{"id":58117,"date":"2018-10-08T16:18:36","date_gmt":"2018-10-08T09:18:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=58117"},"modified":"2018-10-08T16:18:36","modified_gmt":"2018-10-08T09:18:36","slug":"menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan","title":{"rendered":"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR \u2013 Tanaman pertanian, hutan, ikan, hewan dan mikro-organisme &#8211; dalam lingkup bio-ekonomi merupakan materi-materi dasar, bahan kimia dan energi \u2013 mulai dari etanol hingga suplemen omega-3.<\/p>\n<p>Meningkatnya perhatian dari berbagai organisasi internasional dan pemerintah akan upaya pengalihan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan sumber daya tidak terbarukan lain-lain menuju arah berkelanjutan, peran bio-ekonomi tak luput dari kritikan. Menurut para ahli, biomassa yang dikirim oleh negara eksportir mempunyai dampak negatif terhadap ekosistem di negara importir.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>\u201cBio-ekonomi tumpang tindih dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau dalam banyak hal, meski hal itu bertujuan &#8220;memadukan&#8221; ekonomi global melalui penciptaan produk bernilai tambah dan menerapkan prinsip-prinsip biologis di sektor-sektor yang secara tradisional bergantung pada sumber daya tidak terbarukan,\u201d ungkap Jan B\u00f6rner, ahli ekonomi pertanian dan profesor <a href=\"http:\/\/www.ilr.uni-bonn.de\/eslu\/eslu_e.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Ekonomi Pemanfaatan Lahan Berkelanjutan dan Bio-ekonomi<\/a> dari Universitas Bonn Jerman dan mitra senior Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).<\/p>\n<p><strong>EMPAT JALAN TRANSFORMASI<\/strong><\/p>\n<p>Penelitian B\u00f6rner dan tim bertujuan melihat potensi berbagai peluang dan <em>trade-off<\/em> dari transisi berbasis bio berkelanjutan dalam skala global. Dalam <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/7024\/bio-economy-in-developing-countries\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">publikasi kebijakan<\/a> terbaru, dilaporkan usulan empat jalur transformasi bio-ekonomi bagi negara berkembang: mengganti bahan bakar fosil dengan biofuel; membuat pertanian lebih efisien dan produktif; daur ulang limbah dari produk seperti minyak sawit atau tebu; dan meningkatkan nilai sumber daya alam melalui teknologi dengan menggunakan selulosa kayu untuk produksi pakaian atau bahkan untuk memperbaiki tulang manusia yang patah.<\/p>\n<p>\u201cNegara berkembang masih cenderung menggunakan lebih banyak biomassa tradisional daripada produk industri,  dengan cara yang tidak efisien dan tidak berkelanjutan \u2013 misalnya pemakaian bahan bakar kayu atau arang untuk pemanasan dan memasak,\u201d kata B\u00f6rner. &#8220;Dalam hal ini transformasi berkelanjutan diperlukan keterlibatan penggunaan biomassa yang efisien atau beralih ke bentuk non-biomassa dari energi terbarukan.&#8221;<\/p>\n<p>Di sisi lain transisi menuju pendekatan bio-ekonomi di negara industri memerlukan penggunaan biomassa lebih banyak &#8211; namun belum tentu diperlukan lebih banyak konsumsi biomassa.<\/p>\n<p>\u201cDi negara industri, peran ekspansi biomassa dilakukan bukan dalam format makanan atau produksi kayu, namun melalui pengembangan produk dan proses bernilai lebih tinggi seperti daur ulang limbah biomassa termasuk penerapan prinsip-prinsip biologis bagi penggunaan material dan produksi energi,\u201d kata B\u00f6rner.<\/p>\n<p>Lantas faktor apa saja yang diperlukan untuk memanfaatkan potensi besar bio-ekonomi global bagi negara berkembang dan negara industri? Menurut riset diperlukan kebijakan yang membantu mengangkat hambatan institusional dan teknis terhadap transfer pengetahuan di negara berkembang, melalui kerja sama kemitraan antara pemerintah dan masyarakat sipil guna pelaksanaan perlindungan sosial dan lingkungan di seluruh rantai nilai internasional.<\/p>\n\n<p><strong>JEJAK NON-PANGAN<\/strong><\/p>\n<p>Kebutuhan untuk menyesuaikan sistem pemerintahan dengan realitas baru bio-ekonomi dapat dilihat dengan jelas dalam konteks ekonomi non-pangan, tambah B\u00f6rner. Jan B\u00f6rner merupakan bagian tim yang saat ini tengah mengembangkan pendekatan baru pengukuran \u201cjejak lahan pertanian\u201d di Uni Eropa khusus untuk isu biomassa non-pangan.<\/p>\n<p>\u201cKami telah menyuarakan isu pangan selama beberapa dekade, namun penggunaan biomassa non-makanan semakin menarik dari perspektif bio-ekonomi,\u201d katanya. &#8220;Anda dapat melakukan lebih banyak dengan biomassa daripada membakarnya.&#8221;<\/p>\n<p>Biomassa yang digunakan untuk bahan atau energi &#8211; seperti kosmetik dan parfum, suplemen makanan, deterjen, produk pembersih, tekstil dan bioplastik &#8211; adalah sumber permintaan terprogresif yang berasal dari lahan pertanian di seluruh dunia, dan peminat paling banyak berasal dari Cina, Eropa dan Amerika Serikat.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>&#8220;Eropa merupakan penentu penting perkembangan global sebagai salah satu konsumen terbesar biomassa non-makanan dengan ketergantungan tinggi terhadap wilayah dunia lain \u2013 lain, termasuk Asia sebagai penyedia bahan,&#8221; kata B\u00f6rner.<\/p>\n<p>Para peneliti melakukan analisa perkembangan permintaan lahan di seluruh Eropa antara tahun 1995 dan 2010 di lihat dari perspektif penggunaan lahan (penggunaan lahan pertanian untuk tujuan non-pangan), industri (lahan pertanian dalam bentuk produk pertanian yang digunakan untuk industri manufaktur non-makanan) dan konsumsi (lahan pertanian dalam bentuk penggunaan terakhir dari produk non-makanan).<\/p>\n<p>Dengan mengadaptasi model input-output multi-regional yaitu metode umum yang digunakan untuk menilai pola perdagangan global, para ilmuwan menghitung jejak tanah yang dihasilkan oleh bio-ekonomi non-pangan. Dengan memetakan permintaan lahan khusus tanaman, para peneliti mengidentifikasi <em>hotspot<\/em> konsumsi global untuk lahan pertanian yang diwujudkan dalam produk non-pangan berbasis-bio.<\/p>\n<p>&#8220;Model ini memungkinkan kami mempelajari sejumlah besar produk dan permintaan sumber daya yang digunakan jangka waktu yang panjang,&#8221; kata B\u00f6rner.<\/p>\n<p>Hasil riset menunjukkan, meski merupakan wilayah penghasil terbesar kelima, Uni Eropa adalah kawasan konsumen nomor satu di lahan pertanian non-pangan, dan dua pertiga dari lahan pertanian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan Pertanian non-pangan di wilayah lain di dunia. Bagian terbesar dari jejaknya &#8211; hampir 29 persen pada tahun 2010 &#8211; adalah produksi biji minyak yang digunakan untuk biofuel, deterjen, polimer, dan produk lainnya. Serat tanaman (untuk tekstil) dan kulit dan kulit binatang (untuk produk kulit) juga merupakan bagian yang signifikan.<\/p>\n\n<p><strong>WILAYAH YANG BELUM DIPETAKAN<\/strong><\/p>\n<p>Para ilmuwan juga menyoroti peningkatan permintaan global akan bahan baku bio-ekonomi yang dapat menyebabkan kelangkaan air dan polusi nutrisi, peningkatan laju deforestasi di daerah tropis dan pemanasan gas rumah kaca. Tekanan membuka lebih banyak lahan pertanian di negara berkembang dapat menggusur masyarakat karena tidak jelasnya kepemilikan lahan, mengarah pada komodifikasi lahan dan tanaman pangan. Terjadinya perubahan iklim juga dapat mengancam produksi di negara berkembang, membuat ekonomi yang sangat bergantung pada impor rentan terhadap kendala pasokan.<\/p>\n<p>Beradaptasi dengan tata kelola untuk mengakomodasi rantai nilai yang lebih kompleks menjadi krusial guna menghindari potensi dampak negatif menurut para peneliti. Hasil riset meraka memiliki implikasi inisiatif seperti Strategi Bio-ekonomi Komisi Eropa.<\/p>\n<p>Peneliti juga menyoroti dampak pergeseran geografis terhadap produksi biomassa pertanian non-pangan dari Amerika dan Asia Tenggara ke benua Afrika dengan kapasitas tata kelola yang lebih rendah dapat membuat rumit mekanisme tata kelola rantai nilai, termasuk beberapa skema sertifikasi, yang bergantung pada pemantauan sosial dan lingkungan atau hukum nasional. mekanisme penegakan.<\/p>\n<p>Tetapi dampak negatif dapat dihindari dengan mengambil sumber dari wilayah dunia dengan kondisi produksi sosial dan lingkungan yang menguntungkan.<\/p>\n<p>&#8220;Penelitian ini merupakan salah satu langkah menuju membuat aliran biomassa global agar dapat dilacak sehingga pada akhitnya dapat memberi informasi nol deforestasi dan inisiatif konsumen lain-lain,&#8221; tambah B\u00f6rner.<\/p>\n<p><strong>SKENARIO MASA DEPAN<\/strong><\/p>\n<p>Penelitian ini adalah bagian dari proyek tentang hutan dan bio-ekonomi, didanai oleh Kementerian Federal Jerman untuk Pembangunan Ekonomi dan Kerjasama. Para ilmuwan juga sedang menyelidiki dua skenario masa depan bio-ekonomi: efek potensial dari peningkatan konsumsi bioplastik terhadap perubahan penggunaan lahan skala global termasuk bagaimana peningkatan permintaan biomassa hutan di Eropa dan secara global dapat mempengaruhi hutan tropis.<\/p>\n<p>\u201cAda dua hal penting keterlibatan hutan dalam bio-ekonomi,\u201d kata B\u00f6rner. \u201cSalah satunya yaitu kerusakan hutan akibat peningkatan deforestasi karena tingginya permintaan pembukaan lahan pertanian; dimana hutan merupakan pendukung bio-ekonomi, misalnya bagaimana menyelamatkan hutan alam melalui efisiensi penggunaan biomassa. Melalui penelitian ini, kami berharap lebih terjadi solusi di masa mendatang. \u201d<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR \u2013 Tanaman pertanian, hutan, ikan, hewan dan mikro-organisme &#8211; dalam lingkup bio-ekonomi merupakan materi-materi dasar, bahan kimia dan energi \u2013 mulai dari etanol hingga suplemen omega-3. Meningkatnya perhatian dari berbagai organisasi internasional dan pemerintah akan upaya pengalihan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan sumber daya tidak terbarukan lain-lain menuju arah berkelanjutan, peran bio-ekonomi tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":205,"featured_media":58118,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2508,6918,7978,6660,2491,2531,2541,7446,7979],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[5290],"class_list":["post-58117","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-arang","tag-bahasa-bahan-bakar","tag-bahasa-bioekonomi","tag-bahasa-biofuel","tag-bahasa-biomassa","tag-bahasa-ekonomi","tag-bahasa-energi","tag-bahasa-pangan","tag-bahasa-university-of-bonn","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR \u2013 Tanaman pertanian, hutan, ikan, hewan dan mikro-organisme &#8211; dalam lingkup bio-ekonomi merupakan materi-materi dasar, bahan kimia dan energi \u2013 mulai dari etanol hingga suplemen omega-3. Meningkatnya perhatian dari berbagai organisasi internasional dan pemerintah akan upaya pengalihan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan sumber daya tidak terbarukan lain-lain menuju arah berkelanjutan, peran bio-ekonomi tak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-10-08T09:18:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"427\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Erin O&#039;Connell\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan\"},\"author\":{\"name\":\"Erin O'Connell\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4321dbbeb2df2292d427c086c5a41a26\"},\"headline\":\"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan\",\"datePublished\":\"2018-10-08T09:18:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan\"},\"wordCount\":1075,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/10\\\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2018\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan\",\"name\":\"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/10\\\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg\",\"datePublished\":\"2018-10-08T09:18:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/10\\\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/10\\\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg\",\"width\":640,\"height\":427,\"caption\":\"Seorang petani kecil di distrik Nyimba, Zambia, memegang sepotong arang.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4321dbbeb2df2292d427c086c5a41a26\",\"name\":\"Erin O'Connell\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/176dc2b7704cb1d533b3cd067376e8ca274640239721493586228886ee90c975?s=96&d=mm&r=gfad45f168c9f21c9e4b1750c8aa9b8af\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/176dc2b7704cb1d533b3cd067376e8ca274640239721493586228886ee90c975?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/176dc2b7704cb1d533b3cd067376e8ca274640239721493586228886ee90c975?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Erin O'Connell\"},\"description\":\"Erin O\u2019Connell is a science writer based in Montreal.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/erin\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/58117\\\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan","og_description":"BOGOR \u2013 Tanaman pertanian, hutan, ikan, hewan dan mikro-organisme &#8211; dalam lingkup bio-ekonomi merupakan materi-materi dasar, bahan kimia dan energi \u2013 mulai dari etanol hingga suplemen omega-3. Meningkatnya perhatian dari berbagai organisasi internasional dan pemerintah akan upaya pengalihan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan sumber daya tidak terbarukan lain-lain menuju arah berkelanjutan, peran bio-ekonomi tak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2018-10-08T09:18:36+00:00","og_image":[{"width":640,"height":427,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Erin O'Connell","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan"},"author":{"name":"Erin O'Connell","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4321dbbeb2df2292d427c086c5a41a26"},"headline":"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan","datePublished":"2018-10-08T09:18:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan"},"wordCount":1075,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#respond"]}],"copyrightYear":"2018","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan","name":"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg","datePublished":"2018-10-08T09:18:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg","width":640,"height":427,"caption":"Seorang petani kecil di distrik Nyimba, Zambia, memegang sepotong arang."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menelaah dampak transformasi bio-ekonomi terhadap hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4321dbbeb2df2292d427c086c5a41a26","name":"Erin O'Connell","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/176dc2b7704cb1d533b3cd067376e8ca274640239721493586228886ee90c975?s=96&d=mm&r=gfad45f168c9f21c9e4b1750c8aa9b8af","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/176dc2b7704cb1d533b3cd067376e8ca274640239721493586228886ee90c975?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/176dc2b7704cb1d533b3cd067376e8ca274640239721493586228886ee90c975?s=96&d=mm&r=g","caption":"Erin O'Connell"},"description":"Erin O\u2019Connell is a science writer based in Montreal.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/erin"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/58117\/menelaah-dampak-transformasi-bio-ekonomi-terhadap-hutan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/35050772124_c5cbb86b36_z.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/205"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58117"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58117\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58117"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=58117"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=58117"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=58117"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=58117"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=58117"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=58117"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=58117"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=58117"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=58117"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=58117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}