{"id":53254,"date":"2017-12-19T10:15:32","date_gmt":"2017-12-19T03:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=53254"},"modified":"2018-02-07T15:47:44","modified_gmt":"2018-02-07T08:47:44","slug":"kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi","title":{"rendered":"&#8216;Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi&#8217;"},"content":{"rendered":"<p>Seiring dengan menguatnya komitmen dunia untuk mengatasi perubahan iklim, merestorasi lahan terdegradasi dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk semua, berbagai pelaku berpengaruh muncul sebagai pemangku kepentingan dari tingkat lokal hingga global.<\/p>\n<p>Memediasi sudut pandang dan tuntutan para pemangku kepentingan ini bukan tugas ringan. Walaupun sebagian solusi dapat ditemukan melalui \u2018pendekatan bentang alam\u2019, sebuah konsep yang berasal dari ekologi bentang alam. Pendekatan ini bertujuan mengakomodasi beragam suara dalam sebuah diskusi.<\/p>\n<p>Pendekatan ini dipilih oleh <a href=\"http:\/\/www.globallandscapesforum.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global<\/a> (GLF), sebuah gerakan yang dipimpin oleh <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional<\/a> (CIFOR), untuk menjadi wahana bagi beragam pelaku sebagai landasan bersama dalam mengatasi masalah global yang paling mendesak.<\/p>\n<p>Direktur Jenderal CIFOR, Robert Nasi berbincang dengan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/\">Kabar Hutan<\/a> menjelang pelaksanaan Forum ini di Bonn, Jerman, pekan ini. GLF mendiskusikan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/41597\/the-landscape-approach-how-did-we-get-here-and-where-do-we-want-to-go-just-ask-darwin?fnl=en\">konsep \u2018pendekatan bentang alam\u2019<\/a> dan perannya memperkokoh solusi berkelanjutan dan berkeadilan.<\/p>\n\n\t\t\t\t\t\t<div class='sevent_box related_promo_glf-bonn-2017'>\n\t\t\t\t\t\t<div class='sevent_fullwidth'>\n\t\t\t\t\t\t<div class='bg_sevent_box'><img src='https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/bonn-2017-forestnews-1.png'><\/div>\n\t\t\t\t\t\t<div class='sevent'>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class='sevent_left'>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class='sevent_right'>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class='sevent_right_text'>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class='sevent_right_text_heading'>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div>\r\n<a href=\"http:\/\/events.globallandscapesforum.org\/bonn-2017\/?utm_source=Forests+News&utm_medium=Widget+single+button&utm_campaign=cop13\" target=\"_blank\">\r\n<span class=\"sevent_sub_heading\">Be part of the movement <\/span>\r\n<span class=\"sevent_main_heading\">Global Landscapes Forum: Bonn 2017<\/span>\r\n<span class=\"sevent_sub_desc\">19-20 December<\/span>\r\n<span class=\"sevent_view_link\">See event details here<\/span>\r\n<\/a>\r\n<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div><div class='clear clearfix'><\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div><div class='clear clearfix'><\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<div class='clear clearfix'><\/div>\n\t\t\t\t\t<style>\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .bg_sevent_box {\n\t\t\t\t\t\tposition: absolute;\n\t\t\t\t\t\ttop: 0;\n\t\t\t\t\t\theight: 230px;\n\t\t\t\t\t\tleft: -315px;\n\t\t\t\t\t\toverflow: hidden;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .bg_sevent_box img{ height:100%; }\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent {\n\t\t\t\t\t\twidth: 100%;\n\t\t\t\t\t\tmargin: 0 auto;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_main_heading{\n\t\t\t\t\t\tfont-size: 24px;\n\t\t\t\t\t\tfont-weight: bold;\n\t\t\t\t\t\tfont-family: \"PT Serif\", serif;\n\t\t\t\t\t\tline-height: 30px;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 a .sevent_main_heading{\n\t\t\t\t\t\tcolor:#444;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_view_link{\n\t\t\t\t\t\tdisplay: block;\n\t\t\t\t\t\tmargin: 0px;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_aprs_logo{\n\t\t\t\t\t\tmargin-top: 16px;\n\t\t\t\t\t\tdisplay: block;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_sub_heading{\n\t\t\t\t\t\tfont-size: 18px;\n\t\t\t\t\t\tdisplay: block;\n\t\t\t\t\t\tfont-family: roboto;\n\t\t\t\t\t\tfont-weight: normal;\n\t\t\t\t\t\tcolor: #a4a4a4;\n\t\t\t\t\t\tpadding-top:10px;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_sub_desc{\n\t\t\t\t\t\tfont-size: 15px;\n\t\t\t\t\t\tdisplay: block;\n\t\t\t\t\t\tfont-family: roboto;\n\t\t\t\t\t\tfont-weight: normal;\n\t\t\t\t\t\tcolor: #a4a4a4;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_left{\n\t\t\t\t\t\tpadding-top: 35px;\n\t\t\t\t\t\tpadding-left: 35px;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_right{\n\t\t\t\t\t\twidth:80%;\n\t\t\t\t\t\tpadding:20px 25px;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_fullwidth{\n\t\t\t\t\t\tbackground-color: #eaeaea;\n\t\t\t\t\t\tborder-left: 600rem solid #eaeaea;\n\t\t\t\t\t\tborder-right: 600rem solid #eaeaea;\n\t\t\t\t\t\tpadding:0px 0px;\n\t\t\t\t\t\toverflow: hidden;\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .bg_sevent_box {\r\n    height: 175px;\r\n    left: -210px;\r\n}\r\n\n\t\t\t\t\t@media all and (max-width: 767px){\n\t\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_fullwidth{\n\t\t\t\t\t\t\tborder-left: 0rem solid #eaeaea;\n\t\t\t\t\t\t\tborder-right: 0rem solid #eaeaea;\n\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_right {\n\t\t\t\t\t\t\twidth: 100%;\n\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t\t.sevent_main_heading br{\n\t\t\t\t\t\t\tdisplay:none;\n\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t\t.related_promo_glf-bonn-2017 .sevent_aprs_logo img{\n\t\t\t\t\t\t\tmax-width:100%;\n\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t<\/style>\n<p><strong>Pekan ini, di Bonn, Anda akan membuka GLF, gerakan global yang dipimpin CIFOR. Mengapa fokus pada bentang alam?<\/strong><\/p>\n<p>Saya pikir bentang alam adalah unit manajemen yang tepat. Kita punya masalah global, dan secara substansial pelik. Jika kita hanya memandang secara sektoral, seperti hutan atau kota, kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini. Kita punya peluang untuk menyelesaikan masalah ini, atau setidaknya memitigasi konsekuensinya, hanya jika kita melihat gambaran utuh \u2013 gambaran utuh itu lah yang kita sebut bentang alam.<\/p>\n<p><strong>Anda katakan bahwa bentang alam ini adalah unit manajemen yang tepat. Jadi apa itu bentang alam?<\/strong><\/p>\n<p>Kita bisa terjebak 4-5 tahun ke depan mencoba mendefinisikan bentang alam. Saya lihat ada diskusi terus menerus mengenai definisi \u2018hutan\u2019, sejak saya bekerja di bidang ini pada 1981. Dan sejauh ini, tidak ada kesepakatan universal mengenai definisi hutan.<\/p>\n<p>Sama dengan bentang alam. Apa definisi \u2018bentang alam\u2019 sudah ada di depan mata masing-masing. Seekor semut akan melihat bentang alam yang sangat berbeda dengan seekor gajah. Bagi petani, bentang alam adalah pertanian, apa yang berada di sekeliling pertanian, dan para tetangganya, jika ada. Bagi gubernur Aceh, bentang alamnya adalah provinsi Aceh. Ini bergantung apa yang kita cari, dan tujuan kita menggunakan konsep bentang alam ini.<\/p>\n<p>Meski bukan sesuatu yang dapat diturunkan menjadi sebuah definisi sederhana, saya pikir, ini unit yang tepat untuk coba menyelesaikan masalah yang ada. Kita bisa mendapat definisi kerja bentang alam jika mau \u2013 kita punya banyak. Tetapi saya tidak berpikir akan sangat bermanfaat untuk memerasnya menjadi sebuah definisi yang sangat sempit.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>Jadi, mungkin daripada mendefinisikan bentang alam, lebih penting untuk mendefinisikan \u2018pendekatan bentang alam\u2019?<\/strong><\/p>\n<p>Ya, tepat sekali. Isu besar \u2018bentang alam\u2019 berasal dari ekologi bentang alam, dan lebih berupa konsep biofisik. Orang melihat kawasan tertentu, dan mencari konektivitas lintas kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Kini kita bergerak melampaui sekadar pola ekologi, sebaran, atau struktur. Kita melihat bahwa di bentang alam ada masyarakat, ada institusi, ada banyak hal yang membentuk sebuah unit bentang alam. Dengan alasan ini, Saya melihat bentang alam lebih perlu didefinisikan melalui pertanyaan-pertanyaan kita daripada melalui batas geografis atau administratif.<\/p>\n<p>Di GLF, kita melibatkan beragam pemangku kepentingan dengan beragam pemanfaatan, nilai atau ikatan makna pada bentang alam. Jadi kita berhadapan dengan kelindan keberagaman dan saling beririsan dalam bentang alam.<\/p>\n<p>Ini mengapa menjadi rumit, dan mengapa tidak ada struktur manajemen atau administratif yang benar-benar cocok pada level bentang alam. Ini bukan berarti kita tidak bisa punya definisi kerja dari bentang alam, namun harus diakui, meski bergantung pada kepentingan masing-masing, kita akan melihat setiap bentang alam dari beragam perspektif.<\/p>\n<p><strong>Pada GLF, pertanyaan seperti apa yang diberikan pada bentang alam, dan pada skala bagaimana?<\/strong><\/p>\n<p>Bagi saya, GLF bertujuan menyediakan wahana bagi masyarakat untuk menjawab pertanyaan pelik \u2013 seperti, mengenai pembangunan berkelanjutan, atau perubahan iklim \u2013 pada beragam skala. Jadi sebagian bisa global, meski sebagian lain lokal, atau nasional. Dan inilah mengapa gagasan GLF bekerja di berbagai skala.<\/p>\n<p>Ada pandangan wahana ini terkait pada hutan, pohon dan pertanian, namun mengapa tidak terfokus juga pada bentang laut? Banyak hal terjadi dalam bentang laut sangat dipengaruhi apa yang terjadi di hulu. Hampir sekitar 60 persen populasi dunia tinggal di wilayah pesisir. Dan mereka akan terdampak perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, tsunami dan lainnya. Jika kita ingin mengatasi masalah seperti ini, kita perlu mempertimbangkan bentang alam, apa artinya sebuah tempat di hulu hingga tempat dengan kedalaman 200 meter di bawah air.<\/p>\n<p>Tidak ada wahana yang benar-benar menangani diskusi sejenis ini. Di mana orang dapat membicarakan isu ini terkait kebijakan dan perubahan? Saya pikir, inilah yang diberikan GLF.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>Di posisi mana ilmu pengetahuan bisa masuk? Peran seperti apa yang dapat diberikan penelitian dalam diskusi ini?<\/strong><\/p>\n<p>Peran penelitian adalah untuk menginformasi perdebatan. Menyediakan bukti terbaik yang tersedia pada satu waktu tertentu, dan menyatakan \u2018OK, ini yang kita tahu dan ini konsekuensi berbagai tindakannya. Pihak lain akan mengambil informasi tersebut dan memilih jalan untuk diikuti. Sebagai individu, kita bisa memiliki pendapat mengenai jalan lebih baik. Namun, sebagai peneliti, jika tidak ingin bias, kita harus menyediakan beragam jalan berdasarkan bukti. Penelitian memang tidak pernah tidak bias, karena kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita atasi, namun kita melakukan yang terbaik untuk menemukan solusi paling tepat.<\/p>\n<p>Inilah mengapa perlu dipahami bahwa apa yang kami lakukan sebagai pusat penelitian bukan semata penelitian, tetapi juga peningkatan kapasitas. Ini dilakukan agar masyarakat dapat memahami konsekuensi keputusannya.  Kami juga menerjemahkan hasil penelitian kami ke dalam dokumen panduan kebijakan, agar para pengambil kebijakan memiliki informasi yang diperlukan untuk memandu keputusan mereka.<\/p>\n<p><strong>Dan apa yang akan dibawa peneliti CIFOR untuk diskusi di GLF?<\/strong><\/p>\n<p>Terkait apa yang dilakukan CIFOR, kami fokus pada kontribusi hutan dan kehutanan pada aksi iklim dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dan mencoba menunjukkan bahwa hutan merupakan bagian integral dari solusi. Namun idealnya, GLF akan membawa berbagai gagasan dan beragam orang.<\/p>\n<p>Kami akan terus mengangkat posisi penting hutan dan pohon. Meski kami juga menyadari bahwa banyak hal penting lain. Justru inilah yang akan memberi potensi solusi, ketika kita mempertimbangkan seluruh elemen tersebut untuk menyelesaikan masalah yang ada.<\/p>\n<p><strong>Pada <\/strong><a href=\"http:\/\/events.globallandscapesforum.org\/agenda\/bonn-2017\/day-1\/plenary\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><strong>pleno pembukaan<\/strong><\/a><strong>, Anda akan menjadi bagian peluncuran tahapan lima tahun GLF ke depan, yang akan menyusun Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Dapatkah diceritakan mengenai hal ini?<\/strong><\/p>\n<p>CIFOR akan memimpin GLF, namun tidak lantas memaksakan apa isinya. Tentu saja kami punya gagasan sendiri mengenai topik yang ingin diangkat \u2013 seperti isu restorasi lahan terdegradasi, atau isu tenurial dan hak adat. Namun, GLF merupakan sebuah wahana dan mekanisme perluasan yang diharapkan dapat mengakselerasi aksi berkelanjutan, dan mengoptimalkan praktik pada level bentang alam. Karena kami ingin membawa semua orang ke meja.<\/p>\n<p>Lima tahun ke depan adalah rentang hidup aktual dari apa yang kami miliki, namun gagasannya GLF bukan sesuatu yang akan berhenti dalam lima tahun, tetapi kita harap bekerja sampai 20 tahun ke depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring dengan menguatnya komitmen dunia untuk mengatasi perubahan iklim, merestorasi lahan terdegradasi dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk semua, berbagai pelaku berpengaruh muncul sebagai pemangku kepentingan dari tingkat lokal hingga global. Memediasi sudut pandang dan tuntutan para pemangku kepentingan ini bukan tugas ringan. Walaupun sebagian solusi dapat ditemukan melalui \u2018pendekatan bentang alam\u2019, sebuah konsep yang berasal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":221,"featured_media":53257,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,6090,173,1072,190],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2587,7412,7280,7279,7411,5854,7414,7413,2586,7415,2932,6521],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3094],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6538],"class_list":["post-53254","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forests-news","category-gender-justice-tenure","category-landscapes","category-peatlands","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-ekologi-bentang-alam","tag-bahasa-forum-bentang-alam-global","tag-bahasa-glf","tag-bahasa-glf-bonn","tag-bahasa-hutan","tag-bahasa-hutan-dan-pohon","tag-bahasa-kota","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","tag-bahasa-restorasi-lahan-terdegradasi","tag-bahasa-robert-nasi","tag-bahasa-tenurial","type-bahasa-wawancara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>&#039;Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi&#039; - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"&#039;Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi&#039;\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seiring dengan menguatnya komitmen dunia untuk mengatasi perubahan iklim, merestorasi lahan terdegradasi dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk semua, berbagai pelaku berpengaruh muncul sebagai pemangku kepentingan dari tingkat lokal hingga global. Memediasi sudut pandang dan tuntutan para pemangku kepentingan ini bukan tugas ringan. Walaupun sebagian solusi dapat ditemukan melalui \u2018pendekatan bentang alam\u2019, sebuah konsep yang berasal [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-12-19T03:15:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:47:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/24562501998_cfce50e395_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1364\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Forests News staff\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi\"},\"author\":{\"name\":\"Catriona Croft-Cusworth\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f35814b7624c461123485a4cba48f021\"},\"headline\":\"&#8216;Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi&#8217;\",\"datePublished\":\"2017-12-19T03:15:32+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:47:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi\"},\"wordCount\":1082,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/12\\\/24562501998_cfce50e395_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forests News\",\"Gender, justice &amp; tenure\",\"Landscapes\",\"Peatlands\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi\",\"name\":\"'Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi' - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/12\\\/24562501998_cfce50e395_k.jpg\",\"datePublished\":\"2017-12-19T03:15:32+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:47:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/12\\\/24562501998_cfce50e395_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/12\\\/24562501998_cfce50e395_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1364,\"caption\":\"Pemandangan alam desa Tribudi Syukur di Lampung, Indonesia. Menurut Direktur Jenderal CIFOR, Robert Nasi, makna \u2018bentang alam\u2019 bergantung pada cara pandang.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"&#8216;Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi&#8217;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f35814b7624c461123485a4cba48f021\",\"name\":\"Catriona Croft-Cusworth\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g77fddd7045adb9631a1f5570fbaec8b8\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Catriona Croft-Cusworth\"},\"description\":\"Catriona Croft-Cusworth is an editor and writer. She was formerly editor of Forests News (2017-2018). She has worked in media and communications in Indonesia since 2010, and holds degrees in Arts and Asian Studies from the Australian National University.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/c-cusworth\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/53254\\\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"'Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi' - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"'Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi'","og_description":"Seiring dengan menguatnya komitmen dunia untuk mengatasi perubahan iklim, merestorasi lahan terdegradasi dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan untuk semua, berbagai pelaku berpengaruh muncul sebagai pemangku kepentingan dari tingkat lokal hingga global. Memediasi sudut pandang dan tuntutan para pemangku kepentingan ini bukan tugas ringan. Walaupun sebagian solusi dapat ditemukan melalui \u2018pendekatan bentang alam\u2019, sebuah konsep yang berasal [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2017-12-19T03:15:32+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:47:44+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1364,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/24562501998_cfce50e395_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Forests News staff","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi"},"author":{"name":"Catriona Croft-Cusworth","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f35814b7624c461123485a4cba48f021"},"headline":"&#8216;Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi&#8217;","datePublished":"2017-12-19T03:15:32+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:47:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi"},"wordCount":1082,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/24562501998_cfce50e395_k.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forests News","Gender, justice &amp; tenure","Landscapes","Peatlands"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi","name":"'Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi' - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/24562501998_cfce50e395_k.jpg","datePublished":"2017-12-19T03:15:32+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:47:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/24562501998_cfce50e395_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/24562501998_cfce50e395_k.jpg","width":2048,"height":1364,"caption":"Pemandangan alam desa Tribudi Syukur di Lampung, Indonesia. Menurut Direktur Jenderal CIFOR, Robert Nasi, makna \u2018bentang alam\u2019 bergantung pada cara pandang."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"&#8216;Kita semua adalah pemangku kepentingan dari masalah yang kita hadapi&#8217;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f35814b7624c461123485a4cba48f021","name":"Catriona Croft-Cusworth","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g77fddd7045adb9631a1f5570fbaec8b8","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Catriona Croft-Cusworth"},"description":"Catriona Croft-Cusworth is an editor and writer. She was formerly editor of Forests News (2017-2018). She has worked in media and communications in Indonesia since 2010, and holds degrees in Arts and Asian Studies from the Australian National University.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/c-cusworth"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/53254\/kita-semua-adalah-pemangku-kepentingan-dari-masalah-yang-kita-hadapi#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/24562501998_cfce50e395_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53254"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53254\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53254"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=53254"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=53254"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=53254"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=53254"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=53254"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=53254"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=53254"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=53254"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=53254"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=53254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}