachel Rivera\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/78dfa725acf3a5f1018998127cdd4034\"},\"headline\":\"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan\",\"datePublished\":\"2012-02-22T07:43:22+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-11T09:46:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan\"},\"wordCount\":579,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/02\\\/miner-224x2251.jpg\",\"articleSection\":[\"Community forestry\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Human well-being\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan\",\"name\":\"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/02\\\/miner-224x2251.jpg\",\"datePublished\":\"2012-02-22T07:43:22+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-11T09:46:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/02\\\/miner-224x2251.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/02\\\/miner-224x2251.jpg\",\"width\":224,\"height\":225,\"caption\":\"Foto milik Samuel L Wackson\\\/flickr.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/78dfa725acf3a5f1018998127cdd4034\",\"name\":\"Rachel Rivera\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=gedfafdaaffe7c6f60d68805db4e93b1f\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rachel Rivera\"},\"description\":\"Rachel Rivera is a freelance writer and editor, with a special interest in environmental issues. She has worked as an editor for The Associated Press in New York and Thailand, and for the Natural Resources Defense Council magazine in the US. She has a Master of Journalism degree from the University of California, Berkeley. She is presently based in Jakarta.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/rachelrivera\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/7512\\\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan","og_description":"BOGOR, Indonesia (22 Februari, 2012)_Masyarakat hutan di Propinsi Kalimantan Timur, Indonesia telah beralih pekerjaan ke penambangan, pertanian, konstruksi dan sektor lainnya, karena hilangnya sebagian besar wilayah hutan akibat operasi penebangan dan penambangan. Walaupun 90% wilayah tersebut masih tertup hutan tropis, namun para pemimpin kabupaten pada dekade lalu telah mengalokasikan sebagian besar wilayah tersebut untuk konsesi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-02-22T07:43:22+00:00","article_modified_time":"2015-11-11T09:46:40+00:00","og_image":[{"width":224,"height":225,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/miner-224x2251.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Rachel Rivera","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan"},"author":{"name":"Rachel Rivera","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/78dfa725acf3a5f1018998127cdd4034"},"headline":"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan","datePublished":"2012-02-22T07:43:22+00:00","dateModified":"2015-11-11T09:46:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan"},"wordCount":579,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/miner-224x2251.jpg","articleSection":["Community forestry","Forest management &amp; restoration","Human well-being"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan","name":"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/miner-224x2251.jpg","datePublished":"2012-02-22T07:43:22+00:00","dateModified":"2015-11-11T09:46:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/miner-224x2251.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/miner-224x2251.jpg","width":224,"height":225,"caption":"Foto milik Samuel L Wackson\/flickr."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menurunnya penghidupan tradisional di hutan Borneo akibat beralihnya mata pencarian ke penambangan dan penebangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/78dfa725acf3a5f1018998127cdd4034","name":"Rachel Rivera","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=gedfafdaaffe7c6f60d68805db4e93b1f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f068ff540e7d06f765e9839ba8cdafc86c88ff44529f8673dd907b720f438f97?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rachel Rivera"},"description":"Rachel Rivera is a freelance writer and editor, with a special interest in environmental issues. She has worked as an editor for The Associated Press in New York and Thailand, and for the Natural Resources Defense Council magazine in the US. She has a Master of Journalism degree from the University of California, Berkeley. She is presently based in Jakarta.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/rachelrivera"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/7512\/menurunnya-penghidupan-tradisional-di-hutan-borneo-akibat-beralihnya-mata-pencarian-ke-penambangan-dan-penebangan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/02\/miner-224x2251.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7512\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7512"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=7512"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=7512"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=7512"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=7512"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=7512"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=7512"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=7512"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=7512"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=7512"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=7512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}