{"id":648,"date":"2011-03-16T00:00:00","date_gmt":"2011-03-16T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/wordpress\/?p=648"},"modified":"2015-09-30T14:27:40","modified_gmt":"2015-09-30T07:27:40","slug":"5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas","title":{"rendered":"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas"},"content":{"rendered":"<p>Oleh <a class=\"linkbox\" href=\" http:\/\/www.cifor.cgiar.org\/nc\/about-us\/cifor-scientist-profiles\/scientist-profile.html?tx_ciforwebservice%5Bscid%5D=003249\">Christine Padoch<\/a><\/p>\n<p>Bagaimana anda merancang sebuah proyek REDD+ di daerah tropis Amerika Latin untuk memastikan adanya efektivitas dan kesetaraan secara bersamaan? Bagaimana anda menyediakan pangan, sandang, papan dan pendapatan untuk jumlah populasi sebanyak 109 juta yang terus bertambah, sementara pada saat yang sama juga harus melindungi hutan tropis yang sangat penting untuk keberlangsungan bumi? Hal ini sulit terwujud tanpa adanya pemahaman tentang beragamnya tindakan para pelaku perubahan tata guna lahan, rancangan sebuah kombinasi yang tepat dari berbagai insentif, dan kemudian menetapkan sejumlah pilihan yang sulit, ungkap seorang ilmuwan CIFOR <a class=\"linkbox\" href=\"http:\/\/www.cifor.cgiar.org\/nc\/about-us\/cifor-scientist-profiles\/scientist-profile.html?tx_ciforwebservice%5Bscid%5D=000957\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pablo Pacheco<\/a> dan rekan dalam sebuah artikel baru yang dipublikasikan di jurnal Forests.<\/p>\n<p>Mereka yang mengubah hutan dan lanskap hutan tropis Amerika sangat beragam, mulai dari keluarga pengembara yang tidak memiliki lahan dan kemudian membuka ladang jagung di Amerika Tengah sampai dengan sejumlah taipan multinasional yang mengirimkan kayu keras dari Amazon ke pabrik mebel di Cina. Para pelaku, motivasi dan dampak tindakan mereka merupakan suatu kesatuan yang beragam dan dinamis, sehingga untuk dapat benar-benar memahami apa yang sebenarnya terjadi merupakan hal yang sangat kompleks. Untuk membantu kita semua, khususnya bagi mereka yang akan mengimplementasikan proyek-proyek REDD+, Pacheco dan rekan \u2013 tanpa membantah adanya kompleksitas dan dinamika yang melingkupi \u2013 berupaya mengungkap para pihak yang terlibat berikut kecenderungan\/ tren yang mereka ikuti dan lanskap yang terbentuk setelahnya. Dalam artikel ini, mereka mengelompokkan para pelaku utama ke dalam lima kategori yang berbeda, yang seringkali bersaing namun kerap saling tumpang tindih, yaitu: masyarakat adat, petani tradisional yang menghasilkan barang-barang terbatas untuk pasar, petani berskala kecil yang memiliki keahlian bisnis lebih, petani komersil berskala besar dan para pengusaha ternak, dan yang terakhir para pembalak dan perusahaan kayu.<\/p>\n<p>Masing-masing dari kelima kelompok pelaku tersebut dikaitkan dengan tren utama yang mengubah lanskap hutan tropis Amerika: (1) perkembangan pesat agribisnis, (2) perluasan dan modernisasi peternakan sapi tradisional, (3) lambatnya pertumbuhan pertanian berskala kecil, (4) pembalakan pada daerah-daerah perbatasan hutan produksi dan (5) bangkitnya ekonomi pertanian-ekstraktif tradisional, yaitu pemanenan atas hasil-hasil nonkayu yang seringkali berasal dari cadangan yang disetujui pemerintah. Tiap tren ini pada akhirnya dipicu oleh pasar global dan kebijakan nasional, serta masing-masing juga memiliki dampak yang signifikan terhadap hutan di Amerika Latin.<\/p>\n<p>Pengelompokkan dalam lima tren ini tetap tidak membuatnya lebih sederhana: masing-masing mempengaruhi penghidupan masyarakat dengan berbagai cara yang berbeda dan menuntut adanya keseimbangan antara pembangunan dan konservasi hutan. Menurut penilaian Pacheco dan rekan, tidak satupun dari tren ini yang memiliki variasi negatif ataupun yang secara keseluruhan bersifat baik. Sebagai contoh, pengembangan agribisnis menyebabkan tingginya laju deforestasi, namun juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun keuntungannya cenderung terkonsentrasi pada pendapatan untuk para pemilik lahan berskala menengah sampai besar. Di sisi lain, adanya petani pada lahan pertanian cenderung menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan setempat, namun juga dapat mendorong semakin meluasnya deforestasi apabila populasi meningkat dengan cepat atau apabila permintaan untuk hasil panen komersil tertentu membumbung tinggi. Teritori masyarakat adat akan melindungi penghidupan setempat, namun hanya menghasilkan sedikit keuntungan ekonomi dan seringkali terletak jauh dari pasar dan infrastruktur sosial, dan lain-lain. Lebih jauh lagi, tren ini akan bervariasi menurut waktu, dan para pelaku juga mungkin akan berubah.<\/p>\n<p>Apakah yang direkomendasikan oleh Pacheco dan rekan dengan adanya semua kompleksitas dan dinamika tersebut? Tentunya mereka tidak memiliki jawaban yang sederhana. Namun mereka memaparkan serangkaian rekomendasi yang ditujukan untuk masing-masing kelompok pelaku utama, yang membidik dengan tepat sifat kompleks mereka untuk dapat mengelola perubahan tata guna lahan dengan lebih baik. Diharapkan ini akan meminimalisir masing-masing risiko terhadap kesejahteraan masyarakat miskin dan masa depan hutan dan pada saat yang sama juga dapat memperluas lapangan kerja dan meningkatkan jasa lingkungan. Rekomendasi mereka berkisar dari \u201cpenutupan daerah perbatasan\u201d untuk mengurangi spekulasi lahan dan perambahan terhadap lahan publik, hingga \u201cdorongan modernisasi peternakan sapi\u201d sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi tata guna lahan terhadap lahan yang sudah dipakai.<\/p>\n<p>Selanjutnya, hal khusus apakah yang perlu dipelajari oleh para praktisi REDD+ dari analisa ini? Artikel ini merekomendasikan bahwa hal pertama dan terpenting bagi proyek-proyek REDD+ adalah untuk memahami adanya keragaman tren yang ada dan mengidentifikasi pelaku-pelaku utama serta lanskap yang relevan. Setelah itu, barulah mereka dapat merancang kombinasi insentif yang optimal untuk mengubah perilaku dan mengurangi emisi. Jika semuanya dilakukan dengan tepat, maka keuntungan potensial bagi kehidupan sosial dan lingkungan dapat tercapai melebihi mitigasi perubahan iklim. Mudahkah ini dilakukan? Tidak, namun harga yang harus ditanggung karena ketidakpedulian akan semakin tinggi. Dalam hal ini, Pacheco beserta rekan telah melakukan sebagian besar dari pekerjaan anda semua, untuk kepentingan anda sekalian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk salinan dari makalah oleh Pacheco dkk berjudul Landscape Transformation in Tropical Latin America: Assessing Trends and Policy Implications for REDD+, silakan diakses di <a href=\"http:\/\/www.mdpi.com\/1999-4907\/2\/1\/1\/\" class=linkbox>http:\/\/www.mdpi.com\/1999-4907\/2\/1\/1\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12237],"tag-bahasa":[2725,2587,2522,2575,2924,2592,2530,2659,2819,2584,2506],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[4903],"class_list":["post-648","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-latin-america","tag-bahasa-amerika-latin","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-masyarakat-adat","tag-bahasa-pablo-pacheco","tag-bahasa-pembalakan","tag-bahasa-pertumbuhan-ekonomi","tag-bahasa-petani-kecil","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-tata-guna-lahan","tag-bahasa-ternak","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Untuk salinan dari makalah oleh Pacheco dkk berjudul Landscape Transformation in Tropical Latin America: Assessing Trends and Policy Implications for REDD+, silakan diakses di http:\/\/www.mdpi.com\/1999-4907\/2\/1\/1\/\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-03-16T00:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-09-30T07:27:40+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"CIFOR\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@cifor\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas\"},\"author\":{\"name\":\"CIFOR\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d\"},\"headline\":\"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas\",\"datePublished\":\"2011-03-16T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-30T07:27:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas\"},\"wordCount\":728,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2011\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas\",\"name\":\"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"datePublished\":\"2011-03-16T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-30T07:27:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d\",\"name\":\"CIFOR\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=ge7d947aa879a614a2298e7a079243687\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"CIFOR\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/cifor\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/cifor\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/648\\\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas","og_description":"Untuk salinan dari makalah oleh Pacheco dkk berjudul Landscape Transformation in Tropical Latin America: Assessing Trends and Policy Implications for REDD+, silakan diakses di http:\/\/www.mdpi.com\/1999-4907\/2\/1\/1\/","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2011-03-16T00:00:00+00:00","article_modified_time":"2015-09-30T07:27:40+00:00","author":"CIFOR","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@cifor","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas"},"author":{"name":"CIFOR","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d"},"headline":"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas","datePublished":"2011-03-16T00:00:00+00:00","dateModified":"2015-09-30T07:27:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas"},"wordCount":728,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#respond"]}],"copyrightYear":"2011","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas","name":"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"datePublished":"2011-03-16T00:00:00+00:00","dateModified":"2015-09-30T07:27:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Pelaku, 5 Tren, dan sebuah tatanan kompleksitas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d","name":"CIFOR","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=ge7d947aa879a614a2298e7a079243687","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g","caption":"CIFOR"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/cifor"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/cifor"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/648\/5-pelaku-5-tren-dan-sebuah-tatanan-kompleksitas#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/648","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=648"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/648\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=648"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=648"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=648"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=648"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=648"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=648"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=648"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=648"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=648"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=648"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=648"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=648"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=648"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}