{"id":72332,"date":"2021-05-07T15:13:02","date_gmt":"2021-05-07T08:13:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=72332"},"modified":"2021-05-17T09:53:19","modified_gmt":"2021-05-17T02:53:19","slug":"dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar","title":{"rendered":"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar?"},"content":{"rendered":"<p><em>Artikel ini merupakan bagian kedua dari tujuh artikel yang mengulas publikasi terbaru International Forestry Review edisi khusus untuk riset CIFOR.<\/em><\/p>\n<p>Organisasi nirlaba (NGO), pemerintah, dan donor memandang forum multi-pihak (MSF) sebagai sebuah solusi transformatif dalam menghadapi tantangan degradasi lahan dan hutan. Namun, penyelenggara forum perlu bekerja lebih dari sekadar mengumpulkan para pihak untuk membahas tantangan bersama. Demikian menurut artikel baru yang dipublikasikan di <em>International Forestry Review<\/em>. Aksi lebih diperlukan untuk mendukung perubahan transformasional.<\/p>\n<p>Para peneliti Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) melakukan wawancara terhadap 13 penyelenggara MSF di Brasil, Ethiopia, Indonesia dan Peru. MSF tersebut dibentuk untuk mengatasi pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tidak berkelanjutan di bentang alam atau yurisdiksi subnasional.<\/p>\n<p>Wawancara terfokus pada persepsi penyelenggara mengenai bagaimana forum dapat mencapai tujuan, bagaimana relasi kuasa dan faktor kontekstual lain yang bisa berdampak pada jalan perubahan yang diajukan, serta peran yang dapat dimainkan MSF dalam jalan tersebut.<\/p>\n<p>Temuan menunjukkan sebagian besar penyelenggara meyakini bahwa dengan melibatkan pihak rentan dalam MSF \u2013 seperti perempuan, masyarakat adat dan masyarakat lokal \u2013 mereka mampu mengatasi ketidakadilan historis dalam  keterbatasan akses partisipasi dan pengambilan keputusan.<\/p>\n\n<p>Meskipun, menurut laporan, umumnya mereka gagal untuk menggunakan pendekatan spesifik dalam mengatasi ketidaksetaraan. Mereka juga gagal menyusun strategi yang jelas untuk terlibat dalam pembangunan lokal yang tidak berkelanjutan dan prioritas politik.<\/p>\n<p>\u201cMewujudkan perubahan transformasional melalui proses partisipatoris bukan hal yang mudah ,\u201d kata Juan Pablo Sarmiento Barletti, peneliti CIFOR dan penulis utama studi ini. \u201cPenyelenggara MSF harus bekerja keras menjamin terlaksananya partisipasi yang efektif dari para aktor yang biasanya kurang terwakili.\u201d<\/p>\n<h3><strong>Ketidaksetaraan kuasa<\/strong><\/h3>\n<p>Menurut peneliti, jika kelompok marjinal tidak didengar, keputusan cenderung tidak merefleksikan prioritas mereka dan memberikan hasil yang bukan menjadi kepentingan terbaik mereka, namun tervalidasi oleh proses \u201cpartisipasi\u201d.<\/p>\n<p>\u201cTerdapat ketidaksetaraan dan konteks berbeda yang menghambat sebagian orang untuk berpartisipasi dalam dialog atau kolaborasi untuk mengubah pemanfaatan lahan  dalam mendukung jalan keluar dari krisis iklim,\u201d kata Sarmiento Barletti. \u201cPenyelenggara forum harus benar-benar menyadari berbagai tantangan partisipasi tersebut, merancang strategi untuk mengatasinya dan terbuka dalam melakukan refleksi dan menyesuaikan pendekatan mereka dalam proses MSF.\u201d<\/p>\n<p>Lebih jauh, para peneliti tidak melihat adanya bukti MSF yang mendorong transformasi nyata dalam pemanfaatan lahan dan sumber daya di kasus-kasus yang mereka telaah. \u201cBanyak MSF yang kami teliti lebih berfungsi sebagai platform pertukaran informasi atau peningkatan kapasitas dibanding platform untuk mewujudkan tujuan bersama,\u201d kata Nicole Heise Vigil, peneliti CIFOR dan salah seorang penulis. Sebagian MSF mengalami kekurangan pendanaan dan sebagian besar upaya yang dilakukan tidak menunjukan hasil yang berdampak.<\/p>\n<p>\u201cMenjangkau lebih banyak keterlibatan pemangku kepentingan adalah ide bagus, tetapi kebanyakan MSF yang kami teliti kurang bergerak untuk mengubah gambaran yang besar,\u201d kata Sarmiento Barletti. \u201cSebagian MSF\u2014disadari atau tidak\u2014mengarah pada skenario pemanfaatan lahan yang didominasi oleh agenda aktor lebih kuat seperti sektor swasta dan pemerintah nasional dan sub-nasional. Sebagian besar penyelenggara tidak yakin, MSF-nya dapat mengubah bagaimana lahan dan sumber daya dikelola dalam bentang alam yang ditargetkan.&#8221;<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\">\n\t\t\t\t<img width=\"832\" height=\"355\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435941066_f10d9259dd_k-832x355.jpg\" class=\"wp-image-72363\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435941066_f10d9259dd_k-832x355.jpg 832w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435941066_f10d9259dd_k-566x241.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435941066_f10d9259dd_k-768x327.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435941066_f10d9259dd_k-220x94.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435941066_f10d9259dd_k-610x260.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435941066_f10d9259dd_k.jpg 1138w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435941066_f10d9259dd_k-672x286.jpg 672w\" sizes=\"auto, (max-width: 832px) 100vw, 832px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Forum Multipihak, Peru. Foto oleh: <\/figcaption>\n\t\t\t<\/figure>\n<h3><strong>Pertemuan atau metode<\/strong><\/h3>\n<p>Dari hasil wawancara, para peneliti merangkum dua cara berbeda meski beririsan dalam memahami MSF\u2014sebagai sebuah pertemuan dan sebagai sebuah metode. Dengan memahami dua bentuk ini, kapan dan kenapa mereka terbentuk, dapat menjelaskan mengapa MSF masih dipandang sebagai arena transformasional dalam segala keterbatasannya.<\/p>\n<p>Ketika masyarakat memahami MSF sebagai sebuah pertemuan, mereka percaya MSF dapat menyeimbangkan ketidaksetaraan antar-pihak dengan mengumpulkan mereka secara rutin. Pada titik inilah para peserta berkolaborasi secara setara menuju tujuan bersama.<\/p>\n<p>Tetapi pertemuan tidak selalu mengarah pada hasil terukur. \u201cMasa hidupnya singkat,\u201d kata Sarmiento Barletti. \u201cIni gagasan idealis \u2018jika kita berbicara lebih sering dengan satu sama lain, banyak hal bisa diselesaikan.\u2019\u201d<\/p>\n<p>Akan tetapi, sebagian besar penyelenggara juga memandang MSF sebagai sebuah metode. Pandangan ini mengarah pada forum yang menyatukan para aktor untuk implementasi \u2013 dan terkadang melakukan ko-desain implementasi \u2013 gagasan para penyelenggaranya.<\/p>\n<p>Untuk menghindari konflik, MSF dirancang \u2013 atau diubah \u2013 untuk mengatasi dampak pemanfaatan lahan dan sumber daya, bukan mengatasi isu struktural penyebab masalahnya \u2013 mereka cenderung mengatasi isu sebagai masalah \u2018teknis\u2019, dengan meningkatkan kesadaran dan kapasitas.<\/p>\n<p>\u201cMSF sebagai pertemuan dan metode bukan hal yang kontradiktif,\u201d kata Sarmiento Barletti. \u201cDua hal tersebut adalah cara untuk memahami masalah yang sama, namun dengan membedakannya dapat membantu kita untuk memahami perbedaan pola pikir dalam perencanaan dan desain MSF dan bagaimana membuatnya bekerja lebih baik.\u201d<\/p>\n\n<h3><strong>Alat perubahan<\/strong><\/h3>\n<p>Para penulis merekomendasikan dua strategi dalam mendorong MSF mendukung perubahan transformasional. Pertama, penyelenggara harus merancang prosedur untuk mengatasi ketidaksetaraan kekuasaan antar-peserta. Misalnya dengan lebih memanfaatkan prosedur berkesetaraan, bahasa non-teknis dalam rapat, mengganti biaya yang dikeluarkan oleh peserta, atau menawarkan pelatihan bagi kelompok kurang terwakili untuk menjaga efektivitas partisipasi mereka. \u201cMendukung pemberdayaan dan peningkatan kapasitas berorganisasi dari kelompok kurang berdaya seharusnya menjadi bagian dari setiap strategi dalam mengatasi ketidaksetaraan,\u201d kata salah seorang penulis Anne Larson, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim <em>Equal opportunities, Gender, Justice and Tenure<\/em> di CIFOR.<\/p>\n<p>Sebagai bagian proyek riset yang sama, peneliti CIFOR telah menyusun \u201cBagaimana kemajuan kita?\u201d\u2014sebuah perangkat yang dirancang bersama peserta dan penyelenggara MSF dalam merefleksikan proses, kemajuan dan prioritas MSF-nya. Perangkat adaptif dan reflektif ini, juga tersedia dalam bahasa Spanyol dan Indonesia, memungkinkan MSF mengenali dan merefleksikan tantangan dalam mendorang pembelajaran sosial dalam merancang strategi untuk mencapai tujuan-tujuannya secara berkeadilan dan efektif.<\/p>\n\n<p>Peneliti CIFOR juga menyusun \u201cMelakukan dengan benar, panduan untuk meningkatkan inklusivitas dalam forum multi-pihak,\u201d untuk menjawab isu ketidak keterwakilan dengan menyediakan perangkat yang dirancang untuk mengoperasionalkan inklusi dan menjawab tantangan dalam mencapai inklusi berkeadilan dalam MSF. Panduan terfokus pada perempuan dan masyarakat adat dan memberikan informasi dalam mendukung kelompok kurang terwakili lainnya.<\/p>\n<p>Kedua, penyelenggara MSF perlu menggabungkan strategi pendanaan yang efektif dalam prosesnya. \u201cPerubahan nyata perlu waktu, dan harus menjadi bagian strategi perubahan jangka panjang,\u201d kata Larson. \u201cPendanaan adalah bagian dari proses tersebut. Kita tidak bisa mengundang orang tapi mempersulit kehadirannya,\u201d katanya, mengutip contoh di Acre, Brasil, ketika forum mendatangi masyarakat adat, bukannya menuntut mereka untuk selalu datang ke kota.<\/p>\n<p>Sarmiento Barletti menekankan bahwa MSF harus bekerja lebih dari sekadar mengumpulkan orang jika ingin mewujudkan potensi transformasionalnya. Mereka perlu menyusun strategi secara jelas untuk mengatasi ketidaksetaran kekuasaan antar-peserta dalam menghasilkan solusi yang mendukung pemanfaatan lahan dan sumber daya berkelanjutan.<\/p>\n<p>Perangkat yang dikembangkan para peneliti menawarkan harapan bagi hasil yang lebih baik. Perangkat ini mendukung komunikasi, pemahaman bersama dan pembelajaran adaptif \u2013 khususnya sebagai bagian dari strategi perubahan yang lebih baik.<\/p>\n<blockquote style=\"margin-left: 0;\"><p>Kita belajar untuk berpikir lebih strategis mengenai perubahan, khususnya dalam mengubah ketidaksetaraan <span style=\"color: #333; font-size: 0.9em;\">&#8211; Anne Larson<\/span><\/p><\/blockquote>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini merupakan bagian kedua dari tujuh artikel yang mengulas publikasi terbaru International Forestry Review edisi khusus untuk riset CIFOR. Organisasi nirlaba (NGO), pemerintah, dan donor memandang forum multi-pihak (MSF) sebagai sebuah solusi transformatif dalam menghadapi tantangan degradasi lahan dan hutan. Namun, penyelenggara forum perlu bekerja lebih dari sekadar mengumpulkan para pihak untuk membahas tantangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":308,"featured_media":72335,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[10534,10533,10535],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[8751],"class_list":["post-72332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-forum-multipihak","tag-bahasa-keterlibatan-masyarakat","tag-bahasa-msfs","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini merupakan bagian kedua dari tujuh artikel yang mengulas publikasi terbaru International Forestry Review edisi khusus untuk riset CIFOR. Organisasi nirlaba (NGO), pemerintah, dan donor memandang forum multi-pihak (MSF) sebagai sebuah solusi transformatif dalam menghadapi tantangan degradasi lahan dan hutan. Namun, penyelenggara forum perlu bekerja lebih dari sekadar mengumpulkan para pihak untuk membahas tantangan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-05-07T08:13:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-05-17T02:53:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1106\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Natasha Vizcarra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar\"},\"author\":{\"name\":\"Natasha Vizcarra\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/460cb6b00f6d4962adc2c456a722bd1b\"},\"headline\":\"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar?\",\"datePublished\":\"2021-05-07T08:13:02+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-17T02:53:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar\"},\"wordCount\":1055,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2021\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar\",\"name\":\"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-05-07T08:13:02+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-17T02:53:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/05\\\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1106,\"caption\":\"Amarakaeri Communal Reserve MSF - Pengembangan alat pemantauan. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/460cb6b00f6d4962adc2c456a722bd1b\",\"name\":\"Natasha Vizcarra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/de9fead00d6d9892eb771a9de8199c01eabfde8c2bb644cd26c7fc91e83b4149?s=96&d=mm&r=g95d6868597613c27dc9440e022d48b3f\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/de9fead00d6d9892eb771a9de8199c01eabfde8c2bb644cd26c7fc91e83b4149?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/de9fead00d6d9892eb771a9de8199c01eabfde8c2bb644cd26c7fc91e83b4149?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Natasha Vizcarra\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ciforblogger\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/natasha\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/72332\\\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar?","og_description":"Artikel ini merupakan bagian kedua dari tujuh artikel yang mengulas publikasi terbaru International Forestry Review edisi khusus untuk riset CIFOR. Organisasi nirlaba (NGO), pemerintah, dan donor memandang forum multi-pihak (MSF) sebagai sebuah solusi transformatif dalam menghadapi tantangan degradasi lahan dan hutan. Namun, penyelenggara forum perlu bekerja lebih dari sekadar mengumpulkan para pihak untuk membahas tantangan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2021-05-07T08:13:02+00:00","article_modified_time":"2021-05-17T02:53:19+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1106,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Natasha Vizcarra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar"},"author":{"name":"Natasha Vizcarra","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/460cb6b00f6d4962adc2c456a722bd1b"},"headline":"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar?","datePublished":"2021-05-07T08:13:02+00:00","dateModified":"2021-05-17T02:53:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar"},"wordCount":1055,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#respond"]}],"copyrightYear":"2021","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar","name":"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg","datePublished":"2021-05-07T08:13:02+00:00","dateModified":"2021-05-17T02:53:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg","width":2048,"height":1106,"caption":"Amarakaeri Communal Reserve MSF - Pengembangan alat pemantauan. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dapatkah Forum Multi-Pihak Mengubah Gambaran Besar?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/460cb6b00f6d4962adc2c456a722bd1b","name":"Natasha Vizcarra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de9fead00d6d9892eb771a9de8199c01eabfde8c2bb644cd26c7fc91e83b4149?s=96&d=mm&r=g95d6868597613c27dc9440e022d48b3f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de9fead00d6d9892eb771a9de8199c01eabfde8c2bb644cd26c7fc91e83b4149?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de9fead00d6d9892eb771a9de8199c01eabfde8c2bb644cd26c7fc91e83b4149?s=96&d=mm&r=g","caption":"Natasha Vizcarra"},"sameAs":["http:\/\/ciforblogger"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/natasha"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/72332\/dapatkah-forum-multi-pihak-mengubah-gambaran-besar#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/50435931821_1a32774933_k-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/308"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72332"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72640,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72332\/revisions\/72640"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72332"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=72332"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=72332"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=72332"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=72332"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=72332"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=72332"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=72332"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=72332"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=72332"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=72332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}