{"id":664,"date":"2012-10-24T11:17:00","date_gmt":"2012-10-24T11:17:00","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/wordpress\/?p=664"},"modified":"2015-10-29T10:28:25","modified_gmt":"2015-10-29T03:28:25","slug":"berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2","title":{"rendered":"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara &#8216;hijau&#8217;"},"content":{"rendered":"<p>Oleh <a href=\"\/\/www.cifor.org\/about-us\/cifor-scientific-staff-profiles\/detail-profile\/staff\/003433.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Amy Ickowitz<\/a><br \/>\nIlmuwan CIFOR, <a href=\"\/\/www.cifor.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Center for International Forestry Research<\/a><\/p>\n<p>Ada perbincangan yang sedang berlangsung sengit dalam kepustakaan ilmiah tentang apakah \u2018berbagi lahan\u2019 atau \u2018pencadangan lahan\u2019  merupakan cara terbaik untuk mempertahankan keanekaragaman hayati dunia (Godfray dkk. 2010, Perfecto dan Vandermeer 2010, Phalan dkk. 2011, Tscharntke dkk<i>.<\/i> 2012). Pemrakarsa \u2018pencadangan lahan\u2019 berpendapat bahwa cara yang paling tepat untuk melestarikan keanekaragaman hayati ialah dengan melanjutkan peningkatan produksi pertanian pada lahan yang paling subur sehingga lahan lain dapat disisihkan untuk satwa liar. Pendukung cara \u201cberbagi lahan\u2019 menegaskan bahwa seharusnya perhatian dipusatkan pada praktik penggunaan lahan yang berkelanjutan dan ramah terhadap satwa liar, yang membatasi penggunaan pestisida dan mengelola lahan pertanian dengan penganekaragaman tanaman, guna mempertahankan keanekaragaman hayati dan menghasilkan bahan pangan dan kayu di dunia yang semakin sesak. Meskipun beragam ukuran dalam keanekaragaman hayati sehingga banyak cara untuk mengukurnya, penelitian menyimpulkan bahwa pemangsa teratas berperan pokok dalam mengatur ekosistem dan keberadaannya terkait  dengan keanekaragaman hayati umum yang tinggi (Sergio dkk. 2005). Pertanyaan pokok bagi pemrakarsa \u2018berbagi lahan\u2019 ialah apakah berbagi lahan antara manusia dan pemangsa teratas tetap memungkinkan.<\/p>\n<p>Makalah mutakhir oleh Carter dkk. (2012) dalam <i>Risalah Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional (NAS) Amerika Serikat<\/i> menjawab pertanyaan ini dengan meneliti kemampuan harimau untuk hidup bersama dengan manusia di dalam dan luar Taman Nasional Chitwan, Nepal. Harimau merupakan spesies yang menarik untuk dikaji dalam hal ini karena terancam punah di seluruh dunia dan dianggap benar-benar rentan terhadap kepunahan mengingat akan persaingannya dengan manusia dalam hal lahan dan pangan (Karanth dkk. 2010), dan karena terancam oleh perburuan gelap. Taman Nasional Chitwan merupakan cagar alam unggulan yang telah menerima bantuan keuangan besar-besaran dari Pemerintah Nepal maupun Dana Satwa Liar Dunia untuk Alam (WWF). Taman Nasional ini juga sering dironda oleh tentara Nepal untuk mencegah kegiatan liar. Tingkat kerapatan harimau diketahui sangat tinggi di dalam Taman Nasional tersebut, tetapi Taman Nasional ini juga dikelilingi oleh permukiman manusia yang tergolong padat (lebih dari 200 jiwa per km<sup>2<\/sup>). Hal ini membuatnya sebagai tempat yang cocok untuk mengkaji apakah \u2018berbagi lahan\u2019 antara manusia dan pemangsa teratas benar-benar memungkinkan.<\/p>\n<p>Carter dan kawan-kawannya menggunakan data dari kamera lapangan yang dapat melacak gerakan di dalam dan luar Taman Nasional Chitwan pada tahun 2010 dan 2011. Tidak hanya kerapatan harimau cukup tinggi pada tahun-tahun tersebut, namun yang mengherankan ialah kerapatannya tidak berbeda nyata antara di dalam dan luar Taman Nasional tersebut. Walaupun manusia lebih banyak berada di luar Taman Nasional tersebut, keberadaannya di dalam Taman Nasional masih sering sekali; secara keseluruhan, 85% gerakan yang tertangkap oleh kamera disebabkan oleh manusia. Peneliti sendiri terheran-heran mendapati bahwa manusia yang berjalan kaki (yang kebanyakan untuk mengumpulkan sumberdaya hutan) ataupun menggunakan kendaraan (kebanyakan tentara) tidak berpengaruh nyata secara statistik terhadap peluang keberadaan harimau. Meskipun 20% terlacaknya harimau di Taman Nasional tersebut terjadi pada siang hari, hanya 5% terlacaknya harimau di luar Taman Nasional terjadi pada waktu yang sama. Dengan demikian, peneliti yakin bahwa harimau menyesuaikan kegiatannya yang terkait dengan waktu dengan mempertimbangkan keberadaan manusia, yaitu kurang aktif ketika penduduk setempat lebih aktif.<\/p>\n<p>Temuan kajian ini sangat menggembirakan, yang berpengaruh penting dalam perbincangan tentang berbagi lahan atau pencadangan lahan: tampak bahwa setidak-tidaknya cukup bagus peluang bagi manusia dan beberapa spesies pemangsa teratas untuk berbagi lahan. Apabila pemangsa teratas merupakan indikator keanekaragaman hayati yang baik, maka mungkin tidak perlu menata ulang penduduk setempat dan membatasi secara ketat seluruh kegiatannya guna melestarikan spesies seperti harimau. Tentu saja, kajian ini perlu pembuktian di tempat lain untuk menyimpulkan bahwa hasilnya dapat diterapkan secara lebih umum. Ada beberapa alasan yang menganggap bahwa contoh di Chitwan tersebut boleh jadi merupakan skenario kasus terbaik.  Chitwan menerima bantuan keuangan, politis, dan teknis yang luar biasa, yang membuatnya sangat berbeda dengan kebanyakan taman nasional di dunia, khususnya di negara berkembang. Disamping itu, tidak semua spesies pemangsa mampu menyesuaikan perilakunya yang terkait dengan waktu sebaik harimau. Demikian pula, makalah tidak membahas adakah kejadian harimau memangsa manusia atau ternaknya, yang dapat mempengaruhi kesediaan manusia untuk berbagi lahan dengan pemangsa teratas. Namun demikian, hasil kajian ini memberi harapan kepada yang meyakini bahwa hidup bersama antara manusia dan pemangsa teratas sangat kurang memungkinkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<ul>\n<li><a href=\"http:\/\/www.pnas.org\/search?author1=Binoj+K.+Shrestha&#038;sortspec=date&#038;submit=Submit\" target=\"_blank\">Carter, N.H., Shrestha, B.K.,  Karki, J.B., Pradhan, N., dan Liu, J. 2012. Coexistence between wildlife and  humans at fine spatial scales (Hidup bersama antara satwa liar dan manusia pada  luas yang tepat). <em>Proceedings of the  National Academy of Sciences USA (Risalah Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS)<\/em> 109: 15360\u201365.<\/a><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/www.sciencemag.org\/content\/327\/5967\/812.full\" target=\"_blank\">Godfray, C.H., Beddington, J.,  Crute, I., Haddad, L., Lawrence, D., Miur, J., Pretty, J., Robinson, S.,  Thomas, S., dan Toulmin, C. 2010. Food security: the challenge of feeding 9  billion people (Ketahanan pangan: tantangan untuk memberi makan kepada 9 miliar  jiwa). <em>Science (Ilmu)<\/em> 327: 812\u201318.<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"http:\/\/rspb.royalsocietypublishing.org\/content\/early\/2010\/03\/05\/rspb.2010.0171.full\/\" target=\"_blank\">Karanth, K.K., Nichols, J.D.,  Karanth, K.U., Hines, J.E., dan Christensen, N.L., Jr. 2010. The shrinking ark:  patterns of large mammal extinctions in India (Bahtera yang mengkerut: pola punahnya  mamalia besar di India). <em>Proceedings of  the Royal Society B: Biological Sciences (Risalah Masyarakat Ilmuwan Kerajaan  Inggris B: Ilmu Biologi)<\/em> 277: 1971\u201379.<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"http:\/\/www.pnas.org\/content\/107\/13\/5786.full\" target=\"_blank\">Perfecto, I. dan Vandermeer, J.  2010. The agroecological matrix as alternative to the land-sparing\/agriculture  intensification model (Matriks ekologi pertanian sebagai pilihan model  pencadangan lahan\/intensifikasi pertanian). <em>Proceedings  of the National Academy of Sciences USA (Risalah Akademi Ilmu Pengetahuan  Nasional AS)<\/em> 107: 5786\u201391.<\/a><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/www.sciencemag.org\/content\/333\/6047\/1289.full\" target=\"_blank\"> Phalan, B., Onial, M., Balmford,  A., dan Green, R.E. 2011. Reconciling food production and biodiversity  conservation: land sharing and land sparing compared (Memadu-serasikan produksi  pangan dan pelestarian keanekaragaman hayati: membandingkan cara berbagi lahan  dan pencadangan lahan). <em>Science (Ilmu)<\/em> 333: 1289\u201391.<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"http:\/\/www.nature.com\/nature\/journal\/v436\/n7048\/full\/436192a.html\" target=\"_blank\">Sergio, F., Newton, I., dan  Marchesi, L. 2005. Conservation: Top predators and biodiversity (Pelestarian:  Pemangsa teratas dan keanekaragaman hayati). <em>Nature (Alam)<\/em> 436: 192.<\/a><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/eprints.icrisat.ac.in\/6338\/\" target=\"_blank\">Tscharntke, T., Clough, Y., Wanger, T.C., Jackson, L.,  Motzke, I., Perfecto, I., Vandermeer, J., dan Whitbread, A. 2012. Global food  security, biodiversity conservation and the future of agricultural  intensification (Ketahanan pangan dunia, pelestarian keanekaragaman hayati, dan  intensifikasi pertanian masa mendatang). <em>Biological  Conservation (Pelestarian Biologi) <\/em>151: 53\u201359.  <\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>Bacaan  selanjutnya:  <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/8110\/land-sharing-or-land-sparing-reconciling-agriculture-and-biodiversity-conservation\/#.UHZ_icW7IWI\">Land sharing or land sparing? Reconciling agriculture and biodiversity conservation<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":36942,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12298],"tag-bahasa":[2489,2516,2520,2681,2480,5216,2584],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[4903],"class_list":["post-664","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-nepal","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-margasatwa","tag-bahasa-pertanian","tag-bahasa-taman-nasional-chitwan","tag-bahasa-tata-guna-lahan","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara &#039;hijau&#039; - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara &#039;hijau&#039;\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Carter, N.H., Shrestha, B.K., Karki, J.B., Pradhan, N., dan Liu, J. 2012. Coexistence between wildlife and humans at fine spatial scales (Hidup bersama antara satwa liar dan manusia pada luas yang tepat). Proceedings of the National Academy of Sciences USA (Risalah Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS) 109: 15360\u201365.   Godfray, C.H., Beddington, J., Crute, I., Haddad, L., Lawrence, D., Miur, J., Pretty, J., Robinson, S., Thomas, S., dan Toulmin, C. 2010. Food security: the challenge of feeding 9 billion people (Ketahanan pangan: tantangan untuk memberi makan kepada 9 miliar jiwa). Science (Ilmu) 327: 812\u201318.    Karanth, K.K., Nichols, J.D., Karanth, K.U., Hines, J.E., dan Christensen, N.L., Jr. 2010. The shrinking ark: patterns of large mammal extinctions in India (Bahtera yang mengkerut: pola punahnya mamalia besar di India). Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences (Risalah Masyarakat Ilmuwan Kerajaan Inggris B: Ilmu Biologi) 277: 1971\u201379.    Perfecto, I. dan Vandermeer, J. 2010. The agroecological matrix as alternative to the land-sparing\/agriculture intensification model (Matriks ekologi pertanian sebagai pilihan model pencadangan lahan\/intensifikasi pertanian). Proceedings of the National Academy of Sciences USA (Risalah Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS) 107: 5786\u201391.    Phalan, B., Onial, M., Balmford, A., dan Green, R.E. 2011. Reconciling food production and biodiversity conservation: land sharing and land sparing compared (Memadu-serasikan produksi pangan dan pelestarian keanekaragaman hayati: membandingkan cara berbagi lahan dan pencadangan lahan). Science (Ilmu) 333: 1289\u201391.    Sergio, F., Newton, I., dan Marchesi, L. 2005. Conservation: Top predators and biodiversity (Pelestarian: Pemangsa teratas dan keanekaragaman hayati). Nature (Alam) 436: 192.   Tscharntke, T., Clough, Y., Wanger, T.C., Jackson, L., Motzke, I., Perfecto, I., Vandermeer, J., dan Whitbread, A. 2012. Global food security, biodiversity conservation and the future of agricultural intensification (Ketahanan pangan dunia, pelestarian keanekaragaman hayati, dan intensifikasi pertanian masa mendatang). Biological Conservation (Pelestarian Biologi) 151: 53\u201359.     Bacaan selanjutnya: Land sharing or land sparing? Reconciling agriculture and biodiversity conservation\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-10-24T11:17:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-29T03:28:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"CIFOR\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@cifor\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2\"},\"author\":{\"name\":\"CIFOR\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d\"},\"headline\":\"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara &#8216;hijau&#8217;\",\"datePublished\":\"2012-10-24T11:17:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-29T03:28:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2\"},\"wordCount\":664,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/10\\\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2\",\"name\":\"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara 'hijau' - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/10\\\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg\",\"datePublished\":\"2012-10-24T11:17:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-29T03:28:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/10\\\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/10\\\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Baghmara Wildlife Resort.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara &#8216;hijau&#8217;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d\",\"name\":\"CIFOR\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=ge7d947aa879a614a2298e7a079243687\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"CIFOR\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/cifor\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/cifor\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/664\\\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara 'hijau' - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara 'hijau'","og_description":"Carter, N.H., Shrestha, B.K., Karki, J.B., Pradhan, N., dan Liu, J. 2012. Coexistence between wildlife and humans at fine spatial scales (Hidup bersama antara satwa liar dan manusia pada luas yang tepat). Proceedings of the National Academy of Sciences USA (Risalah Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS) 109: 15360\u201365.   Godfray, C.H., Beddington, J., Crute, I., Haddad, L., Lawrence, D., Miur, J., Pretty, J., Robinson, S., Thomas, S., dan Toulmin, C. 2010. Food security: the challenge of feeding 9 billion people (Ketahanan pangan: tantangan untuk memberi makan kepada 9 miliar jiwa). Science (Ilmu) 327: 812\u201318.    Karanth, K.K., Nichols, J.D., Karanth, K.U., Hines, J.E., dan Christensen, N.L., Jr. 2010. The shrinking ark: patterns of large mammal extinctions in India (Bahtera yang mengkerut: pola punahnya mamalia besar di India). Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences (Risalah Masyarakat Ilmuwan Kerajaan Inggris B: Ilmu Biologi) 277: 1971\u201379.    Perfecto, I. dan Vandermeer, J. 2010. The agroecological matrix as alternative to the land-sparing\/agriculture intensification model (Matriks ekologi pertanian sebagai pilihan model pencadangan lahan\/intensifikasi pertanian). Proceedings of the National Academy of Sciences USA (Risalah Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS) 107: 5786\u201391.    Phalan, B., Onial, M., Balmford, A., dan Green, R.E. 2011. Reconciling food production and biodiversity conservation: land sharing and land sparing compared (Memadu-serasikan produksi pangan dan pelestarian keanekaragaman hayati: membandingkan cara berbagi lahan dan pencadangan lahan). Science (Ilmu) 333: 1289\u201391.    Sergio, F., Newton, I., dan Marchesi, L. 2005. Conservation: Top predators and biodiversity (Pelestarian: Pemangsa teratas dan keanekaragaman hayati). Nature (Alam) 436: 192.   Tscharntke, T., Clough, Y., Wanger, T.C., Jackson, L., Motzke, I., Perfecto, I., Vandermeer, J., dan Whitbread, A. 2012. Global food security, biodiversity conservation and the future of agricultural intensification (Ketahanan pangan dunia, pelestarian keanekaragaman hayati, dan intensifikasi pertanian masa mendatang). Biological Conservation (Pelestarian Biologi) 151: 53\u201359.     Bacaan selanjutnya: Land sharing or land sparing? Reconciling agriculture and biodiversity conservation","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-10-24T11:17:00+00:00","article_modified_time":"2015-10-29T03:28:25+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"CIFOR","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@cifor","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2"},"author":{"name":"CIFOR","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d"},"headline":"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara &#8216;hijau&#8217;","datePublished":"2012-10-24T11:17:00+00:00","dateModified":"2015-10-29T03:28:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2"},"wordCount":664,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2","name":"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara 'hijau' - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg","datePublished":"2012-10-24T11:17:00+00:00","dateModified":"2015-10-29T03:28:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Baghmara Wildlife Resort."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berbagi lahan dengan harimau di Nepal secara &#8216;hijau&#8217;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d","name":"CIFOR","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=ge7d947aa879a614a2298e7a079243687","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g","caption":"CIFOR"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/cifor"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/cifor"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/664\/berbagi-lahan-dengan-harimau-di-nepal-secara-hijau-2#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/tiger-eric-lon-500x3321.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=664"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/664\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=664"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=664"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=664"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=664"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=664"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=664"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=664"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=664"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=664"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=664"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}