{"id":58495,"date":"2018-11-05T17:10:48","date_gmt":"2018-11-05T10:10:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=58495"},"modified":"2018-11-06T13:29:06","modified_gmt":"2018-11-06T06:29:06","slug":"badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan","title":{"rendered":"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan"},"content":{"rendered":"<p>Perwakilan dari Indonesia, Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo (DRC) bergabung dengan organisasi internasional untuk mendorong upaya perlindungan lahan gambut berkelanjutan pada acara peluncuran <a href=\"https:\/\/www.tropicalpeatlands.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Lahan Gambut Tropis Internasional (ITPC)<\/a> di Jakarta, 29 Oktober 2018 lalu.<\/p>\n<p>Ketiga negara ini berharap  \u2013 pemilik lahan gambut tropis yang luas di dunia &#8211;  merupakan negara anggota pendiri,  ITPC dapat menjadi <em>platform<\/em> holistik bagi ilmu pengetahuan dan praktik lahan gambut. Hal ini juga menandai untuk pertama kalinya negara-negara dari bagian selatan dunia bersatu dalam upaya melindungi ekosistem penting yang belum menjadi perhatian internasional. Padahal bila dikelola dengan lestari, lahan gambut tropis tidak hanya menawarkan keuntungan lingkungan besar, namun juga manfaat penghidupan potensial bagi masyarakat sekitarnya.<\/p>\n<p>Dalam acara tersebut, Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Arlette Soudan-Nonault, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Republik Kongo dan Direktur Jenderal Sumber Daya Hutan untuk Kementerian Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan DRC, Jose Ilanga Lofonga, meluncurkan sekretariat <em>interim <\/em>ITPC &#8211; adapun pembentukan struktur organisasi dan lain-lain direncanakan bertahap dalam satu tahun.<\/p>\n\n<p><strong>BERJUANG MELAWAN PERUBAHAN IKLIM<\/strong><\/p>\n<p>Lahan gambut merupakan daerah alami yang terbentuk dari akumulasi bahan tanaman yang membusuk. Lahan ini memiliki manfaat sangat besar sebagai penyerap karbon, dan diyakini menyimpan 30 hingga 40 persen karbon global meskipun hanya mencakup 3 persen dari luas daratan dunia \u2013 sehingga lahan gambut merupakan salah satu kunci menekan pemanasan global.<\/p>\n<p>\u201cJika kita gagal melestarikan lahan gambut, tidak ada upaya lain untuk mengatasi [\u2026] menghadapi perubahan iklim,\u201d kata Erik Solheim, Eksekutif Direktur <a href=\"https:\/\/www.tropicalpeatlands.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">UNEP<\/a>.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Melakukan upaya konservasi  tentu memerlukan kerja sama antara ekonomi dan lingkungan lahan gambut, katanya seraya memberi contoh pariwisata dan peningkatan pertanian sebagai kemungkinan penciptaan peluang ekonomi. Secara efektif melindungi lahan gambut akan mewakili &#8220;kemenangan tiga kali lipat&#8221; bagi umat manusia, ia menjelaskan &#8211; menguntungkan masyarakat dan kesehatan mereka, lingkungan, dan ekonomi.<\/p>\n<p>Robert Nasi, Direktur Jenderal <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR)<\/a> juga menyoroti pentingnya mengikutsertakan ekonomi dalam pelestarian dan restorasi lahan gambut. Menurutnya, \u201cKita harus benar-benar melindungi lahan gambut yang selama ini dilestarikan [\u2026] karena jauh lebih mahal untuk melakukan restorasi ketimbang konservasi.&#8221;<\/p>\n<p>Sektor swasta dapat dilibatkan dalam restorasi, lanjutnya, sementara restorasi juga dapat diubah menjadi kegiatan yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penghidupan.<\/p>\n\n<p><strong>BELAJAR DARI MASA LALU<\/strong><\/p>\n<p>Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional atas upaya menerapkan tata kelola lahan gambut berkelanjutan  dalam beberapa tahun terakhir. Pengalaman Indonesia mengelola lebih dari 15 juta hektar lahan gambut, menurut Menteri Siti, dimulai pada awal abad lalu, ketika masyarakat adat seperti masyarakat adat di Kalimantan mengelola lahan gambut secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Setelah itu memasuki periode pemanfaatan lahan gambut yang luas dimulai pada tahun 1970-an, yang melibatkan perkebunan kayu, pertanian skala besar dan pengeringan yang berdampak terjadinya degradasi signifikan.<\/p>\n<p>Periode saat ini merupakan &#8220;era perbaikan&#8221;, lanjut Menteri Siti. Sejak <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/49581\/peatland-fire-policy-from-past-to-present?fnl=en\">kebakaran yang parah tahun 2015<\/a>, Indonesia telah membentuk badan restorasi lahan gambut, memperkuat moratorium pada lisensi baru, meningkatkan hutan primer, dan mengawasi penegakan kebijakan yang ketat. Upaya Indonesia berlanjut pada pembentukan ITPC ini.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Menurut Dianna Kopansky dari <a href=\"https:\/\/www.globalpeatlands.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Global Peatlands Initiative<\/a>, sejarah pengeringan gambut telah membuat negara-negara menghadapi &#8220;kenyataan pahit&#8221; karena saat ini karena harus berinvestasi secara intensif membasahi dan merestorasi lahan gambut.<\/p>\n<p>Lain halnya di negara Kongo, tidak ada drainase lahan gambut di Lembah Kongo, kata Simon Simon dari Universitas Leeds, yang memimpin suatu tim riset <a href=\"http:\/\/theconversation.com\/how-we-discovered-the-worlds-largest-tropical-peatland-deep-in-the-jungles-of-congo-71138\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">memetakan lahan gambut di Lembah Kongo<\/a> untuk pertama kalinya.<\/p>\n<p>\u201cLahan gambut ini sangat berharga &#8211; secara lokal digunakan sebagai mata pencaharian, secara regional untuk curah hujan, dan secara global untuk mengurangi dampak perubahan iklim,\u201d jelasnya, sebelum mengajukan pertanyaan tentang bagaimana Lembah Kongo dapat mengelola lahan gambut yang baru ditemukan tanpa mengalami masalah seperti di Indonesia, dan bagaimana pengembangan dapat dilakukan di kawasan tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan yang seperti di negara-negara lain.<\/p>\n\n<p><strong>KERJASAMA SELATAN-SELATAN<\/strong><\/p>\n<p>Sepanjang diskusi hari itu, beberapa pembicara dari pemerintah, organisasi internasional dan lembaga penelitian &#8211; termasuk mitra koordinasi ITPC, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, CIFOR, UN Environment, dan UN FAO \u2013 berdiskusi berbagai topik mencakup pentingnya kolaborasi internasional dan saling belajar, terutama antar negara-negara Selatan.<\/p>\n<p>Para pembicara juga mendorong untuk meningkatkan kerjasama dan penguatan kapasitas di semua tingkatan, serta keterlibatan masyarakat dan penciptaan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat yang saat ini hidup di sekitar lahan gambut. Menanam pinang dan padi, mengumpulkan tanaman obat, memancing dan berburu disebutkan sebagai peluang-peluang ekonomi di lahan gambut di ketiga negara.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Pengelolaan lahan yang sebelumnya dilihat oleh sebagian orang hanya sebagai masalah yang sebagian besar bersifat nasional, lahan gambut kini telah mengambil tempat di panggung dunia. Dalam konteks era perbaikan, Indonesia, misalnya, \u201cingin membagikan pengalaman kami sehingga negara-negara lain tidak perlu menemukan kembali penyebab masalah,\u201d kata Menteri Siti, mengutip tanggapan positif dari masyarakat internasional terhadap pembentukan ITPC.<\/p>\n<p>\u201cLahan gambut tropis ditemukan di lebih dari 80 negara, namun lahan itu tetap berada di antara ekosistem yang paling sedikit dipahami dan dipantau dunia,\u201d tambahnya, menggambarkan bahwa gambut sebagai komponen kunci untuk mengurangi dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Dengan pusat gambut yang ditetapkan untuk menjadi pusat informasi, yang dibangun di atas kerjasama internasional dan lintas sektoral, para pembicara sependapat hal ini akan memungkinkan negara-negara membuat keputusan yang lebih tepat tentang lahan gambut tropis mereka, yang mengarah ke manfaat global dalam pencapaian target iklim.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perwakilan dari Indonesia, Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo (DRC) bergabung dengan organisasi internasional untuk mendorong upaya perlindungan lahan gambut berkelanjutan pada acara peluncuran Pusat Lahan Gambut Tropis Internasional (ITPC) di Jakarta, 29 Oktober 2018 lalu. Ketiga negara ini berharap \u2013 pemilik lahan gambut tropis yang luas di dunia &#8211; merupakan negara anggota pendiri, ITPC [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":58496,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,6090,13,1072,190],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2830,8080,8079,8025,7203,3680,7050],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[7230],"class_list":["post-58495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forests-news","category-governance","category-landscapes","category-peatlands","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-bioversity-international","tag-bahasa-international-tropical-peatlands-center","tag-bahasa-kongo-basin","tag-bahasa-lingkungan","tag-bahasa-pemanasan-global","tag-bahasa-perubahan-iklim","tag-bahasa-un-environment","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perwakilan dari Indonesia, Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo (DRC) bergabung dengan organisasi internasional untuk mendorong upaya perlindungan lahan gambut berkelanjutan pada acara peluncuran Pusat Lahan Gambut Tropis Internasional (ITPC) di Jakarta, 29 Oktober 2018 lalu. Ketiga negara ini berharap \u2013 pemilik lahan gambut tropis yang luas di dunia &#8211; merupakan negara anggota pendiri, ITPC [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-05T10:10:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-11-06T06:29:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nabiha Shahab\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan\"},\"author\":{\"name\":\"Nabiha Shahab\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4d4c3fe3b57374ced46d23770b6f72bd\"},\"headline\":\"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan\",\"datePublished\":\"2018-11-05T10:10:48+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-06T06:29:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan\"},\"wordCount\":849,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/11\\\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forests News\",\"Governance\",\"Landscapes\",\"Peatlands\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2018\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan\",\"name\":\"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/11\\\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg\",\"datePublished\":\"2018-11-05T10:10:48+00:00\",\"dateModified\":\"2018-11-06T06:29:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/11\\\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/11\\\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Bagian dari ilmu pemantauan lahan gambut melibatkan komposisi tanah.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4d4c3fe3b57374ced46d23770b6f72bd\",\"name\":\"Nabiha Shahab\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=gf0899e66b7fe5227e359732c0f65f0d9\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nabiha Shahab\"},\"description\":\"Nabiha Shahab is a writer for Forest News. She has worked both in the media and media campaigning with environmental NGOs in Indonesia since 1997. She holds an MA in environmental management from the University of Nottingham.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/nabiha-shahab\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58495\\\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan","og_description":"Perwakilan dari Indonesia, Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo (DRC) bergabung dengan organisasi internasional untuk mendorong upaya perlindungan lahan gambut berkelanjutan pada acara peluncuran Pusat Lahan Gambut Tropis Internasional (ITPC) di Jakarta, 29 Oktober 2018 lalu. Ketiga negara ini berharap \u2013 pemilik lahan gambut tropis yang luas di dunia &#8211; merupakan negara anggota pendiri, ITPC [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2018-11-05T10:10:48+00:00","article_modified_time":"2018-11-06T06:29:06+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nabiha Shahab","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan"},"author":{"name":"Nabiha Shahab","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4d4c3fe3b57374ced46d23770b6f72bd"},"headline":"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan","datePublished":"2018-11-05T10:10:48+00:00","dateModified":"2018-11-06T06:29:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan"},"wordCount":849,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forests News","Governance","Landscapes","Peatlands"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#respond"]}],"copyrightYear":"2018","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan","name":"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg","datePublished":"2018-11-05T10:10:48+00:00","dateModified":"2018-11-06T06:29:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Bagian dari ilmu pemantauan lahan gambut melibatkan komposisi tanah."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Badan riset lahan gambut tropis internasional: Kemenangan bagi perlindungan, kolaborasi dan kemanusiaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4d4c3fe3b57374ced46d23770b6f72bd","name":"Nabiha Shahab","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=gf0899e66b7fe5227e359732c0f65f0d9","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f229f92919930d42425e142903950ff0ca2bed57b1de3748aef9b8bdaa4c70bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nabiha Shahab"},"description":"Nabiha Shahab is a writer for Forest News. She has worked both in the media and media campaigning with environmental NGOs in Indonesia since 1997. She holds an MA in environmental management from the University of Nottingham.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/nabiha-shahab"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58495\/badan-riset-lahan-gambut-tropis-internasional-kemenangan-bagi-perlindungan-kolaborasi-dan-kemanusiaan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/36416915520_a43a8283e7_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58495"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58495\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58495"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=58495"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=58495"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=58495"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=58495"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=58495"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=58495"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=58495"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=58495"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=58495"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=58495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}