{"id":57471,"date":"2018-08-13T09:00:13","date_gmt":"2018-08-13T02:00:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=57471"},"modified":"2018-08-13T11:48:05","modified_gmt":"2018-08-13T04:48:05","slug":"mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan","title":{"rendered":"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan"},"content":{"rendered":"<p><em>\u201cPendekatan bentang alam\u201d berusaha untuk menyediakan sarana dan konsep untuk mengalokasikan dan mengelola lahan untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan di area di mana pertanian, peternakan, pertambangan, dan penggunaan lahan produktif lainnya bersaing dengan tujuan kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.<\/em><\/p>\n<p>Mengingat luasnya bentang alam di bumi ini, kita masih harus menyusun definisi tunggal dari &#8220;pendekatan bentang alam,&#8221; namun ini adalah bagaimana kami menggambarkan maksud dan tujuan dalam <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/articles\/ASunderland1302.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">makalah penelitian<\/a> pada tahun 2013: Istilah ini luwes seperti lingkungan yang berubah dan berkembang di mana hal itu dimaksudkan untuk diimplementasikan &#8211; pendekatan bentang alam adalah, secara inheren, merupakan sebuah proses berbasis keadaan. Dengan demikian, kami menegaskan bahwa tidak ada pendekatan bentang alam tunggal, seperti yang sering diasumsikan, namun berbagai pendekatan bentang alam yang dapat diterapkan dalam keadaan sosial geografis dan institusional.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Dalam upaya menyesuaikan tujuan penggunaan lahan yang saling bersaing, pendekatan bentang alam semakin menjadi pembicaraan yang dominan dalam kamus konservasi dan pembangunan. Sekarang diakui bahwa ketertutupan sektoral harus diatasi untuk memulai jalur pembangunan berkelanjutan yang saling mengakui ketergantungan antar sektor yang beroperasi dalam bentang alam multifungsi &#8211; dan bentang alam tropis khususnya, yang terus menerus melihat kesenjangan antara pengetahuan dan implementasi dan antara kebijakan dan praktik. Akibatnya, ketika pembicaraan mengenai pendekatan bentang alam terus berevolusi, upaya implementasi \u2014 dan khususnya evaluasi \u2014 di daerah tropis tetap ada.<\/p>\n<p>Kemajuan signifikan telah dibuat dalam cara kita berpikir tentang pendekatan bentang alam, baik itu dalam kerangka kerja konseptual, alat dan sumber daya metodologis, tinjauan terhadap pengembangan dan implementasi teoretis, atau pedoman operasional. Tetapi menempatkan mereka dalam tindakan dan memantau kemajuan adalah cerita yang berbeda.<\/p>\n<p>Sekarang adalah saatnya untuk mengambil langkah berikutnya &#8211; untuk membangun momentum ini dan melihat bagaimana pendekatan bentang alam dapat bekerja di lapangan. Dengan semua pembicaraan tentang potensinya, bagaimana mereka bertindak, dan sejauh mana mereka efektif dalam mencapai berbagai tujuan?<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/articles\/ASunderland1302.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Konservasi Alam dan Keselamatan Nuklir (BMUB)<\/a> baru-baru ini mendanai <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR)<\/a> dan mitra untuk mengoperasionalkan pendekatan bentang alam di tiga negara tropis &#8211; Indonesia, Burkina Faso dan Zambia &#8211; selama lima tahun. Dalam pekerjaan ini, kami mencari tidak hanya untuk menggunakan pendekatan bentang alam untuk mengatasi tantangan di masyarakat di negara-negara ini, namun juga untuk mengamati proses implementasi dan serapan lokal dari pendekatan tersebut. Kami berencana untuk menyampaikan temuan kami seiring dengan berjalannya waktu sehingga orang lain dapat belajar secara bersamaan dari pekerjaan kami.<\/p>\n\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-23441af8 wp-block-group-is-layout-flex\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"277\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35889517740_50846af0ae_k-277x415.jpg\" class=\"wp-image-57343\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35889517740_50846af0ae_k-277x415.jpg 277w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35889517740_50846af0ae_k-267x400.jpg 267w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35889517740_50846af0ae_k-768x1152.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35889517740_50846af0ae_k-610x915.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35889517740_50846af0ae_k-297x446.jpg 297w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35889517740_50846af0ae_k.jpg 1365w\" sizes=\"auto, (max-width: 277px) 100vw, 277px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Foraged forest food on display at a local food fair in Luwingu, Zambia. <a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/cifor\/35889517740\/\">CIFOR Photo\/Joe Nkadaani<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n\t\t\t\t\t<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img width=\"276\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35492331654_e962a4cebd_k-276x415.jpg\" class=\"wp-image-57344\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35492331654_e962a4cebd_k-276x415.jpg 276w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35492331654_e962a4cebd_k-266x400.jpg 266w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35492331654_e962a4cebd_k-768x1154.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35492331654_e962a4cebd_k-610x917.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35492331654_e962a4cebd_k-297x446.jpg 297w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35492331654_e962a4cebd_k.jpg 1363w\" sizes=\"auto, (max-width: 276px) 100vw, 276px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Resin trees (Agathis Dammara) in West Java, Indonesia - a common habitat for the Javanese monkey. <a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/cifor\/35492331654\/\">CIFOR Photo\/Ricky Martin<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>OPERASIONAL PEKERJAAN<\/strong><\/p>\n<p>Konvensi PBB terbaru untuk keanekaragaman hayati, perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan semuanya menyerukan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan untuk tata kelola bentang alam. Dialog kebijakan internasional semakin menghilangkan antagonisme yang dirasakan di antara sektor-sektor dan memfasilitasi keterlibatan yang lebih besar antara kehutanan, makanan, air dan energi, dengan pengakuan yang meningkat atas peran sektor swasta juga.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Namun demikian, penggunaan pendekatan bentang alam di daerah tropis sejauh ini terbatas, yang mungkin sebagian karena basis bukti yang lemah menunjukkan efektivitas. <a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0264837716312091\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tinjauan baru-baru ini<\/a> gagal menemukan satu contoh pasti dari pendekatan bentang alam di daerah tropis, atau setidaknya dilaporkan dalam literatur ilmiah. Ini bukan untuk mengatakan bahwa mereka tidak ada, namun mungkin <a href=\"https:\/\/onlinelibrary.wiley.com\/doi\/abs\/10.1111\/j.1744-7429.2009.00557.x\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">upaya-upaya akar rumput kurang kapasitas atau motivasi untuk memantau kemajuan dan secara resmi melaporkan temuan<\/a>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Proyek ini akan berupaya mengatasi kesenjangan ini karena CIFOR dan mitra akan berperan sebagai mediator pada bentang alam di Burkina Faso, Indonesia, dan Zambia. Dengan fokus khusus pada kontribusi keanekaragaman hayati dan kewenangan untuk melibatkan kebijakan, praktik dan orang-orang, kami akan memfasilitasi platform multi-pihak dan mengidentifikasi keterkaitan dengan struktur kelembagaan yang ada di masing-masing bentang alam. Melalui kerja dengan kerangka kerja yang ada dan informasi yang tersedia untuk publik (seperti sensus, data kesehatan dan pendapatan, dan citra penginderaan jauh) kami berharap dapat mengembangkan lebih jauh model untuk meningkatkan upaya kami yang mudah diadopsi oleh pemerintah, LSM dan lembaga lainnya.<\/p>\n\n<p><strong>MASALAH WAKTU<\/strong><\/p>\n<p>Sifat pendanaan jangka panjang adalah pondasi penting untuk upaya ini, karena ini memberikan kesempatan langka untuk mengadopsi pola pikir bergerak dari &#8220;proyek ke proses&#8221; dengan memeriksa dan menjelaskan bagaimana proses dinamis interaksi sosial, politik, ekonomi dan lingkungan bekerja seiring waktu dalam bentang alam ini. Hal ini memungkinkan kita untuk belajar secara mendalam melalui diagnosis, daripada fokus pada menghasilkan hasil segera dalam batas-batas kaku kerangka kerja proyek.<\/p>\n<p>Dengan demikian, selama lima tahun ke depan, tim peneliti kami bermaksud merangkul dua komponen kunci filosofi pendekatan bentang alam. Pertama, kita akan berpikir di luar garis waktu dan struktur proyek-siklus pada umumnya dan menjadi lebih mapan dan terintegrasi dalam bentang alam target.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Kedua, berbeda dengan banyak pendekatan sebelumnya, kami akan mencoba untuk memfasilitasi pendekatan transdisipliner yang sesungguhnya untuk semua kegiatan, dari desain dan implementasi hingga tata kelola dan evaluasi. Daripada memiliki agenda yang terbentuk sebelumnya tentang apa yang harus dipenuhi oleh bentang alam dan pemangku kepentingannya, kami akan terlibat dengan pikiran terbuka dan seperangkat alat yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dan tindakan pemangku kepentingan, menilai perbedaan dalam persepsi dan tujuan pemangku kepentingan, dan pada gilirannya menghasilkan peningkatan pemahaman dinamika bentang alam. Hanya dengan demikian, kita dapat membangun kapasitas pemangku kepentingan untuk membuat pilihan yang lebih terinformasi, mengevaluasi kemajuan, dan memberdayakan kelompok-kelompok yang terpinggirkan sebelumnya untuk lebih efektif terlibat dalam proses pengambilan keputusan.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, kami berharap bahwa proses ini tidak hanya akan berkontribusi pada landasan bukti yang lebih kuat untuk pendekatan bentang alam tetapi juga meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan dan kelestarian bentang alam dalam bentang alam target. Tujuan utamanya adalah bekerjasama dengan pemangku kepentingan bentangb alam untuk bersama-sama membangun <em>platform<\/em> pembelajaran bersama yang dapat meningkatkan pemahaman kita tentang dinamika bentang alam di negara-negara ini. Meskipun kami tidak buta terhadap tantangan kompleks dalam mengintegrasikan konservasi dan pembangunan, kami berkomitmen untuk menerapkan dan melaporkan pendekatan bentang alam ini dan mengembangkan strategi diseminasi inklusif dengan kolega kami di <a href=\"https:\/\/www.globallandscapesforum.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global (GLF)<\/a>. Kami berharap bahwa hasil positif dan negatif yang muncul akan berkontribusi pada pemahaman kita tentang kondisi di mana pendekatan bentang alam dapat berkembang dan oleh karena itu menginformasikan agenda penelitian, kebijakan dan praktik berbasis bukti di masa depan.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cPendekatan bentang alam\u201d berusaha untuk menyediakan sarana dan konsep untuk mengalokasikan dan mengelola lahan untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan di area di mana pertanian, peternakan, pertambangan, dan penggunaan lahan produktif lainnya bersaing dengan tujuan kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Mengingat luasnya bentang alam di bumi ini, kita masih harus menyusun definisi tunggal dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":126,"featured_media":57478,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[182,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2587,2699,2721,2586,2761],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1405,207],"class_list":["post-57471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-forestry","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-burkina-faso","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","tag-bahasa-zambia","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cPendekatan bentang alam\u201d berusaha untuk menyediakan sarana dan konsep untuk mengalokasikan dan mengelola lahan untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan di area di mana pertanian, peternakan, pertambangan, dan penggunaan lahan produktif lainnya bersaing dengan tujuan kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Mengingat luasnya bentang alam di bumi ini, kita masih harus menyusun definisi tunggal dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-08-13T02:00:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-08-13T04:48:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35706911672_333cc30971_z.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"427\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"James Reed, Terry Sunderland\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@James_D_Reed\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan\"},\"author\":{\"name\":\"James Reed\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f96676a3248001fbb8ae2199847409f0\"},\"headline\":\"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan\",\"datePublished\":\"2018-08-13T02:00:13+00:00\",\"dateModified\":\"2018-08-13T04:48:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan\"},\"wordCount\":1012,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/08\\\/35706911672_333cc30971_z.jpg\",\"articleSection\":[\"Community forestry\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2018\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan\",\"name\":\"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/08\\\/35706911672_333cc30971_z.jpg\",\"datePublished\":\"2018-08-13T02:00:13+00:00\",\"dateModified\":\"2018-08-13T04:48:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/08\\\/35706911672_333cc30971_z.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/08\\\/35706911672_333cc30971_z.jpg\",\"width\":640,\"height\":427,\"caption\":\"Perempuan membawa keranjang berisi kapas yang baru dipanen dekat desa Zorro di Burkina Faso, salah satu dari tiga negara yang merupakan fokus proyek baru CIFOR untuk mengoperasionalkan pendekatan bentang alam.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f96676a3248001fbb8ae2199847409f0\",\"name\":\"James Reed\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/96ce43f941c2b9ff6e2799a3a4de2c48fee26cb7ce8e2ca344c7bbe978c2f4ea?s=96&d=mm&r=g42d47599586b1e3bbb37c10a34380a5a\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/96ce43f941c2b9ff6e2799a3a4de2c48fee26cb7ce8e2ca344c7bbe978c2f4ea?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/96ce43f941c2b9ff6e2799a3a4de2c48fee26cb7ce8e2ca344c7bbe978c2f4ea?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"James Reed\"},\"description\":\"James Reed is a researcher at CIFOR, within the theme of Sustainable Landscapes and Livelihoods (SLL). His research focuses on strategies that seek to reconcile conservation and development objectives in the tropics.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/James_D_Reed\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/james-reed\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/57471\\\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan","og_description":"\u201cPendekatan bentang alam\u201d berusaha untuk menyediakan sarana dan konsep untuk mengalokasikan dan mengelola lahan untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan di area di mana pertanian, peternakan, pertambangan, dan penggunaan lahan produktif lainnya bersaing dengan tujuan kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Mengingat luasnya bentang alam di bumi ini, kita masih harus menyusun definisi tunggal dari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2018-08-13T02:00:13+00:00","article_modified_time":"2018-08-13T04:48:05+00:00","og_image":[{"width":640,"height":427,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35706911672_333cc30971_z.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"James Reed, Terry Sunderland","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@James_D_Reed","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan"},"author":{"name":"James Reed","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f96676a3248001fbb8ae2199847409f0"},"headline":"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan","datePublished":"2018-08-13T02:00:13+00:00","dateModified":"2018-08-13T04:48:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan"},"wordCount":1012,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35706911672_333cc30971_z.jpg","articleSection":["Community forestry","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#respond"]}],"copyrightYear":"2018","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan","name":"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35706911672_333cc30971_z.jpg","datePublished":"2018-08-13T02:00:13+00:00","dateModified":"2018-08-13T04:48:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35706911672_333cc30971_z.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35706911672_333cc30971_z.jpg","width":640,"height":427,"caption":"Perempuan membawa keranjang berisi kapas yang baru dipanen dekat desa Zorro di Burkina Faso, salah satu dari tiga negara yang merupakan fokus proyek baru CIFOR untuk mengoperasionalkan pendekatan bentang alam."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pendekatan bentang alam di luar dan di dalam lapangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f96676a3248001fbb8ae2199847409f0","name":"James Reed","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96ce43f941c2b9ff6e2799a3a4de2c48fee26cb7ce8e2ca344c7bbe978c2f4ea?s=96&d=mm&r=g42d47599586b1e3bbb37c10a34380a5a","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96ce43f941c2b9ff6e2799a3a4de2c48fee26cb7ce8e2ca344c7bbe978c2f4ea?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/96ce43f941c2b9ff6e2799a3a4de2c48fee26cb7ce8e2ca344c7bbe978c2f4ea?s=96&d=mm&r=g","caption":"James Reed"},"description":"James Reed is a researcher at CIFOR, within the theme of Sustainable Landscapes and Livelihoods (SLL). His research focuses on strategies that seek to reconcile conservation and development objectives in the tropics.","sameAs":["https:\/\/x.com\/James_D_Reed"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/james-reed"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/57471\/mendapatkan-pendekatan-bentang-alam-keluar-dan-turun-lapangan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/35706911672_333cc30971_z.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/126"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57471"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57471\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57471"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=57471"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=57471"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=57471"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=57471"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=57471"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=57471"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=57471"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=57471"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=57471"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=57471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}