{"id":6204,"date":"2011-12-09T07:08:11","date_gmt":"2011-12-09T07:08:11","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=6204"},"modified":"2018-02-07T14:02:58","modified_gmt":"2018-02-07T07:02:58","slug":"donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli","title":{"rendered":"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli"},"content":{"rendered":"<p>DURBAN, Afrika Selatan (9 Desember, 2011)_Komunitas donor harus berupaya lebih keras untuk mendorong disertakannya wanita dalam strategi iklim, kata kepala sebuah organisasi wanita pada perundingan iklim PBB di Durban. Banyak lembaga dan organisasi menunjukkan \u2018kebutaan gender\u2019, yang membawa kurangnya investasi dan dukungan bagi program-program gender dalam sektor kehutanan, seperti REDD+.<\/p>\n<p>\u201cTanpa dorongan donor, atau faktor pemicu untuk melembagakan gender di tingkat program, tidak banyak insentif untuk mendorong program-program berbasis gender. Para donor semestinya memberikan dukungan yang lebih besar terhadap program-program yang berupaya untuk memajukan peran wanita dalam kehutanan dan pengelolaan sumber daya,\u201d kata Jeanette Gurung, Direktur Eksekutif <a href=\"http:\/\/www.wocan.org\/content\/category\/about.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Women Organising for Change in Agriculture and Natural Resource Management (WOCAN).<\/a><\/p>\n<p>Tidak adanya suara wanita yang kuat di tingkat akar rumput di bidang kehutanan juga memperkuat anggapan bahwa kaum pria mendominasi sektor ini, kata Gurung. Walaupun donor mendukung program gender, umumnya perhatian terfokus pada sektor-sektor yang secara tradisional dianggap bagian wanita seperti kesehatan, sosial dan pendidikan, daripada mendukung peran mereka dalam pengelolaan sumber daya alam.<\/p>\n<p>Keberhasilan pengarusutamaan gender ke dalam kerangka kerja kebijakan sangat penting untuk memastikan bahwa hak dan kebutuhan pria dan wanita tercakup dalam rancangan dan pelaksanaan strategi-strategi iklim. Walaupun beberapa donor memiliki kebijakan gender yang kuat di tingkat nasional, \u201ckebijakan-kebijakan ini jarang mendukung organisasi wanita di tingkat akar rumput,\u201d kata Gurung. Jadi, sebenarnya apa yang diperlukan untuk memastikan bahwa gender bergerak di luar retorika menuju pelaksanaan kebijakan yang efektif?<\/p>\n<p>\u201cDonor perlu menganalisa struktur internal, pengolahan dan budaya organisasinya yang justru memperkuat ketidaksetaraan gender agar dapat menentukan kesenjangan apa yang harus diatasi. Juga perlu ada perubahan-perubahan internal yang mengamanatkan perhatian dan komitmen sumber daya bagi gender dalam kehutanan, khususnya program-program REDD,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Masalah ini merupakan gejala dari isu yang lebih luas yang dihadapi upaya pengarusutamaan gender dalam program-program pembangunan, seperti disoroti laporan terbaru <a href=\"http:\/\/www.afdb.org\/fileadmin\/uploads\/afdb\/Documents\/Evaluation-Reports\/Gender%20Synthesis%20-%20Working%20paper%20-%20Ed.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">African Development Bank<\/a> pada bulan Mei 2011.<\/p>\n<p>Laporan ini menyatakan bahwa organisasi donor gagal \u201cmemberlakukan sistem di seluruh organisasi dan menyediakan sumber daya untuk menjadikan gender \u2018urusan setiap orang\u2019.\u201d Hal ini mencakup sumber daya yang diperlukan untuk merekrut spesialis gender, meningkatkan koordinasi antar lembaga dan memastikan pemantauan yang efektif terhadap program-program gender. Alasan lain kegagalan ini, menurut laporan tersebut, adalah \u201ckelelahan terkait jumlah prioritas yang terus bertambah \u2026.. Millennium Development Goals (MDGs), keefektifan dana bantuan, dan agenda tata kelola telah mendesak pengarusutamaan gender.\u201d<\/p>\n<p>Seharusnya ini menjadi pembelajaran jika hak dan kepentingan wanita akan dimasukkan dalam strategi dan proposal skema pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). Wanita lebih bergantung pada sumber daya hutan untuk pemenuhan sebagian besar kebutuhan pangan, bahan bakar dan penghidupan, dan karenanya cenderung mengambil peran aktif dalam perlindungan hutan.<\/p>\n<p>\u201cStudi-studi semakin banyak memperlihatkan bahwa ketika wanita diikutsertakan dalam pengelolaan hutan, mereka memberikan dampak positif bagi pengelolaan hutan secara berkelanjutan,\u201d kata Esther Mwangi, peneliti CIFOR dan spesialis gender. \u201cMasuk akal jika mereka dilibatkan dalam pengambilan keputusan tentang REDD+, termasuk mendapatkan bagian manfaat REDD+, mereka akan merasa mendapatkan insentif untuk melindungi sumber daya hutan.\u201d<\/p>\n<p>Banyak organisasi, seperti <a href=\"http:\/\/www.wocan.org\/content\/category\/about.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">WOCAN<\/a>,<a href=\"http:\/\/www.gendercc.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> GenderCC<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.iucn.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">International Union for Conservation of Nature (IUCN)<\/a>, dan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CIFOR<\/a>, saat ini berupaya untuk memastikan bahwa hak-hak wanita untuk mengakses lahan dan sumber daya hutan diakui dalam strategi REDD+. Mereka juga menyerukan dukungan politis yang lebih besar agar wanita dapat mempengaruhi keputusan dan diskusi kebijakan REDD+.<\/p>\n<p>\u201cBahkan ketika ada kesepakatan internasional atau pengakuan kesetaraan gender dalam perundangan nasional \u2013 ini belumlah cukup. Pemerintah dan lembaga donor harus tetap memimpin dan mencari cara melaksanakan komitmennya di tengah berbagai prioritas yang bersaing. Ada beberapa contoh bagus tentang hal ini. Reformasi terbaru sistem pusat-pusat penelitian di bawah CGIAR telah melihat adanya dukungan yang lebih besar dari donor dan komunitas pembangunan pada umumnya untuk penelitian tentang peran gender dalam pengelolaan sumber daya alam,\u201d kata Mwangi.<\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DURBAN, Afrika Selatan (9 Desember, 2011)_Komunitas donor harus berupaya lebih keras untuk mendorong disertakannya wanita dalam strategi iklim, kata kepala sebuah organisasi wanita pada perundingan iklim PBB di Durban. Banyak lembaga dan organisasi menunjukkan \u2018kebutaan gender\u2019, yang membawa kurangnya investasi dan dukungan bagi program-program gender dalam sektor kehutanan, seperti REDD+. \u201cTanpa dorongan donor, atau faktor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":38785,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,173,95,151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[3068,2451,2899,3067,2851,3065,2560,2869,2819,2815,3066],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[213],"class_list":["post-6204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-gender-justice-tenure","category-human-wellbeing","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bank-pembangunan-asia","tag-bahasa-cop17","tag-bahasa-esther-mwangi","tag-bahasa-gendercc","tag-bahasa-iucn","tag-bahasa-jeanette-gurung","tag-bahasa-jender","tag-bahasa-konvensi-kerangka-kerja-tentang-perubahan-iklim-pbb","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-milenium","tag-bahasa-wocan","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DURBAN, Afrika Selatan (9 Desember, 2011)_Komunitas donor harus berupaya lebih keras untuk mendorong disertakannya wanita dalam strategi iklim, kata kepala sebuah organisasi wanita pada perundingan iklim PBB di Durban. Banyak lembaga dan organisasi menunjukkan \u2018kebutaan gender\u2019, yang membawa kurangnya investasi dan dukungan bagi program-program gender dalam sektor kehutanan, seperti REDD+. \u201cTanpa dorongan donor, atau faktor [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-12-09T07:08:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T07:02:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Gender.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Catriona Moss\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli\"},\"author\":{\"name\":\"Catriona Moss\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34\"},\"headline\":\"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli\",\"datePublished\":\"2011-12-09T07:08:11+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T07:02:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli\"},\"wordCount\":616,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/Gender.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"Gender, justice &amp; tenure\",\"Human well-being\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2011\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli\",\"name\":\"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/Gender.jpg\",\"datePublished\":\"2011-12-09T07:08:11+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T07:02:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/Gender.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/Gender.jpg\",\"width\":640,\"height\":480,\"caption\":\"Para wanita sedang mengolah buah amarula (CIFOR\\\/flickr)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34\",\"name\":\"Catriona Moss\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=gdc56a385fbc9842c355ac3e587cb2edb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Catriona Moss\"},\"description\":\"Catriona Moss studied journalism at Cardiff University in Wales, she then went on to travel around South America. It was during a conservation volunteer placement in the Amazon rainforest, Ecuador, that she gained a real passion for learning about and protecting rainforests. Since then her career has been in humanitarian and development communications having worked for the Big Issue magazine in South Africa, Muslim Aid UK, Oxfam UK and the Overseas Development Institute. As well as a love for blogging and creative writing, she is also a keen filmmaker.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/catriona-moss\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/6204\\\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli","og_description":"DURBAN, Afrika Selatan (9 Desember, 2011)_Komunitas donor harus berupaya lebih keras untuk mendorong disertakannya wanita dalam strategi iklim, kata kepala sebuah organisasi wanita pada perundingan iklim PBB di Durban. Banyak lembaga dan organisasi menunjukkan \u2018kebutaan gender\u2019, yang membawa kurangnya investasi dan dukungan bagi program-program gender dalam sektor kehutanan, seperti REDD+. \u201cTanpa dorongan donor, atau faktor [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2011-12-09T07:08:11+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T07:02:58+00:00","og_image":[{"width":640,"height":480,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Gender.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Catriona Moss","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli"},"author":{"name":"Catriona Moss","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34"},"headline":"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli","datePublished":"2011-12-09T07:08:11+00:00","dateModified":"2018-02-07T07:02:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli"},"wordCount":616,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Gender.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","Gender, justice &amp; tenure","Human well-being","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#respond"]}],"copyrightYear":"2011","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli","name":"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Gender.jpg","datePublished":"2011-12-09T07:08:11+00:00","dateModified":"2018-02-07T07:02:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Gender.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Gender.jpg","width":640,"height":480,"caption":"Para wanita sedang mengolah buah amarula (CIFOR\/flickr)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Donor dapat berupaya lebih keras untuk pelopori masuknya gender dalam program mitigasi iklim dan kehutanan, menurut ahli"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34","name":"Catriona Moss","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=gdc56a385fbc9842c355ac3e587cb2edb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g","caption":"Catriona Moss"},"description":"Catriona Moss studied journalism at Cardiff University in Wales, she then went on to travel around South America. It was during a conservation volunteer placement in the Amazon rainforest, Ecuador, that she gained a real passion for learning about and protecting rainforests. Since then her career has been in humanitarian and development communications having worked for the Big Issue magazine in South Africa, Muslim Aid UK, Oxfam UK and the Overseas Development Institute. As well as a love for blogging and creative writing, she is also a keen filmmaker.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/catriona-moss"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/6204\/donor-dapat-berupaya-lebih-keras-untuk-pelopori-masuknya-gender-dalam-program-mitigasi-iklim-dan-kehutanan-menurut-ahli#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Gender.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6204"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6204\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38785"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6204"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=6204"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=6204"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=6204"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=6204"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=6204"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=6204"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=6204"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=6204"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=6204"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=6204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}