{"id":55103,"date":"2018-03-13T10:00:44","date_gmt":"2018-03-13T03:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=55103"},"modified":"2018-03-12T11:27:59","modified_gmt":"2018-03-12T04:27:59","slug":"bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia","title":{"rendered":"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><em><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Artikel ini adalah bagian kedua dari empat artikel penelitian global mengenai <\/span><\/em><a href=\"http:\/\/www.opal-project.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #24a2b8; text-decoration: none; text-underline: none;\">Bentang Alam Kelapa Sawit Adaptif<\/span><\/em><\/a><em><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Kalimantan Timur merupakan salah satu dari lima provinsi di Indonesia yang berada di pulau Kalimantan. Di sana hutan menghadapi meningginya tekanan percepatan ekspansi perkebunan kelapa sawit. Provinsi ini menjadi fokus penelitian <\/span><a href=\"http:\/\/www.opal-project.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #24a2b8;\">Bentang Alam Kelapa Sawit Adaptif<\/span><\/a><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">, yang dilakukan paralel dari Kalimantan hingga Kolumbia.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Kelapa sawit memiliki sejarah panjang di Indonesia. Berawal pada akhir 1960-an, hanya kurang dari 120 ribu hektare yang dibudidayakan oleh pemerintah dan perusahaan swasta. Belum ada petani kecil terlibat. Pada akhir 1990-an, ekspansi mengalami percepatan, dan pada 2015, 11,5 juta hektar telah ditanami kelapa sawit \u2013 40 persennya oleh petani skala kecil. <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Kelapa Sawit di Indonesia seperti demam emas bagi investor besar, perusahan kelas menengah maupun petani kecil. Dipicu oleh meningkatnya permintaan global untuk cairan emas ini, petani lokal beralih dari tanaman pertanian tradisional dan perikanan pada kelapa sawit. Ketika ini terjadi, masyarakat menjadi sangat tergantung pada kelapa sawit untuk penghidupan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Pesatnya pertumbuhan budi daya kelapa sawit mengarah pada konversi hutan. Bagaimanapun bisnis ini tetap menjadi sumber signifikan bagi pendapatan negara, dengan menjadi limpahan ekonomi penting di tingkat lokal. Isu utama yang menjadi perhatian kemudian adalah bagaimana membangun keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan hidup.<\/span><\/p>\n\n<p><strong>BELOK ARAH<\/strong><\/p>\n<p>Dalam mendukung praktik lebih berkelanjutan, dipayungi proyek OPAL, para peneliti CIFOR, <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional<\/a>, bekerja sama dengan WWF Indonesia dan mahasiswa Doktoral dari ETH Zurich dan Institut Pertanian Bogor (IPB).<\/p>\n<p>OPAL menggunakan pendekatan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/54802\/oil-palm-landscapes-playing-keeps?fnl=en\">Companion Modeling<\/a> (ComMod) \u2014 sebuah permainan peran yang digunakan untuk mengeksplorasi strategi peningkatan praktik lebih berkelanjutan dalam industri kelapa sawit.<\/p>\n<p>\u201cMelalui permainan interaktif ini, kami ingin memahami bagaimana dampak perkebunan kelapa sawit, tidak hanya pada ekologi area perkebunan, tetapi juga kehidupan petani lokal, serta strategi pemanfaatan lahan dan sumber daya alam untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka secara optimal,\u201d kata peneliti CIFOR, Heru Komarudin.<\/p>\n<p>\u201cDengan cara ini, para petani dapat melihat gambaran besar dan menyesuaikan strategi untuk  meningkatkan pemanfaatan aset mereka, agar mampu meningkatkan penghidupan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Salah satu cara meningkatkan hasil minyak sawit mentah (CPO) tanpa melakukan ekspansi ke dalam hutan alam adalah dengan meningkatkan pola budi daya kelawa sawit. Secara rata-rata, perkebunan kecil menghasilkan dua ton CPO per tahun. Dengan pembibitan lebih baik, produksi mereka bisa meningkat lebih dari dua kali lipat.<\/p>\n<p>\u201cPetani perlu tahu bagaimana mengoptimalkan lahan mereka,\u201d kata Nur Hasanah, mahasiswa Doktoral di ETH Zurich.<\/p>\n<p>Nur Hasanah merupakan anggota tim yang memanfaatkan permainan ComMod untuk petani di empat desa di kabupaten Kutai Kartanegara.<\/p>\n<p>\u201cMeski para petani memandang kelapa sawit sebagai masa depan, mereka belum melihat bahwa jika mereka berinvestasi dalam praktik pertanian yang baik, seperti menggunakan pupuk, mereka akan mendapat panen lebih besar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cMelalui pendekatan ComMod, para petani dapat melihat sendiri bagaimana perencanaan lebih baik dapat membangun masa depan yang lebih stabil,\u201d tambahnya.<\/p>\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-55105 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/38806712245_9f5598b4a9_k.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">Sebuah gubuk di tengak perkebunan kelapa sawit di desa Buluq Sen, kabupaten Kutai Kertanegara. Foto CIFOR \/Nanang Sujana<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>BUNTU<\/strong><\/p>\n<p>Menjaga budi daya kelapa sawit lestari merupakan masalah rumit, dan menurut Arya Hadi Dharmawan, Koordinator Tim IPB, salah satu masalah besarnya adalah tenurial lahan. Arya mengatakan, masalah ini tidak hanya terkait pada penghidupan, tetapi juga isu politik lokal, tata kelola pertanian, kelembagaan dan pemetaan kebijakan. Tidak ada solusi tunggal untuk mengatasi masalah ini, tambahnya.<\/p>\n<p>Tim mengungkap perselisihan lahan antara pemilik perkebunan besar dan masyarakat, dan di dalam masyarakat itu sendiri. Konflik ini bisa menjadi buntu, dan memperlambat atau memberi dampak lain pada upaya implementasi perubahan.<\/p>\n<p>\u201cRamifikasi masalah ini sangat dalam, dan skala masalahnya juga berlapis, jadi solusinya juga bukan hal yang mudah,\u201d kata Dharmawan.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">\u201cMelalui proses OPAL, kita semua dapat memahami rumitnya permasalahan terkait struktur agraria dan sistem penghidupan di Indonesia. Kita perlu bekerja bahu-membahu dalam mengatasi masalah ini. Ke depan, saya berharap, kita akan mampu menyusun kebijakan yang berkelanjutan untuk produksi kelapa sawit,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Untuk membantu mengatasi tantangan tersebut, tim juga melibatkan penduduk, petani, lembaga swadaya masyarakat, institusi perkebunan, lembaga swasta dan pejabat pemerintah lokal dalam permaian ComMod.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Melalui pendekatan ini, para peneliti menemukan bahwa otoritas kabupaten perlu lebih memahami bagaimana membangun sistem yang mendukung kelapa sawit dan lingkungan lestari.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Menurut mereka, hutan lindung, yang sering kali terpencil, perlu secara jelas didefinisikan, dan masyarakat perlu menyadari regulasi tingkat nasional yang bertujuan melindungi hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">\u201cMelibatkan pejabat tingkat kabupaten, institusi perkebunan tingkat provinsi, perusahaan kelapa sawit dan petani, dan membawa mereka ke dalam wahana baru seperti permainan interaktif ini menjadi penting dalam membangun kesamaan pandangan atas isu besar dan potensi solusi dalam mencapai tujuan kelapa sawit berkelanjutan,\u201d catat Komarudin.<\/span><\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\">\n\t\t\t\t<img width=\"832\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/simple-board-game-1.jpg\" class=\"wp-image-55106\" alt=\"\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/simple-board-game-1.jpg 832w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/simple-board-game-1-566x282.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/simple-board-game-1-768x383.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/simple-board-game-1-610x304.jpg 610w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/simple-board-game-1-260x130.jpg 260w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/simple-board-game-1-480x240.jpg 480w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/simple-board-game-1-672x335.jpg 672w\" sizes=\"auto, (max-width: 832px) 100vw, 832px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Permainan ComMod dimainkan di Kalimantan Timur. Foto CIFOR\/Halimatu <\/figcaption>\n\t\t\t<\/figure>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><strong><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">LANGKAH BERIKUT<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Kini, tim menjalankan tahap kedua proyek OPAL. Memanfaatkan pembelajaran dari tahap pertama, dan menyempurnakan permainan dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan masalah ini, dan untuk menemukan solusi bersama untuk tantangan ini. <\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">\u201cKami berharap hasil penelitian ini dapat menginformasi dan meningkatkan kemitraan antara petani, perusahaan kelapa sawit, dan pemangku kepentingan lain, agar kita dapat melindungi hutan Indonesia yang tersisa,\u201d ringkas Komarudin.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">Menempatkan pendekatan ComMod dalam perdebatan lebih luas bagaimana mewujudkan suplai kelapa sawit lestari di Indonesia, menurut Ilmuwan Utama CIFOR, Pablo Pacheco, merupakan langkah penting berikutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 18.0pt; background: white; margin: 11.25pt 0in 15.0pt 0in;\"><span style=\"font-size: 13.5pt; color: #333333;\">\u201cKita perlu memahami dinamika pembangunan kelapa sawit di tingkat pertanian dan perkebunan dalam satu bentang alam, dan mampu menyediakan informasi mengenai cara lebih baik mengelola timbal balik ekonomi dan lingkungan dalam bentang alam terpisah,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini adalah bagian kedua dari empat artikel penelitian global mengenai Bentang Alam Kelapa Sawit Adaptif. Kalimantan Timur merupakan salah satu dari lima provinsi di Indonesia yang berada di pulau Kalimantan. Di sana hutan menghadapi meningginya tekanan percepatan ekspansi perkebunan kelapa sawit. Provinsi ini menjadi fokus penelitian Bentang Alam Kelapa Sawit Adaptif, yang dilakukan paralel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":214,"featured_media":55109,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2476,2587,7571,2522,2721,2616,2670,2590,7561],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3100],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6193],"class_list":["post-55103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-adaptasi","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-commod","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kelapa-sawit","tag-bahasa-kepemilikan-dan-hak-atas-lahan","tag-bahasa-masyarakat-lokal","tag-bahasa-pemodelan","type-bahasa-fitur"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini adalah bagian kedua dari empat artikel penelitian global mengenai Bentang Alam Kelapa Sawit Adaptif. Kalimantan Timur merupakan salah satu dari lima provinsi di Indonesia yang berada di pulau Kalimantan. Di sana hutan menghadapi meningginya tekanan percepatan ekspansi perkebunan kelapa sawit. Provinsi ini menjadi fokus penelitian Bentang Alam Kelapa Sawit Adaptif, yang dilakukan paralel [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-03-13T03:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1364\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Suzanna Dayne\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia\"},\"author\":{\"name\":\"Suzanna Dayne\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd\"},\"headline\":\"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia\",\"datePublished\":\"2018-03-13T03:00:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia\"},\"wordCount\":875,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/03\\\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2018\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia\",\"name\":\"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/03\\\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg\",\"datePublished\":\"2018-03-13T03:00:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/03\\\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/03\\\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1364,\"caption\":\"Pemandangan udara sawah dan perkebunan sawit di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia. Menyeimbangkan pembangunan dan konservasi menjadi pertimbangan kunci untuk bentang alam sawit lestari. Foto CIFOR \\\/Nanang Sujana\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd\",\"name\":\"Suzanna Dayne\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g8f9b7cd57542c3c1abe44e5e11afc6e7\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Suzanna Dayne\"},\"description\":\"Suzanna Dayne is a communication consultant and writer\\\/producer. She currently works with UN agencies and non profits on issues linked to the SDGs, including the environment and climate change. She is a former writer\\\/producer for CNN International and international broadcaster for Voice of America radio.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/suzanna\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/55103\\\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia","og_description":"Artikel ini adalah bagian kedua dari empat artikel penelitian global mengenai Bentang Alam Kelapa Sawit Adaptif. Kalimantan Timur merupakan salah satu dari lima provinsi di Indonesia yang berada di pulau Kalimantan. Di sana hutan menghadapi meningginya tekanan percepatan ekspansi perkebunan kelapa sawit. Provinsi ini menjadi fokus penelitian Bentang Alam Kelapa Sawit Adaptif, yang dilakukan paralel [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2018-03-13T03:00:44+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1364,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Suzanna Dayne","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia"},"author":{"name":"Suzanna Dayne","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd"},"headline":"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia","datePublished":"2018-03-13T03:00:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia"},"wordCount":875,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg","articleSection":["Forests News","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#respond"]}],"copyrightYear":"2018","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia","name":"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg","datePublished":"2018-03-13T03:00:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg","width":2048,"height":1364,"caption":"Pemandangan udara sawah dan perkebunan sawit di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia. Menyeimbangkan pembangunan dan konservasi menjadi pertimbangan kunci untuk bentang alam sawit lestari. Foto CIFOR \/Nanang Sujana"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bentang alam kelapa sawit: Permainan sawit Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd","name":"Suzanna Dayne","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g8f9b7cd57542c3c1abe44e5e11afc6e7","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g","caption":"Suzanna Dayne"},"description":"Suzanna Dayne is a communication consultant and writer\/producer. She currently works with UN agencies and non profits on issues linked to the SDGs, including the environment and climate change. She is a former writer\/producer for CNN International and international broadcaster for Voice of America radio.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/suzanna"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/55103\/bentang-alam-kelapa-sawit-permainan-sawit-indonesia#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/39704382621_452bcad9ac_k-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/214"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55103"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55103\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55103"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=55103"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=55103"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=55103"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=55103"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=55103"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=55103"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=55103"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=55103"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=55103"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=55103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}