{"id":5380,"date":"2011-12-01T03:29:58","date_gmt":"2011-12-01T03:29:58","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=5380"},"modified":"2015-12-14T11:57:27","modified_gmt":"2015-12-14T04:57:27","slug":"hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru","title":{"rendered":"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru"},"content":{"rendered":"<p>DURBAN, Afrika Selatan (30 November, 2011) _ Meskipun telah digembar-gemborkan sebagai alternatif hijau pengganti bahan bakar fosil, studi terbaru Center for International Forestry Research (CIFOR) menemukan bahwa emisi karbon yang dihasilkan konversi lahan untuk produksi bahan bakar nabati memerlukan puluhan, bahkan ratusan tahun pada beberapa kasus, untuk dipulihkan ke keadaan semula, sehingga memunculkan pertanyaan serius akan sifat lestari biodiesel. Besarnya variasi waktu pemulihan tergantung dari jenis lahan yang dikonversi serta produktivitas tanaman bahan baku.<\/p>\n<p>Hasil penelitian CIFOR dan lembaga-lembaga lain menyatakan \u201canalisa siklus kehidupan keseluruhan\u201d, yang juga memperhitungkan hutang karbon dari perubahan penggunaan lahan, perlu menjadi praktik yang umum dilakukan dalam kajian manfaat lingkungan penggunaan bahan bakar nabati.<\/p>\n<p>\u201cProses produksi  bahan bakar nabati dan jenis tanah di mana tumbuhan itu ditanam amatlah penting untuk tahu apakah anda akan mendapatkan manfaat terkait perubahan iklim,\u201d ujar Louis Verchot, peneliti CIFOR sekaligus salah satu penulis studi <em><a href=\"http:\/\/www.ecologyandsociety.org\/issues\/view.php?sf=68\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Implications of Biodiesel\u2010Induced Land\u2010Use Changes for CO2 Emissions: Case Studies in Tropical America, Africa, and Southeast Asia<\/a><\/em> yang diterbitkan dalam liputan khusus jurnal <em>Ecology and Society<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cBahan bakar nabati  yang menyebabkan konversi ekosistem alami tidak akan pernah bersifat hemat emisi. Studi ini juga menekankan pentingnya perencanaan tata ruang yang tepat serta kesadaran bahwa apapun yang dilakukan atas nama atmosfir bisa memiliki konsekuensi yang tidak terantisipasi sebelumnya kecuali jika anda memperhatikan keseluruhan sistem produksi.\u201d<\/p>\n<p>Naik turunnya harga minyak serta semakin tingginya kepedulian akan perubahan iklim telah memperbaharui komitmen terhadap energi terbarukan, yang ditunjukkan dengan meningkatnya permintaan pasar pada beberapa tahun terakhir terhadap bahan bakar nabati yang berasal dari kelapa sawit, jarak dan kedelai.<\/p>\n<p>Namun, meskipun bahan bakar nabati memiliki potensi mitigasi perubahan iklim, bahan bakar ini semakin banyak mendapatkan kritik karena perluasan lahannya sering kali menyebabkan deforestasi, dampak sosial negatif bagi pengguna tanah adat seperti hilangnya lahan dan hak pekerja, ancaman terhadap ketahanan pangan, dan tingginya emisi karbon dari perubahan penggunaan lahan.<\/p>\n<p>Untuk mengukur efek atmosfir perubahan penggunaan lahan terkait bahan bakar nabati, peneliti CIFOR menelaah studi kasus untuk produksi tiga jenis bahan bakar nabati dan bahan baku multi-fungsi di beberapa wilayah di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Mereka menghitung emisi dari perubahan penggunaan lahan langsung (pembukaan lahan untuk perladangan) dan mengkaji kisaran yang masuk akal untuk mengantisipasi perubahan penggunaan lahan tak langsung (ketika produksi bahan bakar nabati mendorong kegiatan-kegiatan pertanian lainnya ke ekosistem alami).<\/p>\n<p>Emisi ini dianggap sebagai \u201chutang karbon\u201d yang dihasilkan rantai produksi bahan bakar nabati dan hutang ini harus dibayar terlebih dahulu melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil sebelum bisa dihitung sebagai manfaat bersih terhadap atmosfir. Para peneliti CIFOR kemudian menghitung waktu yang diperlukan untuk membayar hutang karbon di setiap sistem yang dipelajari.<\/p>\n<p>Dalam kebanyakan kasus, studi ini menemukan bahwa budidaya tanaman yang ditujukan sebagai bahan bakar nabati saja dan sebagai bahan baku multi-fungsi menghasilkan hutang karbon yang signifikan yang akan memerlukan waktu puluhan sampai ratusan tahun untuk dipulihkan kembali. Produksi kacang kedelai adalah yang paling baik dengan waktu pembayaran hutang karbon kurang dari 30 tahun dalam beberapa kasus.<\/p>\n<p>Pemikiran tentang pembayaran hutang karbon bukanlah hal baru bagi bahan bakar nabati. Sejauh ini, studi ini adalah upaya terbaik untuk mengukur hutang di negara-negara tropis serta melihat waktu pembayaran kembali sistem produksi yang nyata. Kekuatan studi ini terletak pada perbandingan berbagai tanaman bahan baku dan kondisi tanah. \u201cPesan yang harus sampai,\u201d kata Verchot, \u201cbukanlah bahwa bahan bakar nabati itu buruk bagi atmosfir. Namun, hasil studi ini menunjukkan hal-hal penting yang harus dipertimbangkan untuk membuat bahan bakar nabati lestari.\u201d<\/p>\n<p>Penelitian-penelitian ini akan membantu para pembuat kebijakan, baik di negara  produsen maupun konsumen, untuk memahami apa yang perlu dilakukan untuk membimbing dan mengatur industri ini dengan lebih baik agar dapat mencapai tujuan-tujuan utama kebijakan tersebut, kata Laura German, editor utama edisi khusus ini.<\/p>\n<p>\u201cRangkaian makalah ini menunjukkan bahwa kita tidak dapat sekedar berasumsi akan adanya manfaat bagi penghidupan pedesaan maupun mitigasi perubahan iklim dan menunjukkan perlu ada lebih banyak upaya proaktif baik dari pemerintah negara produsen dan konsumen, industri serta masyarakat sipil untuk mengarahkan sektor ini ke arah yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.\u201d<\/p>\n<p align=\"center\">####<\/p>\n<p>Dampak dan implikasi ekspansi bahan bakar nabati terhadap hutan akan didiskusikan pada Durban Climate Change and Trade Symposium, yang disponsori CIFOR, yang dilaksanakan bersamaan dengan berlangsungnya Konferensi Multi Pihak (COP) 17 di Durban, Afrika Selatan, minggu depan. Silakan mendaftar <a href=\"\/\/www.cifor.org\/events\/biofuel-development-and-forests.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p align=\"center\">####<\/p>\n<p><a href=\"\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\"><strong>Center for International Forestry Research<\/strong><\/a><strong> (<\/strong><strong>CIFOR)<\/strong> memajukan kesejahteraan manusia, konservasi hutan dan kesetaraan dengan melakukan penelitian untuk memberikan informasi kepada kebijakan dan praktik-praktik yang mempengaruhi hutan di negara berkembang. CIFOR membantu memastikan bahwa pengambilan keputusan yang mempengaruhi hutan didasarkan pada ilmu pengetahuan yang kuat dan prinsip tata kelola yang baik serta mencerminkan perspektif negara berkembang dan masyarakat yang bergantung pada hutan. CIFOR adalah satu di antara 15 pusat penelitian yang tergabung dalam Consultative Group on International Agricultural Research (CGIAR).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DURBAN, Afrika Selatan (30 November, 2011) _ Meskipun telah digembar-gemborkan sebagai alternatif hijau pengganti bahan bakar fosil, studi terbaru Center for International Forestry Research (CIFOR) menemukan bahwa emisi karbon yang dihasilkan konversi lahan untuk produksi bahan bakar nabati memerlukan puluhan, bahkan ratusan tahun pada beberapa kasus, untuk dipulihkan ke keadaan semula, sehingga memunculkan pertanyaan serius [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":38734,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,180,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2490,2451,2522,2500,2541,3663,5328,2916,2660],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[199],"class_list":["post-5380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-mitigating-climate-change","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bahan-bakar-hayati","tag-bahasa-cop17","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-emisi-karbon","tag-bahasa-energi","tag-bahasa-konversi-lahan","tag-bahasa-laura-german","tag-bahasa-louis-verchot","tag-bahasa-tanah","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DURBAN, Afrika Selatan (30 November, 2011) _ Meskipun telah digembar-gemborkan sebagai alternatif hijau pengganti bahan bakar fosil, studi terbaru Center for International Forestry Research (CIFOR) menemukan bahwa emisi karbon yang dihasilkan konversi lahan untuk produksi bahan bakar nabati memerlukan puluhan, bahkan ratusan tahun pada beberapa kasus, untuk dipulihkan ke keadaan semula, sehingga memunculkan pertanyaan serius [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-12-01T03:29:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-12-14T04:57:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Kedelai.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"301\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Michelle Kovacevic\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@kovamic\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru\"},\"author\":{\"name\":\"Michelle Kovacevic\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/ea3bb60d30245a7892854e6208008e10\"},\"headline\":\"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru\",\"datePublished\":\"2011-12-01T03:29:58+00:00\",\"dateModified\":\"2015-12-14T04:57:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru\"},\"wordCount\":787,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/Kedelai.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Mitigation\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2011\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru\",\"name\":\"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/Kedelai.jpg\",\"datePublished\":\"2011-12-01T03:29:58+00:00\",\"dateModified\":\"2015-12-14T04:57:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/Kedelai.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2011\\\/12\\\/Kedelai.jpg\",\"width\":301,\"height\":400,\"caption\":\"Tanaman kacang kedelai ditemukan memiliki jangka waktu pembayaran utang karbon terpendek. Foto milik Ryan\\\/ flickr.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/ea3bb60d30245a7892854e6208008e10\",\"name\":\"Michelle Kovacevic\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=gf09723b4498b0f4039b2359ebc29f05c\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Michelle Kovacevic\"},\"description\":\"Michelle is a science\u00a0communicator with an honours degree in neuroscience from the University of Melbourne, Australia. She has experience across many science communication platforms including magazines, radio, presenting (to students, policymakers and practitioners), corporate PR, academia and capacity building. She was formerly editor of Forests News and social media coordinator.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@kovamic\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/michelle-kovacevic\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/5380\\\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru","og_description":"DURBAN, Afrika Selatan (30 November, 2011) _ Meskipun telah digembar-gemborkan sebagai alternatif hijau pengganti bahan bakar fosil, studi terbaru Center for International Forestry Research (CIFOR) menemukan bahwa emisi karbon yang dihasilkan konversi lahan untuk produksi bahan bakar nabati memerlukan puluhan, bahkan ratusan tahun pada beberapa kasus, untuk dipulihkan ke keadaan semula, sehingga memunculkan pertanyaan serius [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2011-12-01T03:29:58+00:00","article_modified_time":"2015-12-14T04:57:27+00:00","og_image":[{"width":301,"height":400,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Kedelai.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Michelle Kovacevic","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@kovamic","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru"},"author":{"name":"Michelle Kovacevic","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/ea3bb60d30245a7892854e6208008e10"},"headline":"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru","datePublished":"2011-12-01T03:29:58+00:00","dateModified":"2015-12-14T04:57:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru"},"wordCount":787,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Kedelai.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Mitigation","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#respond"]}],"copyrightYear":"2011","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru","name":"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Kedelai.jpg","datePublished":"2011-12-01T03:29:58+00:00","dateModified":"2015-12-14T04:57:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Kedelai.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Kedelai.jpg","width":301,"height":400,"caption":"Tanaman kacang kedelai ditemukan memiliki jangka waktu pembayaran utang karbon terpendek. Foto milik Ryan\/ flickr."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u2018Hutang karbon\u2019 yang dihasilkan bahan bakar nabati harus diperhitungkan dalam diskusi mengenai keberlanjutan, menurut studi terbaru"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/ea3bb60d30245a7892854e6208008e10","name":"Michelle Kovacevic","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=gf09723b4498b0f4039b2359ebc29f05c","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bdd27143b32a221f7b8765de66dc686f70ed015e690112d4588896301cf8e684?s=96&d=mm&r=g","caption":"Michelle Kovacevic"},"description":"Michelle is a science\u00a0communicator with an honours degree in neuroscience from the University of Melbourne, Australia. She has experience across many science communication platforms including magazines, radio, presenting (to students, policymakers and practitioners), corporate PR, academia and capacity building. She was formerly editor of Forests News and social media coordinator.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@kovamic"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/michelle-kovacevic"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/5380\/hutang-karbon-yang-dihasilkan-oleh-beberapa-jenis-bahan-bakar-nabati-harus-diperhitungkan-dalam-debat-berkeberlanjutan-menurut-sebuah-studi-terbaru#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/12\/Kedelai.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5380"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5380\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38734"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5380"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=5380"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=5380"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=5380"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=5380"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=5380"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=5380"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=5380"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=5380"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=5380"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=5380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}