{"id":57770,"date":"2018-09-04T10:37:13","date_gmt":"2018-09-04T03:37:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=57770"},"modified":"2022-06-17T22:20:55","modified_gmt":"2022-06-17T15:20:55","slug":"daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim","title":{"rendered":"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim"},"content":{"rendered":"<p>24 Juni 2014 silam, Nabiel Makarim, menteri lingkungan hidup saat itu, membuka sidang umum parlemen Indonesia (DPR) dengan memegang salinan surat kabar nasional <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">KOMPAS<\/a>. Ia mengatakan bahwa ia berharap para senator telah membaca bagian opini pagi itu. Artikel yang ditulis oleh seorang rimbawan Indonesia, menyodorkan banyak alasan mengapa Indonesia harus meratifikasi Protokol Kyoto dan hal ini peluang terakhir hasil dari tumpukan jurnal akademis yang telah disusun oleh Murdiyarso untuk mendukung Kebijakan ini. Hasilnya Protokol Kyoto berhasil diratifikasi hari itu.<\/p>\n<p>Lebih dari 30 tahun bekerja, <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/scientific-staff-detail\/813\/daniel-murdiyarso\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Daniel Murdiyarso<\/a> berkata bahwa ia telah mendengar tentang &#8220;perubahan iklim&#8221; berkembang dari istilah samar-samar menjadi suatu krisis global dan merasakan Indonesia terjaga dari tidur dan situasi terisolasi untuk menjadi negara penting di perundingan negosiasi iklim internasional. Terlebih, Daniel Murdiyarso adalah alasan utama atas kebangkitan ini, dan sejak saat itu menjadi tendon utama penggerak Indonesia mengikuti langkah perundingan global.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Beberapa minggu yang lalu, misalnya, ia mengadakan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/57541\/how-far-has-indonesia-come-on-peatland-conservation-and-restoration?fnl=en\">pertukaran pengetahuan lahan gambut<\/a> di <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional<\/a> (CIFOR), tempat selama 15 tahun terakhir menjabat sebagai peneliti utama perubahan iklim. Risetnya tentang ekosistem lahan gambut telah membuka jalan bagi pengakuan kebijakan lahan gambut, dan karena isu ini begitu penting sehingga mendorong pemerintah Indonesia <a href=\"https:\/\/news.mongabay.com\/2017\/12\/global-tropical-peatland-center-to-be-established-in-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">membangun pusat lahan gambut internasional di kampus CIFOR<\/a> bermitra dengan negara-negara pemilik lahan gambut besar di dunia. Dalam acara tersebut, seorang peserta dari Amerika Serikat memberikan komentar bahwa dia belum pernah melihat anggota pemerintah berbicara begitu bebas dalam acara diskusi.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, meski segala sesuatu (bagi Indonesia) telah berubah, karena tidak ada (konsistensi) yang berubah. &#8220;Semangat saya adalah untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dan kebijakan,&#8221; katanya dengan tenang.<\/p>\n<p>Gairah melakukan riset perubahan iklim tak pernah redup, Murdiyarso memiliki \u2018mantra\u2019 yang menjaga ia tetap bersemangat. Hal ini menjadi alasan utama atas anugerah <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=MeD1sS0A8pc&amp;feature=youtu.be\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">LIPI Sarwono Award 2018<\/a>, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh <a href=\"http:\/\/lipi.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia<\/a> (LIPI): Konsistensi dan akuntabilitas, terutama dalam pekerjaannya yang tak kenal lelah di lahan basah, termasuk lahan gambut dan hutan bakau.<\/p>\n\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-23441af8 wp-block-group-is-layout-flex\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"625\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-625x415.jpg\" class=\"wp-image-57652\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-625x415.jpg 625w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-566x376.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-768x510.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-610x405.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-672x446.jpg 672w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-forests-indonesia.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 625px) 100vw, 625px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Murdiyarso (right) at the Forests Indonesia Conference in 2011. <a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/cifor\/36018498185\/\">CIFOR Photo\/Aulia Erlangga<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"623\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-623x415.jpg\" class=\"wp-image-57653\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-measuring.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Murdiyarso explains how to place a dendrometer on trees to measure growth at a research site in Riau. <a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/cifor\/35978892694\/\">CIFOR Photo\/Deanna Ramsay<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\n<p><strong>PENELITIAN DI RANAH PINGGIRAN<\/strong><\/p>\n<p>Semangat Murdiyarso saling berpacu satu sama lain, hal itu digunakan sebagai pemicu. Setelah menerima gelar doktornya dalam bidang meteorologi dari <a href=\"http:\/\/www.reading.ac.uk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Universitas Reading<\/a> di Inggris, ia kembali ke Indonesia untuk mengabdi di almamaternya <a href=\"https:\/\/ipb.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Institut Pertanian Bogor<\/a> (IPB), dan segera mulai menopang pendanaan untuk proyek-proyek penelitian. Ini menarik perhatian <a href=\"http:\/\/www.ipcc.ch\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Panel Internasional tentang Perubahan Iklim<\/a> (IPCC), yang memilihnya untuk membantu melakukan <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/process-and-meetings\/transparency-and-reporting\/reporting-and-review-under-the-convention\/greenhouse-gas-inventories-annex-i-parties\/national-inventory-submissions-2018\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Tapi itu tidak menguntungkan untuk karir yang ia harapkan.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>\u201cItu karena saya berasal dari Indonesia, dan dilihat sebagai sesuatu yang berbahaya,\u201d kenangnya. \u201cAnda seharusnya tidak mengungkapkan apa yang terjadi di ekosistem. Jadi saya adalah penjaga hutan seorang diri, hanya bekerja dengan para mahasiswa meneliti tentang perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan istilah yang masih sangat samar bagi sebagian besar dari kita. \u201d<\/p>\n<p>Indonesia memiliki tingkat emisi tertinggi ketiga dari produksi beras setelah China dan India &#8211; peringkat yang menurut Daniel pertanyakan validitas asumsi tersebut. Jadi dia berusaha melakukan tawaran riset Bersama dengan universitas Portland di Amerika dan meyakinkan tim riset universitas untuk pergi ke Indonesia dalam perjalanan tahunan mereka ke China dan meminjamkan peralatan canggihnya. \u201cMurid-murid saya membawanya melewati bea cukai,\u201d dia tertawa.<\/p>\n<p>Daniel dan tim riset berhasil menerbitkan artikel penting berdasarkan emisi yang diukur dari tiga varietas padi yang berbeda yang dibudidayakan di tiga sistem pengelolaan air berbeda, memperkirakan emisi padi lahan basah Indonesia menjadi sekitar 4 Teragram (Tg) metana per tahun daripada perkiraan sebelumnya 12 Tg.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Orang-orang mengancam untuk tetap melaporkannya kepada pejabat resmi, mengatakan bahwa universitas seharusnya tidak melakukan penelitian semacam ini, tetapi, &#8220;Saya sangat perhatian untuk mendapatkan angka yang tepat, dan dengan itu dapat dengan percaya diri mengatakan bahwa ini adalah angka yang kita miliki. Apakah itu berbahaya atau tidak, itu terserah Anda. \u201d<\/p>\n<p>Murdiyarso muda tidak pernah membayangkan bahwa masa depannya akan berjalan ke sawah untuk mengukur gas dan memikirkan tentang efek yang sulit dipahami. Tumbuh di kota Cepu Jawa Tengah, bentang alam daerah asalnya adalah salah satu tanah kering dan berkapur yang dibuka untuk perkebunan jati milik negara yang dikelola oleh para pengawas dengan gaji tinggi. Hal ini merupakan pertanda yang awalnya dia ikuti di ilmu kehutanan; selain itu, lahan basah dan ekosistem kepulauan lainnya &#8220;penuh dengan kotoran dan nyamuk.&#8221;<\/p>\n<p>Setelah kuliah di fakultas kehutanan di IPB, ia tidak siap untuk berkomitmen ke pasar kerja. Dia mengajukan permohonan dan menerima beasiswa pemerintah untuk melakukan master di IPB dan kemudian pergi ke Inggris untuk mendapatkan gelar doktornya. Di sanalah ia menjadi terpikat dengan komunitas riset. \u201cAda pandangan yang kontras tentang <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/53772\/precipitation-relation-vegetation?fnl=en\">hutan dan air<\/a>,\u201d dia mengingat perdebatan saat itu. \u201cBeberapa orang mengatakan hutan itu penting karena dapat menghasilkan air, yang lain mengatakan buruk karena hutan mengkonsumsi air. Jadi saya berada di tengah-tengah pertanyaan besar ini, dan ketika saya melihat masalah di hutan tropis, keduanya benar dalam konteks yang berbeda.\u201d<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Selama masa kuliah pasca sarjana, dengan bimbingan tutor ahli iklim, Ruth Chambers, yang dengan cepat tumbuh menjadi seorang mentor dalam membentuk sifat ilmiahnya. \u201cIa mengajari saya betapa pentingnya untuk mengetahui sesuatu dengan benar dan tepat daripada mempelajari segalanya, tapi dangkal. Saya banyak terinspirasi dalam prinsip, integritas, dan disiplin.\u201d<\/p>\n<p>Contoh kasus: Murdiyarso terus memeriksa pertanyaan tentang air, dan pada bulan Juli adalah salah satu dari 50 ilmuwan yang berkontribusi dalam <a href=\"https:\/\/www.iufro.org\/science\/gfep\/forests-and-water-panel\/report\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">laporan konsekuensi<\/a> tentang hutan dan keamanan air, yang dipresentasikan di <a href=\"https:\/\/sustainabledevelopment.un.org\/hlpf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Tingkat Tinggi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan<\/a>.<\/p>\n\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-57654 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-smelling-muck.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">Murdiyarso inspects blue carbon-rich soil in North Sumatra.<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\n<p><strong>KRISIS DAN KEJUTAN<\/strong><\/p>\n<p>Pada tahun 1995, <a href=\"http:\/\/www.igbp.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">program Geosfer-Biosfer Internasional<\/a>, sebuah kelompok akademis bergengsi yang ditutup tahun 2015, mengajak Murdiyarso untuk bekerja sebagai direktur pusat penelitian baru di Bogor yang didukung hibah sejumlah 2,1 juta dolar Amerika dari pemerintah Australia untuk memperluas penelitian tentang perubahan iklim dan penggunaan lahan di seluruh Asia Tenggara. Ia setuju dan langsung merancang kurikulum kursus pelatihan teknis dan terbang menjadi ahli untuk berbicara dari seluruh dunia. Pada tahun 1997, ketika bencana ganda yaitu <a href=\"https:\/\/www.economist.com\/news\/2007\/07\/04\/ten-years-on\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">krisis keuangan Asia<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/Publications\/Corporate\/FactSheet\/forests_fires.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kebinasaan hutan<\/a> negara menjadi keadaan sangat darurat, sebuah artikel muncul di sampul <a href=\"https:\/\/vdocuments.site\/north-south-relationslopsided-partnerships-give-way-to-real-collaboration.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">majalah Science<\/a> yang menyoroti pusat penelitian dan Murdiyarso.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Ini tentu saja merupakan bukti yang sangat besar terhadap karya Murdiyarso (dan sangat menyenangkan para donatur pusat). Tetapi bagi Murdiyarso, hal itu memperkuat pentingnya bantuan luar dan kemitraan yang nantinya akan memperkuat permohonannya untuk ratifikasi Protokol Kyoto.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam krisis ekonomi, inilah bagaimana ilmu bertahan hidup,&#8221; kenangnya. \u201cKolaborasi global diperlukan, dan donor menemukan topik dan masalah untuk diinvestasikan.\u201d<\/p>\n<p>Bagian dari mandat direksinya juga adalah menjadikan pusat pnelitian sebagai platform bagi dialog ilmu pengetahuan-kebijakan, dimulai dengan topik terpanas pada saat itu: kebakaran. Ia memperluas undangan kepada pemerintah dari seluruh wilayah untuk diskusi kelompok; Hal ini juga mendorongnya untuk lebih mengenal pusat penelitian lain di Bogor &#8211; <a href=\"http:\/\/www.worldagroforestry.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">World Agroforestry Centre<\/a> (ICRAF) dan CIFOR, yang telah bersama-sama didirikan di dekatnya pada tahun 1993. \u201cSaya bertemu dengan Dirjen CIFOR [Jeffrey Sayer] dan mulai mengenal apa yang sedang dilakukannya. Kami semua belajar bagaimana mengidentifikasi masalah dan orang yang tepat untuk diajak bicara dan berinteraksi. \u201d<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Pusat penelitiannya dengan cepat menjadi tempat nongkrong komunitas penelitian Bogor. \u201cIni adalah satu-satunya tempat di Bogor untuk memiliki komputer desktop di lab,\u201d dia tertawa &#8211; dan 28 dari mereka, tidak kurang. \u201cCIFOR dan ICRAF tidak memiliki kemewahan seperti itu dan akan meminta kami untuk menggunakan laboratorium untuk pelatihan.\u201d Pusat tersebut, yang dimaksudkan untuk berakhir pada tahun 1998, melebihi harapan dan memberikan lebih banyak dana untuk dilanjutkan hingga tahun 2000. \u201cTiga tahun ternyata sangat cepat.\u201d<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Lalu, tanpa peringatan, kariernya berubah berubah drastis. \u201cTernyata dialog kami telah membawa kami dan perubahan iklim menjadi perhatian menteri lingkungan baru yang ingin mengembangkan pemikiran semacam itu untuk Indonesia.\u201d Dan menteri, Sonny Keraf, menginginkan Murdiyarso untuk melayani sebagai wakilnya.<\/p>\n<p>\u201cPada hari pertama pengangkatan, saya memberi tahu menteri bahwa ini bukan habitat saya, jadi jika saya pikir ini saatnya untuk pergi, saya akan memberi tahu Anda bahwa saya akan pergi. Dia mengangkat alisnya, &#8216;Kenapa? Orang-orang meminta untuk memiliki posisi Anda. &#8220;Dan saya berkata,&#8221; Saya tidak berpikir saya akan bertahan di sini selamanya. \u2019\u201d<\/p>\n<p>Dia menghabiskan hampir tiga tahun sebagai wakil menteri sebelum kesadaran dirinya menjadi kenabian, dan perubahan yang dirasakan menteri kepada Murdiyarso mengisyaratkan untuk pergi, meskipun menteri baru (Makarim) memintanya untuk tinggal.<\/p>\n<p>Tak lama setelah Protokol Kyoto diratifikasi, yang Murdiyarso katakan menunjukkan kemanjurannya yang meningkat sebagai seorang ilmuwan di luar kebijakan daripada di dalam. Dia kembali ke Bogor dan tahun berikutnya bergabung dengan CIFOR sebagai Ilmuwan Senior.<\/p>\n\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-57655 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-muddy-group.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">In field with a research team (back right).<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-23441af8 wp-block-group-is-layout-flex\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"598\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-podium-598x415.jpg\" class=\"wp-image-57656\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-podium-598x415.jpg 598w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-podium-566x393.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-podium-768x533.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-podium-610x424.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-podium-642x446.jpg 642w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-podium.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 598px) 100vw, 598px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Presenting at the Global Landscapes Forum: Peatlands Matter event in Jakarta, 2017. <a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/cifor\/36416690800\/\">CIFOR Photo<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"623\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-623x415.jpg\" class=\"wp-image-57657\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-610x407.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-152x102.jpg 152w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-669x446.jpg 669w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students-75x49.jpg 75w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-students.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Murdiyarso (seated) briefs a group of University of Riau professors and students at a project research site on measuring and monitoring degraded peatlands undergoing restoration. <a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/cifor\/36812541305\/\">CIFOR Photo\/Deanna Ramsay<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>MENULIS BAGI MASA DEPAN<\/strong><\/p>\n<p>Bertentangan dengan harapan dari moniker CIFOR, Murdiyarso adalah salah satu dari beberapa rimbawan di organisasi itu ketika ia memulai waktunya di sana. Sebagian besar rekannya berasal dari disiplin lain seperti ilmu politik dan antropologi, dan dia bertanya-tanya apakah dia telah membuat pilihan yang tepat untuk bergabung. Namun, topik perubahan iklim yang masih muncul adalah perekat yang menyatukan mereka saat mereka mengetahui bagaimana itu harus diterapkan. Dan dia tinggal.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Selama di organisasi, ia menerbitkan hampir <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Daniel_Murdiyarso\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">200 artikel<\/a> tentang <a href=\"http:\/\/www.globalcarbonproject.org\/global\/pdf\/Schimel2001.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">siklus biogeokimia<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/2158\/local-to-global-perspectives-on-forest-and-land-fires-in-southeast-asia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">api dan kabut<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/1893\/linkages-between-mitigation-and-adaptation-in-land-use-change-and-forestry-activities\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">adaptasi perubahan iklim dan mitigasi<\/a> di semua jenis bentang alam tropis, <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/287347108_Mangrove_Soil_Properties_and_their_Carbon_Pools_among_Large_Islands_in_Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sifat tanah<\/a> dan<a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/1978\/microbial-processes-responsible-for-nitrous-oxide-production-from-acid-soils-in-different-land-use-patterns-in-pasirmayang-central-sumatra-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> mikroba<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/5025\/major-atmospheric-emissions-from-peat-fires-in-southeast-asia-during-non-drought-years-evidence-from-the-2013-sumatran-fires\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">emisi atmosfer<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/6835\/a-review-of-land-based-greenhouse-gas-flux-estimates-in-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">fluks gas rumah kaca<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/40150058_Poverty_alleviation_and_wise_use_of_peatlands_in_Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pengentasan kemiskinan<\/a>. Namanya ditemukan di jurnal terkemuka termasuk <a href=\"http:\/\/www.sciencemag.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Science<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Nature<\/a>, dan <a href=\"http:\/\/www.pnas.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">PNAS<\/a>.<\/p>\n<p>Pujiannya juga banyak. Ia memenangkan <a href=\"https:\/\/nasional.tempo.co\/read\/267168\/daniel-murdiyarso-putuskan-terima-achmad-bakrie-award\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Achmad Bakrie Award<\/a> pada tahun 2010. Penulisannya yang lama untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian IPCC membuatnya menjadi salah satu dari segelintir orang Indonesia yang menggantungkan hadiah diploma di dinding mereka. Ia menjabat sebagai focal point Indonesia untuk UNFCCC dan seorang mentor bagi mahasiswa yang tak terhitung jumlahnya. Dia termasuk di antara beberapa anggota seumur hidup <a href=\"http:\/\/www.interacademies.org\/Indonesia.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia<\/a> (AIPI) &#8211; posisi yang diterima oleh nominasi saja &#8211; yang berarti dia tidak akan pernah pensiun dari institusi itu.<\/p>\n<p>Murdiyarso adalah kunci bagi CIFOR untuk mendapatkan hibah 16 juta dolar AS dari Norwegia untuk memulai <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/gcs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Studi Komparatif Global tentang REDD+<\/a> pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, Dinas Kehutanan AS mengusulkan proyek untuk CIFOR untuk meneliti lahan gambut. Murdiyarso &#8211; yang pernah mengambil kesempatan dan merentangkan kemungkinannya &#8211; merekomendasikan mereka termasuk juga mangrove. &#8220;Saya tidak tahu mengapa saya mengusulkan itu,&#8221; katanya. Pada saat itu ekosistem lahan basah hampir tidak terlihat dalam agenda perubahan iklim internasional, apalagi di Indonesia, meskipun memiliki garis pantai sepanjang 100.000 mil. \u201cTapi saya pikir jika Indonesia memiliki keduanya, mengapa melewatkan kesempatan untuk penelitian?\u201d<\/p>\n<p>Tahun pertama proyek ini menerima 75.000 dolar AS, tetapi sebuah <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/3401\/mangroves-among-the-most-carbon-rich-forests-in-the-tropics\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian<\/a> yang dipimpin oleh post-doc yang bekerja dengan Murdiyarso diterbitkan dalam hasil membuat percikan bahwa pendanaan tahun berikutnya dari USAID melonjak sepuluh kali lipat setiap tahun. Kepala UNFCC, yang dengan cepat menyelenggarakan lokakarya tentang ekosistem ini, dengan<a href=\"https:\/\/www.ipcc-nggip.iges.or.jp\/public\/wetlands\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> IPCC mengembangkan pedoman untuk lahan basah<\/a> yang menarik mereka ke panggung global dalam peran utama. Proyek ini saat ini memasuki tahun keenam.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Sekarang, lahan basah mengambil sebagian besar waktu Murdiyarso, dan tahun ini telah menjadi titik puncak &#8211; satu lagi dalam kariernya &#8211; dari fokus ini. <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/asia-pacific-rainforest-summit-2018\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">KTT Hutan Hujan Asia-Pasifik<\/a> dua tahunan sekali memfokuskan diri pada ekosistem pesisir, diikuti oleh<a href=\"https:\/\/events.globallandscapesforum.org\/blue-carbon-summit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> Blue Carbon Summit<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/tropical-peatlands-exchange-2018\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pertukaran Gambut Tropis<\/a> yang telah disebutkan sebelumnya, yang keduanya menghasilkan rekomendasi yang akan diberikan langsung ke tangan pembuat kebijakan, memberi nasihat kepada pemerintah saat ini. tentang bagaimana mengelola bentang alam yang rapuh ini secara berkelanjutan dan cadangan karbon mereka yang sangat besar &#8211; dan dengan kebijaksanaan.<\/p>\n<p>Dalam isu khusus jurnal <a href=\"https:\/\/link.springer.com\/journal\/11027\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change<\/a> membahas lahan gambut yang ditulisnya baru-baru ini dan sebuah buku yang akan dia sajikan pada Pertemuan Tahunan Bank Dunia di Bali pada bulan Oktober, kemudian presentasi lain tentang lahan basah di<a href=\"https:\/\/events.globallandscapesforum.org\/bonn-2018\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> Forum Bentang Alam Global<\/a> di Bonn pada bulan Desember 2018, ia tampaknya tidak melambat, meskipun rekan-rekannya memuji kemampuannya menjelang masa pensiun dengan semua pujian yang ilmuwan inginkan, kapan saja ia mau.<\/p>\n<p>Tetapi Murdiyarso tampaknya tidak melihatnya seperti itu. Ketika LIPI mencoba mendapatkan konfirmasi, rencana informasi penghargaan, Murdiyarso melakukan pemeriksaan. &#8220;Saya pikir (award) itu tentang <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/55358\/what-is-blue-carbon?fnl=en\">karbon biru<\/a> atau sesuatu yang lain.. Ketika mereka memanggil saya kembali dan direktur LIPI menelepon, saya sangat terkejut. Saya sangat malu. \u201d<\/p>\n<p>Alasan ia menunda panggilan telepon itu terkait dengan kunjungan lapangan dengan para mahasiswa bimbingannya ke lahan gambut di Kalimantan, berjalan dengan susah payah melalui kotoran untuk melakukan pengukuran dan tidur di bawah langit yang dipenuhi lebih banyak nyamuk daripada bintang. Setelah semuanya, ini adalah konsistensi pilihannya.<\/p>\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-57658 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/DM-Doha.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">Murdiyarso and Qatar-based scientist Mohamad Khawlie explore Qatar&#039;s most important ecosystem: mangroves.<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>24 Juni 2014 silam, Nabiel Makarim, menteri lingkungan hidup saat itu, membuka sidang umum parlemen Indonesia (DPR) dengan memegang salinan surat kabar nasional KOMPAS. Ia mengatakan bahwa ia berharap para senator telah membaca bagian opini pagi itu. Artikel yang ditulis oleh seorang rimbawan Indonesia, menyodorkan banyak alasan mengapa Indonesia harus meratifikasi Protokol Kyoto dan hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":259,"featured_media":57800,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,137,6090,1072,180],"tags":[10984,10985],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2476,7944,7301,2721,7945,2622,2596,2604,3680,6978],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3100],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[7023],"class_list":["post-57770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forest-management-restoration","category-forests-news","category-landscapes","category-mitigating-climate-change","tag-blue-carbon-mangroves-peatlands","tag-mangroves-peatlands","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-adaptasi","tag-bahasa-api-dan-asap","tag-bahasa-gcs-redd","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-lahan-basah-indonesia","tag-bahasa-lahan-gambut","tag-bahasa-mangrove","tag-bahasa-mitigasi","tag-bahasa-perubahan-iklim","tag-bahasa-redd-indonesia","type-bahasa-fitur"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"24 Juni 2014 silam, Nabiel Makarim, menteri lingkungan hidup saat itu, membuka sidang umum parlemen Indonesia (DPR) dengan memegang salinan surat kabar nasional KOMPAS. Ia mengatakan bahwa ia berharap para senator telah membaca bagian opini pagi itu. Artikel yang ditulis oleh seorang rimbawan Indonesia, menyodorkan banyak alasan mengapa Indonesia harus meratifikasi Protokol Kyoto dan hal [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-09-04T03:37:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-17T15:20:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Gabrielle Lipton\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim\"},\"author\":{\"name\":\"Gabrielle Lipton\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/765401318cb29a487ccdb9c913f91481\"},\"headline\":\"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim\",\"datePublished\":\"2018-09-04T03:37:13+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-17T15:20:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim\"},\"wordCount\":2053,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/09\\\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg\",\"keywords\":[\"blue carbon mangroves peatlands\",\"mangroves peatlands\"],\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Forests News\",\"Landscapes\",\"Mitigation\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2018\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim\",\"name\":\"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/09\\\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg\",\"datePublished\":\"2018-09-04T03:37:13+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-17T15:20:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/09\\\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/09\\\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Ilmuwan Utama CIFOR, Daniel Murdiyarso, di hutan mangrove di provinsi Sumatera Utara.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/765401318cb29a487ccdb9c913f91481\",\"name\":\"Gabrielle Lipton\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/46dbcff6d2395ce72464543eb11c846060fe4786524237e1a4d13c97db814bcb?s=96&d=mm&r=g97ba9d991e9e2538aba894dd8855aba2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/46dbcff6d2395ce72464543eb11c846060fe4786524237e1a4d13c97db814bcb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/46dbcff6d2395ce72464543eb11c846060fe4786524237e1a4d13c97db814bcb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Gabrielle Lipton\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/gabrielle-lipton\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57770\\\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim","og_description":"24 Juni 2014 silam, Nabiel Makarim, menteri lingkungan hidup saat itu, membuka sidang umum parlemen Indonesia (DPR) dengan memegang salinan surat kabar nasional KOMPAS. Ia mengatakan bahwa ia berharap para senator telah membaca bagian opini pagi itu. Artikel yang ditulis oleh seorang rimbawan Indonesia, menyodorkan banyak alasan mengapa Indonesia harus meratifikasi Protokol Kyoto dan hal [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2018-09-04T03:37:13+00:00","article_modified_time":"2022-06-17T15:20:55+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Gabrielle Lipton","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim"},"author":{"name":"Gabrielle Lipton","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/765401318cb29a487ccdb9c913f91481"},"headline":"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim","datePublished":"2018-09-04T03:37:13+00:00","dateModified":"2022-06-17T15:20:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim"},"wordCount":2053,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg","keywords":["blue carbon mangroves peatlands","mangroves peatlands"],"articleSection":["Climate change &amp; energy","Forest management &amp; restoration","Forests News","Landscapes","Mitigation"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#respond"]}],"copyrightYear":"2018","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim","name":"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg","datePublished":"2018-09-04T03:37:13+00:00","dateModified":"2022-06-17T15:20:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Ilmuwan Utama CIFOR, Daniel Murdiyarso, di hutan mangrove di provinsi Sumatera Utara."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Daniel Murdiyarso: Dedikasi bagi kemajuan sains perubahan iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/765401318cb29a487ccdb9c913f91481","name":"Gabrielle Lipton","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/46dbcff6d2395ce72464543eb11c846060fe4786524237e1a4d13c97db814bcb?s=96&d=mm&r=g97ba9d991e9e2538aba894dd8855aba2","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/46dbcff6d2395ce72464543eb11c846060fe4786524237e1a4d13c97db814bcb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/46dbcff6d2395ce72464543eb11c846060fe4786524237e1a4d13c97db814bcb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Gabrielle Lipton"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/gabrielle-lipton"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57770\/daniel-murdiyarso-dedikasi-bagi-kemajuan-sains-perubahan-iklim#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/36674287961_f27f9a6acf_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/259"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57770"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77897,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57770\/revisions\/77897"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57770"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=57770"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=57770"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=57770"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=57770"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=57770"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=57770"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=57770"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=57770"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=57770"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=57770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}