{"id":63334,"date":"2019-12-12T12:57:18","date_gmt":"2019-12-12T05:57:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=63334"},"modified":"2019-12-12T13:02:29","modified_gmt":"2019-12-12T06:02:29","slug":"redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan","title":{"rendered":"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/cifor-at-iufro-2019\/sessions\/5-oct\/the-role-of-forests-and-trees-in-the-nature-based-solutions-discourse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Solusi berbasis-alam<\/a> makin menjadi bagian penting dalam <a href=\"https:\/\/news.globallandscapesforum.org\/viewpoint\/investors-are-mobilized-to-protect-biodiversity-land-and-climate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dialog<\/a> perubahan iklim internasional. Pada 2019, para donor sepakat untuk membayar Brasil dan Indonesia atas terhindarinya deforestasi terverifikasi. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional sedang <a href=\"https:\/\/www.conservation.org\/stories\/reducing-airline-emissions-by-protecting-forests\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mempertimbangkan<\/a> apakah penerbangan bisa memanfaatkan kredit berbasis karbon untuk mengganti emisi karbonnya.<\/p>\n<p>Pada saat bersamaan, <a href=\"https:\/\/advances.sciencemag.org\/content\/5\/10\/eaax2546\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian<\/a> terbaru mengungkapkan bahwa dampak iklim pada hilangnya tegakkan hutan adalah enam kali lebih buruk dari pandangan sebelumnya. Estimasi terbaru menyatakan untuk menghentikan deforestasi, bersama dengan <a href=\"https:\/\/www.pnas.org\/content\/114\/44\/11645\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">solusi iklim alami<\/a> lain, dapat memberi 37 persen reduksi emisi yang diperlukan pada 2030 untuk menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celsius.<\/p>\n<p>Kini hutan berada kokoh dalam agenda iklim internasional, kata <a href=\"https:\/\/www.wri.org\/profile\/frances-seymour\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Frances Seymour<\/a>, mitra senior terhormat <a href=\"http:\/\/www.wri.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">World Resources Institute<\/a> (WRI). \u201cMeski orang berpikir bahwa REDD+ adalah sesuatu yang dilakukan kakek mereka, sudah berlalu, dan tidak bekerja,\u201d katanya, merujuk pada pendekatan dukungan PBB untuk melawan perubahan iklim, kependekan dari Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi hutan.<\/p>\n<p>Ini kesalahpahaman, katanya. Dalam sebuah <a href=\"https:\/\/www.wri.org\/publication\/forest-based-climate-mitigation\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Publikasi Ringkas WRI<\/a>, ia dan para ilmuwan <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional <\/a> (CIFOR) serta mitra perguruan tinggi lain mengungkap hikmah implementasi REDD+ di lapangan dalam dekade terakhir, dan bagaimana upaya di masa datang bisa dibangun dari pengalaman ini.<\/p>\n<p>\u201cAda peluang yang sangat jelas untuk mengintegrasikan REDD+ dengan inisiatif global tambahan dalam melindungi dan merestorasi hutan di skala yurisdiksional,\u201d kata ketua penulis penelitian <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/scientific-staff-detail\/1412\/amy-duchelle\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Amy Duchelle<\/a>, ilmuwan senior dan ketua tim riset perubahan iklim CIFOR.<\/p>\n<p><strong>Evolusi REDD+<\/strong><\/p>\n<p>Pada tahun-tahun awal, aktivitas REDD+ dilakukan dalam proyek kecil dan lokal, meski skema arsitekturnya diperdebatkan oleh perunding iklim internasional.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-63246\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Forest-Based_Climate_Mitigation_Figure1_2-01-692x415.jpg\" alt=\"\" width=\"692\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Forest-Based_Climate_Mitigation_Figure1_2-01-692x415.jpg 692w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Forest-Based_Climate_Mitigation_Figure1_2-01-566x340.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Forest-Based_Climate_Mitigation_Figure1_2-01-768x461.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Forest-Based_Climate_Mitigation_Figure1_2-01-610x366.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Forest-Based_Climate_Mitigation_Figure1_2-01-672x403.jpg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Forest-Based_Climate_Mitigation_Figure1_2-01.jpg 1400w\" sizes=\"auto, (max-width: 692px) 100vw, 692px\" \/><\/p>\n<p>Namun, di bawah Perjanjian Paris 2015, disepakati bahwa penghitungan dan pembiayaan REDD+ akan diimplementasikan di tingkat negara, atau lintas yurisdiksi sub-nasional seperti negara bagian dan provinsi. REDD+ tidak lagi menjadi rangkaian proyek terpisah-pisah, muncul dan mati.<\/p>\n<p>Beroperasi pada skala yurisdiksional memunculkan risiko kebocoran \u2013 memindahkan deforestasi ke area lain \u2013 dan kepermanenan, kata Seymour. \u201cJika kita melakukan implementasi pada skala proyek, satu saja kebakaran besar bisa menghapus seluruh simpanan stok karbon, tetapi jika kita melakukan implementasi pada skala sangat luas, bahkan kebakaran besar tidak akan menghapus semuanya.\u201d<\/p>\n<p>Masalah seperti ketidakamanan tenurial atau lemahnya hak adat juga hanya dapat diatasi pada tingkat nasional. \u201cIni bukan kejutan, tapi kendala kunci dalam melindungi hutan adalah kendala yang tidak bisa diatasi pada tingkat proyek.\u201d<\/p>\n<p>Proyek REDD+ terbukti bermanfaat saat uji coba, dan memberi beberapa <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/gcs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pelajaran penting<\/a> yang akan membantu membentuk masa depan REDD+, kata Duchelle \u2013 bahkan jika masa depan menjauh dari proyek ini. Salah satu contohnya adalah proyek Katingan di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Proyek ini melindungi tegakan hutan gambut di tengah lautan kelapa sawit dan memperkuat penghidupan masyarakat di kawasan proyek.<\/p>\n<p>\u201cKini kuncinya adalah mendapatkan peran proyek-proyek REDD+ tersebut dalam perhitungan karbon besar: bagaimana Katingan disesuaikan dengan apa yang dilakukan Kalimantan Tengah, dan bagaimana laporan Indonesia pada UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB).<\/p>\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-63340 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168657041_a6882b4cc3_c.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">Ada peluang yang sangat jelas untuk mengintegrasikan REDD+ dengan inisiatif global tambahan dalam melindungi dan merestorasi hutan di skala yurisdiksional.<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Benar bahwa REDD+ belum mencapai tujuan fundamentalnya \u2013 penurunan deforestasi. Tren ini mengkhawatirkan di banyak tempat, namun menurut Duchelle mempersiapkan REDD+ dapat memberi landasan bagi kemajuan di masa datang.<\/p>\n<p>\u201cREDD+ telah membantu membangun aliansi global dalam perlindungan hutan yang melampaui tenurial lahan dan pengakuan hak melalui syarat perlindungannya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebagai tambahan, REDD+ telah meningkatkan pemahaman kita mengenai penyebab deforestasi, mendorong pembangunan sistem pemantauan hutan nasional, dan meningkatkan pelibatan pemangku kepentingan nasional dalam keputusan kebijakan hutan,\u201d kata Duchelle.<\/p>\n<p><strong>Lambat maju?<\/strong><\/p>\n<p>Gagasan orisinal REDD+ adalah menjadi sebentuk pembayaran berbasis hasil atas terhindarnya deforestasi. Telah lebih dari satu dekade dihabiskan untuk menciptakan kondisi agar REDD+ dapat mulai berfungsi sejalan visinya.<\/p>\n<p>Namun negara-negara tropis tidak seharusnya disalahkan atas keterlambatan ini, kata Seymour. Di balik layar, banyak yurisdiksi negara tropis dan subtropis mengalami kemajuan pesat dalam menyiapkan REDD+: menyusun tingkat rujukan dasar, menyiapkan sistem pengukuran, pelaporan dan verifikasi, serta menunjukkan bagaimana mereka akan menjamin perlindungan untuk melindungi hak dan penghidupan masyarakat rentan. Sementara, kewajiban bagi negara donor kurang jelas.<\/p>\n<p>\u201cKita menumpuk semua hal yang harus dilakukan berbagai negara hutan dan sudah banyak yang mereka lakukan,\u201d kata Seymour. \u201cJanjinya, semua kita yang berada di sisi negara kaya akan mengeluarkan uang besar. Tebak siapa yang sulit di ujung perjanjian?\u201d<\/p>\n<p>Ketika REDD+ diusulkan pada 2007, dipandang bahwa pasar karbon global sangat dekat, dan akan \u201cmelepas miliaran dolar untuk REDD+,\u201d kata Seymour. Satu dekade berlalu, pasar itu tidak terwujud dan masyarakat internasional masih menfinalkan detail dalam konteks negosiasi \u201cbuku aturan\u201d implementasi Perjanjian Paris.<\/p>\n\n<p>Oleh karena itu, kemajuan perlu datang baik dari donor dan negara berkembang secara simultan. \u201cKita bersama dalam perahu ini,\u201d kata Seymour. \u201cNegara kaya perlu bukan sekadar tidak mempersulit ujung perjanjian dengan pendanaan, tetapi juga mengakui hanya membayar sedikit uang untuk konservasi hutan dengan satu tangan \u2013 dan berinvestasi triliunan untuk sesuatu yang mendorong deforestasi di tangan yang lain.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKemudian kita berkata: \u2018Oh kamu belum menghentikan deforestasi ya.\u2019 Ini absurd.\u201d<\/p>\n<p>Ujian REDD+ sebenarnya akan muncul beberapa tahun mendatang, ketika generasi pertama pembayaran berbasis hasil mulai terwujud, dan dampak di lapangan terpantau.<\/p>\n<p>Pada Februari, Norwegia berkomitmen membayar Indonesia untuk menyimpan 4,8 megaton karbon dioksida dari terhindarnya deforestasi pada 2017. Pada bulan yang sama, Green Climate Fund, sebuah sumber kunci pendanaan bagi negara berkembang, sepakat membayar Brasil 96,5 juta dolar atas reduksi emisi berbasis hutan pada 2014-2015.<\/p>\n<p><strong>Membantu bunga berkembang<\/strong><\/p>\n<p>REDD+ bukan panasea, kata penulis penelitian. Untuk menyelesaikan masalah deforestasi tropis, kita perlu menggunakan seluruh perangkat yang dimiliki \u2013 termasuk rantai suplai pertanian bebas-deforestasi, restorasi hutan dan bentang alam, <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/62040\/forestry-is-not-fulfilling-its-promise-to-the-rural-poor?fnl=en\">manajemen kayu berkelanjutan<\/a>, dan perhatian baru untuk memperkuat hak dan penghidupan masyarakat adat dan lokal.<\/p>\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-63344 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168683761_0772e8ca9c_c.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">Di balik layar, banyak yurisdiksi negara tropis dan subtropis mengalami kemajuan pesat dalam menyiapkan REDD+.<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p>\u201cKita seharusnya membantu semua bunga ini berkembang pada waktunya,\u201d kata Duchelle.<\/p>\n<p>Menselaraskan pendanaan dari REDD+ dengan tekanan dari perusahaan yang ingin menjaga rantai nilai mereka bebas deforestasi, misalnya, mungkin cukup untuk mengubah kebijakan domestik, kata Seymour.<\/p>\n<p>\u201cBayangkan setumpuk insentif, ketika gubernur provinsi kaya hutan bisa berkata, baiklah, saya punya potensi 200 juta dolar untuk dana karbon jika saya bisa memenuhi target ini, dan bilang pada saya bahwa mereka lebih memilih dari sumber kelapa sawit jika kita melakukan ini, dan saya bisa berfoto dengan Leonardo DiCaprio jika melakukan itu.\u201d<\/p>\n<p>Perubahan transformasional membutuhkan banyak konstituen baru di berbagai negara kaya hutan \u2013 kelompok masyarakat lintas spektrum politik yang mampu melihat nilai hutan.<\/p>\n<p>Hal ini membutukan pelibatan lebih, \u201cbukan hanya kerugian konversi lahan dan bencana lingkngan, tetapi <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/21825\/global-study-forests-livelihoods-poverty-pen?fnl=en\">manfaat pembangunan terukur<\/a> dari tegakkan hutan,\u201d kata Duchelle. \u201cKita masih perlu mengajak beragam orang dalam diskusi.\u201d<\/p>\n<p>Tantangan tetap ada, namun REDD+ berevolusi \u2013 dan menurut Seymour masih menunjukkan lebih banyak harapan dibanding solusi potensial lain atas deforestasi, yang ia pandang belum berhasil selama 40 tahun terakhir.<\/p>\n<p>\u201cLangkah maju perlahan terwujud, namun seluruh premis REDD+, pendanaan performa skala besar, sebagian besar belum teruji. Sementara ini, hutan terus menghilang, meski  upaya konservasi lebih kuat.<\/p>\n<p>\u201cMengapa tidak menggunakan mekanisme yang telah susah payah dirundingkan, dan apa yang telah disiapkan berbagai negara? Inilah saatnya.\u201d<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Solusi berbasis-alam makin menjadi bagian penting dalam dialog perubahan iklim internasional. Pada 2019, para donor sepakat untuk membayar Brasil dan Indonesia atas terhindarinya deforestasi terverifikasi. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional sedang mempertimbangkan apakah penerbangan bisa memanfaatkan kredit berbasis karbon untuk mengganti emisi karbonnya. Pada saat bersamaan, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa dampak iklim pada hilangnya tegakkan hutan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":63,"featured_media":63335,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[3127,2819],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[545],"class_list":["post-63334","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-mrv","tag-bahasa-redd","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Solusi berbasis-alam makin menjadi bagian penting dalam dialog perubahan iklim internasional. Pada 2019, para donor sepakat untuk membayar Brasil dan Indonesia atas terhindarinya deforestasi terverifikasi. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional sedang mempertimbangkan apakah penerbangan bisa memanfaatkan kredit berbasis karbon untuk mengganti emisi karbonnya. Pada saat bersamaan, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa dampak iklim pada hilangnya tegakkan hutan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-12T05:57:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-12-12T06:02:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"799\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kate Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan\"},\"author\":{\"name\":\"Kate Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\"},\"headline\":\"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan\",\"datePublished\":\"2019-12-12T05:57:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-12T06:02:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan\"},\"wordCount\":1114,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg\",\"articleSection\":[\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2019\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan\",\"name\":\"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg\",\"datePublished\":\"2019-12-12T05:57:18+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-12T06:02:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg\",\"width\":799,\"height\":533,\"caption\":\"REDD+ membantu meningkatkan pelibatan pemangku kepentingan nasional dalam keputusan kebijakan hutan.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\",\"name\":\"Kate Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kate Evans\"},\"description\":\"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/kate-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/63334\\\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan","og_description":"Solusi berbasis-alam makin menjadi bagian penting dalam dialog perubahan iklim internasional. Pada 2019, para donor sepakat untuk membayar Brasil dan Indonesia atas terhindarinya deforestasi terverifikasi. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional sedang mempertimbangkan apakah penerbangan bisa memanfaatkan kredit berbasis karbon untuk mengganti emisi karbonnya. Pada saat bersamaan, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa dampak iklim pada hilangnya tegakkan hutan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2019-12-12T05:57:18+00:00","article_modified_time":"2019-12-12T06:02:29+00:00","og_image":[{"width":799,"height":533,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kate Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan"},"author":{"name":"Kate Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e"},"headline":"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan","datePublished":"2019-12-12T05:57:18+00:00","dateModified":"2019-12-12T06:02:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan"},"wordCount":1114,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg","articleSection":["REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#respond"]}],"copyrightYear":"2019","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan","name":"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg","datePublished":"2019-12-12T05:57:18+00:00","dateModified":"2019-12-12T06:02:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg","width":799,"height":533,"caption":"REDD+ membantu meningkatkan pelibatan pemangku kepentingan nasional dalam keputusan kebijakan hutan."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"REDD+: Satu warna penting pada palet strategi perlindungan hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e","name":"Kate Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kate Evans"},"description":"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/kate-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/63334\/redd-masih-jadi-satu-warna-penting-pada-palet-strategi-perlindungan-hutan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/49168158653_7f704f24e4_c.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63334"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63334\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63348,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63334\/revisions\/63348"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63334"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=63334"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=63334"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=63334"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=63334"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=63334"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=63334"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=63334"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=63334"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=63334"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=63334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}