{"id":69105,"date":"2020-11-05T12:16:31","date_gmt":"2020-11-05T05:16:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=69105"},"modified":"2021-05-27T13:19:46","modified_gmt":"2021-05-27T06:19:46","slug":"tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan","title":{"rendered":"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan"},"content":{"rendered":"<p>Jika ada pohon yang bisa memulihkan lahan terdegradasi, mengobati dan melembutkan kulit, serta menjadi sumber energi, apakah terdengar ajaib? Tidak juga.<\/p>\n<p>Telah berabad lamanya minyak dari pohon tamanu, atau lebih dikenal sebagai nyamplung yang tumbuh di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan, digunakan sebagai obat luka dan parut. Kini, ilmuwan dari Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Indonesia (FORDA), Universitas Mulawarman, Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah, dan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) meneliti bagaimana tamanu memperbaiki lahan terdegradasi akibat terbakar atau pertambangan \u2013 dan secara simultan berkontribusi terhadap produksi bioenergi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-68020 size-large\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-tree-1280x1439-1280x1439-1-369x415.jpeg\" alt=\"\" width=\"369\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-tree-1280x1439-1280x1439-1-369x415.jpeg 369w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-tree-1280x1439-1280x1439-1-356x400.jpeg 356w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-tree-1280x1439-1280x1439-1-768x863.jpeg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-tree-1280x1439-1280x1439-1-160x180.jpeg 160w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-tree-1280x1439-1280x1439-1-610x686.jpeg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-tree-1280x1439-1280x1439-1-397x446.jpeg 397w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-tree-1280x1439-1280x1439-1.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 369px) 100vw, 369px\" \/><\/p>\n<p><strong>MEMULIHKAN LAHAN <\/strong><\/p>\n<p>\u201cNyamplung telah terbukti mampu tumbuh dan beradaptasi dengan baik di lahan bekas terbakar dibantu pemberian pupuk,\u201d kata Budi Leksono, peneliti FORDA, dalam sebuah laporan kementerian berjudul Terbukti, Tanaman Bioenergi Potensial untuk Restorasi Lahan Terdegradasi. \u201cApalagi, ada temuan menarik, pohon ini mulai berbunga dan berbuah setelah berusia dua tahun, dan menarik beberapa spesies burung dan serangga yang mengindikasikan peningkatan keragaman hayati dalam ekosistem.\u201d<\/p>\n<p>Kebun uji coba yang dikembangkan pada lahan terdegradasi sejak 2011 di Provinsi Jawa Tengah dan 2017 di Kalimantan Tengah dan Timur menguatkan optimisme ini. Pohon Tamanu menunjukkan kemampuan merestorasi dan memperbaiki lahan bekas hutan dan gambut yang terbakar atau rusak akibat industri, eksploitasi atau deforestasi.<\/p>\n<p>Himlal Baral, ilmuwan senior Tim Energi Perubahan Iklim dan Pembangunan Rendah Karbon CIFOR, menyatakan bahwa kebun uji coba masih dalam tahap awal, seraya menambahkan bahwa tamanu menunjukkan \u201charapan\u201d bisa bertumbuh di berbagai lahan terdegradasi, termasuk rawa gambut.<\/p>\n<p>Di lokasi Hutan Penelitian dan Pendidikan Universitas Mulawarman di Bukit Soeharto Kalimantan Timur telah  direstorasi selama tiga tahun untuk menjadi hutan bioenergi, kata Sukartiningsih, kepala Pusat Kajian Reforestasi Hutan Tropis di Universitas Mulawarman.<\/p>\n<p>\u201cWilayah terbakar tertutupi semak bambu,\u201d katanya. \u201cTingkat hidup pohon lebih dari 95 persen dan tumbuh sangat cepat, kami sangat optimistis bahwa penggembangan hutan bioenergi dengan nyamplung akan mempercepat program rehabilitasi lokasi lahan terbakar, bahkan pada lokasi bekas tambang batu bara.\u201d<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-68881 size-large\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-738x415.jpg\" alt=\"\" width=\"738\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-738x415.jpg 738w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-566x318.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-220x124.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-610x343.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-672x378.jpg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Tamanu-Oil-4-20201030-365x205.jpg 365w\" sizes=\"auto, (max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/p>\n<p><strong>POTENSI BIOFUEL <\/strong><\/p>\n<p>Sebagaimana saran Sukartiningsih, pemerintah Indonesia tertarik mengembangkan tamanu dengan berbagai alasan. Minyak dari biji dimanfaatkan sebagai <a href=\"http:\/\/gardentia.net\/2012\/12\/06\/undi-4\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">bahan bakar lentera<\/a> sejak beberapa generasi di Asia Tenggara, sangat berpotensi menjadi sumber penting biofuel. Hal ini menjadi krusial karena pemerintah tengah bergerak mewujudkan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/60276\/prosperity-grows-in-arid-wonogiri?fnl=en\">target besar meningkatkan konsumsi biodiesel  sebanyak 30 persen dan konsumsi bioetanol sebesar 20 persen pada 2025<\/a>. Pemerintah berkehendak mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, Budi Leksono menyatakan bahwa secara umum pasar biofuel masih perlu dikembangkan untuk \u201c<a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/60276\/prosperity-grows-in-arid-wonogiri?fnl=en\">mencapai skala keekonomian<\/a>\u201d sehingga membutuhkan budi daya pohon tamanu.<\/p>\n<p>\u201cPasar minyak nyamplung belum sepenuhnya terbangun,\u201d katanya, \u201cnamun kita menghadapi krisis energi dan kami tengah mempersiapkan perkebunan.\u201d<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-68027 size-large aligncenter\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1-738x415.jpeg\" alt=\"\" width=\"738\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1-738x415.jpeg 738w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1-566x318.jpeg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1-220x124.jpeg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1-610x343.jpeg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1-672x378.jpeg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1-365x205.jpeg 365w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-process-1363x766-1.jpeg 1363w\" sizes=\"auto, (max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/p>\n<p>Para peneliti di Indonesia menemukan bahwa satu hektare pohon tamanu dapat menghasilkan hingga 10 ton per hektare per tahun minyak mentah, dan ada sekitar 3 juta hektare lahan terdegradasi di Indonesia yang cocok untuk spesies ini.<\/p>\n<p>Apalagi terkait upaya memerangi perubahan iklim dengan meningkatkan tutupan hutan dan mengurangi impor bahan bakar fosil, minyak biji tamanu, ketika diolah menjadi biofuel, juga <a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/health\/psoriasis\/tamanu-oil-psoriasis-healer#tamanu-oil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dilaporkan menghasilkan emisi berbahaya dalam tingkat yang sangat rendah<\/a>.<\/p>\n<p>Sukartiningsih memprediksi, jika nyamplung dibudidayakan dalam kapasitas yang cukup, Indonesia bisa dengan cepat menjadi eksportir bersih minyak berharga ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong> \u201cTanaman ini memenuhi semua harapan untuk dikembangkan di Indonesia,\u201d katanya. \u201cPertumbuhannya cepat dalam dua tahun sudah berbunga dan berbuah. Dengan pemeliharan yang baik akan memproduksi buah  dan menghasilkan minyak dan produk lain.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-68025 size-large\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-738x415.jpeg\" alt=\"\" width=\"738\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-738x415.jpeg 738w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-566x318.jpeg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-220x124.jpeg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-1536x863.jpeg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-2048x1151.jpeg 2048w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-610x343.jpeg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-672x378.jpeg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-1-2060x1158-1-365x205.jpeg 365w\" sizes=\"auto, (max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>KOSMETIK DAN OBAT<\/strong><\/p>\n<p>Produk lain yang mempertinggi nilai tamanu dari minyaknya, bukan hanya biofuel, tetapi juga obat serta losion dan balsem kosmetik. Hingga saat ini, di Polinesia, masyarakat menyebut tamanu sebagai \u201cdaun kecantikan\u201d menjadi bukti bahwa minyaknya telah sejak lama dimanfaatkan untuk melembutkan kulit rusak, menyembuhkan luka, bahkan menghilangkan parut di manapun pohon tumbuh alami atau ditanam.<\/p>\n<p>Minyak bijinya menjadi bahan baku favorit perusahaan kosmetik, terutama di Korea Selatan. Di negara ini minyak tamanu diiklankan dan diterima karena mampu mengurangi kerut, noda hitam dan masalah kulit lain. Pemasaran industri mengklaim bahwa minyak tamanu kaya vitamin E, anti-inflamatori, antioksidan dan asam lemak, yang bukan saja melembapkan kulit kering, tetapi juga memulihkannya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-68025\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-2-2065x1162-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"676\" height=\"380\" \/><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC4583440\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Penelitian yang dipublikasikan pada 2015 dalam jurnal sains tertinjau sejawat PLoS One<\/a> menyatakan bahwa kajian minyak biji <em>calophyllum inophyllum<\/em> (nama Latin tamanu) berfungsi sebagaimana diklaim. Para ilmuwan dari beberapa universitas dan lembaga riset melakukan eksperimen lima sampel minyak tamanu dari Indonesia, Tahiti, Fiji dan Kaledonia Baru untuk menentukan apakah minyaknya meracuni sel kulit, bagaimana kemampuan menyembuhkan luka, dan sifat antibakteri. Mereka menemukan hal-hal yang dipromosikan industri kecantikan: Membantu memulihkan kulit, dan bahkan melawan jerawat.<\/p>\n<p>\u201cMenggunakan kultur sel dan bakteri, kami mengkonfirmasi efek farmakologi CIO (<em>calophyllum inophyllum<\/em> oil) sebagai pengobat luka dan agen antimikroba,\u201d tulis kesimpulan penelitian. \u201cUntuk pertama kali, penelitian ini mendukung tradisi.\u201d<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-68021 size-large\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-738x415.jpeg\" alt=\"\" width=\"738\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-738x415.jpeg 738w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-566x318.jpeg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-220x124.jpeg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-1536x863.jpeg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-2048x1151.jpeg 2048w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-610x343.jpeg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-672x378.jpeg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tamanu-oil-3-2067x1163-1-365x205.jpeg 365w\" sizes=\"auto, (max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/p>\n<p><strong>WANATANI LOKAL<\/strong><\/p>\n<p>Baral menambahkan bahwa manfaat tamanu, khususnya produk yang dihasilkannya tidak hanya minyak dan restorasi lahan.<\/p>\n<p>\u201cBudi daya tamanu dalam sistem wanatani cerdas-iklim dapat menyokong tujuan iklim sambil mendukung penghidupan petani desa,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Petani Indonesia yang membudidayakan tamanu di bekas lahan terdegradasi biasanya melakukan tumpang sari dengan jagung, beras, ketela, kedelai dan kacang tanah. Tanaman tumpang sari dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, kayu tamanu untuk papan (terutama sangat bagus untuk pembuatan kapal), dan minyaknya dijual.<\/p>\n<p>Sayangnya, karena pasar minyak tamanu masih terbatas petani mengeluhkan penghasilan yang masih di bawah harapan. Walaupun demikian, laporan menyebut manfaat pohon tamanu lebih dari semata uang secara langsung.<\/p>\n<p>Bunga tamanu, sebagaimana diketahui petani tradisional, menjadi favorit bagi lebah. <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/60951\/restoration-belongs-to-the-community?fnl=en\">Madu yang dihasilkan dari sari bunga tamanu memiliki permintaan yang tinggi<\/a> dan hal ini berarti cukup menguntungkan.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"The secret of tamanu oil\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/22UqMEMYRj4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Baral merangkum potensi tamanu dengan menunjukkan bahwa tanaman ini menawarkan potensi besar sebagai spesies untuk restorasi lahan berkat berkat keserbagunaannya.<\/p>\n<p>\u201cTamanu tumbuh dalam beragam kondisi lahan terdegradasi, memerlukan sedikit perawatan dan pemeliharan, sementara memiliki banyak potensi, membantu target nasional dan internasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cSudah ditetapkan rencana, baik oleh Dekade Restorasi Ekosistem (2021-2030) PBB maupun pemerintah Indonesia untuk merestorasi 14 juta hektare lahan padda 2030, dan tamanu berpotensi memainkan peran besar dalam upaya tersebut.\u201d<\/p>\n<p><em>Penelitian ini didukung oleh Institut Ilmu Pengetahuan Hutan Nasional (NIFOS) dan Republik Korea.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika ada pohon yang bisa memulihkan lahan terdegradasi, mengobati dan melembutkan kulit, serta menjadi sumber energi, apakah terdengar ajaib? Tidak juga. Telah berabad lamanya minyak dari pohon tamanu, atau lebih dikenal sebagai nyamplung yang tumbuh di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan, digunakan sebagai obat luka dan parut. Kini, ilmuwan dari Badan Litbang dan Inovasi Kementerian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":387,"featured_media":69120,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[6661,8023,10169,8982],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3086,3085],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[10157],"class_list":["post-69105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-bioenergi","tag-bahasa-nyamplung","tag-bahasa-restorasi-lahan","tag-bahasa-tamanu","type-bahasa-peliputan-acara","type-bahasa-video"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika ada pohon yang bisa memulihkan lahan terdegradasi, mengobati dan melembutkan kulit, serta menjadi sumber energi, apakah terdengar ajaib? Tidak juga. Telah berabad lamanya minyak dari pohon tamanu, atau lebih dikenal sebagai nyamplung yang tumbuh di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan, digunakan sebagai obat luka dan parut. Kini, ilmuwan dari Badan Litbang dan Inovasi Kementerian [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-11-05T05:16:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-05-27T06:19:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Michael Johanssen\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan\"},\"author\":{\"name\":\"Michael Johanssen\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/3f6adb52e3d58969666c6663b06b697c\"},\"headline\":\"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan\",\"datePublished\":\"2020-11-05T05:16:31+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-27T06:19:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan\"},\"wordCount\":971,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2020\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan\",\"name\":\"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-11-05T05:16:31+00:00\",\"dateModified\":\"2021-05-27T06:19:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/11\\\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg\",\"width\":2000,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/3f6adb52e3d58969666c6663b06b697c\",\"name\":\"Michael Johanssen\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/21cd20defb4f8a0abb31458b2d20676226c797421b4d590b49a0d0b0d3d7926a?s=96&d=mm&r=ga5cffaadcf747eafa61cefa0ae7da3a0\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/21cd20defb4f8a0abb31458b2d20676226c797421b4d590b49a0d0b0d3d7926a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/21cd20defb4f8a0abb31458b2d20676226c797421b4d590b49a0d0b0d3d7926a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Michael Johanssen\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/michael-johanssen\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/69105\\\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan","og_description":"Jika ada pohon yang bisa memulihkan lahan terdegradasi, mengobati dan melembutkan kulit, serta menjadi sumber energi, apakah terdengar ajaib? Tidak juga. Telah berabad lamanya minyak dari pohon tamanu, atau lebih dikenal sebagai nyamplung yang tumbuh di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan, digunakan sebagai obat luka dan parut. Kini, ilmuwan dari Badan Litbang dan Inovasi Kementerian [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2020-11-05T05:16:31+00:00","article_modified_time":"2021-05-27T06:19:46+00:00","og_image":[{"width":2000,"height":800,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Michael Johanssen","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan"},"author":{"name":"Michael Johanssen","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/3f6adb52e3d58969666c6663b06b697c"},"headline":"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan","datePublished":"2020-11-05T05:16:31+00:00","dateModified":"2021-05-27T06:19:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan"},"wordCount":971,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#respond"]}],"copyrightYear":"2020","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan","name":"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg","datePublished":"2020-11-05T05:16:31+00:00","dateModified":"2021-05-27T06:19:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg","width":2000,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tamanu: Sehatkan kulit dan pulihkan lahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/3f6adb52e3d58969666c6663b06b697c","name":"Michael Johanssen","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/21cd20defb4f8a0abb31458b2d20676226c797421b4d590b49a0d0b0d3d7926a?s=96&d=mm&r=ga5cffaadcf747eafa61cefa0ae7da3a0","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/21cd20defb4f8a0abb31458b2d20676226c797421b4d590b49a0d0b0d3d7926a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/21cd20defb4f8a0abb31458b2d20676226c797421b4d590b49a0d0b0d3d7926a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Michael Johanssen"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/michael-johanssen"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/69105\/tamanu-pulihkan-lahan-dan-sehatkan-badan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/freegreatpicture-com-5409-korean-women-wallpapers-edited-2000x800-1.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/387"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69105"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72790,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69105\/revisions\/72790"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/69120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69105"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=69105"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=69105"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=69105"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=69105"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=69105"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=69105"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=69105"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=69105"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=69105"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=69105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}