{"id":654,"date":"2011-10-14T10:19:00","date_gmt":"2011-10-14T10:19:00","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/wordpress\/?p=654"},"modified":"2015-12-18T15:09:03","modified_gmt":"2015-12-18T08:09:03","slug":"penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung","title":{"rendered":"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: <a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/about-us\/cifor-scientific-staff-profile\/detail-profile.html?tx_ciforwebservice[scid]=001006\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Sven Wunder<\/a><br \/>\nPeneliti Utama, <a href=\"\/\/www.cifor.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Center for International Forestry Research <\/a><\/p>\n<p>Pesan pada <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/polex-cifors-blog-for-and-by-forest-policy-experts\/english\/detail\/article\/1222\/how-effective-are-protected-areas-in-conserving-biodiversity.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">POLEX<\/a> edisi Agustus berfokus pada <a href=\"http:\/\/www.cifor.cgiar.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3461.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">meta-studi yang dilakukan oleh Porter-Bolland <i>dkk<\/i><\/a>., menunjukkan bahwa sebagian besar studi kasus menemukan bahwa hutan yang dikelola oleh masyarakat berkurang dengan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan hutan yang dilindungi secara ketat. Namun, sangat wajar jika ragam meta-contoh yang digunakan serta wilayah kasus tidak dipilih secara acak oleh pengarang studi kasus. Sebagai alternatif, dapatkah kita membandingkan kelangsungan hidup dari masing-masing kawasan lindung dengan hutan lain yang sepadan tanpa status terlindungi?<\/p>\n<p>Ini merupakan pendekatan sebuah <a href=\"http:\/\/www.plosone.org\/article\/info:doi\/10.1371\/journal.pone.002272\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">studi baru oleh Andrew Nelson<\/a> dari International Rice Research Institute dan Ken Chomitz dari Independent Evaluation Group World Bank. Mengingat kurangnya data deforestasi yang dapat dibandingkan secara global, maka penulis menggunakan peristiwa kebakaran hutan sebagai pengganti ancaman hutan di daerah tropis, mengingat di sebagian besar wilayah, deforestasi terkait dengan kebakaran. Penulis mencermati data satelit SPOT dan MODIS resolusi tinggi, dan mengamati terjadinya kebakaran di sepanjang bioma tropis pada negara-negara berkembang. 27% dari hampir 13 juta km<sup>2<\/sup> daerah yang ditargetkan memiliki status terlindungi.<\/p>\n<p>Pada ketiga benua tropis, kebakaran yang terjadi pada kawasan lindung antara tahun 2000 \u2013 2008 lebih rendah dibandingkan dengan kawasan yang tidak dilindungi. Sebagai contoh, di Amerika Latin dan Karibia (LAC), terjadi kebakaran pada 7,4% kawasan yang tidak dilindungi. Pada kawasan lindung yang ketat (kategori I-IV IUCN), jumlah ini hanya 1,6%, empat setengah kali lebih rendah. Pada kawasan lindung multifungsi (kategori V-VI IUCN), laju kebakaran adalah 3%, dan pada kawasan lindung tradisional yang dilakukan oleh masyarakat lokal jumlahnya adalah 1,5%. Proporsi yang sama juga dijumpai di Afrika; di Asia, laju kebakaran pada kawasan lindung yang ketat sedikit lebih tinggi (4,5%).<\/p>\n<p>Namun demikian, kawasan lindung umumnya terletak pada lokasi terpencil dengan tekanan konversi yang lebih rendah. Oleh karena itu, membandingkan catatan mereka secara langsung dengan daerah yang memiliki ancaman tinggi akan menyebabkan \u2018mereka terlihat terlalu baik\u2019, ketika dibandingkan dengan apa yang akan terjadi sebaliknya pada hutan-hutan tersebut tanpa status terlindungi. Penyepadanan diperlukan untuk memperbaiki bias ini. Masing-masing piksel yang terlindungi dibandingkan dengan piksel-piksel lain dari daerah tak terlindungi dengan jarak yang sama ke jalan dan kota-kota besar, elevasi, kemiringan dan curah hujan. Asumsi yang digunakan adalah bahwa tekanan deforestasi akan sama jika variabel latar belakang dikendalikan, sehingga akan mengisolasi dampak sebenarnya dari status terlindungi.<\/p>\n<p>Hasil penyepadanan menunjukkan bahwa perlindungan tetap meningkatkan efektivitas konservasi. Kawasan lindung yang ketat lebih unggul sebanyak 2,0 (Asia) dan 4,3 (LAC) poin persentase dibandingkan pasangan yang tidak terlindungi. Angka ini lebih kecil dibandingkan perbandingan yang tidak sepadan secara kasar. Sebaliknya, daerah multifungsi ternyata lebih efektif dibandingkan hasil yang tidak sepadan (mis: 6,4 poin di LAC). Namun demikian, kawasan tradisional yang terlindungi (hanya dijumpai di LAC) nampaknya mencakup sejumlah besar zona dengan ancaman tinggi, sehingga meningkatkan keuntungan mereka terhadap daerah tidak terlindungi yang sepadan hingga mencapai 16 poin, persentase yang mengesankan.<\/p>\n<p>Apa makna hasil ini bagi para peneliti? Penerapan metode penyepadanan secara teknis memang menantang. Memilih variabel kendali dapat menjadi kontroversial, khususnya dalam ilmu-ilmu sosial dengan lebih beragamnya teori. Seperti kita ketahui, menemukan padanan yang sempurna bukanlah hal yang mudah. Namun, perbedaan yang besar antara hasil yang diperoleh dengan penyepadan dan tidak \u2013 dan juga terhadap sejumlah tinjauan literatur \u2013 menggarisbawahi betapa pentingnya mengendalikan berbagai bias contoh yang potensial, dalam sebuah dunia yang semakin beragam.<\/p>\n<p>Apakah artinya ini bagi para pembuat kebijakan? Meskipun saat ini perdebatan tentang kawasan lindung tengah menghadapi sejumlah terpaan, mereka secara konsisten memiliki performa yang lebih baik dibandingkan kawasan yang tidak dilindungi dalam mencegah kebakaran, dan juga mencegah kehilangan karbon dan keanekaragaman hayati \u2013 terlepas dari jenis benua, kategori perlindungan dan metode evaluasi. Terlihat jelas, bahwa daerah multifungsi, khususnya lahan tradisional terlindungi memiliki performa yang bahkan lebih baik dibandingkan kawasan lindung yang ketat, khususnya setelah dilakukan penyepadanan (menguatkan kembali kesimpulan dari Porter-Bolland <i>dkk<\/i>.). Sejauh ini, kedua kategori terlihat lebih jelas di daerah Neo-tropika. Ini juga dapat mengindikasikan sebuah ruang lingkup untuk mendiversifikasi strategi perlindungan di Afrika dan Asia menuju \u2018taman dengan masyarakat\u2019 yang lebih banyak, setidaknya bagaimana ekspansi penggunaan lahan yang rendah oleh masyarakat asli mendukung pendekatan ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk memperoleh salinan makalah Andrew Nelson  dan Kenneth M. Chomitz\u2019 \u201cEffectiveness of strict vs. multiple use protected  areas in reducing tropical forest fires: a global analysis using matching  methods\u201d (Agustus 2011, vol.6, isu 8), kunjungi <a href=\"http:\/\/www.plosone.org\/article\/info:doi\/10.1371\/journal.pone.0022722\">http:\/\/www.plosone.org\/article\/info:doi\/10.1371\/journal.pone.0022722<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":38934,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2637,2516,2520,2590],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[4903],"class_list":["post-654","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-kawasan-lindung","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-masyarakat-lokal","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Untuk memperoleh salinan makalah Andrew Nelson dan Kenneth M. Chomitz\u2019 \u201cEffectiveness of strict vs. multiple use protected areas in reducing tropical forest fires: a global analysis using matching methods\u201d (Agustus 2011, vol.6, isu 8), kunjungi http:\/\/www.plosone.org\/article\/info:doi\/10.1371\/journal.pone.0022722\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-10-14T10:19:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-12-18T08:09:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/download.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"276\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"183\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"CIFOR\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@cifor\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung\"},\"author\":{\"name\":\"CIFOR\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d\"},\"headline\":\"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung\",\"datePublished\":\"2011-10-14T10:19:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-12-18T08:09:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung\"},\"wordCount\":657,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/10\\\/download.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2011\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung\",\"name\":\"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/10\\\/download.jpg\",\"datePublished\":\"2011-10-14T10:19:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-12-18T08:09:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/10\\\/download.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/10\\\/download.jpg\",\"width\":276,\"height\":183,\"caption\":\"Foto oleh Neil Palmer\\\/CIAT untuk Center for International Forestry Research (CIFOR)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d\",\"name\":\"CIFOR\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=ge7d947aa879a614a2298e7a079243687\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"CIFOR\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/cifor\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/cifor\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/654\\\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung","og_description":"Untuk memperoleh salinan makalah Andrew Nelson dan Kenneth M. Chomitz\u2019 \u201cEffectiveness of strict vs. multiple use protected areas in reducing tropical forest fires: a global analysis using matching methods\u201d (Agustus 2011, vol.6, isu 8), kunjungi http:\/\/www.plosone.org\/article\/info:doi\/10.1371\/journal.pone.0022722","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2011-10-14T10:19:00+00:00","article_modified_time":"2015-12-18T08:09:03+00:00","og_image":[{"width":276,"height":183,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/download.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"CIFOR","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@cifor","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung"},"author":{"name":"CIFOR","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d"},"headline":"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung","datePublished":"2011-10-14T10:19:00+00:00","dateModified":"2015-12-18T08:09:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung"},"wordCount":657,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/download.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#respond"]}],"copyrightYear":"2011","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung","name":"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/download.jpg","datePublished":"2011-10-14T10:19:00+00:00","dateModified":"2015-12-18T08:09:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/download.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/download.jpg","width":276,"height":183,"caption":"Foto oleh Neil Palmer\/CIAT untuk Center for International Forestry Research (CIFOR)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyepadanan: Lebih Lanjut tentang Efektivitas Kawasan Lindung"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d","name":"CIFOR","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=ge7d947aa879a614a2298e7a079243687","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g","caption":"CIFOR"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/cifor"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/cifor"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/654\/penyepadanan-lebih-lanjut-tentang-efektivitas-kawasan-lindung#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/download.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/654","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=654"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/654\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=654"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=654"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=654"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=654"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=654"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=654"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=654"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=654"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=654"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=654"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=654"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=654"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=654"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}