{"id":65284,"date":"2020-04-29T14:25:23","date_gmt":"2020-04-29T07:25:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=65284"},"modified":"2020-04-29T14:25:23","modified_gmt":"2020-04-29T07:25:23","slug":"mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo","title":{"rendered":"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo"},"content":{"rendered":"<p>Penangkapan ikan skala kecil dapat memberi manfaat baik dari segi pemenuhan nutrisi maupun ekonomi bagi perempuan. Sayangnya, meski di beberapa daerah persediaan ikan melimpah, kekurangan gizi kerap terjadi. Hal ini seringkali disebabkan karena keterbatasan ekonomi serta pantangan sosial untuk mengonsumi ikan.<\/p>\n<p>Ikan adalah sumber asam lemak, mikronutrien dan mineral, serta menyediakan hampir 20 persen protein hewani bagi sepertiga populasi penduduk bumi. Bagi masyarakat di pesisir pantai, ikan menyediakan kurang lebih 90 persen kebutuhan protein hewani.<\/p>\n<p>Indonesia \u2013 negara penghasil ikan laut terbesar kedua di dunia \u2013 kurang lebih 54 persen konsumsi ikan menyumbang total kebutuhan protein hewani nasional. Nelayan skala kecil menyumbang hingga 95 persen dari total produksi ikan tangkapan serta memberi pekerjaan kurang lebih 2,6 juta orang di tingkat rumah tangga (skala kecil) yang masih menggunakan kapal kecil dan alat tangkap non-mekanis.<\/p>\n<p>Terlepas besarnya suplai ikan di laut, ditemukan tingginya tingkat kerawanan pangan pada masyarakat pesisir di 17.000 kepulauan Indonesia. Kerawanan pangan ini mencakup lebih dari 36 persen anak di bawah usia 5 tahun (balita) dan 20 persen penduduk dewasa.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu meningkatkan pemahaman terhadap akses pangan padat nutrisi, terutama bagi komunitas pesisir pedesaan, dan bagaimana distribusi pangan tersebar ke rumah \u2013 rumah terutama rumah tangga dengan tingkat rentan,\u201d kata Emily Gibson, Ph.D. kandidat doktor di Lembaga Penelitian untuk Lingkungan dan Mata Pencaharian <a href=\"https:\/\/www.cdu.edu.au\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Universitas Charles Darwin<\/a> Australia, yang memimpin penelitian keanekaragaman pangan dan konsumsi ikan di Indonesia, <a href=\"https:\/\/journals.plos.org\/plosone\/article?id=10.1371\/journal.pone.0230777#pone.0230777.ref017\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">diterbitkan<\/a> dalam jurnal <em>online PLOS ONE<\/em>.<\/p>\n\n<p>Selain menilai kualitas pangan bagi perempuan dan anak, penelitian ini berfokus pada tiga komunitas di kabupaten Komodo, provinsi Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p>Para peneliti mempelajari bagaimana kelaparan dan kekurangan gizi dapat terjadi dengan memeriksa pola konsumsi oleh rumah tangga dan peran jender dalam ketahanan nutrisi lokal.<\/p>\n<figure id=\"attachment_65274\" aria-describedby=\"caption-attachment-65274\" style=\"width: 693px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-65274\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG_0141-553x415.jpg\" alt=\"\" width=\"693\" height=\"520\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG_0141-553x415.jpg 553w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG_0141-533x400.jpg 533w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG_0141-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG_0141-610x458.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG_0141-400x300.jpg 400w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG_0141-594x446.jpg 594w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG_0141.jpg 826w\" sizes=\"auto, (max-width: 693px) 100vw, 693px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65274\" class=\"wp-caption-text\">Kapal nelayan lokal di Pulau Komodo, Indonesia.<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cHanya karena ikan banyak tersedia atau dapat dipanen, bukan berarti ikan-ikan ini akan dikonsumsi di tingkat rumah tangga atau produsen, banyak faktor lain yang menentukan bagaimana uang yang diperoleh dari hasil tangkapan ikan ini akan digunakan, dan itu terkadang tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan padat nutrisi,\u201d kata Gibson, yang melakukan penelitian kolaboratif dengan Terry Sunderland, ilmuwan asosiasi Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan profesor di <a href=\"https:\/\/forestry.ubc.ca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Fakultas Kehutanan<\/a> di <a href=\"https:\/\/www.ubc.ca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Universitas British Columbia<\/a> di Kanada.<\/p>\n<p>Konsumsi makanan bergizi dan beragam, termasuk ikan padat nutrisi, sangat penting bagi perempuan pada usia reproduksi serta pada anak-anak dan bayi, karena perempuan memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi saat masa kehamilan dan menyusui, dan anak-anak memiliki kebutuhan nutrisi yang tinggi di seribu hari pertama pertumbuhan mereka.<\/p>\n<p><span style=\"display: inline !important; float: none; background-color: #ffffff; color: #333333; cursor: text; font-family: 'PT Serif',serif; font-size: 18px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px;\"><\/span><\/p>\n<p>&#8220;Pertumbuhan janin yang buruk berhubungan dengan kondisi kekurangan gizi, menyebabkan kemampuan akademis yang lebih rendah, dan memicu konsekuensi antargenerasi,&#8221; kata Gibson.<\/p>\n<p>Para peneliti menemukan bahwa ikan adalah sumber protein hewani yang paling sering dikonsumsi oleh para ibu, dengan sekitar 90 persen mengonsumsinya setiap hari. Ikan juga merupakan sumber protein hewani yang paling sering dikonsumsi oleh anak-anak, dengan 58 persen mengonsumsinya di musim hujan dan 80 persen mengonsumsinya di musim kemarau.<\/p>\n<p>Namun, para peneliti menemukan bahwa lebih dari tiga perempat bayi (usia 6-11 bulan) tidak mengonsumsi ikan. Hanya 12,5 persen yang mengonsumsinya di musim hujan dan hanya 20 persen yang mengonsumsinya di musim kemarau.<\/p>\n<p><strong>Pemahaman akan mitos<\/strong><\/p>\n<p>Ditemukan bahwa banyak ibu tidak memberikan ikan untuk bayi dan anak-anak mereka karena diyakini dapat menyebabkan alergi atau sakit perut.<\/p>\n<p>Sementara, beberapa perempuan tidak mengonsumsi ikan karena alergi atau kekhawatiran tentang potensi keracunan zat merkuri, dan yang lainnya menganggap hal ini adalah tabu bagi wanita yang sedang menyusui untuk mengonsumsi ikan kakatua, baronang, landak laut, dan kerang. Dalam beberapa kasus, hal ini terjadi karena jenis-jenis ini dipercaya dapat menyebabkan sakit perut pada anak usia menyusui.<\/p>\n<p>Keyakinan ini kemudian diturunkan turun temurun sehingga apabila seorang wanita mengonsumi jenis-jenis ini, maka dapat dikatakan ia mengambil resiko tersebut. Gibson menjelaskan bahwa para ibu menunda mengkonsumsi jenis-jenis ikan ini sampai anak mereka berhenti menyusui, dapat memakan nasi atau hingga anak-anak mereka dapat berjalan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita perlu memahami bagaimana mitos ini dapat menyebabkan beberapa jenis pangan padat gizi tidak dikonsumsi secara merata pada tingkat rumah tangga, terutama sebagai makanan pelengkap bagi anak-anak dalam memenuhi kebutuhan gizi dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan kognitif bagi anak-anak,\u201d kata Gibson. &#8220;Beban waktu bagi para ibu mungkin menyulitkan mereka untuk menyiapkan ikan, atau mereka mungkin tidak memiliki akses ke peralatan untuk memproses, mengeringkan maupun menyimpan ikan secara aman.&#8221;<\/p>\n\n<p>Alasan di balik harus ditingkatkannya pengetahuan tentang gizi dan kesehatan di kalangan ibu dan komponen masyarakat lainnya \u2013 seperti para tetua dan para ahli pengobatan tradisional \u2013 termasuk mengatasi kesalahpahaman dan ketakutan adalah untuk meningkatkan keseluruan keragaman pangan, sehingga dapat mengurangi tingkat kelaparan yang tidak terdeteksi dan dapat mencapai tujuan ketahanan pangan nasional dan internasional yang telah ditetapkan dalam <a href=\"http:\/\/sustainabledevelopment.un.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tujuan Pembangunan Berkelanjutan<\/a> PBB, tambahnya.<\/p>\n<p>Meski para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi makanan yang beragam memiliki ibu yang juga mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi, namun hal ini hanya dilakukan oleh kurang dari seperempat ibu-ibu di daerah tersebut. Seringkali, konsumsi pangan di daerah ini hanya didasarkan pada satu atau dua makanan pokok saja dan berisiko menyebabkan kekurangan mikronutrien. Ditemukan juga hampir 50 persen anak-anak pertumbuhannya terhambat.<\/p>\n<p>Faktor ekonomi juga memainkan peran penting yang menyebabkan keterbatasan keragaman pangan. Ketersediaan lauk ikan, daging, sayuran atau sambal sambal didasarkan pada apakah perempuan, yang juga memikul tanggung jawab untuk memberi makan keluarga mempunyai daya beli. Seringkali para ibu mengurangi porsi makan mereka atau saat paceklik mengirim anak-anak mereka untuk makan bersama kerabat.<\/p>\n<p><strong>Mencari Solusi<\/strong><\/p>\n<p>Melalui Gerakan Nasional untuk Mempercepat Peningkatan Gizi, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan pemenuhan gizi, kata Gibson.<\/p>\n<p>\u201cKami memberi rekomendasi meningkatkan dukungan melalui program peningkatan kebun rumah tangga atau bagi komunitas perempuan mengembangkan produk pangan padat nutrisi dari jenis-jenis lokal untuk dijual kepada para ibu di lingkup komunitas mereka,\u201d kata Gibson.<\/p>\n<p>\u201cRespon lintas-sektor dan tingkatan di seluruh sistem pangan Indonesia dapat dimulai dengan menyalurkan air bersih dan meningkatkan sanitasi, memberikan dukungan sosial, serta mendukung mata pencaharian pada masyarakat pesisir pedesaan, karena hal ini pasti akan berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Sejauh ini, banyak program di Kabupaten Komodo telah difokuskan pada konservasi laut dan penciptaan mata pencaharian alternatif yang ditujukan untuk meminimalisir tekanan yang dirasakan oleh para nelayan.<\/p>\n<p>\u201cNamun, akan lebih baik untuk membangun hubungan dan sinergi pada seluruh program sektoral untuk mencapai pemenuhan gizi yang lebih baik.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penangkapan ikan skala kecil dapat memberi manfaat baik dari segi pemenuhan nutrisi maupun ekonomi bagi perempuan. Sayangnya, meski di beberapa daerah persediaan ikan melimpah, kekurangan gizi kerap terjadi. Hal ini seringkali disebabkan karena keterbatasan ekonomi serta pantangan sosial untuk mengonsumi ikan. Ikan adalah sumber asam lemak, mikronutrien dan mineral, serta menyediakan hampir 20 persen protein [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":91,"featured_media":65288,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2560,2550,2590,7344],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[989],"class_list":["post-65284","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-jender","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-masyarakat-lokal","tag-bahasa-perikanan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penangkapan ikan skala kecil dapat memberi manfaat baik dari segi pemenuhan nutrisi maupun ekonomi bagi perempuan. Sayangnya, meski di beberapa daerah persediaan ikan melimpah, kekurangan gizi kerap terjadi. Hal ini seringkali disebabkan karena keterbatasan ekonomi serta pantangan sosial untuk mengonsumi ikan. Ikan adalah sumber asam lemak, mikronutrien dan mineral, serta menyediakan hampir 20 persen protein [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-29T07:25:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/DSC_3976-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"415\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Julie Mollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@jmollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo\"},\"author\":{\"name\":\"Julie Mollins\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\"},\"headline\":\"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo\",\"datePublished\":\"2020-04-29T07:25:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo\"},\"wordCount\":1026,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/DSC_3976-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2020\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo\",\"name\":\"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/DSC_3976-1.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-29T07:25:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/DSC_3976-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/DSC_3976-1.jpg\",\"width\":832,\"height\":415,\"caption\":\"Para perempuan sedang mengeringkan ikan pelagis kecil di pulau Komodo, Indonesia. Foto oleh\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\",\"name\":\"Julie Mollins\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Julie Mollins\"},\"description\":\"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/juliemollins\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/jmollins\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jmollins\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/65284\\\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo","og_description":"Penangkapan ikan skala kecil dapat memberi manfaat baik dari segi pemenuhan nutrisi maupun ekonomi bagi perempuan. Sayangnya, meski di beberapa daerah persediaan ikan melimpah, kekurangan gizi kerap terjadi. Hal ini seringkali disebabkan karena keterbatasan ekonomi serta pantangan sosial untuk mengonsumi ikan. Ikan adalah sumber asam lemak, mikronutrien dan mineral, serta menyediakan hampir 20 persen protein [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2020-04-29T07:25:23+00:00","og_image":[{"width":832,"height":415,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/DSC_3976-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Julie Mollins","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@jmollins","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo"},"author":{"name":"Julie Mollins","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467"},"headline":"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo","datePublished":"2020-04-29T07:25:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo"},"wordCount":1026,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/DSC_3976-1.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#respond"]}],"copyrightYear":"2020","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo","name":"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/DSC_3976-1.jpg","datePublished":"2020-04-29T07:25:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/DSC_3976-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/DSC_3976-1.jpg","width":832,"height":415,"caption":"Para perempuan sedang mengeringkan ikan pelagis kecil di pulau Komodo, Indonesia. Foto oleh"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengatasi kendala perbaikan kesehatan ibu dan anak di pulau Komodo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467","name":"Julie Mollins","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","caption":"Julie Mollins"},"description":"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/juliemollins\/","https:\/\/x.com\/jmollins"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jmollins"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/65284\/mengatasi-kendala-perbaikan-kesehatan-ibu-dan-anak-di-pulau-komodo#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/DSC_3976-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/91"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65284"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65290,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65284\/revisions\/65290"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65288"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65284"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=65284"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=65284"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=65284"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=65284"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=65284"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=65284"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=65284"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=65284"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=65284"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=65284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}