{"id":59059,"date":"2018-12-17T16:44:25","date_gmt":"2018-12-17T09:44:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=59059"},"modified":"2022-06-17T22:24:22","modified_gmt":"2022-06-17T15:24:22","slug":"karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris","title":{"rendered":"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris"},"content":{"rendered":"<p>Perundingan iklim PBB 2019 akan mengambil tema besar &#8220;COP biru,&#8221; kata seorang peneliti bakau di lokasi konferensi COP24, Katowice, Polandia &#8211; ajang penting tahunan bagi ribuan delegasi dari seluruh dunia melakukan perundingan dan lobi-lobi mencapai kesepakatan tentang cara terbaik mengatasi isu pemanasan global.<\/p>\n<p>Daniel Murdiyarso, peneliti senior karbon biru dan ilmuwan utama Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) membuat pernyataan tentang cara terbaik mengelola karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir dan laut dunia di  acara paralel yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman Indonesia.<\/p>\n<p>Diberi julukan &#8220;biru,&#8221; karena hubungannya dengan lautan &#8211; 3,5 juta hektar hutan bakau Indonesia dan 0,3 juta hektar padang lamun menyimpan sekitar 3,5 miliar ton karbon. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengembalikan 52 persen hutan bakau.<\/p>\n<p>Kita perlu memberikan fokus tidak hanya pada restorasi dan rehabilitasi, tetapi juga terhadap upaya melestarikan bakau utuh, kata Murdiyarso, seraya menambahkan bahwa kedua hal ini harus seiring sejalan.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>\u201cBakau pesisir Indonesia dan padang rumput lamun tak tertandingi dalam hal efisiensi mengunci karbon, melestarikan dan memulihkan jawara lingkungan pesisir ini membangkitkan kepedulian sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya menghadapi perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Berada di posisi strategis antara Samudra Pasifik dan Hindia, upaya Indonesia masih dirasakan kurang dalam menawarkan beberapa kerugian tutupan bakau terlebat di seluruh dunia. Empat puluh persen tutup bakau telah dihancurkan dalam tiga dasawarsa terakhir, sebagian besar karena kebutuhan perluasan Kawasan budi daya perikanan  &#8211; dengan kontribusi kurang lebih $ 2 miliar setiap tahun.<\/p>\n\n<p>\u201cAda harapan bahwa jika kita bertindak serius terhadap bakau dan lamun, kita dapat dengan mudah memenuhi tujuan Paris, kata Murdiyarso, mengacu pada Perjanjian Paris tahun 2015 tentang perubahan iklim yang bertujuan menjaga pemanasan global \u2013 kesepakatan ini menjadi fokus proses negosiasi di Katowice.<\/p>\n<p>Tahun 2016, Indonesia membuat definisi Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDCs) sebagai bagian dari Perjanjian Paris &#8211; bertujuan mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 834 juta ton, atau setara 1,1 miliar ton karbon dioksida dengan dukungan internasional pada tahun 2030.<\/p>\n<p>\u201cAmbisi NDC Indonesia dapat dan harus ditingkatkan dengan melibatkan masyarakat setempat dan pemerintah lokal,\u201d kata Murdiyarso.<\/p>\n<p>Strategi yang didukung hasil sains guna memulihkan bakau dan meningkatkan mata pencaharian juga harus mencakup isu pemetaan. Selain itu, mengaktifkan kerangka peraturan dan tata kelola di tingkat provinsi menjadi sangat penting guna memenuhi sasaran pembangunan rendah karbon dan menyelaraskan dengan agenda global.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p><strong>Mengapa Karbon Biru?<\/strong><\/p>\n<p>Moratorium deforestasi hutan bakau adalah salah satu rekomendasi yang menurut Murdiyarso sangat dibutuhkan. \u201cKerusakan bakau mencapai enam persen dari hilangnya hutan tahunan Indonesia, tetapi hingga sepertiga emisi dari sektor penggunaan lahan dapat dicegah setiap tahun jika kerusakan dihentikan,\u201d ungkapnya seraya menjelaskan faktor efisiensi hutan bakau dalam menyimpan karbon yang jumlahnya dapat melampaui penyerapan jumlah karbon hutan tropis.<\/p>\n<p>Membangun ketahanan iklim di antara komunitas paling berisiko di dunia adalah topik utama di COP24. Laporan Panel Antarpemerintah tentang perubahan iklim baru-baru ini menetapkan tenggat waktu 12 tahun untuk menghindari bencana iklim \u2013 dan masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang paling rentan jika ini terjadi.<\/p>\n<p>Karenanya melindungi dan menjaga kesehatan ekosistem karbon biru harus menjadi prioritas terpenting. Selain penguncian karbon, bakau juga memberikan perlindungan dari banjir dan kenaikan permukaan laut, fenomena alam seperti tsunami dan topan, dan erosi pantai. Hutan bakau juga mengatur kualitas air dan meningkatkan ketahanan pangan \u2013 yaitu sebagai tempat pembibitan dan pemijahan bagi banyak spesies ikan.<\/p>\n\n<p>Dalam presentasi yang disampaikan di COP24 Pavilion Korea, Daniel Murdiyarso berbagi foto-foto bakau asli provinsi Papua Barat dan kerusakan hutan bakau di pulau Jawa akibat tambak udang yang diterlantarkan. Ia menggarisbawahi bahwa aliran keuangan dalam situasi kontras ini berbeda dan harus diperlakukan secara unik.<\/p>\n<p>\u201cMelestarikan ekosistem utuh secara finansial lebih efektif daripada memulihkan yang terdegradasi,\u201d katanya. Dari perspektif pasar karbon, moratorium konversi bakau dapat menghasilkan $ 3 miliar per tahun dalam biaya pengurangan.<\/p>\n<p>Terdapat berbagai peluang kemitraan publik-swasta, yang akan membuat konservasi ekonomis. \u201cKami membutuhkan pemerintahan yang kuat dan koalisi antara lembaga pemerintah di seluruh kepulauan di Indonesia, peningkatan kapasitas penelitian, dan kemitraan yang dapat membangun ekonomi biru yang memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir,\u201d tambah Daniel dan menutup pembicaraannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perundingan iklim PBB 2019 akan mengambil tema besar &#8220;COP biru,&#8221; kata seorang peneliti bakau di lokasi konferensi COP24, Katowice, Polandia &#8211; ajang penting tahunan bagi ribuan delegasi dari seluruh dunia melakukan perundingan dan lobi-lobi mencapai kesepakatan tentang cara terbaik mengatasi isu pemanasan global. Daniel Murdiyarso, peneliti senior karbon biru dan ilmuwan utama Pusat Penelitian Kehutanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":300,"featured_media":59064,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,96],"tags":[10984],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2721,2493,2596,2538,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[8194],"class_list":["post-59059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-mangroves","tag-blue-carbon-mangroves-peatlands","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-karbon-biru","tag-bahasa-mangrove","tag-bahasa-target-pengurangan-emisi","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-liputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perundingan iklim PBB 2019 akan mengambil tema besar &#8220;COP biru,&#8221; kata seorang peneliti bakau di lokasi konferensi COP24, Katowice, Polandia &#8211; ajang penting tahunan bagi ribuan delegasi dari seluruh dunia melakukan perundingan dan lobi-lobi mencapai kesepakatan tentang cara terbaik mengatasi isu pemanasan global. Daniel Murdiyarso, peneliti senior karbon biru dan ilmuwan utama Pusat Penelitian Kehutanan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"ciforblogger\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-17T09:44:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-17T15:24:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/36813472875_529c1778ab_c.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"534\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dominique Lyons\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris\"},\"author\":{\"name\":\"Dominique Lyons\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/57250b5c6200d0f83e4f928f1a2198e0\"},\"headline\":\"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris\",\"datePublished\":\"2018-12-17T09:44:25+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-17T15:24:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris\"},\"wordCount\":662,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/12\\\/36813472875_529c1778ab_c.jpg\",\"keywords\":[\"blue carbon mangroves peatlands\"],\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"mangroves\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2018\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris\",\"name\":\"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/12\\\/36813472875_529c1778ab_c.jpg\",\"datePublished\":\"2018-12-17T09:44:25+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-17T15:24:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/12\\\/36813472875_529c1778ab_c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/12\\\/36813472875_529c1778ab_c.jpg\",\"width\":800,\"height\":534,\"caption\":\"Membangun ekonomi biru dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/57250b5c6200d0f83e4f928f1a2198e0\",\"name\":\"Dominique Lyons\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/626b060ce23d5e0d6779c70d297c4bddd3dff65d46892b97ba0981b895ca21e3?s=96&d=mm&r=g43919b05d7b6e05cfc46547a8f7501d0\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/626b060ce23d5e0d6779c70d297c4bddd3dff65d46892b97ba0981b895ca21e3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/626b060ce23d5e0d6779c70d297c4bddd3dff65d46892b97ba0981b895ca21e3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dominique Lyons\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\",\"ciforblogger\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/dominique\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/59059\\\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris","og_description":"Perundingan iklim PBB 2019 akan mengambil tema besar &#8220;COP biru,&#8221; kata seorang peneliti bakau di lokasi konferensi COP24, Katowice, Polandia &#8211; ajang penting tahunan bagi ribuan delegasi dari seluruh dunia melakukan perundingan dan lobi-lobi mencapai kesepakatan tentang cara terbaik mengatasi isu pemanasan global. Daniel Murdiyarso, peneliti senior karbon biru dan ilmuwan utama Pusat Penelitian Kehutanan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_author":"ciforblogger","article_published_time":"2018-12-17T09:44:25+00:00","article_modified_time":"2022-06-17T15:24:22+00:00","og_image":[{"width":800,"height":534,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/36813472875_529c1778ab_c.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dominique Lyons","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris"},"author":{"name":"Dominique Lyons","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/57250b5c6200d0f83e4f928f1a2198e0"},"headline":"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris","datePublished":"2018-12-17T09:44:25+00:00","dateModified":"2022-06-17T15:24:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris"},"wordCount":662,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/36813472875_529c1778ab_c.jpg","keywords":["blue carbon mangroves peatlands"],"articleSection":["Climate change &amp; energy","mangroves"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#respond"]}],"copyrightYear":"2018","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris","name":"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/36813472875_529c1778ab_c.jpg","datePublished":"2018-12-17T09:44:25+00:00","dateModified":"2022-06-17T15:24:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/36813472875_529c1778ab_c.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/36813472875_529c1778ab_c.jpg","width":800,"height":534,"caption":"Membangun ekonomi biru dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Karbon biru mendorong Indonesia mencapai target Paris"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/57250b5c6200d0f83e4f928f1a2198e0","name":"Dominique Lyons","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/626b060ce23d5e0d6779c70d297c4bddd3dff65d46892b97ba0981b895ca21e3?s=96&d=mm&r=g43919b05d7b6e05cfc46547a8f7501d0","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/626b060ce23d5e0d6779c70d297c4bddd3dff65d46892b97ba0981b895ca21e3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/626b060ce23d5e0d6779c70d297c4bddd3dff65d46892b97ba0981b895ca21e3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dominique Lyons"},"sameAs":["https:\/\/www.forestsnews.org","ciforblogger"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/dominique"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/59059\/karbon-biru-mendorong-indonesia-mencapai-target-paris#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/36813472875_529c1778ab_c.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/300"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59059"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77899,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59059\/revisions\/77899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59064"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59059"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=59059"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=59059"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=59059"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=59059"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=59059"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=59059"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=59059"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=59059"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=59059"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=59059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}