{"id":70050,"date":"2020-12-14T13:40:20","date_gmt":"2020-12-14T06:40:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=70050"},"modified":"2020-12-14T13:40:20","modified_gmt":"2020-12-14T06:40:20","slug":"pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis","title":{"rendered":"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis"},"content":{"rendered":"<p>Mengkombinasikan berbagai teori dan strategi mengenai restorasi hutan dan bentang alam menjadi suatu resep sukses implementasi, kita perlu mempertimbangkan fleksibilitasnya, tetapi juga menjamin aksesibilitas untuk para pengambil kebijakan dan masyarakat melalui pelatihan yang berakar kuat. Hal tersebut dinyatakan pakar kehutanan.<\/p>\n<p>Mengingat ekosistem hutan menyimpan sejumlah besar karbon, restorasi dipandang sebagai solusi vital berbasis-alam untuk meredam pemanasan global, melindungi keanekaragaman hayati, dan penyediaan jasa esensial seperti regulasi hidrologis dan penyerbukan.<\/p>\n<p>Manuel Guariguata, ilmuwan utama Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR), tengah menyusun rekomendasi strategi yang dapat digunakan untuk kebijakan dan praktik restorasi hutan dan bentang alam yang efektif.<\/p>\n<p>\u201cDari sudut pandang operasi maupun pengembangan kapasitas, implementasi restorasi hutan dan bentang alam bukan tantangan jangka pendek,\u201d katanya. \u201cKita perlu secara konstruktif membangun tim dengan latar belakang disiplin yang diperlukan, termasuk kehutanan, ekologi, ekonomi, serta juga ilmu sosial dan politik. Kita perlu memahami bahwa restorasi hutan dan bentang alam merupakan proses dinamis dan tidak pasti.\u201d<\/p>\n<p>Definisi \u201csukses\u201d, papar Guariguata juga bergeser, seiring perubahan cara pandang para pemangku kepentingan terhadap hasil, sejalan dengan pergantian pemerintah dan konteks kebijakannya, serta ketidaksesuaian antara siklus donor dengan pencapaian jangka panjang hutan dan bentang alam.<\/p>\n\n<p>Mengembalikan kesehatan ekologis di kawasan terdegradasi untuk mendapatkan manfaat lingkungan, kesehatan dan sosio-ekonomi bukan konsep baru, tetapi menguat ketika krisis iklim memburuk di tahun-tahun terakhir. Di bawah perjanjian <a href=\"https:\/\/www.bonnchallenge.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tantangan Bonn<\/a> 2014 pada <a href=\"http:\/\/www.cop20.pe\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dialog iklim<\/a> PBB yang merupakan bagian dari <a href=\"https:\/\/forestdeclaration.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Deklarasi Hutan New York<\/a>, berbagai negara berkomitmen untuk merestorasi 150 juta hektare pada 2020 dan 350 juta hektare pada 2030.<\/p>\n<p>Terdorong pula peluncuran <a href=\"https:\/\/www.decadeonrestoration.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Dekade Restorasi Ekosistem PBB 2021-2030<\/a> mendatang, yang mendukung tujuan restorasi, para ilmuwan makin menajamkan fokus pada bagaimana cara terbaik mewujudkannya secara cepat dan efisien.<\/p>\n<p>Restorasi hutan dan bentang alam merupakan jalan berliku, antara lain karena realisasinya perlu melibatkan spektrum luas kerangka sosial dan kelembagaan, termasuk pemerintahan dan kewilayahan.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama, kebijakan harus meliputi tenurial lahan dan hak atas akses, beragam pengambil keputusan dan kepentingan para aktor terlibat; implementasi inklusi sosial dan gender serta rencana pemantauan; sumber daya finansial, manusia dan alam; pengetahuan teknis dan teknologi, meliputi praktik tradisi dan kultur serta pengetahuan terkait.<\/p>\n<p>\u201cUntuk memperluas kapasitas manusia dalam merespon agenda restorasi global, satu jalan majunya adalah mendorong ketersediaan \u2018pendidikan berkesinambungan\u2019 pada skala global, termasuk pendidikan bergelar, pelatihan dan peningkatan kapasitas personal,\u201d kata Guariguata.<\/p>\n<p>Guariguata memaparkan hasil <a href=\"https:\/\/onlinelibrary.wiley.com\/doi\/abs\/10.1111\/rec.12933\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">survey terbaru<\/a> terhadap lebih dari 400 profesional restorasi di Amerika Latin dan Karibia mengungkap bahwa kendala terbesar yang menghambat peningkatan kapasitas adalah terbatasnya ketersediaan program kurikuler dan ekstra-kurikuler, terutama kursus intensif singkat yang fokus pada dimensi sosioekonomi dan manajemen.<\/p>\n\n<p>Bagaimanapun, pendekatan terstrukur dan strategis melalui kurikulum dibutuhkan. Jika tidak, risikonya adalah menumpuknya kursus mono-disiplin, hanya sekali dan dilakukan saat ada dana, hingga minim kontribusi untuk sebuah transformasi upaya restorasi bentang alam hutan.<\/p>\n<p>Guariguata mengusulkan ide kursus yang dirancang untuk memberi pencerahan pada siswa mengenai saling pengaruh antara intervensi restoratif pada skala petak dengan dinamika sosio-ekologi lebih luas pada bentang alam yang didominasi manusia.<\/p>\n<p>Kursus juga seharusnya membangun pendorong sosio-ekonomi konservasi habitat, transformasi dan keberhasilan restorasi sambil mengintegrasikan perencanaan kolaboratif, implementasi dan pemantauan untuk mendorong pembelajaran sosial dan memperkuat manajemen adaptif, katanya.<\/p>\n<p>\u201cMeningkatkan kapasitas profesional multi-disiplin menjadi sangat penting bagi efektivitas implementasi dan evaluasi hasil pendekatan manajemen bentang alam integratif, termasuk restorasi bentang alam hutan,\u201d tambah Guariguata. \u201cMeski telah banyak <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/knowledge\/publication\/6792\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">perangkat perencanaan<\/a>, pendekatan praktis dalam menempatkan restorasi bentang alam hutan masih kurang.\u201d<\/p>\n<p>Walaupun program peningkatan kapasitas regonal, nasional dan internasional sudah tersedia di wilayah tropis, Guariguata menyerukan koordinasi antar-institusi dalam membangun sinergi dan menetapkan tingkat minimal koherensi tematik untuk kesinambungan program pendidikan.<\/p>\n\n<p>\u201cMinimal, \u2018penghubung\u2019 dalam tim perlu atribusi profesional dasar seperti keahlian kemampuan negosiasi, analisis timbal balik, komunikasi dan cara berpikir multi-skala \u2013 sebagai kelompok kemampuan bagi orang yang dilatih dalam mengelola sistem sosioeokologi kompleks,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Komponen kritis lain adalah kebutuhan merancang efektivitas universal dan perangkat pemantauan fungsional. Saat ini, indikator untuk mengukur kemajuan global hanya terfokus pada kepatuhan, seperti peningkatan tutupan hutan dan pohon, bukannya berdasar pada indikator berbasis kinerja, tambah Guariguata.<\/p>\n<p>Meski terlihat ambisius, modul program untuk memandu pengguna melalui tahapan pembelajaran progresif \u2013 dari konsep dasar hingga isu spesifik \u2013 dalam konteks restorasi hutan dan bentang alam, perlu memasukkan kompetensi yang perlu dimiliki, lebih dari akuisi pengetahuan semata, lanjutnya.<\/p>\n<p>Ia menawarkan penerapan enam prinsip utama dalam mengembangkan konsep restorasi hutan dan bentang alam sebagai bagian penting pengembangan program peningkatan kapasitas pelaksana untuk bisa menjawab tantangan restorasi global.<\/p>\n<p>Prinsip ini adalah fokus pada bentang alam, pelibatan pemangku kepentingan dan mendorong pemerintahan partisipatoris, restorasi multi-fungsi untuk multi-manfaat, merawat dan meningkatkan ekosistem alam, merajut konteks lokal dan mengeola secara adaptif.<\/p>\n<p>\u201c<a href=\"https:\/\/www.itto.int\/direct\/topics\/topics_pdf_download\/topics_id=6522&amp;no=1&amp;disp=inline\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Panduan Restorasi Bentang Alam Hutan di Wilayah Tropis<\/a> (ITTO 2020) disusun sejalan dengan prinsip-prinsip ini, dan mencakup sekumpulan elemen panduan dan rekomendasi aksi,\u201d kata Guariguata. \u201cHal ini merupakan langkah penting untuk penyebarluasan panduan, meski masih terdapat ruang untuk menyempurnakannya dan memancing lebih banyak perspektif berbasis masyarakat. Kita dapat mewujudkannya melalui konsultasi dengan beragam pemangku kepentingan dari berbagai kelompok kepentingan dari beragam konteks sosio-ekologi yang memiliki pengalaman langsung dalam aktivitas keseharian.\u201d<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengkombinasikan berbagai teori dan strategi mengenai restorasi hutan dan bentang alam menjadi suatu resep sukses implementasi, kita perlu mempertimbangkan fleksibilitasnya, tetapi juga menjamin aksesibilitas untuk para pengambil kebijakan dan masyarakat melalui pelatihan yang berakar kuat. Hal tersebut dinyatakan pakar kehutanan. Mengingat ekosistem hutan menyimpan sejumlah besar karbon, restorasi dipandang sebagai solusi vital berbasis-alam untuk meredam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":91,"featured_media":70052,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[2520,7328],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[989],"class_list":["post-70050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-restorasi-hutan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengkombinasikan berbagai teori dan strategi mengenai restorasi hutan dan bentang alam menjadi suatu resep sukses implementasi, kita perlu mempertimbangkan fleksibilitasnya, tetapi juga menjamin aksesibilitas untuk para pengambil kebijakan dan masyarakat melalui pelatihan yang berakar kuat. Hal tersebut dinyatakan pakar kehutanan. Mengingat ekosistem hutan menyimpan sejumlah besar karbon, restorasi dipandang sebagai solusi vital berbasis-alam untuk meredam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-14T06:40:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Julie Mollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@jmollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis\"},\"author\":{\"name\":\"Julie Mollins\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\"},\"headline\":\"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis\",\"datePublished\":\"2020-12-14T06:40:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis\"},\"wordCount\":826,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/12\\\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2020\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis\",\"name\":\"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/12\\\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg\",\"datePublished\":\"2020-12-14T06:40:20+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/12\\\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/12\\\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1536,\"caption\":\"Alto Mayo, sebuah kawasan hutan lindung yang terletak di bagian utara Peru. Foto oleh:\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\",\"name\":\"Julie Mollins\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Julie Mollins\"},\"description\":\"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/juliemollins\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/jmollins\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jmollins\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/70050\\\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis","og_description":"Mengkombinasikan berbagai teori dan strategi mengenai restorasi hutan dan bentang alam menjadi suatu resep sukses implementasi, kita perlu mempertimbangkan fleksibilitasnya, tetapi juga menjamin aksesibilitas untuk para pengambil kebijakan dan masyarakat melalui pelatihan yang berakar kuat. Hal tersebut dinyatakan pakar kehutanan. Mengingat ekosistem hutan menyimpan sejumlah besar karbon, restorasi dipandang sebagai solusi vital berbasis-alam untuk meredam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2020-12-14T06:40:20+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1536,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Julie Mollins","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@jmollins","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis"},"author":{"name":"Julie Mollins","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467"},"headline":"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis","datePublished":"2020-12-14T06:40:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis"},"wordCount":826,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#respond"]}],"copyrightYear":"2020","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis","name":"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg","datePublished":"2020-12-14T06:40:20+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg","width":2048,"height":1536,"caption":"Alto Mayo, sebuah kawasan hutan lindung yang terletak di bagian utara Peru. Foto oleh:"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembelajaran untuk memandu restorasi hutan dan bentang alam strategis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467","name":"Julie Mollins","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","caption":"Julie Mollins"},"description":"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/juliemollins\/","https:\/\/x.com\/jmollins"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jmollins"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/70050\/pembelajaran-untuk-memandu-restorasi-hutan-dan-bentang-alam-strategis#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/35064738773_89d85b6d0a_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/91"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70050"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70054,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70050\/revisions\/70054"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70050"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=70050"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=70050"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=70050"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=70050"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=70050"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=70050"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=70050"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=70050"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=70050"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=70050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}