{"id":59481,"date":"2019-01-21T15:10:43","date_gmt":"2019-01-21T08:10:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=59481"},"modified":"2019-01-21T15:10:43","modified_gmt":"2019-01-21T08:10:43","slug":"membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam","title":{"rendered":"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam"},"content":{"rendered":"<p>Dalam enam tahun terakhir, perbincangan mengenai aktivitas manajemen hutan berkelanjutan yang terfokus pada transformasi cara masyarakat internasional mengatasi kemiskinan, ketidakamanan pangan, perubahan iklim dan kehilangan keragaman hayati terhimpun dalam gerakan Forum Bentang Alam Global (GLF).<\/p>\n<p>Berdasar pada \u201c<a href=\"https:\/\/www.pnas.org\/content\/110\/21\/8349\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pendekatan bentang alam,<\/a>\u201d GLF bermaksud meramu tujuan pemanfaatan lahan untuk menjaga keseimbangan sosial, lingkungan dan ekonomi yang saling bersaing. Secara ringkas, baik GLF maupun pendekatannya bermaksud mengatasi tekanan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan mansuia, yang terus mendorong ekspansi dan intensifikasi pertanian, ekstraksi komoditas, termasuk kayu, minyak goreng dan biofuel.<\/p>\n<p>Pada konferensi GLF terakhir di Bonn, Jerman, para ilmuwan mendiskusikan implementasi \u201cpendekatan bentang alam\u201d pada sebuah panel diskusi berjudul <a href=\"https:\/\/events.globallandscapesforum.org\/agenda\/bonn-2018\/day-2\/looking-at-the-past-to-shape-the-landscape-approach-of-the-future\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Melihat Masa Lalu untuk Membentuk Pendekatan Bentang Alam di Masa Depan<\/a>. Panel ini dimoderatori oleh Terry Sunderland, mitra senior Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan guru besar <a href=\"https:\/\/profiles.forestry.ubc.ca\/person\/terry-sunderland\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Universitas British Columbia<\/a> di Kanada.<\/p>\n<p>Sesi ini antara lain terinspirasi oleh temuan sebuah penelitian yang diketuai oleh ilmuwan CIFOR, James Reed, berjudul \u201c<a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/6029\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pendekatan bentang alam terintegrasi untuk mengelola isu sosial dan lingkungan wilayah tropis: Belajar dari masa lalu untuk memandu masa depan<\/a>.\u201d<\/p>\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/57339\/getting-landscape-approaches-off-the-ground-on-the-ground?fnl=en\">Pendanaan<\/a> baru dari Kementerian Lingkungan Hidup, Konservasi Alam dan Keamanan Nuklir Pemerintah Federal Jerman (BMU) untuk CIFOR dan mitra lainnya, dimaksudkan agar pendekatan ini bergerak melampaui diskusi teoritis untuk melakukan implementasi dan kajian inisiatif bentang alam di Burkina Faso, Indonesia dan Zambia, juga menjadi basis diskusi.<\/p>\n<p>\u201cMelangkah dari komitmen menjadi aksi sangat penting,\u201d kata Sunderland, yang berperan penting dalam pembentukan GLF, lembaga yang kini secara bersama dikelola oleh CIFOR, <a href=\"https:\/\/www.unenvironment.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Badan Lingkungan Hidup PBB<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.worldbank.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Bank Dunia<\/a>, serta didanai oleh BMU serta Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman. Sunderland juga menjadi ketua penulis makalah \u201c<a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/articles\/ASunderland1302.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Sepuluh prinsip pendekatan bentang alam dalam merekonsiliasi pertanian, konservasi dan tuntutan pemanfaatan lahan lain<\/a>,\u201d yang menjadi basis perbincangan.<\/p>\n<p>\u201cKita harus mulai bergerak lebih dari sekadar bicara dan retorika, benar-benar bergerak ke arah implementasi,\u201d kata Sunderland. \u201cKita perlu menjauh dari bincang teoritis, politis dan pembangunan, memasuki pemahaman lebih pragmatis bagaimana pendekatan bentang alam bekerja di lapangan.\u201d<\/p>\n<p>Para panelis berbagi pembelajaran dari berbagai inisiatif yang menggunakan bentang alam.<\/p>\n<p><strong>ALUR SUMBER DAYA<\/strong><\/p>\n<p>Musonda Mumba, pimpinan <a href=\"https:\/\/www.unenvironment.org\/people\/musonda-mumba\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Unit Ekosistem Terestrial<\/a> pada Badan Lingkungan Hidup PBB, menunjukkan keterkaitan bentang alam. Melalui observasi aktivitas glasier di Pegunungan Rwenzori di perbatasan Republik Demokratik Kongo dan Uganda, ia memahami besaran dampak aktivitas hingga ke hilir dan melampaui batas negara.<\/p>\n<p>\u201cMenelaah sistem Rwenzori \u2013 jika kita lihat peta dunia dan peta Afrika khususnya, kita akan lihat sebagian besar sungai yang bermuara dari wilayah ini mengalir ke Danau Victoria, dan kemudian masuk ke sistem Sungai Nil,\u201d katanya. \u201cDan berapa banyak orang yang tinggal di daerah aliran sungai Nil? Jutaan orang kan? Ini banyak sekali.\u201d<\/p>\n\n<p>Temuan serupa, ia dapati dari penelitian di Peru. Sebagai kota padang pasir, menurut Mumba, Lima bergantung pada terpeliharanya sumber daya hulu dalam memasok PLTA dan suplai air bersih untuk lebih 10 juta orang.<\/p>\n<p>Pada 2015, pakta internasional penting ditandatangani, antara lain <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/process-and-meetings\/the-paris-agreement\/the-paris-agreement\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Perjanjian Paris<\/a> mengenai perubahan iklim, <a href=\"https:\/\/www.unisdr.org\/we\/coordinate\/sendai-framework\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Perjanjian Sendai mengenai Pengurangan Risiko Bendana<\/a> dan <a href=\"https:\/\/sustainabledevelopment.un.org\/?menu=1300\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tujuan Pembangunan Berkelanjutan<\/a> (SDG). Berbagai perjanjian tersebut, menurut Mumba, memberi kerangka penting formalisasi interkonektivitas bentang alam.<\/p>\n<p>SDG 15, <a href=\"https:\/\/sustainabledevelopment.un.org\/sdg15\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kehidupan di Bumi<\/a>, ujarnya merupakan induk dari seluruh SDG. \u201cKita tidak bisa hidup tanpa lahan dan sistem pangan yang berbasis lahan \u2013 Kita tidak bisa memotong-motong bentang alam. Sebuah bentang alam saling berkelindan secara erat dan kompleks.\u201d<\/p>\n<p><strong>PERLUASAN<\/strong><\/p>\n<p>Mirjam Ros-Tonen, guru besar mitra di <a href=\"http:\/\/www.uva.nl\/en\/home\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Universitas Amsterdam<\/a> Belanda, mengeksplorasi inisiatif tingkat lokal berskala kecil untuk menguji potensinya menjadi proyek bentang alam berskala besar.<\/p>\n<p>Ia mengevaluasi proyek wanatani cokelat di Ghana, mencakup reforestasi dan restorasi bentang alam, yang memberi penghasilan bagi petani kecil. Namun, proyek tersebut masih terkungkung dalam pertanian.<\/p>\n<p>\u201cDibutuhkan kemitraan untuk memperluas aktivitas ke tingkat bentang alam. Kemitraan diperlukan untuk memberi suara bagi petani, membuka peluang pengorganisasian diri dan perubahan mandiri,\u201d kata Ros-Tonen. \u201cAkan terlihat, apakah kita bisa mulai dari inisiatif lokal, dan kemudian membangun kemitraan dengan aktor lain dalam bentang alam.\u201d<\/p>\n<p>Setelah terlibat dalam sedikitnya 50 inisiatif bentang alam terintegrasi berskala besar, keserupaan pola menunjukkan kebutuhan wahana multi-pemangku kepentingan yang dapat merencanakan dan mengkonseptualisasi visi jangka panjang bersama dalam hitungan beberapa dekade. Demikian dikatakan Sara Scherr, presiden dan direktur <a href=\"https:\/\/ecoagriculture.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">EcoAgriculture Partners<\/a>. Ia menambahkan, proses ini bisa memakan waktu enam bulan hingga tiga tahun.<\/p>\n<p>Implementasi mencakup lima langkah kunci, antara lain ekspansi jaringan pemangku kepentingan, mengamankan dukungan finansial dan proses asesmen. Perencanaan kolaboratif proyek membutuhkan visi jangka panjang.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>\u201cKita perlu sekelompok manusia unggulan dalam bentang alam, mulai dari organisasi farmasi, agribisnis, pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemimpin adat, masyarakat yang berkomitmen pada visi transformasi bentang alam yang akan bisa berjalan,\u201d kata Scherr.<\/p>\n<p>Menjadi penting untuk melihat lebih dari sekadar nama dalam pemanfaatannya dan berfokus pada asesmen kemajuan jangka panjang, ujar Scherr. Ia menekankan bahwa pendekatan ini harus ditempatkan jauh dari sekadar siklus proyek.<\/p>\n<p>Koordinator program <a href=\"https:\/\/www.tropenbos.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tropenbos International<\/a>, Roderick Zagt menyatakan,  masukan eksternal merupakan bagian penting dari keberhasilan integrasi inisiatif bentang alam. Meski masyarakat tempatnya bekerja memahami masalah yang dihadapi dan konsekuensi berbagai aktivitas, masyarakat bisa memetik manfaat dari perspektif eksternal.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak berada pada posisi mengendalikan,\u201d kata Zagt. \u201cKami tidak bisa menerapkan visi itu, namun sebagai orang luar, kita perlu mencoba membangun kondisi agar visi ini terwujud melalui proses dialog terstruktur.\u201d<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, para panelis sepakat bahwa pendekatan bentang alam harus berjangka panjang, dan upayanya dimiliki secara lokal, meski menurut Reed, efektivitasnya seringkali bergantung pada dukungan sumber daya eksternal.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cKonsensus umumnya adalah bahwa GLF seharusnya membangun mekanisme terbuka konsolidasi pengalaman dan pengetahuan,\u201d tambahnya. \u201cMisi masa depan bisa disusun untuk memperkuat dan memperjelas basis bukti, memberi panduan strategi implementasi dan pembelajaran dalam mewujudkan bentang alam berkelanjutan sebenarnya.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam enam tahun terakhir, perbincangan mengenai aktivitas manajemen hutan berkelanjutan yang terfokus pada transformasi cara masyarakat internasional mengatasi kemiskinan, ketidakamanan pangan, perubahan iklim dan kehilangan keragaman hayati terhimpun dalam gerakan Forum Bentang Alam Global (GLF). Berdasar pada \u201cpendekatan bentang alam,\u201d GLF bermaksud meramu tujuan pemanfaatan lahan untuk menjaga keseimbangan sosial, lingkungan dan ekonomi yang saling [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":91,"featured_media":59482,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12331],"tag-bahasa":[2587,2586,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[989],"class_list":["post-59481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-bonn-2","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-liputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam enam tahun terakhir, perbincangan mengenai aktivitas manajemen hutan berkelanjutan yang terfokus pada transformasi cara masyarakat internasional mengatasi kemiskinan, ketidakamanan pangan, perubahan iklim dan kehilangan keragaman hayati terhimpun dalam gerakan Forum Bentang Alam Global (GLF). Berdasar pada \u201cpendekatan bentang alam,\u201d GLF bermaksud meramu tujuan pemanfaatan lahan untuk menjaga keseimbangan sosial, lingkungan dan ekonomi yang saling [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-21T08:10:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Julie Mollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@jmollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam\"},\"author\":{\"name\":\"Julie Mollins\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\"},\"headline\":\"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam\",\"datePublished\":\"2019-01-21T08:10:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam\"},\"wordCount\":918,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/01\\\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2019\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam\",\"name\":\"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/01\\\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg\",\"datePublished\":\"2019-01-21T08:10:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/01\\\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/01\\\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg\",\"width\":800,\"height\":450,\"caption\":\"Amat penting untuk berbagi pembelajaran dari berbagai inisiatif yang menggunakan bentang alam.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\",\"name\":\"Julie Mollins\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Julie Mollins\"},\"description\":\"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/juliemollins\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/jmollins\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jmollins\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59481\\\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam","og_description":"Dalam enam tahun terakhir, perbincangan mengenai aktivitas manajemen hutan berkelanjutan yang terfokus pada transformasi cara masyarakat internasional mengatasi kemiskinan, ketidakamanan pangan, perubahan iklim dan kehilangan keragaman hayati terhimpun dalam gerakan Forum Bentang Alam Global (GLF). Berdasar pada \u201cpendekatan bentang alam,\u201d GLF bermaksud meramu tujuan pemanfaatan lahan untuk menjaga keseimbangan sosial, lingkungan dan ekonomi yang saling [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2019-01-21T08:10:43+00:00","og_image":[{"width":800,"height":450,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Julie Mollins","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@jmollins","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam"},"author":{"name":"Julie Mollins","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467"},"headline":"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam","datePublished":"2019-01-21T08:10:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam"},"wordCount":918,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg","articleSection":["Forests News","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#respond"]}],"copyrightYear":"2019","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam","name":"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg","datePublished":"2019-01-21T08:10:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg","width":800,"height":450,"caption":"Amat penting untuk berbagi pembelajaran dari berbagai inisiatif yang menggunakan bentang alam."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membangun jejaring: Pendanaan baru, dialog dan upaya pendekatan bentang alam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467","name":"Julie Mollins","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","caption":"Julie Mollins"},"description":"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/juliemollins\/","https:\/\/x.com\/jmollins"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jmollins"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59481\/membangun-jejaring-pendanaan-baru-dialog-dan-upaya-pendekatan-bentang-alam#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/31215490597_8c2ef1e957_c.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/91"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59481"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59481\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59481"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=59481"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=59481"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=59481"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=59481"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=59481"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=59481"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=59481"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=59481"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=59481"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=59481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}