{"id":62885,"date":"2019-11-12T12:10:54","date_gmt":"2019-11-12T05:10:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=62885"},"modified":"2019-11-12T12:10:54","modified_gmt":"2019-11-12T05:10:54","slug":"manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat","title":{"rendered":"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><em>Kiran Paudyal, ahli jasa lingkungan di <\/em><a href=\"https:\/\/www.forestaction.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Forest Action Nepal<\/em><\/a><em>. Chun Bahadur Gurung, ahli komunikasi pembangunan dan kandidat Ph.D <\/em><a href=\"http:\/\/tribhuvan-university.edu.np\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Universitas Tribhuvan<\/em><\/a><em> di Nepal.<\/em><\/p>\n<p>Bambu, salah satu anggota keluarga rumput merupakan salah satu spesies paling cepat tumbuh. Atribusi atas ketangguhannya menjadi kesan pertama saat berada di hutan. Terlihat kosong, batang bambu melambai diterpa angin terlihat lemah, ternyata bambu memberikan beragam jasa ekosistem \u2013 yaitu \u201ckontribusi ekosistem langsung dan tak langsung pada kesejahteraan manusia\u201d \u2013 menjadikan bambu adalah tanaman penting.<\/p>\n<p>Berada di zona iklim tropis dan pegunungan Afrika, Asia, Amerika Tengah dan Selatan, <a href=\"https:\/\/academic.oup.com\/aobpla\/article\/9\/1\/plw078\/2737454\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sejauh ini para ilmuwan telah mencatat lebih dari 1.600 spesies bambu, yang<\/a> secara total menutupi <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/3\/i1757e\/i1757e.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">lebih dari 31 juta hektare lahan<\/a>.<\/p>\n<p>Dengan sejumlah potensi pemanfaatannya, bambu menjadi material penting bagi kehidupan masyarakat di negara berkembang. Bambu umumnya digunakan sebagai bahan baku industri kriya, seratnya digunakan untuk menenun kain dan membuat kertas, sementara tunas dan kecambahnya dikonsumsi.<\/p>\n<p>Bukan hal yang mengejutkan, bambu merupakan bagian dari tradisi kultural. Di Indonesia, bambu digunakan dalam upacara adat dan bahan alat musik tradisional seperti rindik Bali. Di Tiongkok, bambu menjadi simbol kesederhanaan dan kemakmuran. Di pedesaan Nepal, bayi ditidurkan di atas dipan bambu yang cantik, dan jenazah dikuburkan dalam peti mati dari bambu.<\/p>\n\n<p><strong>Dari banjir jadi berkah di Nepal<\/strong><\/p>\n<p>Nepal \u2013 sebuah negeri tertutup \u2013 dikaruniai keragaman bambu. Negara ini memiliki lebih dari <a href=\"http:\/\/www.ansab.org\/mis\/bamboo-and-rattan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">53 spesies di atas sekitar 63.000 hektare<\/a> lahan.<\/p>\n<p>Nepal juga punya cerita tersendiri, kisah 70 keluarga dari Desa Gauringar, Chitwan, di tengah negeri. Pada 2010, hujan deras memicu banjir. Rumah dan bangunan di pinggir sungai Rui di Gauringar tersapu. Ketika pesisir tersapu, berton-ton endapan lumpur dan pasir menutupi lahan dan mengurangi ketidaksuburannya.<\/p>\n<p>Penduduk yang bertahan, bekerja keras membalik nasib. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan <a href=\"http:\/\/terrafrica.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Bamboo-for-Land-Restoration.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menanam 10.000 bibit bambu lokal<\/a>. Kurang dari sepuluh tahun, lahan bekas banjir berubah menjadi hutan bambu. Sekitar 700 hektare lahan direhabilitasi, dan memungkinkan masyarakat lokal menikmati menu tunas bambu dan seluruh manfaatnya. Hutan baru tersebut menjadi penting dalam mitigasi konflik manusia-satwa liar, mengingat Gauringar berada di zona penyangga Taman Nasional Chitwan, tempat hidup badak, beruang coklat, harimau, gajah, babi liar dan macan tutul.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\">\n\t\t\t\t<img width=\"625\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-625x415.jpg\" class=\"wp-image-62889\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-625x415.jpg 625w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-566x376.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-768x510.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-610x405.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-672x446.jpg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35761174231_ec333ce3bd_c.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 625px) 100vw, 625px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bambu merupakan material penting bagi kehidupan masyarakat di negara berkembang.<\/figcaption>\n\t\t\t<\/figure>\n\n<p><strong>Bambu untuk air dan energi di Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Di Indonesia, bambu dapat ditemukan di 30 provinsi, menutupi 2,1 juta hektare lahan. Dari berjualan pucuk bambu, <a href=\"http:\/\/ejournal.forda-mof.org\/ejournal-litbang.\/index.php\/JPHKA\/article\/view\/478\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">seorang petani di Jawa menghasilkan 420-700 dolar AS per hektare<\/a>, sementara yang lain mengakui sifatnya yang luar biasa untuk restorasi. Ilmuwan CIFOR, Yusuf Samsudin melaporkan bagaimana pembayaran jasa lingkungan (PES) diberikan kepada masyarakat yang tinggal di hulu <a href=\"https:\/\/authentic-indonesia.com\/activities\/the-batur-volcano-and-its-lake\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Gunung Batur dan danau Batur di Bali, yang menjadi sumber utama air<\/a> yang mengalir untuk masyarakat pesisir. Sementara sebagian besar pohon menyimpan <a href=\"https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/90074-ID-pelestarian-tanaman-bambu-sebagai-upaya.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sekitar 35 hingga 40 persen air hujan, bambu mampu menyimpan hingga 90 persen<\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/58778\/bamboo-a-sustainable-alternative-for-bioenergy-production-in-indonesia?fnl=en\">Bambu dapat menyediakan pasokan biomassa berkelanjutan untuk produksi energi<\/a> tanpa mengganggu keamanan pangan atau merusak bentang alam lebih luas. Salah satu mitra CIFOR, <a href=\"http:\/\/cleanpowerindonesia.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Clean Power Indonesia<\/a> berhasil mengembangkan <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/7055\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pembangkit listrik berbasis masyarakat dengan memanfaatkan biomassa bambu di pedesaan Indonesia<\/a>. Ilmuwan senior CIFOR Himlal Baral dan para mitra saat ini tengah mengintip peluang perluasan lokasi riset bambu di Indonesia.<\/p>\n\n<p><strong>Memetik manfaat hijau di Ethiopia<\/strong><\/p>\n<p>Di Ethiopia, dua spesies bambu utama (<em>Arundinaria alpine<\/em> dan <em>Oxytenanthera abyssinica<\/em>) tumbuh alami di enam wilayah di atas sejuta hektare lahan, sekitar 8,2 persen total luas hutan.<\/p>\n<p>Namun, bambu mendekati kepunahan di hutan alam akibat deforestasi terkait pertanian dan degradasi hutan, serta kebutuhan kayu bakar dan batang bambu di pedesaan. Pada 1990, <a href=\"http:\/\/journals.sfu.ca\/era\/index.php\/era\/article\/view\/1146\/746\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">lebih dari 100 petani inovatif menanami sabana bambu dalam sistem wanatani<\/a> memanfaatkan metode timbal balik rhizoma dari hutan alam, membangun hutan bambu di desa untuk beragam manfaat.<\/p>\n<p>Meski tutupan bambu meluas di Ethiopia akhir-akhir ini, pemanfataannya masih tradisional, dan potensi pasar ekspornya belum terealisasi.<\/p>\n<p>Mengingat bambu merupakan spesies cepat tumbuh dan mampu beradaptasi di lingkungan keras, masyarakat di Ethiopia cenderung memanfaatkannya untuk rehabilitasi kawasan terdegradasi.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\">\n\t\t\t\t<img width=\"622\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-622x415.jpg\" class=\"wp-image-62892\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-622x415.jpg 622w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-566x378.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/35377962404_844ac9e1ae_c.jpg 799w\" sizes=\"auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bambu mampu menyimpan hingga 90 persen air hujan.<\/figcaption>\n\t\t\t<\/figure>\n<p><strong>Mata rantai yang hilang \u2013 skema kerangka jasa ekosistem dari bambu <\/strong><\/p>\n<p>Menurut Sisay <a href=\"https:\/\/link.springer.com\/chapter\/10.1007\/978-94-007-5323-5_5\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Nune et al. (2013)<\/a> kapasitas penyediaan jasa regulasi seperti konservasi tanah, rehabilitasi lingkungan dan sekuestrasi karbon lahan hutan dan jenis hutan lainnya, diasumsikan masing-masing mencapai 99 dan 93 persen dibanding lahan terlantar. Ini berkat jaringan kompleks sistem akar rhizoma di bawah tanah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/7433\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Penelitian terbaru<\/a> menunjukkan bahwa <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/7433\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">jasa ekosistem hutan bambu<\/a> mampu mendukung alam, perkebunan, padang rumput, dan pertanian. Selain itu, <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/3\/a-i5212e.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hutan bambu terbukti efektif dalam menstabilkan lereng<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.scidev.net\/global\/farming\/news\/bamboo-can-capture-carbon-fast-says-report.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mengendalikan erosi tanah<\/a> dibanding dengan praktik pemanfaatan lahan lain seperti hutan atau padang rumput.<\/p>\n<p>Kemampuan luar biasa untuk restorasi lahan membuat bambu menjadi penyumbang penting dalam mewujudkan <a href=\"https:\/\/www.wri.org\/our-work\/project\/global-restoration-initiative\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">perjanjian restorasi glonbal<\/a> seperti <a href=\"http:\/\/www.bonnchallenge.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tantangan Bonn<\/a> dan <a href=\"https:\/\/nydfglobalplatform.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Deklarasi Hutan New York<\/a>. Para pakar yang mendalami penelitian bambu sepakat, kerangka kerja yang baik adalah kunci untuk menyempurnakan asesmen jasa ekosistem bambu, serta lebih mengukuhkan <a href=\"https:\/\/www.inbar.int\/bambooforlandrestoration\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hutan bambu untuk restorasi lahan global<\/a>. Selama penelitian ini, para pakar sepakat bahwa kurang  <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/7433\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">tepatnya kerangka kerja<\/a>, perangkat dan metode menjadikan jasa ekosistem sejati bambu belum secara sesuai diukur.<\/p>\n<p>Kerangka kerja asesmen jasa ekosistem terbaik mampu menghitung signifkansi hutan bambu bagi masyarakat dan pengambil kebijakan. Baru-baru ini, <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.17528\/cifor\/007433\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kiran Paudyal et al. (2019) merancang kerangka kerja dan mengujinya di Nepal, Indonesia dan Ethiopia.<\/a><\/p>\n\n<p>Kontribusi dari masyarakat lokal dan pemerintah lebih menyempurnakannya, serta memfasilitasi keterbatasan sumber daya seraya menawarkan peluang baru untuk mengaitkan hutan bambu dengan pasar jasa lingkungan dari skala lokal hingga global seperti <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/OccPapers\/OP-42.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">PES<\/a> yang mencakup <a href=\"https:\/\/www.forestcarbonpartnership.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pembayaran karbon melalui program REDD+<\/a>. Kerangka yang baru-baru ini dikembangkan, sudah bisa direplikasi di belahan lain dunia.<\/p>\n<p>Para ilmuwan sangat peduli pada manfaat <a href=\"https:\/\/www.wri.org\/blog\/2014\/02\/bamboo-secret-weapon-forest-and-landscape-restoration\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">bambu yang sering terabaikan<\/a>. Dari sudut pandang pentingnya bambu yang <a href=\"https:\/\/www.wri.org\/blog\/2014\/02\/bamboo-secret-weapon-forest-and-landscape-restoration\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sering kurang dihargai<\/a>, seorang pakar bambu, Paudyal menyatakan \u201cBambu mengisi kembali air tahan dan <a href=\"https:\/\/www.scidev.net\/global\/farming\/news\/bamboo-can-capture-carbon-fast-says-report.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">secara signifikan menyerap karbon<\/a>, meski ini sulit sekali diakui.\u201d<\/p>\n<p>Kerangka kerja ekosistem bisa sangat membantu promosi hutan bambu melalui manajemen yang efektif. <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/7433\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Studi kasus<\/a> yang dilakukan di tiga negara dalam konteks berbeda menegaskan, hutan bambu makin penting. Penelitian ini juga memvalidasi manfaat bambu yang hampir sama secara global.<\/p>\n<p>Hutan bambu di berbagai negara dan konteks, telah terbukti menjadi pilihan terbaik bagi restorasi bentang alam maupun pasokan berbagai jasa lingkungan. Hutan-hutan bambu tersebut memasok lebih banyak jasa ekosistem dibanding jenis hutan tanaman lain. <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/3\/a-i5212e.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Restorasi lahan terdegradasi dan terlantar dengan bambu<\/a> dapat menjadi solusi efektif menghadapi kemiskinan, kelaparan dan perubahan iklim di banyak belahan dunia, khususnya di negara berkembang.<\/p>\n<p><em>Penelitian ini didanai oleh CIFOR dari kontribusi program riset CGIAR Forests, Trees and Agroforestry dan <a href=\"https:\/\/www.inbar.int\/about-inbar\/#2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">International Bamboo and Rattan Organisation<\/a> (INBAR).<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kiran Paudyal, ahli jasa lingkungan di Forest Action Nepal. Chun Bahadur Gurung, ahli komunikasi pembangunan dan kandidat Ph.D Universitas Tribhuvan di Nepal. Bambu, salah satu anggota keluarga rumput merupakan salah satu spesies paling cepat tumbuh. Atribusi atas ketangguhannya menjadi kesan pertama saat berada di hutan. Terlihat kosong, batang bambu melambai diterpa angin terlihat lemah, ternyata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":62887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2487],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[7459],"class_list":["post-62885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bambu","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kiran Paudyal, ahli jasa lingkungan di Forest Action Nepal. Chun Bahadur Gurung, ahli komunikasi pembangunan dan kandidat Ph.D Universitas Tribhuvan di Nepal. Bambu, salah satu anggota keluarga rumput merupakan salah satu spesies paling cepat tumbuh. Atribusi atas ketangguhannya menjadi kesan pertama saat berada di hutan. Terlihat kosong, batang bambu melambai diterpa angin terlihat lemah, ternyata [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-12T05:10:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"799\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"534\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"CIFOR\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat\"},\"author\":{\"name\":\"Budhy Kristanty\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733\"},\"headline\":\"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat\",\"datePublished\":\"2019-11-12T05:10:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat\"},\"wordCount\":1051,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2019\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat\",\"name\":\"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg\",\"datePublished\":\"2019-11-12T05:10:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg\",\"width\":799,\"height\":534,\"caption\":\"Bambu dapat ditemukan di 30 provinsi di Indonesia dengan luas kurang lebih 2,1 juta hektare lahan.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733\",\"name\":\"Budhy Kristanty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg23bc88b7d2728bdf8c186603339d3390\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg\",\"caption\":\"Budhy Kristanty\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/budhykristanty\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/62885\\\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat","og_description":"Kiran Paudyal, ahli jasa lingkungan di Forest Action Nepal. Chun Bahadur Gurung, ahli komunikasi pembangunan dan kandidat Ph.D Universitas Tribhuvan di Nepal. Bambu, salah satu anggota keluarga rumput merupakan salah satu spesies paling cepat tumbuh. Atribusi atas ketangguhannya menjadi kesan pertama saat berada di hutan. Terlihat kosong, batang bambu melambai diterpa angin terlihat lemah, ternyata [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2019-11-12T05:10:54+00:00","og_image":[{"width":799,"height":534,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"CIFOR","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat"},"author":{"name":"Budhy Kristanty","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733"},"headline":"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat","datePublished":"2019-11-12T05:10:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat"},"wordCount":1051,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#respond"]}],"copyrightYear":"2019","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat","name":"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg","datePublished":"2019-11-12T05:10:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg","width":799,"height":534,"caption":"Bambu dapat ditemukan di 30 provinsi di Indonesia dengan luas kurang lebih 2,1 juta hektare lahan."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Manfaat hutan bambu untuk alam dan kesejahteraan masyarakat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733","name":"Budhy Kristanty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg23bc88b7d2728bdf8c186603339d3390","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg","caption":"Budhy Kristanty"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/budhykristanty"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/62885\/manfaat-hutan-bambu-untuk-alam-dan-kesejahteraan-masyarakat#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/39704397661_3e57ec3726_c.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62885"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62897,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62885\/revisions\/62897"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62885"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=62885"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=62885"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=62885"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=62885"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=62885"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=62885"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=62885"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=62885"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=62885"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=62885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}