{"id":6592,"date":"2011-12-15T10:45:00","date_gmt":"2011-12-15T10:45:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=6592"},"modified":"2018-02-07T15:24:40","modified_gmt":"2018-02-07T08:24:40","slug":"sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli","title":{"rendered":"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli"},"content":{"rendered":"<p>DURBAN, Afrika Selatan (14 Desember, 2011)_Hasil negosiasi perubahan iklim PBB di Durban mempunyai arti ganda untuk REDD+:  progress cara penetapan  tingkat emisi referensi, dan progress pendefinisian ukuran pengurangan emisi dari inisiatif kehutanan, di sisi lain juga ada keputusan lemah akan <em>safeguard<\/em> sosial lingkungan, serta kurangnya kemajuan mengenai sumber pendanaan jangka panjang, demikian dikatakan oleh seorang peneliti perubahan iklim utama CIFOR.<\/p>\n<p>\u201cKendala teknis REDD bisa kita lihat mulai teratasi, dan keputusan \u2013 keputusan hasil perundingan yang mendukung REDD+ semakin kuat berkat bantuan hasil penelitian ilmiah beberapa tahun terakhir. Tetapi, kemajuan \u2018politik dibalik uang\u2019 belum terlihat, dan tanpa ini kita tidak bisa bicara lebih lanjut tentang REDD,\u201d kata Louis Verchot, peneliti utama CIFOR.<\/p>\n<p>Erik Solheim, Menteri Lingkungan dan Pembangunan Internasional Norwegia, negara pendonor global utama REDD+, menggambarkan skema konservasi hutan sebagai <a href=\"..\/6264\/redd-biggest-success-in-climate-change-talks-norway-says\/\">cerita sukses terbesar<\/a> di dalam sejarah negosiasi perubahan iklim global, namun ia juga menghimbau negara-negara berusaha \u201clebih berani\u201d memangkas emisi dan memperlambat perubahan iklim.<\/p>\n<p>Perundingan iklim PBB di Durban kali ini tercatat yang terlama sejak 1995, ditenggarai terjadi karena adanya perselisihan tentang keputusan perpanjangan komitmen Protokol Kyoto. Sementara delegasi perwakilan 194 negara sepakat untuk periode komitmen kedua dimulai tahun 2012, kerangka hukum dan target penurunan emisi terbaru belum ada kata sepakat.<\/p>\n<p>\u201cJika tidak ada kepastian akan syarat kebutuhan jangka panjang pengurangan emisi dan kerangka kerja internasional pelaksanaan <em>offset<\/em>, artinya tidak ada kepastian peluang pasar bagi REDD.\u201d<\/p>\n<p>Namun, karena tumbuhnya kepercayaan dalam verifikasi karbon <em>offset,<\/em> sektor swasta dapat meningkatkan dukungan keuangan mereka untuk program REDD+, ujar Mary Nichols dari California Air Resources Board. Kalifornia baru-baru ini mengesahkan program perlindungan dan perdagangan dimana perusahaan dapat membeli kredit karbon sebagai perimbangan bagian emisi dari luar Amerika mereka serta terbukanya <a href=\"..\/6224\/california-working-with-global-governors-group-to-include-redd-in-trade-scheme\/\">kesempatan pengaliran dana di dalam skema REDD+ di awal 2015<\/a>.<\/p>\n<p>Di lain hal, terjadi <a href=\"..\/6113\/world-bank-more-donors-supporting-redd\/\">peningkatan jumlah donor baru pendukung REDD<\/a>+, kata Kenneth Andrasko dari Unit Pembiayaan Karbon (Carbon Finance Unit) Bank Dunia. \u201cTelah terjadi peningkatan kontribusi donor multilateral untuk inisiatif REDD+ \u2026dukungan akan konsep ini semakin luas.\u201d<\/p>\n<p>Fokus negosiasi REDD+ terletak pada <a href=\"..\/4861\/3-sticking-points-to-tackle-on-redd-in-durban-says-facilitator\/\">empat topik utama<\/a>: pembiayaan, <em>safeguards<\/em>, tingkat referensi, dan MRV (pemantauan, pelaporan dan verifikasi) emisi karbon dari kegiatan hutan. Dalam <em>safeguards<\/em>, kemajuan terjadi di tingkat referensi,  kemajuan MRV sudah tercapai sejak mula perundingan, sementara tentang pembiayaan REDD+ baru diputuskan setelah melewati perundingan alot.<\/p>\n<p><strong>Keputusan pembiayaan REDD+ \u201crelatif biasa saja\u201d<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"..\/5655\/redd-draft-texts-postpone-financing-decision-to-2012-water-down-safeguards\/\">Rancangan teks REDD+<\/a> yang diajukan kepada para negosiator minggu lalu oleh satuan tugas <em>ad-hoc<\/em> UNFCCC untuk Long-term Cooperative Action (LCA), tidak menyebutkan cara pembiayaan, sebaliknya terjadi penundaan keputusan terkait aturan spesifik tentang tata kelola mekanisme, yang akan diputuskan di perundingan iklim berikutnya di Qatar (keputusan LCA tentang pembiayaan COP 17 <a href=\"http:\/\/unfccc.int\/files\/meetings\/durban_nov_2011\/decisions\/application\/pdf\/cop17_lcaoutcome.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">bisa dibaca di sini<\/a>).<\/p>\n<p>\u201cAkan ada pengumpulan input mewakili pandangan berbagai pihak, di dalam lokakarya para ahli, hasilnya berupa laporan teknis yang akan diterbitkan oleh Sekretariat UNFCCC, semua dokumen ini akan diserahkan sebelum COP (Konferensi Para Pihak) tahun depan sebagai draft keputusan. Artinya, menunggu satu tahun lagi tanpa kepastian jelas,\u201d kata Verchot.<\/p>\n<p>Sementara rancangan teks pembiayaan REDD+ sudah diterima sejak awal negosiasi, diskusi keputusan tahun depan mengenai dasar pembiayaan yaitu pasar, dana atau kombinasi kemungkinan-kemungkinan, justru akan memperpanjang negosiasi, tambahnya.<\/p>\n<p>Menurut Verchot, akibat tertundanya keputusan tersebut, ia yakin, tahun ini perundingan kurang berupaya keras mengurangi ketidakpastian seputar pasar REDD+. Beberapa pengamat berharap pasar REDD+ akan muncul tahun 2020, katanya menambahkan.<\/p>\n<p>\u201cPercobaan pasar masih akan maju, tapi akan lama bagi kita untuk terus bereksperimen. Kita tahu akan ada semacam syarat pengurangan emisi, jadi diharapkan setidaknya hal ini dapat menyakinkan, namun tetap saja soal pembiayaan bukanlah (hasil) keputusan istimewa dari perundingan ini.\u201d<\/p>\n<p><strong>Sistem MRV yang kuat akan membantu REDD+ dipertimbangkan masuk dalam Mekanisme Pembangunan Bersih<\/strong><\/p>\n<p>Kemenangan utama REDD+ di Durban yaitu  <a href=\"..\/5491\/newly-released-draft-redd-text-is-robust-and-emphasises-transparency-but-fails-to-address-verification-says-cifor-scientist\/\">keputusan kuat tentang referensi tingkat emisi<\/a>, kata Verchot.<\/p>\n<p>Hal ini dapat membantu REDD+ menjadi mirip dengan CDM, sebuah skema yang memungkinkan proyek-proyek di negara berkembang memperoleh kredit pengurangan emisi, yang dapat digunakan negara-negara industri memenuhi target pengurangan emisinya sesuai amanat Protokol Kyoto.<\/p>\n<p>Meski telah ada kekhawatiran masuknya kredit kehutanan dalam skema perdagangan emisi bisa membanjiri pasar dan kecenderungan negara maju untuk membeli kredit ketimbang berusaha menurunkan emisi mereka, hal tersebut dapat berakibat tersedianya <a href=\"..\/5930\/private-sector-sees-hope-in-redd-from-australia-california-market-schemes\/\">sumber dana kritis<\/a> bagi para pengembang REDD+ guna membantu skema ini melangkah maju.<\/p>\n<p>Konservasi hutan dan pencegahan deforestasi dari CDM belum tercakup di dalam periode komitmen pertama Kyoto, karena adanya kekhawatiran besar akan upaya pelaksanaan pemantauan. Namun, hal ini diharapkan dapat teratasi oleh pengembangan sistem MRV yang kuat, lanjut Verchot.<\/p>\n<p>\u201cBelum jelas kaitan antara REDD+ dengan Protokol Kyoto, REDD+ bukan bagian CDM; akan tetapi, sistem MRV yang kuat yang telah dicapai dapat membantu mendapatkan akses REDD+ masuk dalam CDM di masa mendatang,\u201d katanya lagi.<\/p>\n<p>Namun, kepastian berlangsungnya diskusi mengenai hal tersebut belum akan dimulai sebelum 2020, tambahnya, karena skema perdagangan emisi Uni Eropa (EU-ETS) \u2013 skema perdagangan emisi gas rumah kaca multi nasional dunia terbesar \u2013 \u201ctidak akan mempertimbangkan apa-apa tentang REDD sampai tahun 2020\u201d.<\/p>\n<p>\u201cDi tahun 2008 saat Uni Eropa mempertimbangkan perijinan REDD+ masuk ke dalam ETS, terjadi kekhawatiran akan perlunya diskusi-diskusi tentang keabadian pengurangan emisi dari REDD, dan bagaimana mengukur dan melaporkan pengurangan emisi yang dicapai dari sektor kehutanan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTercapainya keputusan MRV di perundingan Durban, berarti satu langkah maju membuat REDD+ kuat, bagian dari kesepakatan iklim yang lebih menyeluruh,\u201d kata Verchot.<\/p>\n<p><strong>Kemajuan <em>safeguards <\/em>menunggu \u201cpernyataan kuat\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Florence Daviet dari World Resources Institute (WRI) mengatakan, negosiasi <em>safeguards <\/em>kalah di dua arena: diskusi teknis tentang panduan pelaporan <em>safeguards,<\/em> dan di diskusi LCA tentang pembiayaan REDD+ (<a href=\"http:\/\/unfccc.int\/files\/meetings\/durban_nov_2011\/decisions\/application\/pdf\/cop17_safeguards.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">baca keputusan tentang safeguards dan MRV di sini<\/a>)<\/p>\n<p>Makna pernyataan tentang bagaimana negara-negara berkembang harus melaporkan pelaksanaan <em>safeguards <\/em>sosial, lingkungan dan tata kelola <a href=\"..\/5655\/redd-draft-texts-postpone-financing-decision-to-2012-water-down-safeguards\/\">telah diperlemah<\/a>, demikian dikatakan oleh Verchot, seraya menambahkan bahwa hal ini kemungkinan besar atas desakan negara-negara berkembang yang banyak diantaranya tidak punya kapasitas memenuhi persyaratan donor yang rumit dan mahal.<\/p>\n<p>Namun, tidak adanya peraturan pelaporan <em>safeguards<\/em> yang tegas, justru dapat menjadi penghambat bagi investor yang ingin memastikan berjalannya pemantauan proyek-proyek secara benar dan tidak mengancam hak-hak masyarakat hutan ataupun merusak lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cAda resiko jelas di REDD+, yaitu tanpa kredibilitas sistem <em>safeguards<\/em>, tidak akan ada dana yang cukup, baik dari sumber publik maupun darii investor swasta,\u201d ujar Nils Hermann Ranum, kepala divisi kebijakan dan kampanye Rainforest Foundation dalam laporan <a href=\"http:\/\/www.reuters.com\/article\/2011\/12\/11\/us-climate-deforestation-idUSTRE7BA05T20111211\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Reuters terbaru.<\/a><\/p>\n<p>Sementara negosiasi berakibat minimnya tambahan panduan bagi negara-negara pelaksana <em>safeguards,<\/em> kaitan antara sumber dengan jenis pembiayaan dan persyaratan <em>safeguards <\/em>disebutkan dalam keputusan <a href=\"http:\/\/unfccc.int\/files\/meetings\/durban_nov_2011\/decisions\/application\/pdf\/cop17_lcaoutcome.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pembiayaan oleh LCA (lihat<\/a> paragraf 63, 64, 66, dan 67).<\/p>\n<p>\u201c(Makna) bahasa samar-samar, namun pernyataan seperti ini justru menjadikan lebih dekat hubungan antara <em>safeguards <\/em>dan pembiayaan REDD+ \u2026. (paling tidak) lebih jelas daripada pernyataan dalam perjanjian Cancun,\u201d tambah Daviet.<\/p>\n<p>Namun, pernyataan samar itu juga menawarkan banyak celah karena keputusan lemah tentang <em>safeguards <\/em>tersebut, Verchot memperingatkan.<\/p>\n<p>\u201cSemua orang pasti berharap akan pernyataan tegas menyangkut kinerja dan ukuran perbaikan bila kinerja tidak sesuai standar.\u201d<\/p>\n<p><strong>Tantangan dan kesempatan REDD+ menuju COP 18<\/strong><\/p>\n<p>Tantangan terbesar yang akan tetap menghadang REDD+ masih menyangkut masalah pembiayaan, kata Verchot.<\/p>\n<p>\u201cSampai kita mendapatkan kejelasan tentang bagaimana dana akan mengalir dan besaran pengurangan emisi yang kita ingin capai, akan sangat sulit mewujudkan pelaksanaan REDD+ dalam skala penuh. Ada beberapa negara yang telah siap menuju fase tiga dari pelaksanaan REDD+, sehingga kita perlu memastikan isu ini terus bergulir.\u201d<\/p>\n<p>Tony La Vina, fasilitator  negosiasi REDD+ di Konferensi Para Pihak (COP),  optimis akan masa depan REDD+: \u201cSaat ini kita telah memiliki keputusan tentang<em> safeguards<\/em> dan MRV \u2026sebuah keputusan yang sangat baik saya rasa, walaupun belum sempurna, namun akan membantu kita maju dalam pelaksanaan REDD di tingkat nasional,  arti sesungguhnya dari (keberhasilan) REDD.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DURBAN, Afrika Selatan (14 Desember, 2011)_Hasil negosiasi perubahan iklim PBB di Durban mempunyai arti ganda untuk REDD+: progress cara penetapan tingkat emisi referensi, dan progress pendefinisian ukuran pengurangan emisi dari inisiatif kehutanan, di sisi lain juga ada keputusan lemah akan safeguard sosial lingkungan, serta kurangnya kemajuan mengenai sumber pendanaan jangka panjang, demikian dikatakan oleh seorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":37581,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[161,180,11,151,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12307],"tag-bahasa":[5263,2451,2522,5242,5265,5264,2547,2520,2916,5262,3033,3127,2512,5266,2653,2819,2643,4807,3894],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3086],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[199],"class_list":["post-6592","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-deforestation","category-mitigating-climate-change","category-mrv-2","category-redd-2","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-south-africa","tag-bahasa-california-air-resources-board","tag-bahasa-cop17","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-erik-solheim","tag-bahasa-florence-daviet","tag-bahasa-kenneth-andrasko","tag-bahasa-keuangan","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-louis-verchot","tag-bahasa-mary-nichols","tag-bahasa-mekanisme-pembangunan-bersih","tag-bahasa-mrv","tag-bahasa-negosiasi-iklim","tag-bahasa-nils-hermann-ranum","tag-bahasa-pengamanan","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-tingkat-acuan-emisi","tag-bahasa-tony-la-vina","tag-bahasa-world-resources-institute","type-bahasa-peliputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DURBAN, Afrika Selatan (14 Desember, 2011)_Hasil negosiasi perubahan iklim PBB di Durban mempunyai arti ganda untuk REDD+: progress cara penetapan tingkat emisi referensi, dan progress pendefinisian ukuran pengurangan emisi dari inisiatif kehutanan, di sisi lain juga ada keputusan lemah akan safeguard sosial lingkungan, serta kurangnya kemajuan mengenai sumber pendanaan jangka panjang, demikian dikatakan oleh seorang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-12-15T10:45:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:24:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"964\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"499\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Michelle Kovacevic\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@kovamic\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli\"},\"author\":{\"name\":\"Michelle Kovacevic\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/ea3bb60d30245a7892854e6208008e10\"},\"headline\":\"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli\",\"datePublished\":\"2011-12-15T10:45:00+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:24:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli\"},\"wordCount\":1211,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg\",\"articleSection\":[\"Deforestation\",\"Mitigation\",\"MRV\",\"REDD+\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2011\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli\",\"name\":\"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg\",\"datePublished\":\"2011-12-15T10:45:00+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:24:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg\",\"width\":964,\"height\":499,\"caption\":\"Foto oleh Ainhoa Goma\\\/Oxfam\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/ea3bb60d30245a7892854e6208008e10\",\"name\":\"Michelle Kovacevic\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=gf09723b4498b0f4039b2359ebc29f05c\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Michelle Kovacevic\"},\"description\":\"Michelle is a science\u00a0communicator with an honours degree in neuroscience from the University of Melbourne, Australia. She has experience across many science communication platforms including magazines, radio, presenting (to students, policymakers and practitioners), corporate PR, academia and capacity building. She was formerly editor of Forests News and social media coordinator.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@kovamic\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/michelle-kovacevic\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6592\\\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli","og_description":"DURBAN, Afrika Selatan (14 Desember, 2011)_Hasil negosiasi perubahan iklim PBB di Durban mempunyai arti ganda untuk REDD+: progress cara penetapan tingkat emisi referensi, dan progress pendefinisian ukuran pengurangan emisi dari inisiatif kehutanan, di sisi lain juga ada keputusan lemah akan safeguard sosial lingkungan, serta kurangnya kemajuan mengenai sumber pendanaan jangka panjang, demikian dikatakan oleh seorang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2011-12-15T10:45:00+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:24:40+00:00","og_image":[{"width":964,"height":499,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Michelle Kovacevic","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@kovamic","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli"},"author":{"name":"Michelle Kovacevic","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/ea3bb60d30245a7892854e6208008e10"},"headline":"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli","datePublished":"2011-12-15T10:45:00+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:24:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli"},"wordCount":1211,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg","articleSection":["Deforestation","Mitigation","MRV","REDD+","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#respond"]}],"copyrightYear":"2011","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli","name":"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg","datePublished":"2011-12-15T10:45:00+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:24:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg","width":964,"height":499,"caption":"Foto oleh Ainhoa Goma\/Oxfam"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sisi positif dan negatif hasil perundingan Durban bagi REDD+, opini para ahli"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/ea3bb60d30245a7892854e6208008e10","name":"Michelle Kovacevic","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=gf09723b4498b0f4039b2359ebc29f05c","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=g","caption":"Michelle Kovacevic"},"description":"Michelle is a science\u00a0communicator with an honours degree in neuroscience from the University of Melbourne, Australia. She has experience across many science communication platforms including magazines, radio, presenting (to students, policymakers and practitioners), corporate PR, academia and capacity building. She was formerly editor of Forests News and social media coordinator.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@kovamic"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/michelle-kovacevic"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6592\/sisi-positif-dan-negatif-hasil-perundingan-durban-bagi-redd-opini-para-ahli#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/food-and-climate-1170x500-52295.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6592"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6592\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6592"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6592"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=6592"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=6592"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=6592"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=6592"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=6592"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=6592"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=6592"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=6592"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=6592"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=6592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}